Pertimbangkan Hal Berikut Sebelum Menjadi Investor PKS Mini

PKS Mini atau pabrik kelapa sawit yang mampu mengolah tandan buah kelapa sawit segar (TBS) sebanyak 5-15 ton per jam. PKS tersebut adalah salah satu usaha di sektor industri yang bisa mendatangkan keuntungan cukup besar, ketika Anda tahu bagaimana teknik pendirian usaha maupun cara pengolahan kelapa sawit. Salah satu propinsi di Indonesia yang memiliki pks mini cukup banyak adalah Riau dan jika Anda ingin menjadi salah satu investor di perusahaan kelapa sawit di Riau, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan untuk kelanjutan usaha.

Pertimbangkan hal berikut sebelum menjadi Investor PKS Mini

Modal usaha

Ketika Anda mendapati ada lokasi pks mini dijual di Riau, Anda perlu berpikir tentang modal usaha yang perlu diberikan dalam pengolahan minyak kelapa sawit. Umumnya modal yang perlu diberikan untuk pks mini dengan asumsi produksi 5 ton per jam, dibutuhkan dana sekitar 10 milyar rupiah. Dana tersebut masih akan bertambah dengan izin yang perlu diurus untuk legalitas usaha.

Permintaan izin

Saat Anda ingin menjadi investor dalam usaha ini, pastikan tempat yang Anda tuju sudah memiliki izin lengkap untuk operasional. Jangan sampai ketidaklengkapan izin yang dimiliki mengganggu Anda dalam proses pembagian keuntungan di kemudian hari. Umumnya dalam perusahaan kelapa sawit ada beberapa jenis izin yang perlu diurus seperti SIUPP, SITU, HGB, AMDAL, izin HO, dan lainnya.

Teknik pengolahan limbah

Meski Anda hanya bertindak sebagai investor dana atau pemilik saham di perusahaan kelapa sawit tersebut, Anda perlu tahu bagaimana teknik pengolahan limbah yang diterapkan dan bagaimana AMDALnya. Analisis dampak lingkungan yang diberikan akan memberi Anda gambaran seberapa lama perusahaan pengolahan kelapa sawit yang dimiliki akan bertahan.

Kompetitor

Daftar pks di Riau ada dalam jumlah yang cukup banyak mengingat sumber daya kelapa sawit yang merupakan bahan dasar pks juga cukup melimpah. Oleh karena itu, Anda perlu berpikir bagaimana pola kerjasama yang akan Anda terapkan bersama konsumen untuk menjual minyak CPO hasil olahan pabrik.

Alur produksi

Sebagai pemilik usaha maupun investor, Anda perlu memahami bagaimana alur proses pengolahan kelapa sawit untuk mengetahui berat bruto maupun netto minyak CPO yang akan dihasilkan. Selain itu, proses pengolahan juga penting diketahui untuk meminimalisir permasalahan selama produksi. Secara umum, ada beberapa alur yang dilakukan selama masa produksi, yaitu:

a.   Stasiun penerimaan buah (pemilihan buah kelapa sawit yang masih bisa diolah lebih lanjut dan yang tidak),

b.   Stasiun loading ramp (membawa kelapa sawit yang akan diolah ke mesin sterilizer),

c.   stasiun perebusan (memasukkan buah kelapa sawit ke mesin sterilizer dan memulai pembuatan minyak CPO),

d.   Stasiun cupstand dan hoisting crane (kelapa sawit yang sudah mengalami pengolahan awal diangkut untuk dimasukkan kedalam mesin perontokan),

e.   Stasiun perontokan atau threser (buah kelapa sawit segar yang diolah dipisahkan antara kulit buah dengan bagian dalamnya untuk mulai pemerasan minyak),

f.    Stasiun pelumatan atau digester (mesin yang digunakan untuk menghaluskan buah kelapa sawit, sehingga minyak yang didapat bisa lebih banyak sebelum masuk ke tahap pengepresan dan pemurnian),

g.   Stasiun penempaan (pressing) dan stasiun kernel (minyak yang dihasilkan akan mulai diolah dalam ruang vakum yang meminimalisir kontaminasi bakteri atau bahan lain dari luar),

h.   Stasiun pemurnian minyak (minyak CPO yang dihasikan akan dites kadar kemurniaannya sebelum diedarkan ke pasar).

Semoga setelah memahami beberapa hal diatas, sebagai seorang pengusaha Anda bisa mengkalkulasi segala sesuatu yang berhubungan dengan pks mini.

 Investor PKS Mini

Cari Tahu tentang Minyak Kernel Kelapa Sawit

Kernel kelapa sawit adalah minyak dari biji kelapa sawit. Minyak ini sendiri sebenarnya adalah minyak nabati yang bisa anda konsumsi dan berasal dari bagian kelapa sawit. Minyak ini sendiri mempunyai komposisi misalnya asam lemak yang hampir sama dengan apa yang bisa kita temukan apda minyak kelapa. Baik minyak inti sawit ataupun minyak kelapa ini juga dikenal sebagai minyak laurat. Lalu apa yang membedakan minyak inti ini dengan minyak sawit? Anda bisa menemukan perbedaan yang mencolok dari warna yang kita lihat di kedua minyak ini. Minyak sawit akan berwarna merah jingga sedangkan minyak inti ini akan berwarna lebih kekuningan karena merupakan hasil olahan lanjut dari kernel. Warna ini bukanlah satu-satunya perbedaan yang bisa kita lihat dari kedua jenis minyak ini. Anda bisa mendapatkan perbedaan lainnya.

