Memproduksi Hasil dari Kelapa Sawit dengan Mesin Berteknologi

Sebagai tumbuhan yang menghasilkan minyak yang paling banyak saat diproduksi, buah kelapa sawit menjadi bahan industri yang hasil olahannya dilakukan dengan mesin seperti halnya mesin press pabrik kelapa sawit tersebut telah banyak dikonsumsi oleh hampir di seluruh dunia. Adapun hasil dari minyak yang diolah dari kelapa sawit juga memiliki harga yang cukup terjangkau atau terbilang murah. Tentunya hal ini sangat efisien jika disertai dengan proses pengolahannya yang mudah dan juga praktis, salah satunya yaitu dengan memanfaatkan mesin.

Perkembangan teknologi bukan hanya berputar dalam perkembangan komunikasi juga. Mesin yang canggih sebagai pengolah buah kelapa sawit juga menjadi salah satu teknologi yang terus berkembang hingga saat ini. Dengan menggunakan mesin press pabrik sawit, pengolahan buah kelapa sawit yang segar akan menjadi lebih efektif dari berbagai segi. Mulai dari segi waktu hingga kualitas dari minyak yang dihasilkan oleh kelapa sawit tersebut. Meskipun pada dasarnya kualitas dari minyak kelapa sawit tergantung dari buah segar kelapa sawitnya, akan tetapi selebihnya juga terkait dengan proses pengolahannya tersebut.

Selain menjadi minyak yang digunakan untuk proses memasak makanan, olahan dari kelapa sawit juga bisa digunakan mulai dari kosmetik hingga digunakan untuk sumber dari bahan bakar yang dapat digunakan atau disebut juga sebagai biodiesel. Dengan kondisi iklim yang sesuai dengan pertumbuhan dari tanaman kelapa sawit, menjadikan Indonesia sebagai salah satu penghasil atau yang memiliki industri dalam mengolah kelapa sawit menjadi hasil olahan yang bisa digunakan sehari-harinya.

Industri kelapa sawit di Indonesia

Sejauh ini, kelapa sawit khususnya di Indonesia telah mengalami perkembangan dan juga peningkatan karena permintaan yang berasal secara global yang menandakan bahwa populasi secara global telah memilih untuk menggunakan minyak. Maka tak heran jika kelapa sawit khususnya baik secara perkebunan maupun dari pengolahannya telah menjadi salah satu kunci yang meningkatkan perekonomian dari negara ini. Karena bukan hanya digunakan di dalam negeri saja, ekspor dari minyak kelapa sawit juga dilakukan sebagai salah satu penghasil dari devisa yang sangat penting. Sehingga industri dari kelapa sawit juga menjadi industri yang pabriknya memberikan lapangan pekerjaan.

Adapun proses dari pengolahan yang dilakukan untuk mendapatkan hasil dari minyak kelapa sawit tentunya menggunakan mesin yang canggih dalam soal teknologinya. Nama mesin pabrik kelapa sawit juga kadangkala menjadi acuan untuk mendapatkan mesin dengan teknologi yang baik. Mengolah buah kelapa sawit harus dilakukan dengan berbagai tahapan atau langkah yang dilakukan agar mendapatkan hasil yang lebih optimal juga.

Pertama yaitu dari proses penyortiran buah kelapa sawit yang dengan kata lain menilai kualitas dari buah kelapa sawit, mana yang baik dan juga mana yang buruk.

Kedua dengan melewati tahap perebusan buah kelapa sawit untuk menurunkan tingkat dari keasaman khususnya dari lemak bebas dan juga mengurangi kadar dari air. Hal ini juga dilakukan untuk memisahkan antara biji dan juga buahnya.Ketiga dengan dan selanjutnya hingga mencapai klarifikasi di mana proses pemisahan hingga presan untuk mengambil minyak dari buahnya dilakukan. Yang kemudian mencapai pada penyaringan untuk mendapatkan minyak murni.

Menggunakan mesin untuk melakukan proses dari pengolahan kelapa sawit hingga mendapatkan minyak murni juga perlu dilakukan perawatan mesin pabrik kelapa sawit. Hal ini tentunya bertujuan agar mesin tidak berkarat yang nantinya akan membahayakan kandungan dari minyak kelapa sawit tersebut. Penyusutan mesin pabrik kelapa sawit juga perlu untuk dihindari untuk melancarkan proses pengolahan tersebut.

