Kesempatan Membuka Lowongan Kerja Melalui Pabrik Kelapa Sawit

Persaingan diantara para pencari kerja dari lowongan kerja asisten pabrik kelapa sawit terbaru memang dirasa semakin ketat. Apalagi saat ini banyak sekali daftar pabrik kelapa sawit yang dinyatakan meraup untung tinggi. Karena itulah tidak heran apabila para pencari kerja pun mulai memburu jenis pekerjaan yang terdapat di bagian dalamnya. Berbeda dengan para pemburu pekerjaan, ada pula beberapa orang yang justu ingin membuat pabrik kelapa sawit itu sendiri. Para pengusaha muda ini berpikir untuk membuat pabrik sehingga dapat membuka lowongan pekerjaan yang lebih banyak bagi masyarakat lainnya. Namun pembuatan pabrik kelapa sawit itu sendiri bukanlah hal yang mudah. Apalagi nominal investasi untuk modal yang dikeluarkan pun berada dalam hitungan yang lumayan besar. Berikut ini adalah beberapa sistem perhitungan investasi sebagai biaya pembuatan pabrik kelapa sawit mini yang dapat penulis jelaskan kali ini:

1. Pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 10 ton

Jenis pabrik yang satu ini umumnya dapat melayani kebun sawit dengan ukuran 2000 ha. Kebun sawit tersebut membutuhkan daya listrik sekitar 300 kilo watt. Dengan lama pengerjaan selama 8 bulan, maka biaya pembangunan untuk pabrik tersebut pun berkisar pada angka Rp 2,5 Milyar /ton TBS

2. Pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 15 ton

Pabrik ini dapat melayani kebun sawit dengan luas 4000 ha, yang dilakukan dengan kebutuhan listrik sekitar 400 kilo watt. Untuk lama pengerjaan pabrik ini dilakukan selama 10 bulan dengan total biaya pembangunan berkisar pada hitungan Rp. 2,5 Milyar.

3. Pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 30 ton

Untuk pabrik yang satu ini lama pengerjaannya sama dengan bagian pabrik di atas tadi yaitu selama 10-12 bulan, dan ia dapat melayani kebun sawit dengan luas 6000 ha. Sementara itu untuk kebutuhan listriknya sendiri mencapai hitungan 800 kW, serta modal pembiayaan mencapai angka Rp 2,5 Miliar per ton TBS

4. Pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 60 ton

Pada pabrik kelapa sawit yang satu ini kebun sawit yang dapat dilayani berada dalam ukuran luas 12.000 ha dengan tingkat kebutuhan listrik mencapai angka 1600 kilo watt. Sementara itu, untuk lama pengerjaannya justru dilakukan lebih lama, yaitu dalam jarak waktu 12-14 bulan. Dan perkiraan biaya untuk pembangunan pabrik tersebut pun lebih mahal, tepatnya sekitar Rp 3,5 Miliar/ton TBS.

5. Pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 100 ton

Hampir sama dengan pendirian pabrik di atas tadi, untuk pabrik yang satu ini lama pengerjaannya pun dilakukan dalam waktu 8 bulan, namun untuk biaya pembangunannya dapat mencapai hitungan Rp 300 hingga 350 Miliar

Kesempatan Membuka Lowongan Kerja melalui Pabrik Kelapa Sawit

Demikianlah beberapa bentuk pilihan pembuatan pabrik minyak sawit mini yang umumnya ditujukan bagi para pengusaha muda yang bosan mencari pekerjaan dan ingin membuka peluang kerja bagi masyarakat lainnya. Dalam memilih pembangunan pabrik tadi Anda dapat menggunakan layanan jasa dari konsultan pabrik, sehingga nominal investasi dari pabrik tersebut pun dapat menghasilkan keuntungan dengan lebih mudah.

Kenali Berbagai Macam Jenis Mesin Proses Kelapa Sawit

Bagi para produsen kelapa sawit, harga mesin kelapa sawit tentunya menjadi salah satu bagian yang penting untuk diperhitungkan, karena mesin untuk pembuatan kelapa sawit itu sendiri terdiri dari beberapa jenis bagian yang tentunya memiliki harga lumayan tinggi. Sebelum melihat kisaran harga yang dimiliki oleh mesin produksi minyak sawit tersebut, sebaiknya Anda kenali dulu beberapa bagian mesin yang wajib untuk dimiliki dalam memproduksi minyak sawit. Mesin pengolah kelapa sawit itu sendiri didasarkan pada setiap tahap proses pembutannya, yang diantaranya sebagai berikut :

1. Tahap penerimaan buah atau fruit reception station

Dalam tahap proses pembuatan minyak sawit yang satu ini, ada beberapa jenis mesin yang digunakan diantaranya adalah jembatan timbang dengan kapasitas 30 ton. Kemudian loading ramp, keranjang buah, rail track, idler bollard serta ganty crane / Palm Oil Crane.