Minyak inti sawit ini juga mempunyai titik jenuh lebih tinggi dibandingkan minyak sawit. Minyak sawt mempunyai titik lebur rendah karena komposisi yang sama dengan minyak kelapa. Kernel ini sendiri mengandung 47 hingga 50% minyak inti sehingga ketika kita memanaskannya, kita akan melihat minyak ynag warnanya jauh lebih gelap. Suhu paling tinggi dari minyak ini sendiri juga berbeda yaitu di 130 derajat celcius. Pada proses pembuatannya, suhu maksimal memang dibatasi sebagai upaya untuk menjaga agar tidak banyak inti yang berubah warna nantinya. Lalu bagaimana dengan mutu dari kedua jenis minyak tersebut? Jika kita membicarakan tentang mutu minyak, maka mutu dari minyak kernel akan sangat bergantung pada mutu kernel itu sendiri dan juga pada proses pembuatannya yang panjang. Minyak inti ini biasnaya mempunyai kadar asam lemak bebas yang jauh lebih rendah dan hal ini bisa dilihat dengan warna kuning pucat yang ada pada minyak ini.

Setelah kita mengetahui beberapa perbedaan dari minyak inti dengan minyak sawit, kini kita juga harus tahu tentang proses pengolahan kernel menjadi pko. Prosesnya tidaklah singkat. Prosesnya menggunakan alat atau mesin minyak inti. Minyak pko ini sendiri biasanya dibuat oleh pabrik inti sawit. Pada awalnya biji kelapa sawit harus diambil dalam buah sawitnya dan barulah dibuka lagi dan akan ditemukan inti sawit. Proses selanjutnya adalah dengan mengefisiensi ekstraksi minyak dari inti kelapa sawit itu sendiri. Hal pertama yang dilakukan adalah dengan cara membersihkan intinya. Ini diperlukan untuk menghilangkan kontaminasi material metal lainnya yang ada pada produk minyak olahan. Sebelumnya inti juga harus dikurangi kadar airnya karena akan mempermudah proses pemecahan biji sawit. Pemecahan kemudian akan dilakukan dengan mesin yang namanya ripple mill. Alat ini banyak digunakan karena lebih efisien untuk mengurangi inti sawit yang pecah. Proses selanjutnya adalah pengeresan dan akan menghasilkan fibre yang akan disebut dengan palm kernel cake. Proses-proses selanjutnya masih akan dilakukan hingga nantinya akan didapatkan minyak dari inti  sawit yang murni dan bisa dijual dengan harga yang tinggi.

Cara Pengolahan Limbah Kelapa Sawit menjadi Pupuk Organik sebagai Pemanfaatan Limbah Secara Maksimal

Cara pengolahan limbah kelapa sawit menjadi pupuk organik bisa dilakukan dengan beragam cara. Indonesia kaya akan komoditi yang bisa diekspor ke luar negeri dan salah satunya adalah minyak kelapa sawit. Permintaan akan minyak kelapa sawit ini sendiri setiap saat selalu naik atau meningkat. Hal inilah yang membuat banyak orang tidak mau menyia-nyiakan peluang ini dan mereka ingin membuat atau memproduksi minyak kelapa sawit. Hasilnya banyak lahan yang kemudian beralih fungsi menjadi lahan perkebunan kelapa sawit. Adanya industri kelapa sawit bisa jadi memberikan angin segar bagi masyarakat sekitar namun bisa juga memberikan dampak negatif jika limbah dari produksi minyak kelapa sawit ini tidak diolah dengan benar. Oleh sebab itu banyak orang yang kemudian memanfaatkannya untuk pupuk organik.

Sebenarnya ada banyak sekali manfaat limbah cair yang bisa kita temukan. Banyak riset membuktikan bahwa lahan menjadi sangat subur ketika diberi pupuk organik dari limbah kelapa sawit ini. Apa saja kandungan nutrisi organik yang ada di dalam limbah sawit cair ini?

  • Nitrogen’

  • Carbon

  • C-organik

  • Fosfat

  • K2O dan lain sebagainya.

    Cara Pengolahan Limbah Kelapa Sawit menjadi Pupuk Organik sebagai Pemanfaatan Limbah Secara Maksimal

Potensi menghasilkan pupuk organik dari satu buah industri kelapa sawit sendiri sangat besar. Selian itu harga limbah sawit cair yang cukup murah membuat anda sebaiknya memanfaatkannya dulu menjadi pupuk organik sebelum akhirnya anda menjual kembali limbah cair tersebut dalam bentuk pupuk organik. Dalam sehari, tahukah anda bahwa produsen atau pabrik kelapa sawit sebenarnya bisa memproduksi pupuk organik hingga 10-15 ton. Anda bisa mulai menghitung sendiri berapa banyak pupuk organik yang bisa dihasilkan dalam satu tahun.  Pupuk organik ini sendiri bisa digunakan untuk lahan kelapa sawit anda sendiri sehingga ini akan menghemat pengeluaran pupuk organik yang harus digunakan di lahan perkebunan kelapa sawit anda. Seperti yang kita ketahui biaya untuk membeli pupuk organik tentu tidaklah murah terlebih jika anda mempunyai lahan perkebunan kelapa sawit yang sangat luas.