Kemudahan Pengolahan Kelapa Sawit dengan Mesin Canggih

Berkembangnya teknologi bukan hanya soal koneksi ataupun smartphone, tetapi juga teknologi yang berkaitan dengan teknologi industri yang salah satunya adalah beragam jenis mesin pabrik kelapa sawit. Mesin yang berguna sebagai pengolah dari kelapa sawit sendiri telah menjadi berkembang dan juga lebih inovatif yang tentunya memiliki tujuan agar menghasilkan kualitas yang lebih baik.

Pemilihan untuk mesin-mesin yang digunakan sebagai pengolah untuk kelapa sawit agar menjadi minyak ataupun bahan yang berguna untuk kebutuhan sehari-hari. Namun tentunya, untuk menentukan mesin-mesin pengolah kelapa sawit para kontraktor pabrik maupun juga produsen dari kelapa sawit tersebut membutuhkan banyak analisis yang digunakan sebagai penentu untuk memilih mesin-mesin pengolahan kelapa sawit yang tentunya canggih karena merupakan suatu teknologi terkini.

Kelapa sawit sendiri merupakan salah satu bahan industri yang bukan hanya dikenal sebagai bahan untuk minyak memasak, akan tetapi juga sebagai biodiesel yang digunakan untuk kendaraan bermotor. Sehingga bisnis dari perkebunan hingga pengolahan kelapa sawit menjadikan sebuah usaha yang sangat menjanjikan. Harga mesin pabrik kelapa sawit sendiri memang cukup tinggi namun tentunya akan sebanding dengan hasil yang nantinya didapatkan, dalam hal ini tentunya sebuah keuntungan yang besar dalam hal bisnis.

Proses pengolahan kelapa sawit menjadi bahan yang berguna

Pentingnya menggunakan pengolahan kelapa sawit dengan menggunakan mesin yang canggih tentunya memiliki tujuan tertentu meskipun harga mesin pabrik kelapa sawit mini bahkan tergolong cukup tinggi. Namun yang terpenting adalah proses dari pengolahan jika menggunakan mesin yang canggih akan menjadi lebih efektif dari berbagai segi, mulai dari segi waktu, hingga segi kualitas yang tentunya akan menjadi lebih maksimal jika menggunakan mesin saat proses pengolahan tersebut.

Adapun proses dari pengolahan kelapa sawit sebenarnya cukup sederhana untuk dilakukan, atau bahkan bisa dibilang sangat sederhana. Hal ini dikarenakan tujuan utama dari pengolahan kelapa sawit yaitu mengambil minyak yang ada di dalam tandan yang ada pada buah kelapa sawit tersebut. Minyak yang didapatkan kelak akan digunakan menjadi beragam jenis bahan yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan atau tujuan utama dari produsen kelapa sawit tersebut.

Namun yang pasti, tahapan-tahapannya-lah yang membuat pengolahan dari kelapa sawit menjadi cukup panjang dan terkesan sulit. Sehingga untuk melewati proses dari tahapan-tahapan tersebut lebih baik memiliki dukungan dari beragam jenis mesin agar lebih mudah dalam mencacah tandan kelapa sawit sehingga menjadi lebih praktis dan juga cepat.

Mulai dari pengumpulan dari buah kelapa sawit, hingga memasukannya ke dalam mesin pencampur dan kemudian melakukan pemerasan agar mengeluarkan minyak. Tahapan-tahapan yang singkat tersebut sedikitnya menjadi gambaran dari proses pengolahan kelapa sawit tersebut. Kemudian hal yang harus dilakukan juga pendidihan dari minyak kelapa sawit yang telah didapatkan tersebut.

Menggunakan mesin untuk mengolah kelapa sawit juga bukan hanya diperhitungkan dapat mengolah dengan lebih banyak dan efektif hasilnya. Akan tetapi juga harus di pertimbangkan dari segi ramah lingkungannya. Hal ini agar metode pengolahan dapat dilakukan dengan baik dan juga diterima oleh semua elemen masyarakat. Misalnya saja pembuangan dari limbah agar tetap menjaga lingkungan sekitar tetap dalam keadaan bersih sehingga tidak sampai tercemar dan merugikan.

Adapun harga mesin pabrik sawit tentunya beragam sesuai dengan jenis dan juga fungsi dari mesin tersebut. Karena tiap-tiap mesin memiliki tugas masing-masing yang mendukung setiap tahapan dari proses pengolahan tersebut. Baik harga mesin pabrik mini minyak goreng sawit misalnya, berkisar antara sembilan hingga puluhan juta namun memberikan kemudahan dalam memproduksi atau mengolah kelapa sawit tentunya.

