Canggihnya Mesin Pengolah Kelapa Sawit Terbaru

Mesin pengolah kelapa sawit terbaru menjadi primadona bagi berbagai pabrik pengolahan kelapa sawit di Indonesia. Hampir semua produsen kelapa sawit di tanah air menggunakan berbagai jenis mesin canggih yang memudahkan proses pengolahan kelapa sawit dengan harga yang lumayan tinggi. Pada dasarnya, penggunaan mesin pengolahan kelapa sawit didasarkan pada tahapan atau proses pembuatan kelapa sawit itu sendiri, anda penasaran bagaimana setiap mesin digunakan berdasarkan proses pengolahan kelapa sawit. Maka simak ulasan selangkapnya berikut ini.

Mesin Pengolah Kelapa Sawit Berdasarkan Proses Pembuatannya

  • Tahap fruit reception station atau penerimaan buah

Pada tahapan pembuatan minyak sawit, ada beberapa mesin kelapa sawit mini yang canggih yang digunakan oleh para produsen minyak kelapa sawit. Beberapa diantaranya ialah seperti jembatan timbang kapasitas 30 ton, loading ramp, rail track, keranjang buah, idler bollard, dan palm oil crane atau ganty crane.

  • Tahap sterilizer station atau rebusan buah

Pada tahap kedua ini, mesin pengolahan kelapa sawit yang dipakai oleh para produsen ialah mesin rebusan yang akan digunakan untuk merebus kelapa sawit sehingga bisa terlepas dengan mudah dari tandannya.

  • Tahap threshing station atau stasiun bantingan

Ini merupakan tahapan ketiga yang harus dilewati dalam proses pengolahan kelapa sawit hingga menjadi minyak inti sawit. Pada tahap ini mesin yang dipakai ialah mesin bantingan, hoisting crane, incinerator, dan conveyor tandan kosong.

  • Tahap presan atau pressing station

Ini merupakan tahap keempat yang harus dilakukan produsen dalam mengolah kelapa sawit hingga menjadi minyak sawit dengan bantuan berbagai mesin canggih. Beberapa mesin pengolahan kelapa sawit yang digunakan pada tahap ini ialah seperti mesin elevator, conveyor buah, ketel aduk, cake braker conveyor, kempa ulir, saringan getar, crude oil gutter dan bak pasirnya, dan tangki minyak beserta bagian pompa. Selain itu, pada tahap ini juga ada vibrating screen pabrik kelapa sawit yang berfungsi sebagai ayakan yang memisahkan padatan dalam minyak kasar dengan cara di ayak sebelum dimasukkan ke dalam crude oil gutter.

  • Tahap clarification station atau stasiun klarifikasi

Dalam tahap pembuatan minyak kelapa sawit kelima ini , beberapa mesin yang digunakan diantaranya adalah tangki klarifikasi kontinyu, tangki minyak, tangki untuk sisa air drain serta bagian penampung dari sisa minyak yang ada. Kemudian ada pula mesin oil separator / centrifuge, Purifier minyak, pengering vakum yang digunakan dengan sistem injeksi uap.

  • Tahap tangki timbun

Pada tahapan ini, akan digunakan 2 buah tangki timbun, dimana satu tangki timbun akan memiliki ukuran sekitar 2.000 ton dan satu tangki timbunnya lagi akan berukuran 500 ton.

  • Tahap stasiun depericarper

Pada tahap ini, mesin yang akan digunakan dalam proses pengolahan kelapa sawit ialah mesin depericarper, selanjutnya akan digunakan transpor pneumatik untuk bagian ampas serta bagian siklon ampas kelapa sawit.

  • Tahap kernel recovery station  atau stasiun biji

Pada tahap ini, mesin yang digunakan oleh para produsen kelapa sawit ialah seperti mesin silo biji, alat pemecah biji, drum untuk pembagi biji, mesin silo inti,  conveyor cangkang, sistem winnowing, sistem pemisah hidrosiklon, dan sistem pemisah pneumatis yang berfungsi untuk campuran kelapa sawit pecah.