Pengolahan Limbah Kelapa Sawit menjadi Pupuk Organik sebagai Pemanfaatan Limbah Secara Maksimal

Selain bisa digunakan untuk pupuk organik, ternyata limbah cair kelapa sawit ini bisa digunakan untuk hal lainnya. Pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi pupuk organik atau pupuk kompos sendiri bisa dilakukan dengan proses yang sangat mudah. Proses pembuatan kompos sendiri dimulai dengan mencincang tandan-tandan yang ukurannya lebih besar menjadi ukuran yang jauh lebih kecil. Hal itu perlu dilakukan agar bagian-bagian dari tandan tersebut mudah untuk busuk. Lalu anda harus menyediakan kolam dengan ukuran lebar 2.5 meter dan tinggi 1 meter di area terbuka. Masukkanlah cincangan tandan sawit tadi ke dalam kolam hingga penuh dan dalam enam minggu anda bisa melihat kompos anda sudah jadi dan bisa anda gunakan untuk keperluan perkebunan anda sendiri.

Cari Tahu Prinsip Kerja Mesin Ripple Mill

Prinsip kerja mesin ripple mill banyak dipertanyakan karena saat ini banyak orang yang merekomendasikan mesin ripple mill untuk industri minyak kelapa sawit mereka. Kelapa sawit merupakan salah satu komoditi utama di Indonesia. Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu produsen serta juga eksportir untuk minyak kelapa sawit. Oleh sebab itu diperlukan alat-alat yang canggih agar produksi minyak kelapa sawit bisa maksimal dan memberikan keuntungan besar. Lalu bagaimana dengan alat ripple mill ini sendiri? Anda tidak perlu khawatir karena di sini anda akan banyak mengetahui bagaimana cara kerja dari mesin ripple mill dan juga apa saja keuntungan yang didapatkan ketika anda menggunakan alat ripple mill ini.

Ripple mill pabrik kelapa sawit memang beragam merknya. Anda haruslah mencari yang terbaik. Ripple Mill adalah alat yang digunakan untuk memecah biji sawit. Semakin bagus alat yang anda gunakan, tentu anda akan bisa menghemat banyak hal seperti menghemat waktu dan juga tenaga sehingga produksi minyak kelapa sawit bisa lebih ditingkatkan. Keunggulan dari mesin ripple mill dengan teknologi terbaru ini adalah bekerja lebih maksimal karena menggunakan dua buah ripple plate di bagian kanan dan juga kiri. Hal ini tentunya akan meminimalisir kerusakan dan resiko penurunan produksi minyak kelapa sawit. Lalu mengapa banyak pabrik yang menggunakan mesin pemecah sawit ini?

Cari Tahu Prinsip Kerja Mesin Ripple Mill

Prinsip Kerja Mesin Ripple Mill

Mesin ini bisa langsung memecah biji basah dari nut polishing drum tanpa melalui proses pengeringan terlebih dahulu sehingga akan lebih banyak menghemat waktu dan konsumsi listrik bisa anda tekan. Biaya perawatan dari semua alat dan proses produksi minyak kelapa sawit juga bisa anda irit. Selain itu adanya penghematan uap juga akan dirasakan ketika anda menggunakan mesin ini.

Dengan mesin ini, lebih efisien dalam memecahkan biji sawit hingga 98%. Anda bisa membandingkan dengan alat lainnya dan anda akan merasakan perbedaannya ketika anda menggunakan alat ini.

Presentasi biji sawit yang hancur akan semakin sedikit dan ini akan memperbesar keuntungan anda terutama anda yang masih baru dalam bisnis minyak kelapa sawit ini. Anda tak perlu takut rugi banyak karena banyak biji sawit yang hancur sebelum proses selanjutnya.

Biasanya produsen minyak kelapa sawit akan banyak kehilangan minyak di stasiun press pabrik kelapa sawit. Hal ini sebenarnya bisa diminimalisir jika anda mengetahui lebih banyak tentang alat-alat yang harusnya anda gunakan pada bagian ini. Di bagian ini sendiri anda akan menemukan dua buah alat. Alat pertama disebut digester dan alat kedua adalah mesin screw press kelapa sawit. Kedua alat ini memang bekerja berkesinambungan sehingga produksi minyak sebenarnya bisa lebih banyak didapatkan. Banyak mekanisme kerja kedua alat ini yang perlu juga dipelajari oleh anda yang baru saja berkecimpung dalam bisnis minyak kelapa sawit sehingga anda tak akan banyak mendapatkan kerugian. Tidak semua orang tahu bagaimana kedua alat ini bekerja. Proses bekerjanya dua alat ini dimulai dari brondolan sawit yang masuk ke bagian Below Thresher Conveyor lalu menuju ke bagian Bottom Cross Conveyor. Nantinya brondolan tersebut akan masuk ke bagian lain sebelum akhirnya masuk ke bagian digester. Apa yang akan dilakukan di bagian digester?