Tahap Pengolahan Minyak Sawit

Industri penghasil minyak masak, minyak industri dan bahkan bahan bakar (Biodiesel) tidak lain kebanyakan berasal dari kelapa sawit atau (Elaeis), tumbuhan ini sangat penting di berbagai industri, selain itu, perkebunan kelapa sawit menghasilkan keuntungan yang besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama di konversi atau dirubah menjadi perkebunan kelapa sawit. setelah Malaysia, Indonesia merupakan penghasil minyak kelapa sawit di dunia.

Ada banyak sekali pabrik yang terdapat di Indonesia, salah satunya yaitu pabrik kelapa sawit medan, Meskipun seperti itu apakah anda tahu pengertian pabrik kelapa sawit, PKS atau pabrik kelapa sawit adalah tempat yang digunakan untuk mengolah kelapa sawit menjadi berbagai macam turunan dan hasilnya.

  • karena keunggulan dan sifat yang dimilikinya, minyak sawit dapat digunakan untuk berbagai macam kegunaan, minyak sawit memiliki sifat tahan oksidasi dengan tekanan tinggi, bahan kimia yang tidak larut pun dapat terlarutkan oleh minyak sawit, dan efeknya untuk tubuh pun tidak menimbulkan efek iritasi pada tubuh karena mempunyai daya lapis yang tinggi dalam bidang kosmetik, selain kedua itu, bagian yang paling berguna yaitu buahnya, Bagian daging buah ini dapat menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang dapat diolah menjadi bahan baku minyak dan berbagai jenis turunannya, selain dengan keunggulannya minyak kelapa sawit memiliki harga yang relatif murah dan rendah kolesterol, kandungan karoten tinggi dan merupakan bahan baku margarin.

Terdapat juga Diagram alir proses pengolahan kelapa sawit yaitu seperti contoh berikut ini;

Tahap Pengolahan Minyak Sawit

 

Ada beberapa cara dalam mengolah kelapa sawit, yaitu dengan cara pengolahan minyak sawit secara tradisional dan adapun dengan cara modern, lalu bagaimana cara untuk mengolah minyak sawit dengan cara modern?, berikut caranya

Tahap Pengolahan

TBS atau Tandan Buah Segar yang dipanen dimasukkan ke dalam Loading Ramp dan diangkut ke lokasi pabrik minyak sawit dengan menggunakan truk. setelah itu ditimbang pada jembatan penimbangan (Weighing Bridge).

Kualitas minyak yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kondisi buah (TBS) yang diolah dalam pabrik. Proses pengolahan di pabrik hanya digunakan untuk menekan kehilangan dalam pengolahan minyak, sehingga TBS yang masuk bukan semata – mata hal yang dapat mempengaruhi kualitas hasilnya.

Perebusan

Tandan Buah Segar (TBS) yang ditimbang kemudian dimasukan ke dalam lori rebusan yang terbuat dari plat baja yang berlubang – lubang atau cage dan akan dimasukan dalam sterilizer untuk proses selanjutnya yaitu proses perebusan, sterilizer menggunakan uap air dan proses perebusan ini dilakukan untuk mengilangkan enzim yang dapat mempengaruhi kualitas minyak sawit.

Agar memudahkan pemisahan cangkang dan buah lalu untuk mengeluarkan inti dengan keluarnya biji, maka proses pun dilakukan selama 90 menit dengan menggunakan uap air, dari proses ini dihasilkan kondensat yang mengandung 0.5% yaitu minyak ikatan pada temperature tinggi.

Fat pit menjadi sebuah tempat untuk menyimpan kondensat, TBS yang direbus dimasukkan dalam thresher dengan menggunakan hoisting Crane.

Perontokan Buah Tandan

Buah yang masih melekat pada tandannya akan di pisahkan dengan menggunakan prinsip bantingan hingga buah yang terlepas kemudian ditampung dan dibawa oleh Fit Conveyor ke digester.

Alat yang digunakan yaitu Threser dengan alat yang berbentuk drum berputar tujuan dari proses ini yaitu untuk memisahkan (Fruitlet) dari tangkai tandan, hasil pemisahan tidak 100% tetapi untuk mengatasi hal ini, dilakukanlah sebuah proses yang dinamakan dengan Double Threshing, sehingga buah tandan yang belum sepenuhnya mengelupas dimasukkan kembali ke dalam Thresher kedua dan dibawa ke tempat pembakaran dimanfaatkan sebagai produk sampingan.

Itulah beberapa proses pengolahan minyak kelapa sawit yang dapat dilakukan, meskipun terlihat merepotkan, tetapi hal yang dihasilkan sangat menguntungkan, karena itu dengan menggunakan teknologi terbaru pabrik kelapa sawit.