Selain beberapa jenis mesin pengolah kelapa sawit terbaru berdasarkan tahapan pembuatan minyak kelapa sawit di atas tersebut, pada dasarnya masih terdapat berbagai macam jenis mesin pengolah kelapa sawit lainnya yang tidak kalah penting dan canggih. Semua jenis mesin yang digunakan dalam proses pengolahan kelapa sawit hingga menjadi minyak sawit dijual dengan harga yang sangat tinggi, bahkan harga bandrol mesin tersebut akan mempengaruhi harga limbah cair hasil proses mesin pengolahan kelapa sawit itu sendiri.

Turbin Pabrik Kelapa Sawit Terbaru

Investasi pabrik kelapa sawit merupakan salah satu investasi yang sangat menjanjikan dan memiliki prospek yang sangat baik. Tak ayal, banyak orang berbondong-bondong ingin memiliki saham pada proyek investasi bidang perkebunan sawit. Selain faktor tanah, manajemen yang baik, dan sumber daya manusia yang kompeten dan handal untuk melakukan berbagai tahapan dan proses pabrik kelapa sawit , hal lainnya yang tak kalah penting untuk menjadikan sebuah pabrik sawit menjadi sukses dan memberikan profit ialah dengan penggunaan mesin canggih sebagai metode produksi kelapa sawit yang modern. Salah satu mesin yang wajib ada dan sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan pabrik kelapa sawit ialah mesin turbin untuk kelapa sawit.

Mengenal Turbin Pabrik Kelapa Sawit

Turbin pabrik kelapa sawit merupakan sumber utama pembangkit tenaga listrik pada pabrik kelapa sawit dan telah menjadi suatu kebutuhan penting untuk keberlangsungan sebuah pabrik. Shinko turbine indonesia merupakan salah satu turbin pilihan setiap pabrik sawit yang ada di tanah air. Dalam setiap proses pengolahan kelapa sawit, turbin memiliki peran penting dan menjadi komoditas utama yang mempengaruhi keberlangsungan sebuah pabrik. Turbin atau sumber pembangkit tenaga listrik yang ada pada pabrik sawit mampu bekerja dikarenakan adanya uap yang diperoleh dari boiler. Cara kerja alat ini ialah dengan mengubah energi potensial air menjadi energi mekanik dan terakhir akan diubah menjadi listrik.

Peralatan Pendukung Pada Turbin

Sistem turbin pada pabrik kelapa sawit tidak dapat bekerja secara optimal tanpa dukungan dari beberapa jenis peralatan pendukung lainnya. Beberapa peralatan pendukung sistem turbin pabrik kelapa sawit yang memberikan kemudahan dan kelancaran proses produksi ialah sebagai berikut:

  • Oil cooler dan pompa sirkulasi air. Oil cooler berperan sebagai pelumas mesin industri untuk gear box turbin.

  • Steam separator. Yang berfungsi untuk mencegah terjadinya kemungkinan uap basah masuk ke dalam steam turbin.

  • Klep valve turbin, yang berfungsi sebagai pengatur besar-kecilnya tekanan dan jumlah steam yang telah masuk ke dalam turbin.

  • Governor, yang memiliki fungsi sebagai pengatur sistem kerja valve atau klep turbin sehingga putaran pada turbin tetap dalam keadaan stabil.

  • Speed adjusting. Alat ini berfungsi dalam menaikkan serta menurunkan frekuensi putaran turbin

  • Prim L.O pump, yang berfungsi sebagai pelumas awal sebelum turbin dioperasikan secara normal.

  • Valve hand nozzle, yang berfungsi untuk meringankan setiap putaran turbin pada saat adanya tekanan steam drop.  Cara kerjanya ialah dengan membuka nozzle, sebaliknya pada saat kondisi normal nozzle akan tertutup.

  • Control sistem, yang memiliki fungsi untuk mengatur tekanan uap yang akan masuk ke dalam turbin.

  • Alat-alat ukur, yang berfungsi untuk mengukur serta mengetahui parameter pada saat turbin dioperasikan, mulai dari mengukur tekanan, putaran, temperatur, voltase, level indicator pelumas, dan ampere.

  • Automatic Voltage Regulator (AVR), yang berfungsi sebagai alat penstabil tegangan yang keluar dari Genset atau generator.

  • Kran uap bekas, yang berfungsi sebagai pengatur dan pembuka tutup pembuangan uap sebagai bekas turbin. Cara kerjanya ialah kran akan dibuka sesat sebelum turbin dioperasikan dan akan ditutup pada saat turbin dihentikan.