Cara kerja digester sendiri adalah mencacah semua brondolan sawit yang masuk menjadi bagian yang lebih kecil dan bisa diaduk hingga menjadi lumat. Bagian inilah yang penting karena jika proses pencacahan tidak dilakukan dengan lebih maksimal maka produksi minyaknya pun tidak akan maksimal. Setelah selesai pada bagian digester ini, nantinya akan masuk ke screw press untuk bisa dipisahkan antara minyak dan juga bagian padat lainnya. Digester yang baik adalah digester yang bisa digunakan untuk mencacah bagian daging buah sawit, cangkang biji dan juga inti biji. Ada banyak mesin digester yang ditawarkan dengan variasi kualitas yang berbeda dan tentunya dengan harga yang jauh lebih beragam juga. Kini anda telah banyak mengetahui tentang alat ripple mill, hingga alat digester untuk menunjang produksi minyak kelapa sawit di pabrik anda.

Mengenal Proses Produksi Kelapa Sawit di Indonesia

Proses produksi kelapa sawit sangatlah menentukan kualitas dari minyak kelapa sawit yang akan dihasilkan. Minyak kelapa sawit menjadi salah satu jenis minyak yang paling banyak dikonsumsi dan diproduksi di dunia ini. Ada banyak sekali alasan mengapa jenis minyak kelapa sawit ini menjadi salah satu minyak yang paling banyak digunakan. Salah satu alasannya adalah karena minyak kelapa sawit ini murah dan proses produksinya juga sangat mudah. Selain itu minyak kelapa sawit juga sangat stabil sehingga banyak digunakan untuk beragam variasi makanan, produk kebersihan, dan kosmetik. Penggunaan minyak kelapa sawit saat ini juga banyak digunakan untuk biodiesel dan juga biofuel. Dominasi Negara yang memproduksi minyak ini sendiri adalah di Asia, Amerika Selatan dan juga di Afrika.

Proses produksi minyak ini sendiri haruslah dilakukan dengan cermat. Sebagian pabrik yang memproduksi minyak kelapa sawit ini juga harus bisa mengolahlimbah cair sawit sehingga tidak membuat lingkungan menjadi rusak. Mengapa produksi minyak ini banyak dilakukan di Negara Asia, Amerika Selatan dan juga Afrika? Hal ini dikarenakan kelapa sawit sendiri membutuhkan suhu yang hangat, curah hujan yang tinggi serta banyak sinar matahari. Oleh sebab itu kelapa sawit tak cocok dikembangkan di Negara dengan suhu dingin atau musim dingin. Banyak hal positif yang bisa kita dapatkan dari produksi minyak ini. Dengan rumus rendemen yang tepat maka kita akan lebih banyak mendapatkan sisi positif dari produksi minyak dibandingkan dnegan dampak negatifnya. Namun kita sendiri tak bisa memungkiri bahwa banyak dampak yang bisa kita rasakan terutama dampak kesehatan manusia. Adanya bisnis kelapa sawit ini menjadi alasan juga mengapa banyak hutan yang gundul. Bahkan di Negara Malaysia, penyebab utama dari adanya penggundulan hutan ini adalah karena ingin membuka lahan untuk kelapa sawit.

Indonesia sendiri menjadi Negara kedua yang menjadi produsen dan eksportir minyak sawit terbesar di dunia. Oleh sebab itu kita akan dengan sangat mudah menemukan lahan kelapa sawit juga. Namun terkadang beberapa produsen minyak kelapa sawit ini melupakan bagaimana proses pengolahan limbah sawityang tepat sehingga terkadang dampaknya lingkungan menjadi rusak dan tentunya untuk bisa memperbaiki alam, kita membutuhkan waktu yang sangat lama.

Lalu kemana tujuan minyak kelapa sawit kita di ekspor? Indonesia sendiri telah menekuni bisnis minyak kelapa sawit ini dalam kurun waktu 15 tahun terakhir. Banyak Negara yang menyukai kualitas minyak kelapa sawit dari Indonesia karena beragam alasan dan salah satunya karena harga yang jauh lebih murah dan kualitas yang baik. Kualitas dari minyak kelapa sawit sendiri akan bergantung pada beberapa hal. Salah satunya adalah alat yang digunakan dalam proses produksi. Alat yang digunakan sangat beragam, dan vibrating screen palm oil mill juga menjadi penentu kualitas dari minyak kelapa sawit yang akan kita dapatkan. Saat ini minyak kelapa sawit akan dieskpor ke Negara seperti China, Singapura, Malaysia, dan juga Belanda. Kini Indonesia sendiri tidak hanya berhenti dalam mengolah kelapa sawit untuk dibuat minyak kelapa sawit namun ada banyak produk lainnya yang juga dihasilkan seperti oli pelumas. Proses pembuatan oli pelumas juga menggunakan beberapa alat canggih dan banyak berada di Sumatera, Kalimantan dan beberapa daerah lainnya di Indonesia.