2. Bagian sterilizer station atau rebusan buah

Pada tahap ini mesin yang digunakan diantaranya rebusan yang melakukan proses perebusan buah sawit untuk yang berfungsi agar buah sawit dapat dengan mudah terlepas dari tandannya.

3. Stasiun bantingan atau threshing station

Pada tahapan ini mesin yang digunakan adalah hoisting crane, mesin bantingan, conveyor tandan kosong, serta incinerator.

4. Stasiun presan atau pressing station

Tahapan ini memiliki mesin elevator serta conveyor buah. Kemudian ada pula bagian ketel aduk, kempa ulir, cake braker conveyor, crude oil gutter serta bak pasirnya, saringan getar, tangki minyak kasar dan juga bagian pompa.

5. Stasiun klarifikasi atau clarification station.

Dalam tahap pembuatan minyak kelapa sawit kelima ini , beberapa mesin yang digunakan diantaranya adalah tangki klarifikasi kontinu, tengki minyak, tangki untuk sisa air drab serta bagian penampung dari sisa minyak yang ada. Kemudian ada pula mesin oil separator / centrifuge, Purifier minyak, pengering vacum yang digunakan dengan sistem injeksi uap.

6. Tangki timbun

Pada bagian yang satu ini, hanya diperlukan sekitar 2 buah tangki timbun saja dengan satu tangki berukuran 2.000 ton sementara tangki lainnya hanya berukuran 500 ton.

7. Stasiun depericarper

Sesuai dengan namanya mesin yang digunakan pun adalah depericarper, kemudian transpor pneumatik yang digunakan untuk bagian ampas, serta bagian siklon ampasnya.

8. Stasiun biji atau kernel recovery station

Tahap yang satu ini terdiri dari mesin silo biji, drum untuk pembagi biji, alat pemecah biji, sistem pemisah pneumatis yang digunakan untuk bagian campuran pecah, serta sistem pemisah hidrosiklon. Kemudian ada pula bagian lain, yaitu mesin silo inti, sistem winnowing, mesin untuk bagian pengarung serta penimbun barang, bulk yang digunakan untuk menimbun biji, serta conveyor cangkang.

Selain beberapa bagian mesin yang didasarkan pada tahap proses pembuatan minyak sawit di atas tadi, masih terdapat pula berbagai macam bagian penting lainnya. Beberapa bagian tersebut umumnya akan mempengaruhi harga dari mesin di atas tadi, diantaranya adalah harga limbah cair kelapa sawit yang hendak digunakan dalam proses pembuatan tadi.

Pengenalan Singkat Terkait Sterilizer Pabrik Kelapa Sawit

Sterilizer kelapa sawit adalah salah satu bagian dari stasiun kerja pengolahan minyak kelapa sawit. Proses sterilizer ini juga lebih dikenal dengan sebutan stasiun rebusan buah sawit. Rebusan kelapa sawit yang dilakukan di pabrik minyak sawit umumnya dilakukan pada sebuah bejana bertekanan tinggi yang menggunakan bahan uap atau steam. Tekanan tersebut mencapai ukiuran 3,0 kg/ cm2 yang kemudian digunakan sebagai bagian perebus dari buah kelapa sawit yang kemudian dimasukkan ke dalam bagian tandan buah segar.

Pengenalan singkat Terkait Sterilizer Kelapa Sawit

Proses rebusan kelapa sawit yang dilakukan dalam sterilizer tersebut memiliki beberapa tujuan, yang diantaranya berguna untuk meningkatkan hasil perolehan dari rebusan uap tersebut dengan lebih memuaskan, utamanya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dengan kinerja dari proses rebusan yang berjalan secara sempurna, maka kehilangan minyak dari pabrik sawit atau lebih dikenal dengan sebutan losses pun dapat dikurangi.

Berikut ini adalah beberapa tujuan dari bagian stasiun sterilizer dalam pembuatan minyak kelapa sawit, diantaranya :

1. Mempermudah terjadinya pelepasan dari brondolan buah sawit yang berasal dari tandan buah segar atu TBS

2. Dapat menghilangkan bagian enzim penghasil ALB (asam lemak bebas) atau FFA yaitu free fatty acid.

3. Memudahkan proses pelepasan pada bagian inti sawit dari bagian cangkangnya.

4. Proses dehidrasi buah juga dapat membantu digesteng atau pelumatan yang dilakukan pada mesin digester. Serta melakukan pengepresan pada bagian mesin screw press yang juga berperan dalam mengurangi kadar air dari brondolan sawit.