  • Hand trip. Berfungsi untuk mematikan steam turbin dengan otomatis pada saat turbin dalam masalah darurat atau emergency.

  • Emegency valve trip, yang berfungsi untuk menutup aliran uap yang akan masuk ke dalam casing rotor secara otomatis. Penutupan aliran uap yang akan masuk ke casing rotor biasanya akan dilakukan pada saat putaran turbin terlalu tinggi dan melebihi batas yang telah ditentukan dan pada saat putaran turbin pabrik kelapa sawit terlalu rendah.

Mengenal Lebih Jauh Perihal Kelapa Sawit

Membicarakan kekayaan Indonesia tentang kelapa sawit, tentu tidak dapat dibantah juga adanya limbah pabrik kelapa sawit yang diakibatkan. Namun, hal tersebut tentu bukan menjadi sesuatu yang pada akhirnya menimbulkan permasalahan. Beberapa poin pengolahan limbah pabrik kelapa sawit di bawah ini bisa dimanfaatkan sebagai pengelolaan limbah agar tidak menjadi gangguan terhadap lingkungan, di antaranya:

Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit

1. Kolam Pendinginan

Pada proses pengolahan limbah dari mesin pabrik kelapa sawit yang pertama adalah proses pendinginan. Dalam hal ini limbah cair kelapa sawit didinginkan pada suhu 75 hingga 95 derajat celcius.

2. Kolam Pengasaman

Selanjutnya dilakukan proses pengasaman. Pada proses pengolahan limbah yang melibatkan kolam pengasaman ini yang menjadi konsentrasi proses adalah penurunan pH dan juga pembentukan karbon dioksida. Lama waktu yang dibutuhkan ialah sekitar selama 30 hari.

3. Kolam Pembiakan Bakteri

Tahap terakhir ialah pembiakan bakteri. Tahapan pembiakan bakteri ini memiliki fungsi sebagai pembentukan gas karbon dioksida, methane, dan juga pH yang meningkat. Pada proses terakhir ini dibutuhkan waktu selama kurang lebih 40 hari agar limbah pada akhirnya siap untuk diaplikasikan atau diambil manfaatnya.

Di samping memanfaatkan limbah dengan menggunakan metode di atas, limbah sawit juga bisa dimanfaatkan dari penggunaan pencacah tandan kosong sawit. Fungsi dari alat ini ialah sebagai pencacah tandan kosong dari kelapa sawit. Setelah dicacah hingga dengan benar-benar halus, langkah selanjutnya adalah serpihan-serpihan dari tandan sawit yang kosong itu bisa menjadi bahan baku pembuat pupuk kompos dan juga bisa dijadikan sebagai bahan baku pembuat etanol.

Membicarakan mesin pada pabrik kelapa sawit, salah satu mesin pabrik yang bisa dibilang merupakan vital bagi proses pengolahan kelapa sawit adalah sludge centrifuge palm oil. Mesin ini dinyatakan vital karena memiliki setidaknya tiga peran dalam proses pengolahan sawit, seperti:

Seputar Sludge Centrifuge Palm Oil

1) Memilah atau menyortir untuk akhirnya menentukan buah sawit mana yang layak untuk diproduksi menjadi minyak.

2) Merebus kelapa sawit yang sudah terlebih dahulu lolos pemilihan hingga keasaman lemak bebas dapat menurun dan biji dapat terpisah dari buahnya.

3) Selanjutnya dalah pelepasan tandan sawit dengan menggunakan mesin khusus.

4) Berlanjut ke tahap pengepressan, ialah di mana minyak sawit kasar diekstraksi.

5) Tahapan terakhir adalah klarifikasi melalui penyaringan dan fraksinasi. Pada tahapan ini, bau pada minyak sawit juga bisa dihilangkan.

Mesin yang biasanya digunakan untuk pengolahan kelapa sawit ialah mesin ripple mill (pemecah nut). Mesin ripple mill ini memiliki tiga keunngulan, seperti:

Keunggulan Mesin Ripple Mill

·  Efisiensi Pengolahan Mencapai 98%

Dalam dunia pekerjaan, efisiensi tentu menjadi hal utama yang dipentingkan. Dari efisiensi ini, segala hal baik akan mudah untuk ditimbulkan. Seperti tenaga tidak terbuang terlalu banyak, waktu tidak terbuang terlalu lama, juga hingga pada keuntungan yang diperoleh menjadi lebih besar.