Dengan banyaknya pabrik industri kelapa sawit, sangat diharapkan jika pabrik atau produsen minyak kelapa sawit juga memperhatikan kontribusi yang diberikan pada lingkungannya. Hal ini sangat penting agar produksi minyak kelapa sawit selalu berkesinambungan. Ada beberapa kebijakan yang harus dilakukan seperti kebijakan sosial dan lingkungan. Selain itu haruslah ada rencana operasional yang baik sehingga masyarakat sekitar merasakan dampak positif dari adanya industri minyak kelapa sawit tersebut.  Banyak hal yang bisa dilakukan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Banyak produsen yang kemudia memberdayakan para petani sekitar untuk mengelola lahan perkebunan kelapa sawit. Ada juga yang bekerja sama dengan petani lokal untuk pengembangan lahan yang jauh lebih baik. Dengan begitu produksi minyak kelapa sawit tentu akan selalu selaras dengan kelestarian lingkungan dan masyarakatnya. Indonesia tetap bisa menjadi salah satu Negara yang mendominasi produksi minyak kelapa sawit di dunia sampai di masa-masa yang akan datang.

Peluang Bisnis dari mengolah Limbah Kelapa Sawit

Jurnal industri kelapa sawit menunjukkan bahwa sektor industri minyak kelapa sawit mengalami perkembangan yang cukup berarti. Ini dapat dilihat dari luas areal perkebunan kelapa sawit yang tiap tahunnya meningkat. Meningkatnya areal perkebunan kelapa sawit ini juga disertai dengan meningkatnya produksi minyak kelapa sawit. Meskipun harga pasaran kelapa sawit sering naik turun dan kebetulan saat ini harga kelapa sawit di pasaran relatif rendah, yaitu Rp 1.246,31 per kg untuk kelapa sawit berumur 3 tahun, Rp 1.391,18 per kg untuk kelapa sawit berumur 4 tahun, Rp 1.488,43 per kg untuk kelapa sawit berumur 5 tahun, Rp 1.532,72 per kg untuk kelapa sawit berumur 6 tahun, Rp 1.591,07 per kg untuk kelapa sawit berumur 7 tahun, Rp 1.640,72 per kg untuk kelapa sawit berumur 8 tahun, dan Rp 1.740,66 per kg untuk kelapa sawit berumur 10-20 tahun. Data merupakan pengumuman resmin dari Dinas Perkebunan Riau. Namun, menjadikan sektor ini sebagai peluang bisnis juga masih menjanjikan.

Pemanfaatan kelapa sawit umumnya dilakukan dengan memprosesnya menjadi minyak kelapa sawit. Minyak kelapa sawit ini dimanfaatkan sebagai minyak untuk menggoreng. Minyak goreng selalu dibutuhkan setiap harinya untuk memasak. Oleh karena itu, bisnis pada sektor ini tidak pernah kehabisan nafas. Kebutuhan yang terus meningkat akan terpenuhi apabila sektor industri kelapa sawit juga akan menyediakan produk olahan kelapa sawit berupa minyak kelapa sawit.

 

Melakukan Bisnis Kelapa Sawit

Berbisnis dengan menggunakan kelapa sawit sebagai komoditas olahan utama umum dilakukan dengan cara mengolahnya menjadi minyak kelapa sawit atau minyak goreng. Melakukan bisnis kelapa sawit Anda harus memahami cara menghitung kapasitas produksi pabrik kelapa sawit. rumus-rumus berikut merupakan cara menghitung kapasitas produksi pada pabrik kelapa sawit.

Kapasitas Pabrik        = jumlah rebusan x (jumlah lori/rebusan) x (isian lori/lori) x (60

  menit/siklus rebusan)

Interval                = (siklus rebusan/jumlah rebusan)

Waktu Angkat Hostingcrane    = (interval/jumlah lori)

Jumlah Lori 1 Jam        = (60 menit/waktu angkat hostingcrane)

Kapasitas            = jumlah lori 1 jam x jumlah kapasitas lori

Sayangnya, tidak banyak pebisnis yang berani mencari peluang bisnis dengan cara mengeksplor kelapa sawit menjadi barang produksi selain minyak. Bahkan tidak ada yang berani mengeksplorasi limbah kelapa sawit sebagai potensi bisnis. Salah satu limbah dari pengolahan kelapa sawit menjadi minyak kelapa sawit ini adalah limbah cair. Limbah cair ini dapat dieksplorasi menjadi salah satu peluang bisnis yang mungkin dapat Anda lakukan. Umumnya limbah merupakan sisa produksi yang terabaikan. Namun, dengan memakai kacamata yang lebih optimis, limbah kini dapat dijadikn salah satu ekspansi peluang bisnis Anda.

Memanfaatkan Limbah Cair Kelapa Sawit

Jurnal pemanfaatan limbah kelapa sawit menunjukkan bahwa limbah kelapa sawit khususnya limbah cair dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Limbah cair diperoleh dari hasil sampingan proses pengubahan kelapa sawit menjadi minyak sawit. limbah cair ini dapat langsung digunakan sebagai pupuk. Untuk menekan pengeluaran pemeliharaan kelapa sawit, khususnya pengeluaran untuk pupuk, dapat memanfaatkan limbah cair hasil sampingan olahan kelapa sawit ini.