Sistem Kerja dan Pengertian Sterilizer

Sistem kerja dan pengertian Sterilizer merupakan sebuah proses yang digunakan di pabrik – pabrik kelapa sawit adalah proses yang berguna untuk membersihkan buah kelapa sawit tanpa banyak menggunakan tenaga manusia dengan proses yang lebih cepat salah satunya adalah Vertical Sterilizer System, Penggunaan proses sterilizer diperlukan untuk mempercepat proses pembersihan  kelapa sawit sebelum diproses lebih lanjut, cara kerja nya muda untuk dipahami. mesin ini bekerja untuk membersihkan tandan buah segar hingga menghasilkan biji – biji inti sawit yang akan diproses selanjutnya.

Salah satu sterilizer yang paling umum digunakan adalah vertical sterilizer, sterilizer jenis ini sangat umum digunakan di pabrik – pabrik sawit, selain itu proses yang dilakukan pun bisa disebut lebih mudah dibandingkan proses sterilizer yang lainnya, Selain itu ada beberapa tingkatan dalam sistem perebusannya, yaitu sistem perebusan triple peak dan double peak.

Sistem proses sterilizer vertical ini memiliki system kerja dengan pompa hidrolik dan memang pada umumnya memilkiki kunci pengaman elektrolik untuk menutup bagian atas alat dimana buah sawit segar segera dimasukan.

Proses mesin sterilizer melakukan kerjanya tanpa butuh banyak tenaga, mesin ini bekerja dengan menggunakan scraper conveyor yang hasilnya yaitu membersihkan tandan sawit segar sekaligus memisahkan biji inti dari buahnya, perebusan tandan sawit segar pun biasanya harus melewati perebusan yang dilakukan pada mesin terpisah, sesudah itu, sawit hasil perebusan akan dimasukan kedalam mesin stabilizer yang memiliki scraper conveyor. tetapi sebelum itu tangki dimasukan satu perempat air hingga sawit yang dimasukan seluruhnya akan terendam dan masuk ke dalam air sehingga tidak akan mudah rusak.

Karena zaman sekarang perkembangan tekonologi berkembang pesat, mesin ini sekarang tidak membutuhkan proses perebusan dan pembersihan tidak dilakukan dengan proses manual dan dilakukan di mesin secara terpisah, sekarang kelapa sawit segar direbus dengan system doble peak yang hanya membutuhkan waktu sebanyak kurang lebih 80 menit, hasilnya pun tidak perlu dikeluarkan secara manual, karena hanya dengan bantuan satu operator saja, hasil dari proses ini akan dibantu oleh auger yang langsung memasukannya kedalam system conveyor.

Vertical stabilizer jauh lebih efektif dibandingkan dengan mesin lama, proses perebusan dan pembersihan akan dilakukan dengan cepat dengan mesin ini karena pengembangan serangkaian proses yang lebih cepat, baik dan efisien.

Pengembangan yang baik dalam mesin ini memungkinkan agar tandan sawit segar dan hasil rebusan tidak mudah tersebar dan rusak, masin ini membuat proses awal pembersihan menjadi lebih efektif, karena pada zaman dulu mesin untuk memproses kelapa sawit digunakan untuk membersihkan dan pelunakan bagian luar sawit saja.

keamanan dan efisiensi kerja pun terjamin sehingga hasil sawit yang dikeluarkan pun lebih banyak dan berkualitas, tenaga yang dikeluarkan untuk orang – orang yang mengoperasikannya hanya sedikit dikeluarkan untuk proses ini tidak besar tanpa ada proses manual, yang diperlukan hanya memasukan tandan dan menutup mesinnya saja. Gearbox dapat membantu mesin untuk mengocok sawit dan menghubungkan antara tempat perebusan dengan conveyor agar biji sawit inti dapat dijadikan minyak.

Meskipun sudah terpercaya tetapi mesin ini memiliki resiko kebocoran, anda harus tetap merawat dan memastikan mesin yang digunakan terjamin dan aman, selain itu untuk mencgah kebocoran anda harus memastikan mesin ini bekerja dengan baik.

itulah artikel tentang sistem, pengertian, dan komponen sterilizer yang mungkin dapat membantu anda, terima kasih.

Pengertian dan Jenis Turbin Uap

Di zaman ini, kebutuhan manusia dalam teknologi dan energi sangatlah dibutuhkan, terdapat perusahaan shinko turbine Indonesia yang bergerak dalam industri bisnis mesin pompa laut dan turbin uap yang sangat dibutuhkan khususnya untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap, peran turbin uap sangatlah dibutuhkan. Selain dengan berjalannya PLTU, pabrik pengolahan kelapa sawit, sistem transportasi dan masih banyak lagi.