5. Dapat membantu proses pemecahan pada bagian emulsi

6. Memudahkan bagian serat atau fibre serta biji menjadi lebih mudah lepas.

Dari sekian banyak tujuan di bagian atas tadi, mesin sterilizer pks itu sendiri merupakan bagian mesin yang berbentuk bejana uap dengan bagian silindris horisontal. Mesin ini memiliki pintu pada kedua bagian ujungnya. Ukuran pintu itu sendiri lebih bervariasi, dimulai dari ukuran 2100 mm hingga 3200 mm. Dari mesin inilah kemudian lori dari buah sawit itu pun mulai dimasukkan dari salah satu bagian pintunya, dan kemudian dikeluarkan melalui bagian pintu lainnya.

Setelah mengikuti beberapa langkah di bagian atas tadi, kemudian proses  sterilisasi atau perebusan pun mulai dilakukan. Hal ini dilakukan dengan menggunakan uap atau steam yang berasal dari BPV atau back pressure vessel. Sementara itu, untuk temperatur uap yang digunakan oleh pipa ilet yang berada dalam suhu 130 hingga 135 derajat celsius. Sedangkan untuk temperatur yang digunakan dalam bagian rebusan sawit itu justru dibuat dengan tekanan suhu stabil pada ukuran 135 derajat celsius.

Tahap perebusan buah sawit untuk mendapatkan hasil terbaik dengan kualitas minyak sawit yang tinggi serta tidak oil losses atau kehiangan minyak. Maka dalam proses perebusan pun harus dilakukan dengan 3 bagian puncak yang paling utama atau lebih dikenal dengan sebutan Triple Peak Sterilization. Dalam tahapan yang satu ini akan dibutuhkan waktu sekitar 90 menit untuk setiap bagian siklusnya. Berikut adalah pembagian tahapan tersebut :

1. Puncak pertama atau first peak

Tahapan yang satu ini dilakukan dengan menggunakan tekanan hingga 1,5 kg/cm2.

2. Puncak kedua atau second peak

Untuk tahapan ini dilakukan dengan tekanan hingga mencapai angka 2,0 kg/cm2.

3. Puncak ketiga atau third peak

Pada tahapan ini tekanan dilakukan pada ukuran 2,8 hingga 3,0 kg/cm2.

Selain penjelasan di atas tadi ada pula yang disebut dengan vertical sterilizer pabrik kelapa sawit. Cara kerja vertical sterilizer ini memang tengah menjadi tren di kalangan pabrik kelapa sawit masa kini. Pada stasiun vertical sterilizer ini, untuk proses rebusan memiliki alur yang sama dengan jenis alur rebusan lainnya. Sementara untuk ukuran pintu dari rebusan vertikal itu sendiri dimulai dari ukuran 1200 mm hingga 1750 mm, dan juga berbagai macam ukuran lainnya. Kemudian selain dua bentuk sterilizer di atas tadi, yaitu horizontal dan juga vertikal ada lagi jenis sterilizer lainnya, seperti :

  • Spherical sterilizer atau rebusan bola

  • Oblique sterilizer atau rebusan dengan ukuran 45 derajat

Dari keempat jenis sterilizer di bagian atas tadi, ternyata masing-masing diantaranya memiliki peran, kelebihan serta kekurangan masing-masing. Umumnya untuk produsen dari jenis mesin-mesin rebusan di atas tadi, utamanya bagian pintu rebusan sterilizer pabrik kelapa sawit banyak di dapatkan dari Malaysia. Namun untuk saat ini sudah banyak pula diantaranya produsen Indonesia yang memang sengaja menyediakannya, sehingga bagi para pemilik pabrik minyak sawit tidak perlu khawatir kembali. Karena saat ini mesin tersebut dapat diperoleh dengan mudah.

Kenali 4 Tahap Pembuatan Biogas Dari Limbah Kelapa Sawit

Sebelum membicarakan proses pembuatan biogas dari limbah kelapa sawit, sebaiknya Anda kenali dulu dengan komponen utama yang dihasilkan dari biogas tersebut. Komponen ini dikenal dengan struktur CH4 atau lebih tepatnya disebut gas metana. Gas metana adalah hasil dari pengolahan limbah cair yang kemudian dikenal menghasilkan biogas dari limbah sawit itu tadi. Biogas adalah bentuk gas metan limbah sawit yang dalam penggunaannya tidak menimbulkan pencemaran pada lingkungan di sekitarnya. Selain itu manfaat limbah kelapa sawit juga dinyatakan sebagai pembangkit dari tenaga listrik.

Dalam pembuatan biogas ini, pabrik kelapa sawit atau sering pula disebut sebagai pabrik bio gas membutuhkan beberapa urutan cara dalam pembuatan biogas tersebut. Diantaranya pembuatan kolam dalam ukuran yang cukup besar atau beberapa hektar. Untuk informasi lebih lanjut terkait tahap pembuatan biogas tersebut, maka simaklah penjelasan singkat berikut ini yang didapat dari beberapa sumber makalah limbah kelapa sawit yang terpercaya.