Peluang Bisnis Dari Mengolah Limbah Kelapa Sawit

Limbah cair ini masih mengandung minyak dan komponen organik lainnya. Umumnya, pengolahan limbah cair dari hasil sampingan minyak kelapa sawit ini dengan menggunakan bakteri anaerob. Namun pengolahan yang telah dilakukan saat ini dengan metode konvensional. Yaitu menggunakan kolam penampungan yang besar sehingga memungkinkan pembentukan konsentrasi biomassa yang rendah. Pemutakhiran pengolahan seperti penggunaan bioreaktor anaerob yang memiliki konsentrasi biomassa yang tinggi. Bioreaktor anaerob adalah jenis reaktor yang dimanfaatkan untuk mengolah limbah organik cair, salah satunya limbah kelapa sawit, yang berbantuan bakteri anaerob. Memanfaatkan limbah cair dari kelapa sawit ini akan menjadi peluang bisnis Anda, di tengah perkembangan pesatnya sektor industri kelapa sawit menurut Jurnal industri kelapa sawit.

Bisnis dari Mengolah Limbah Kelapa Sawit

Seluk-Beluk Pembuatan Minyak Kelapa Sawit

Sebagai salah satu lahan bisnis yang menjanjikan, proses pengolahan kelapa sawit menjadi cpo perlu diketahui karena usaha kelapa sawit semakin pesat selama beberapa tahun terakhir. Salah satu pemicunya adalah karena meningkatnya permintaan kelapa sawit untuk kebutuhan biofuel. CPO atau yang disebut juga sebagai Crude Palm Oil adalah minyak nabati dari berasal dari kelapa sawit yang sangat dibutuhkan untuk pembuatan biofuel. Potensi tanaman yang menghasilkan kelapa sawit cukup besar karena minyak yang dihasilkan dari kelapa sawit bisa mencapai 7 ton per hektarnya. Ini jauh lebih tinggi dari kedelai yang hanya bisa menghasilkan 3 ton/hektar.

Mesin pengolah

Untuk menghasilkan minyak yang berkualitas, maka dibutuhkan mesin pengolah kelapa sawit terbaru yang memiliki kualitas mumpuni. Salah satunya adalah vacum dryer. Alat ini adalah alat yang memiliki fungsi untuk memisahkan air dari minyak yang melalui proses penguapan yang berada didalam kondisi hampa udara. Melalui proses penguapan seperti ini, minyak yang dihasilkan adalah minyak yang memiliki kadar air sebanyak 0,1 sampai dengan  0,15%, sedangkan untuk kadar kotoran yang dihasilkan adalah 0,013 sampai dengan 0,015 persen.

Proses pembuatan

Proses pembuatan minyak melalui vacuum dryer adalah sebagai berikut. Pertama-tama jumlah minyak diatur kedalam tangki apung atau float tank. Dengan begitu minyak bisa dihisap dsampai kedalam tabung karena hampa udara dan juga membuat minyak terpencar didalamnya. Air yang berasal dari tabung hampa akan dihisap oleh ejector 1 dan masuk kedalam kondensor 1. Sisa uap yang berasal dari kondensor 1 akan terhisap oleh ejector 2. Setelah masuk kedalam kondensor 2, sisa uap yang masih ada akan dihisap oleh ejector 3. Ketika sudah di ejektor 3, sisa uap yang ada sudah dibuang ke udara, bahkan air yang sudah terbentuk didalam kondensor 1 dan kondensor 2 bisa langsung dibuang. Minyak yang sudah ada akan ditampung didalam tangki yang menampung hasil dari minyak produksi dan siap dipompa kedalam tangki timbun.

Vibrating screen

Didalam setiap proses pembuat minyak kelapa sawit selalu ada proses yang dinamakan dengan vibrating screen. Pengertian vibrating screen adalah proses untuk memisahkan padatan yang ada didalam minyak kasar (dirt crude oil). Cara memisahkan padatan dilakukan dengan cara mengayak atau menggetarkan minyak pada media saringan. Media saringan memiliki ukuran tertentu yang disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Cara penggunaan vibrating screen adalah dengan meletakkannya sebelum CST dan dilakukan sebelum COT masuk. Pada saat CST masuk kedalam sludge tank, maka proses penyaringan dapat dilakukan dengan cara memberikan air panas yang berfungsi sebagai pencuci dengan suhu 80 sampai dengan 90 derajat Celcius.

Fungsi dari penggunaan vibrating screen adalah untuk memisahkan zat non minyak seperti sampah, serat fiber berukuran besar, dan juga pasir. Pasir ini biasanya muncul akibat tidak terendapkan pada saat berada di bagian sand trap tank. Untuk memisahkan partikel seperti itu, maka diperlukan air panas yang berfungsi untuk memisahkan partikel-partikel pasir dengan baik dan juga untuk mengurangi adanya penyumbatan pada screen. Fungsi lainnya juga dapat berfungsi untuk menjaga agar nozzle tidak mengalami penyumbatan. Pemilihan ukuran mess dapat menentukan proses pemisahan yang terjadi di vibrating screen.

Untuk menambah ketahanan dan juga masa pakai vibrating screen yang lebih lama, maka penambahan alat sand trap tank diperlukan. Caranya adalah dengan memasang sand trap tank yang diletakkan diantara talang kempa ulir. Adanya pasir dalam minyak mengakibatkan daya gesek tinggi yang menyebabkan screen cepat aus. 