Salah satu perusahaan besar asal jepang yang terdapat di Indonesia yaitu Shinko IND, Ltd memproduksi mesin turbin uap yang diperlukan akhir – akhir ini, Turbin uap merupakan mesin yang menggunakan media air sebagai penggeraknya dalam mengkonversikan energi panas menjadi energi listrik, selain itu, turbin uap pun sangat diperlukan dalam pengembangan dan penggunaan sebagai sumber pembangkit energi listrik, industri dan transportasi. Jenis – jenis mesin uap ini sangat beragam, tetapi pada umumnya jenis turbin ini di  klasifikasikan berdasarkan cara kerjanya, yaitu:

  1. Turbin tekanan lawan dan Turbin kondensasi berdasarkan segi tekanan akhir uap
  2. Turbin aksial, turbin radial dan Turbin tengesial berdasarkan arah aliran uap
  3. Turbin impulas dan Turbin reaksi berdasarkan azas tekanan uap
  4. Turbin tekanan bertingkat dan Turbin kecepatan bertingkat berdasarkan pembentukan tingkat uap
  5. Turbin reheat dan non-heat, ektraksi dan non-ekstraksi, single casing dan multi casing berdasarkan aliran uap dan casingnya
  6. Turbin single flow dan multi flow berdasarkan pada exhaust flow

Karena mampu mengatasi permasalahan exhaust dan mengimbangi gaya aksial yang terdapat dalam poros turbin, maka turbin jenis flow sering digunakan di perusahaan pabrik – pabrik besar seperti pabrik pengolahan sawit atau bahkan PLTU. selain dengan jenis – jenisnya, pembentukan komponen turbin uap pun merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan. Terdapat beberapa macam komponen yang membentuk turbin uap, hal ini bergantung pada modifikasi yang dilakukan dan diciptakan oleh perusahaan mesin uap itu sendiri. ada beberapa komponen utama yang penting dalam turbin uap yaitu:

  1. Trubin, merupakan komponen yang paling penting, turbin yang digunakan yaitu turbin uap yang dapat mengubah energi panas menjadi energi listrik dengan cara konversi dengan media utama uap air.
  2. Pompa air, berfungsi menciptakan tekanan untuk air dan mengalirkannya menuju boiler
  3. Kondensor, alat untuk mengubah uap menjadi air.
  4. Dearator, fungsinya untuk menghilangkan gas lainnya agar terlarut dalam air pengisi.

Cara menghitung kebutuhan steam pun sangat perlu anda perhatikan, ada rumus yang bisa digunakan untuk menghitung Kebutuhan power yaitu:

Power = Daya/Ton TBS x Kapasitas Pabrik

Ada pun cara untuk menghitung kebutuhan steam turbin yaitu:

Steam = Power x SSC (Specific Steam Capacity)

Kedua cara itu bisa digunakan untuk menghitung kebutuhan steam.

Mengenai mekanisme cara kerja turbin uap dengan cara memutar cakram yang dihasilkan oleh tiupan uap yang berasal dari tiupan uap yang asalnya terdapat dari ketel uap, Uap dengan temperatur tinggi kemudian diubah menjadi uap kondensor menjadi uap bertekanan dan bersuhu rendah, perubahan suhu inilah membuat uap tersebut akhirnya merubah air yang dipompakan kembali menuju air, biasanya jika stasiun klarifikasi pengolahan minyak kelapa sawit itu tidak berjalan sesuai dengan fungsinya sehingga alat tersebut mengeluarkan minyak panas bersuhu tinggi dan meledak.

Banyak mesin turbin uap atau bahkan penciptaan mesin pompa yang dikeluarkan oleh shinko. Produk yang dikeluarkan oleh perusahaan ini biasanya didistribusikan ke berbagai pabrik industri yang terdapat di Indonesia. industri yang membutuhkan mesin ini bergerak di dalam industri Petrokimia, industri pupuk, industri gula, industri kertas, pabrik pembakaran sampah dan lain sebagainya. Shinko IND, Ltd, memiliki standar pengeluaran maksimum sebesar 30,000 kW dalam 12 tahap.

Turbin shinko sudah menjadi salah satu mesin terpercaya dalam berbagai industri, selain dengan pengembangan Turbin Uap dan Mesin pompa, Shinko Indonesia pun mengembangkan hal ini dalam bidang transportasi dan Turbin uap PKS, meskipun sudah sangat baik dan dikenal di berbagai negara, namun tetap saja perawatan dan maintenance yang baik sangat diperlukan agar mesin ini dapat bekerja lebih lama.