· Proses Bongkar Pasang Lebih Mudah

Di samping efisien, bongkar pasang pada jenis alat ini juga mudah. Kemudahan dalam menggunakan alat, termasuk dalam hal membongkar untuk memasangnya kembali tentu merupakan faktor penting yang harus jadi pertimbangan dalam hal ini.

· Ukuran Biji yang Dipecahkan Beragam

Sebuah mesin yang bisa memecahkan biji sawit dengan berbagai ukuran, dimulai dari terbesar hingga terkecil akan berdampak sangat penting bagi tingkat efisiensi produksi.

Itulah penjelasan mesin pabrik kelapa sawit. Sementara harga mesin kelapa sawit, tentu beragam nilainya.

Menelisik Kelapa Sawit; Kekayaan Alami Indonesia

Indonesia dan Kelapa Sawit

Indonesia, kelapa sawit, dan mesin kelapa sawit merupakan tiga keterhubungan yang menjadi satu dan membentuk kekayaan Indonesia di mata dunia. Indonesia, negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alamnya. Begitu berlimpah kekayaan alam Indonesia, termasuk salah satunya adalah kekayaan dalam hal perminyakan. Minyak yang saat ini dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari berasal dari tumbuhan kelapa sawit. Di Indonesia sendiri, perkebunan kelapa sawit akan banyak ditemui di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh,  Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Lampung, Irian, Bengkulu, Jambi, dan Riau.

Dari daerah-daerah tersebutlah hingga dengan saat ini pasokan minyak di Indonesia tidak memiliki kekurangan. Kaya dengan sumber daya alam saja tentu belum cukup jika tanpa diimbangi dengan kekayaan dari segi sumber daya manusianya. Dalam hal yang terkait dengan kelapa sawit ini, proses pengolahannya bertumpu pada pabrik kelapa sawit. Adapun urutan prosesnya, seperti:

Proses Pengolahan Kelapa Sawit

a. Jembatan Timbang

Jembatan timbang merupakan langkah paling awal dalam proses pengolahan kelapa sawit. Jembatan timbang ini merupakan timbangan atau pengukur berat semua truk pengangkut tandan buah sawit. dari semua perkebunan, yaitu perkebunan milik swasta, perkebunan milik rakyat, dan perkebunan milik swasta. Cara kerja dari jembatan timbang ini adalah pabrik memeriksa selisih berat kelapa sawit saat dibawa oleh truk dan sesaat setelah diturunkan dari truk.

b. Sortir Buah Sawit

Penyortiran buah sawit ini diperlukan guna memastikan bahwa kelapa sawit yang dipergunakan merupakan jenis kelapa sawit yang berkualitas baik. Pada umumnya, ada dua jenis kelapa sawit yang diterima, ialah jenis Tenera dan jenis Dura. Tingkat kematangan juga menjadi hal penting yang dinilai stasiun klarifikasi pabrik sawit.

c.  Sterilizer atau Perebusan Sawit

Sterilizer atau perebusan kelapa sawit merupakan salah satu langkah dari proses pengolahan kelapa sawit selanjutnya. Dalam tahap ini tandan buah segar dalam lori buah dimasukkan ke mesin sterilizer dengan menggunakan capstan. Tujuan dari perebusan adalah mengurangi tingkat asam lemak bebas, memudahkan pelepasan kulit, menurunkan kadar air, dan melunakkan daging buah sawit.

d.  Threser Process atau Proses Penebah

Penebah adalah proses selanjutnya dari tahapan perebusan kelapa sawit. Beberapa tujuan dari dilakukannya proses penebahan terhadap sawit ini adalah untuk melumatkan daging buah, memisahkan daging sawit dari biji, mempersiapkan feeding dan mempermudah pengepressan di mesin screw press, dan proses pemanasan untuk melembutkan kelapa sawit.

e.  Clarification Status atau Pemurnian Minyak

Setelah melewati empat tahapan sebelumnya, kelapa sawit akan berlanjut pada tahapan atau proses selanjutnya, yaitu permurnian pada minyak tersebut. Hal ini diperlukan guna mensterilkan atau membersihkan kandungan-kandungan kurang bermanfaat yang ada di dalam minyak kelapa sawit tersebut.

f. Kernel Station atau Pengolahan Biji

Hal terakhir yang mesti diketahui dari proses cara kerja stasiun klarifikasi adalah pengolahan biji. Ini merupakan tahapan akhir yang pada akhirnya semua proses terhadap kelapa sawit dari mulai bahan mentah hingga menjadi minyak telah siap untuk dipasarkan.