Proses Pembuatan Minyak Kelapa Sawit

Apabila Anda pernah bekerja di perkebunan sawit, maka Anda pasti familiar dengan yang namanya pengertian rendemen kelapa sawit. Rendemen dan kelapa sawit memiliki hubungan yang erat antara satu dengan yang lainnya. Rendemen adalah perbandingan jumlah CPO yang dihasilkan dari satu kg TBS dari kelapa sawit. Apa itu CPO dan TBS? CPO adalah Crude Palm Oil sedangkan TBS adalah Tandan Buah Segar.

Pemakaian istilah rendemen yang biasanya diketahui adalah rendemen 25% atau bisa juga rendemen 20%. Rendemen memiliki peranan yang cukup penting didalam proses pengolahan kelapa sawit. Melalui penghitungan rendemen, tingkat produktifitas dari sebuah pabrik kelapa sawit bisa diketahui dengan baik. Dengan mengetahui tingkat produktifitas suatu perusahaan kelapa sawit, maka kualitas dari sebuah pabrik bisa terkontrol. Rendemen memiliki rumus dasar yaitu RKS = (CPO/TBS) x 100%. RKS adalah kepanjangan dari persentase rendemen kelapa sawit (dalam satuan %), CPO adalah kepanjangan dari banyaknya jumlah crude palm oil yang dihasilkan (dalam satuan kg).  

Proses Pembuatan Minyak Kelapa Sawit

Proses pengolahan kelapa sawit

Sebagai salah satu komoditas penting, pengetahuan yang berkaitan dengan olahan kelapa sawit perlu diketahui demi kualitas minyak sawit yang lebih baik. Secara umum, proses pembuatan minyak kelapa sawit di pabrik dapat dibagi menjadi beberapa tahap.

Pembuatan Minyak Kelapa Sawit

Loading ramp

Tahap pertama adalah tahapan loading ramp. Pada tahapan ini, buah kelapa sawit disortir oleh pihak sortasi. Setelah itu, buah yang sudah disortir akan dimasukkan kedalam ramp cage. Ramp cage ini terletak diatas rel lori. Ramp cage  adalah sebuah alat yang memiliki 30 pintu, pintu ini bisa dibuka tutup dengan menggunakan sistem hidrolik yang berada disebelah kiri dan kanan. Ketika pintu dibuka, maka bagian bawah lori yang terletak dibawah cage terisi dengan Tandan Buah Segar.

Lori yang sudah terisi akan ditarik dengan menggunakan capstand menuju ke transfer carriage. Transfer carriage memiliki kapasitas yang dapat memuat 3 lori. Masing-masing lori memiliki rata-rata berat mulai dari 3,3  sampai dengan 3,5 ton. Transfer carriage lori dapat diarahkan sesuai dengan rel sterilizer yang diinginkan. Sedangkan untuk yang akan dimasukkan ke sterilizer, jumlah lori yangd digunakan adalah 12 lori yang dilakukan dengan menggunakan loader.

Sterilizer

Fungsi dari perebusan didalam bejana atau disebut juga dengan sterilizer adalah untuk mematikan enzim, memudahkan brodol yang terlepas dari tandannya, mengurangi adanya kadar air didalam buah kelapa sawit, melunakkan mesocarp yang bertujuan untuk proses pelumatan dan pengepresan yang lebih mudah, dan juga untuk memudahkan agar kernel bisa terlepas dengan mudah dari cangkangnya. Proses ini memakan waktu antara 85 -95 menit. Media yang digunakan sebagai media pemanas adalaha steam BVP atau disebut juga sebagai Back Pressure Vessel. Steam ini memiliki tekanan sebesar 2,8 sampai dengan 3 bar.

Proses perebusan yang dilakukan adalah proses dengan sistem 3 peak. Siste, 3 peak adalah sistem tekanan yang memiliki tiga puncak yang dimulai dari 1,5 Kg/cm2 untuk puncak pertama, 2,0 Kg/cm2 untuk puncak kedua, dan 2,8 – 3,0 Kg/cm2 untuk puncak ketiga.

Proses perebusan di pabrik kelapa sawit dilakukan dengan cara melakukan  proses deaeration selama dua menit. Pada saat proses ini dilakukan, posisi condensate terbuka. Setelah itu, masukan uap pada peak pertama selama 10 menit dengan jumlah tekanan mencapai 1,2 bar. Ketika tekanan mencapai 0 bar, maka uap dan kondensat dibuang. Proses ini memakan waktu selama 5 menit. Pada saat tekanan mencapai dua bar, maka uap dapat dimasukkan selama kurang lebih 15 menit. Setelah 3 menit, uap kondensat dibuang dan masukkan steam supaya peak ke-3 tercapai. Waktu yang dibutuhkan adalah  15 sampai dengan 20 menit. Apabila peak ketiga sudah tercapai, proses penahanan dapat dilakukan kurang lebih 40 – 50 menit. Setelah itu, kembalikan tekanan sampai 0 dan uap kondensat yang ada dibuang selama kurang lebih 5 sampai dengan 7 menit.