Kalkulasi Anggaran Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit

Indonesia termasuk negara yang kaya akan keanekaragaman hayati dan salah satu tumbuhan yang banyak menghasilkan devisa adalah kelapa sawit. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak pengusaha yang akhirnya ingin memiliki pabrik kelapa sawit mini ekonomis. Saat Anda juga tertarik memiliki usaha di bidang serupa, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum pembangunan pabrik kelapa sawit di area tertentu.

Luas kebun

Ketika ingin mendirikan sebuah pabrik kelapa sawit. Luas area yang dibutuhkan bisa berkisar antara 30-3000Ha. Hal ini nantinya perlu diseimbangkan pula dengan jumlah mesin produksi yang dimiliki dan kapasitas produksi yang ingin didapat dalam waktu sehari.

Daya listrik

Seiring dengan operasional yang bisa dikatakan sangat tinggi, daya listrik yang dibutuhkan sesuai standar terendah produksi adalah 40 KW. Sedangkan untuk standar tinggi produksi, Anda akan membutuhkan daya listrik sebanyak 375 KW. Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dalam produksi, Anda perlu menyiapkan beberapa alat pendukung yang mengamankan kegiatan produksi saat listrik mati maupun kerusakan lain, seperti genset, alat anti petir, dan lainnya.

Jumlah pekerja

Jumlah pekerja dalam sebuah pabrik pengolahan kelapa sawit perlu disesuaikan dengan jumlah shift yang akan dibuka dan jumlah divisi dalam pengolahan. Dalam pengolahan TBS (tandan buah segar) kelapa sawit, ada beberapa tahapan yang akan dilakukan, mulai dari penggilingan TBS hingga ekstraksi minyak kelapa sawit (CPO maupun PKO). Pengadaan pekerja perlu disesuaikan dengan kebutuhan karyawan yang ada dalam setiap proses pengolahan kelapa sawit.

Biaya pembebasan dan pendirian pabrik

Ketika Anda ingin mendirikan pabrik kelapa sawit mini ekonomis, ada banyak informasi yang perlu dikumpulkan terlebih dahulu dari warga sekitar, mulai dari tingkat kesuburan tanah, kontur bangunan yang ada disekitar lahan, teknik pembukaan lahan yang bisa dilakukan, dan prosedur legalitas yang bisa dilakukan untuk membangun perusahaan. Informasi ini bisa menjadi dasar pertimbangan untuk semua orang yang ingin mendirikan pabrik agar proses pembebasan lahan berlangsung cepat dan tanpa masalah. Dengan persiapan yang baik, masyarakat sekitar juga tidak akan mengajukan tuntutan ketika terjadi masalah dalam hal operasional.

Kapasitas produksi

Pada saat mendirikan pabrik yang berhubungan dengan pengolahan kelapa sawit, ada kapasitas produksi yang harus diperhatikan dan dalam hal ini, seorang pengusaha wajib mengetahui informasi kapasitas produksi maksimal dari lahan kelapa sawit yang dimilikinya.

Alat produksi

Dalam prakteknya, hasil utama yang bisa didapat dari pabrik kelapa sawit adalah minyak cpo (crude palm oil) dan pko (palm kernel oil). Kedua minyak ini memiliki nilai tinggi apabila alat produksi yang digunakan juga berkualitas. Oleh karena itu, dalam produksi minyak kelapa sawit umumnya dibutuhkan alat-alat, seperti: mesin boiler, sterilizer, mesin threser, mesin press kelapa sawit, sand trap (pemisah pasir), fruit elevator, tangki penampung CPO, dan lainnya. Kelengkapan alat yang dimiliki akan mempengaruhi kapasitas hasil minyak yang didapat dalam setiap harinya.

Permasalahan produksi

Dalam setiap proses pengolahan pabrik kelapa sawit, tentu akan ada masalah yang menjadi penghalang produksi. Jika ingin berhasil maka Anda harus bisa mengatasi masalah yang terjadi dan umumnya masalah tersebut akan berkaitan dengan beberapa hal, seperti: TBS mentah yang tingkat rendemennya rendah, kualitas manajemen karyawan dan perusahaan yang belum optimal, kelalaian pekerja yang berhubungan dengan kerusakan mesin, maupun kurangnya pasokan TBS dari area kebun. Dengan menemukan solusi terbaik untuk beragam masalah diatas, Anda akan mampu mendirikan pabrik pengolahan kelapa sawit yang berkualitas.