Demikianlah terkait beberapa hal yang menyangkut proses pengolahan kelapa sawit. Dari berbagai aspek yang penting untuk diperhatikan, seperti proses stasiun klarifikasi hingga produk jadi, kurang lebih seperti itulah garis besarnya dari pengolahan terhadap kelapa sawit. Hal-hal lain, misal terkait harga pabrik kelapa sawit sendiri ditengarai mencapai hampir dua ratus milyar untuk pabrik dengan kapasitas 60 ton tbs/jam.

Macam Alat Yang Ada Di Pabrik Kelapa Sawit

Pabrik kelapa sawit sekarang ini sudah ada banyak sekali di Indonesia, terutama di daerah Kalimantan. Oleh karena itu tak heran jika pabrik kelapa sawit sekarang ini semakin maju dan juga berkembang secara pesat mengingat kebutuhan akan minyak kelapa sawit sangat besar. Namun di dalam pabrik kelapa sawit tersebut tentu saja terdapat berbagai macam alat yang mana digunakan untuk mengolah kelapa sawit tersebut menjadi minyak kelapa sawit. Adapun beberapa alat yang ada di pabrik kelapa sawit tersebut adalah sebagai berikut:

Vibrating Screen Kelapa Sawit

Yang pertama adalah vibrating screen kelapa sawit. Alat ini sendiri merupakan ayakan getar yang mana memiliki fungsi untuk bisa memisahkan padatan yang ada di dalam minyak kasar dengan cara diayak di media saringan dengan ukuran mesh yang sudah ditentukan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum, pemakaian dari alat ini sendiri dipasang sebelum masuk ke dalam tangki minyak kasar, untuk proses pengayakan ini sendiri dibantu dengan menggunakan air panas sebagai pelarut yang memiliki temperatur 80 sampai dengan 90 derajat celcius. Ayakan getar ini sendiri nantinya akan memisahkan dua jenis partikel yaitu pasir dan tanah serta ampas sawit.

Rebusan Pabrik Kelapa Sawit

Kemudian yang kedua adalah rebusan pabrik kelapa sawit atau yang lebih sering disebut dengan sterilizer, alat ini merupakan bejana yang memiliki tekanan menggunakan uap atau steam sebesar 3,0 kg per cm2, uap tersebut digunakan untuk merebus buah kelapa sawit yang terdapat di dalam tandan buah segar sawit tersebut. Alat ini digunakan dengan beberapa tujuan, salah satunya adalah agar hasil yang didapatkan merupakan yang terbaik dan juga sesuai dengan standard yang sudah diterapkan. Selain itu juga terdapat beberapa tujuan lain seperti membuat proses dari pelepasan brondolan buah sawit yang berasal dari tandan buah segar menjadi lebih mudah, kemudian membantu untuk menghilangkan enzim yang menghasilkan asam lemak bebas, membantu proses dari pemecahan emulsi, agar biji dan juga serat menjadi lebih mudah lepas dan masih banyak lagi yang lainnya. Rebusan pabrik sawit sendiri terdapat beberapa jenis seperti rebusan horizontal, rebusan vertikal, rebusan bola dan juga rebusan 45 derajat atau oblique sterilizer.

Rebusan Vertikal Kelapa Sawit

Selain itu ada salah satu jenis rebusan yang bernama vertical sterilizer, pabrik kelapa sawit dengan rebusan vertikal ini memang menjadi suatu hal yang sangat penting dan sangat menunjang produksi dari kepala sawit tersebut. Rebusan vertikal atau vertical stelizer ini sendiri menggunakan sistem satu puncak karena buah sawit tersebut sudah melalui splitter yang mana memiliki fungsi untuk memecah buah sawit tersebut sehingga nantinya penetrasi dari uap akan lebih maksimal dan jumlah udara yang mana terjebak di dalam alat ini akan lebih kecil jika dibandingkan dengan horizontal sterilizer.