Cara Kerja Mesin Decanter di Pabrik Kelapa Sawit

Bagaimanakah cara kerja Mesin Decanter di pabrik kelapa sawit? Sebelum mengetahuinya lebih lanjut mari kita lebih mengenal mengenai Mesin Decanter terlebih dahulu. Mesin Decanter sering disebut juga dengan Mesin Centrifuge. Mesin ini adalah jenis mesin yang sering ditemukan di perusahaan kelapa sawit. Mesin ini memiliki fungsi seperti stasiun klarifikasi yang digunakan untuk memisahkan cairan atau suspensi berdasarkan berat jenisnya.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya Mesin Decanter adalah mesin yang memiliki tugas yang sama dengan mesin klarifikasi sehingga fungsinya dapat digunakan untuk menggantikan banyak komponen. Sayangnya penggunakan Mesin Decanter ini belum banyak di pilih karena memiliki biaya yang besar. Tapi mesin ini biasa dipilih oleh perusahaan-perusahaan yang besar karena merupakan salah satu bentuk investasi yang menguntungkan.

Tugas dari Mesin Decanter

Pada dasarnya Mesin Decanter memiliki fungsi untuk memisahkan sebuah cairan. Jika di dalam sebuah pabrik pengolahan minyak kelapa sawit, Mesin Decanter ini memiliki tugas untuk memproses cairan minyak yang disebut crude oil. Crude oil yang berasal dari tank crude oil di masukkan ke Mesin Decanter ini untuk memisahkan minyaknya dari bahan-bahan yang berbentuk padat atau serat halus dari kelapa yang masih terkandung di dalam crude oil. Serat ini kemungkinan merupakan bahan-bahan yang ikut pecah saat pengolahan berupa pengepresan yang dilakukan sebelumnya, namun ukurannya terlalu kecil sehingga tidak dapat disaring. Serat ini harus dipisahkan dari crude oil karena serat ini menyebabkan minyak menjadi terlalu kental sehingga output dari Mesin Decanter ini adalah minyak yang lebih ringan.

Cara Kerja Mesin Decanter di Pabrik Kelapa Sawit

Jenis-jenis Mesin Decanter

Mesin Decanter juga merupakan sebuah mesin yang keberhasilannya tidak tentu, keberhasilan dari mesin ini ditentukan dengan banyak faktor, misalnya adalah komponen yang ada di dalam cairan yang akan dipisahkan mengenai rasio yang ada di dalamnya apakah sesuai dengan alat tersebut atau tidak. Oleh karena fungsi alat juga mempengaruhi keberhasilan dari mesin, maka Mesin Decanter sendiri ada banyak sekali jenisnya. Diantaranya adalah:

  • Mesin Decanter 3 fase

Mesin Decanter 3 fase ini adalah Mesin Decanter yang digunakan untuk memisahkan sebuah suspensi yang memiliki 3 buah komponen didalamnya yaitu komponen minyak, komponen cair dan juga komponen padat. Mesin ini dapat digunakan untuk menggantikan posisi dari pemurni minyak dalam sebuah pabrik pengolahan minyak sawit.

  • Mesin Decanter 2 fase

Sesuai dengan namanya, mesin ini hanya dapat digunakan untuk memisahkan cairan atau suspensi yang memiliki 2 buah komponen didalamnya yaitu komponen padat dengan air atau komponen padat dengan minyak.

Sesuai dengan namanya dan juga jenisnya, mesin ini dapat ditempatkan sesuai dengan kegunaannya, misalnya di bagian hilir klarifikasi, di bagian hulu atau dibagian tengah. Semuanya sesuai dengan fungsi dan juga kebutuhan dari pabrik tersebut.

Prinsip kerja mesin di pabrik tanpa Mesin Decanter

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, cara kerja Mesin Centrifuge atau Mesin Decanter dapat digunakan untuk menggantikan pekerjaan banyak unit di sebuah pabrik pengolahan kelapa sawit. Didalam pabrik pengolahan kelapa sawit setelah sebuah kelapa mengalami pengepresan ia akan masuk ke stasiun klarifikasi pabrik kelapa sawit, disini akan dilakukan proses penyaringan dan juga proses fraksinasi untuk menghilangkan bau khas dari minyak sawit. Setelah masuk ke bagian ini, minyak akan masuk ke sludge separator. Mesin ini adalah mesin yang digunakan untuk memisahkan eleman padat dan juga eleman cair pada sebuah produk minyak sawit.

Mesin Decanter di Pabrik Kelapa Sawit

Cara Kerja Mesin Decanter

Mesin Decanter adalah sebuah mesin yang sebetulnya tidak hanya ditemukan di pabrik pengolahan minyak kelapa sawit, anda juga bisa menemukan cara kerja yang sama dari mesin ini di pabrik-pabrik pengolahan limbah. Mesin Decanter ini adalah mesin yang bekerja dengan memanfaatkan gaya sentrifugal. Mesin ini biasanya memiliki sebuah silinder yang digunakan sebagai poros separator. Cairan yang masuk ke bagian silinder ini nantinya akan diputar bersama dengan silinder. Kecepatan putaran ini akan membentuk sebuah gaya sentrifugal yang pada akhirnya nanti dapat memisahkan 2 buah komponen dalam cairan yang dimasukkan kedalam mesin tersebut. Ukuran kecepatan dari mesin ini disesuaikan dengan kebutuhan dari penggunaanya dan juga cairan yang akan dipisahkan, begitulah cara kerja Decanter sebagai mesin pemisah cairan di pabrik pengolahan kelapa sawit.