Pentingnya Penerapan Teknologi Pabrik Kelapa Sawit Terbaru

Teknologi pabrik kelapa sawit semakin berkembang dan inovatif, semua bertujuan untuk menghasilkan output minyak sawit yang berkualitas tinggi oleh para produsen pabrik kelapa sawit. Para kontraktor pabrik kelapa sawit bahkan ditentukan dengan analisis-analisis tertentu untuk menentukan pemilihan mesin-mesin canggih sebagai teknologi terkini dalam proses pengolahan kelapa sawit. Pada dasarnya, pabrik kelapa sawit adalah salah satu bisnis perkebunan yang sangat menjanjikan. Proses pengolahan kelapa sawit hingga menjadi CPO (Crude Palm Oil) dilakukan oleh PKS (Pabrik Kelapa Sawit). Proses pengolahan yang dilakukan oleh pabris kelapa sawit pada dasarnya sangat sederhana, yaitu hanya memeras minyak yang ada di dalam tandan buah segar kelapa sawit. Akan tetapi, dalam pelaksanaan proses pemerasan minyak dalam kelapa sawit tersebut membutuhkan tahapan-tahapan yang panjang serta didukung oleh berbagai mesin pencacah tandan kosong kelapa sawit yang canggih.

Mengenal Teknologi Pabrik Kelapa Sawit

Inovasi teknologi pada pabrik kelapa sawit sangat dibutuhkan untuk mendukung output berkualitas dari kelapa sawit yang telah melewati proses pengolahan. Salah satu teknologi terkini dari pabrik kelapa sawit yang sangat dianjurkan oleh para konsultan pabrik kelapa sawit ialah penggunaan dan pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan, terutama pada pengelolaan limbah minyak sawit. Dalam sebuah riset dikemukakan jika terdapat empat prinsip yang bisa diaplikasikan oleh para produsen minyak sawit dalam proses pengurangan jumlah limbah yang akan dibuang ke lingkungan, yaitu pengurangan dari sumber, sistem daur ulang, pengambilan, dan pemanfaatan kembali sehingga akan tiba pada tahap produksi kelapa sawit yang bersih.

Teknologi Pabrik Kelapa Sawit Ramah Lingkungan

Penggunaan teknologi pabrik kelapa sawit yang ramah lingkungan merupakan sebuah metode produksi kelapa sawit yang diharapkan oleh semua elemen masyarakat. Sehingga keuntungan besar yang diperoleh dari pengolahan kelapa sawit sebanding dengan lingkungan pembuangan limbah yang tetap bersih dan tidak tercemar. Salah satu alternatif yang ditawarkan untuk produksi kelapa sawit yang bersih ialah dengan membangun instalasi limbah cair. Pada dasarnya penggunaan limbah cair kelapa sawit dalam perkebunan kelapa sawit telah membuat ekosistem tanah dan kualitas air di daerah sekitar pabrik menjadi terganggu. Pengaruh buruk ini harus diatasi dengan alternatif efektif sebagai bentuk penanggulangan limbah cair pabrik agar tidak mencemari kualitas air.

Vertical Sterilizer Pabrik Kelapa Sawit

Pada pabrik kelapa sawit terdapat berbagai macam stasiun kerja. Salah satu stasiun yang sangat berperan penting dalam proses pengolahan kelapa sawit ialah stasiun rebusan buah kelapa sawit atau sterilizer. Sterilizer merupakan sebuah bejana bertekanan yang memanfaatkan uap atau steam untuk merebus buah kelapa sawit yang terdapat pada tandan buah segar. Tekanan uap yang digunakan ialah sekitar 3.0 kg per cm2. Sterilizer memiliki beberapa tujuan, diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Untuk memudahkan pelepasan brondolan buah sawit dari tandan buah kelapa sawit segar

  • Untuk menghilangkan semua enzim penghasil asam lemak bebas

  • Untuk memudahkan pelepasan kernel (inti sawit) dari cangkang

  • Memudahkan serat dan biji sawit agar mudah terlepas

  • Dan lain-lain

Terdapat beberapa model rebusan (Sterilizer) pada pabrik kelapa sawit (PKS) yaitu rebusan horizontal dan vertikal atau biasa disebut dengan vertical sterilizer pabrik kelapa sawit. Sterilizer verikal merupakan rebusan yang tengah menjadi trend dalam pembangunan PKS saat ini. Vertical sterilizer pabrik kelapa sawit pada dasarnya memiliki alur yang hampir sama dengan sterilizer station lainnya. Dimana ukuran dari pintu rebusannya ialah 1200 mm, 1400 mm, 1750 mm, hingga seterusnya.