Persiapan bahan pembuatan gas

Bahan-bahan dalam pembuatan biogas dari limbah kelapa sawit ini adalah bagian substrat dari inokulum. Substrat tersebut juga terdiri dari beberapa bagian, yang diantaranya adalah bagian Tandan Kosong Kelapa  Sawit atau sering disingkat menjadi TKKS, kemudian ada pula perikarp sawit dan juga lumpur LPKS. Sementara itu, untuk bahan inokulum sendiri, sebaiknya diambil dari kombinasi tanaman eceng gondok dengan kotoran ternak.

Setelah menyiapkan beberapa bahan di atas, maka substrat dan juga bagian inokulum tadi dicampur menjadi satu bagian. Kemudian bahan tersebut difermentasi dalam hitungan waktu sepuluh hari. Proses fermentasi dilakukan untuk membuat biogas, karena prose pembuatan biogas itu sendiri pada dasarnya harus melewati kondisi anaerob terlebih dahulu.

Kenali 4 tahap Pembuatan Biogas dari Limbah Kelapa Sawit

Persiapan peralatan

Selain membutuhkan beberapa bentuk bahan di bagian atas tadi, proses pembuatan biogas itu sendiri juga memerlukan beberapa peralatan dalam pembuatannya. Beberapa jenis peralatan yang mendukung diantaranya adalah waterbath yang berperan sebagai inkubator, kemudian bioreaktir, gelas ukur, gas holder, dan juga selang plastik. Setelah biogas tersebut dihasilkan, maka ia pun akan mengalami tahap pengujian terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kualitas biogas dengan mengecek kandungan limbah kelapa sawit yang digunakan tadi, hingga menghasilkan biogas terbaik.

Pengujian pada biogas tersebut dilakukan dengan beberapa tahap analisis, dimulai dari analisis COD yang berperan dalam menentukan kualitas limbah yang digunakan sebagai biogas tersebut. Kemudian ada pula analisis kadar air yang dikandungnya, analisis nitrogen, analisis karbon organik, analisis selulosa, analisis lignin, analisis padatan volatif, dan juga analisis hemiselulosa sebagai bagian analisis paling akhir yang dilakukannya.

Pembuatan biogas dapat dilakukan dengan 4 tahap yang berbeda, diantaranya :

Tahap pertama

Pada tahapan yang satu ini bakteri dibiarkan untuk melakukan hidrolisis polimer yaitu dengan bantuan dari enzim selulase yang dilakukan pada bagian polimer karbohidrat. Sementara itu enzim lipase membantu hidrolisis pada bagian lemak, sedangkan untuk hidrolisis protein justru dilakukan oleh enzim protease yang pada akhirnya akan menghasilkan bentuk senyawa terlarut.

Tahap kedua

Pada tahap ini senyawa terlarut dilakukan perombakan kembali sehingga menghasilkan bagian gas hidrogen, karbon dioksida, alkohol, asam laktat, senyawa asetat dan juga bentuk senyawa lainnya  yang memiliki ukuran rantai pendek. Tahap kedua ini juga dikenal dengan sebutan asidogenesis  yang mana prosesnya dilakukan dengan bantuan dari bakteri asam.

Tahap ketiga

Pada tahapan yang satu ini, proses pembuatan biogas dilakukan dengan menggunakan bantuan dari bakteri asetet. Sehingga dapat menghasilkan asetat, gas karbon dioksida, dan juga gas hidrogen. Tahap ketiga juga masih sama dengan tahap kedua yaitu disebut sebagai tahap asidogenesis.

Tahap keempat

Umumnya kegiatan produksi biogas yang dilakukan oleh pabrik akan menghasilkan gas metana yang berasal dari limbah kelapa sawit. Namun dalam tahapan pembuatan yang keempat dan dilakukan pada limbah kelapa sawit tersebut adalah prose ketika bagian asetat, kemudian karbon dioksida dan juga gas hidrogen yang dihasilkan dari tahap ketiga tadi kemudian dilakukan perombakan kembali. Perombakan ini dilakukan dengan menggunakan bakteri metan, sehingga pada akhrnya dapat menghasilkan gas metana dan juga gas karbon dioksida.

4 tahap pembuatan biogas dari limbah kelapa sawit

Merek Mesin Proses Pembuatan BIOGAS Pabrik Kelapa Sawit yang ada di Pasaran

Produsen mesin proses pembuatan BIOGAS di pabrik kelapa sawit pada awalnya banyak dari Negara Eropa, tapi sekarang juga sudah ada beberapa produsen yang jual mesin BIOGAS pabrik kelapa sawit berasal dari negara Malaysia. Contoh beberapa merek mesin untuk projek BIOGAS yang ada di Pabrik Sawit: Muarban Lee (MBL), dll.