Olahan Buah Kelapa Sawit, Mulai dari Mesin hingga Hasilnya

Beragam jenis dari mesin yang digunakan untuk mengolah kelapa sawit memiliki fungsi-fungsinya yang mendukung tahapan untuk mendapatkan hasil dari buah tersebut, sehingga perawatan mesin pabrik sawit benar-benar harus dilakukan. Banyak juga pertimbangan untuk menentukan penggunaan dari mesin untuk mengolah kelapa sawit tersebut. Mulai dari merek mesin tersebut hingga tentunya harga dari mesin yang nantinya akan membantu dalam proses pengolahan minyak kelapa sawit.

Selain itu juga, khususnya bagi pihak produsen, mengetahui beragam jenis mesin untuk pengolah kelapa sawit adalah cara untuk menganalis segala kebutuhan yang diperlukan demi mendukung pengolahan dari buah kelapa sawit tersebut. Menggunakan mesin sendiri bukan hanya sekedar karena perkembangan dari teknologi yang semakin meningkat hingga sekarang ini, tetapi juga agar memiliki waktu yang lebih efektif dalam memperoleh hasil yang didapatkan.

Melakukan pengolahan dengan bantuan mesin tentunya akan lebih cepat dibandingkan dengan mengolah secara manual. Bukan hanya hemat waktu, akan tetapi juga hemat energi. Selebihnya yaitu untuk hasil yang lebih optimal dalam soal kualitas minyak yang pada umumnya dihasilkan oleh buah kelapa sawit tersebut. Tentunya, kualitas dari hasil olahan buah kelapa sawit merupakan hal yang paling penting dalam dunia industri khususnya yang berkaitan dengan konsumsi untuk masyarakat.

Mengoptimalkan pengolahan buah kelapa sawit dengan mesin

menggunakan mesin juga tidak terlepas dari bagian-bagian yang menyertainya. Tak jarang, mesin juga akan mengalami kerusakan jika digunakan dalam jangka waktu yang sangat lama, terlebih lagi jika perawatan tidak dilakukan secara maksimal. Sehingga bukan hanya mengetahui berbagai jenis mesin yang harus dimiliki untuk mengolah buah kelapa sawit, akan tetapi juga harus mengenal sparepart mesin pabrik kelapa sawit dengan baik. Sehingga jika mengalami kerusakan pada bagian tertentu, akan lebih mudah untuk mengganti bagian yang rusak tanpa harus membeli keseluruhan dari mesinnya.

Mulai dari harga yang senilai puluhan hingga ratusan juta bisa jadi menjadi harga untuk mesin pengolah kelapa sawit. Tentunya harga yang tinggi tersebut juga akan sebanding dengan hasil olahan dari buah kelapa sawit yang memberikan keuntungan yang besar bagi pihak produsen. Beberapa di antaranya mesin yang digunakan untuk mengolah kelapa sawit berikut dengan fungsinya yaitu sebagai berikut ini;

Pertama mesin untuk mengangkut kelapa sawit yang berbentuk seperti jembatan timbang. Mesin ini juga dilengkapi dengan alat untuk menimbang berat buah kelapa sawit. Saat melewati mesin ini, buah kelapa sawit akan diseleksi juga.

Kemudian mesin yang digunakan sebagai perebusan di mana dilakukan untuk melepaskan dari tandannya. Setelah itu juga terdapat mesin berupa bantingan yang dilakukan pada tandan kosongnya. Bantingan ini juga berlanjut kemudian menuju mesin presan di mana minyak dari buah kelapa sawit mulai dikeluarkan. Selanjutnya mesin yang dapat menampung dan juga memisahkan antara minyak murni dan juga minyak yang kotor. Seleksi ini tentunya agar mendapatkan kualitas minyak yang baik untuk nantinya dijual. Biasanya alat untuk menampung tersebut berjumlah dua dengan kapasitas yang berbeda satu sama lain, sesuai dengan kebutuhannya.

Sebelum memutuskan yang mana mesin pengolah kelapa sawit yang akan digunakan, tentunya menentukan dari kualitas mesin juga dibutuhkan. Bisa dari mereknya hingga dari penyediaan sparepartnya. Selain itu juga dari spesifikasi mesin pabrik kelapa sawit mulai dari dimensi, atau ukuran maupun juga kapasitasnya, penggerak hingga tipe dan juga bahan yang dapat menggerakannya.

​​