Canggihnya Mesin Pengolah Kelapa Sawit Terbaru

Mesin pengolah kelapa sawit terbaru menjadi primadona bagi berbagai pabrik pengolahan kelapa sawit di Indonesia. Hampir semua produsen kelapa sawit di tanah air menggunakan berbagai jenis mesin canggih yang memudahkan proses pengolahan kelapa sawit dengan harga yang lumayan tinggi. Pada dasarnya, penggunaan mesin pengolahan kelapa sawit didasarkan pada tahapan atau proses pembuatan kelapa sawit itu sendiri, anda penasaran bagaimana setiap mesin digunakan berdasarkan proses pengolahan kelapa sawit. Maka simak ulasan selangkapnya berikut ini.

Mesin Pengolah Kelapa Sawit Berdasarkan Proses Pembuatannya

  • Tahap fruit reception station atau penerimaan buah

Pada tahapan pembuatan minyak sawit, ada beberapa mesin kelapa sawit mini yang canggih yang digunakan oleh para produsen minyak kelapa sawit. Beberapa diantaranya ialah seperti jembatan timbang kapasitas 30 ton, loading ramp, rail track, keranjang buah, idler bollard, dan palm oil crane atau ganty crane.

  • Tahap sterilizer station atau rebusan buah

Pada tahap kedua ini, mesin pengolahan kelapa sawit yang dipakai oleh para produsen ialah mesin rebusan yang akan digunakan untuk merebus kelapa sawit sehingga bisa terlepas dengan mudah dari tandannya.

  • Tahap threshing station atau stasiun bantingan

Ini merupakan tahapan ketiga yang harus dilewati dalam proses pengolahan kelapa sawit hingga menjadi minyak inti sawit. Pada tahap ini mesin yang dipakai ialah mesin bantingan, hoisting crane, incinerator, dan conveyor tandan kosong.

  • Tahap presan atau pressing station

Ini merupakan tahap keempat yang harus dilakukan produsen dalam mengolah kelapa sawit hingga menjadi minyak sawit dengan bantuan berbagai mesin canggih. Beberapa mesin pengolahan kelapa sawit yang digunakan pada tahap ini ialah seperti mesin elevator, conveyor buah, ketel aduk, cake braker conveyor, kempa ulir, saringan getar, crude oil gutter dan bak pasirnya, dan tangki minyak beserta bagian pompa. Selain itu, pada tahap ini juga ada vibrating screen pabrik kelapa sawit yang berfungsi sebagai ayakan yang memisahkan padatan dalam minyak kasar dengan cara di ayak sebelum dimasukkan ke dalam crude oil gutter.

  • Tahap clarification station atau stasiun klarifikasi

Dalam tahap pembuatan minyak kelapa sawit kelima ini , beberapa mesin yang digunakan diantaranya adalah tangki klarifikasi kontinyu, tangki minyak, tangki untuk sisa air drain serta bagian penampung dari sisa minyak yang ada. Kemudian ada pula mesin oil separator / centrifuge, Purifier minyak, pengering vakum yang digunakan dengan sistem injeksi uap.

  • Tahap tangki timbun

Pada tahapan ini, akan digunakan 2 buah tangki timbun, dimana satu tangki timbun akan memiliki ukuran sekitar 2.000 ton dan satu tangki timbunnya lagi akan berukuran 500 ton.

  • Tahap stasiun depericarper

Pada tahap ini, mesin yang akan digunakan dalam proses pengolahan kelapa sawit ialah mesin depericarper, selanjutnya akan digunakan transpor pneumatik untuk bagian ampas serta bagian siklon ampas kelapa sawit.

  • Tahap kernel recovery station  atau stasiun biji

Pada tahap ini, mesin yang digunakan oleh para produsen kelapa sawit ialah seperti mesin silo biji, alat pemecah biji, drum untuk pembagi biji, mesin silo inti,  conveyor cangkang, sistem winnowing, sistem pemisah hidrosiklon, dan sistem pemisah pneumatis yang berfungsi untuk campuran kelapa sawit pecah.

Selain beberapa jenis mesin pengolah kelapa sawit terbaru berdasarkan tahapan pembuatan minyak kelapa sawit di atas tersebut, pada dasarnya masih terdapat berbagai macam jenis mesin pengolah kelapa sawit lainnya yang tidak kalah penting dan canggih. Semua jenis mesin yang digunakan dalam proses pengolahan kelapa sawit hingga menjadi minyak sawit dijual dengan harga yang sangat tinggi, bahkan harga bandrol mesin tersebut akan mempengaruhi harga limbah cair hasil proses mesin pengolahan kelapa sawit itu sendiri.

Turbin Pabrik Kelapa Sawit Terbaru

Investasi pabrik kelapa sawit merupakan salah satu investasi yang sangat menjanjikan dan memiliki prospek yang sangat baik. Tak ayal, banyak orang berbondong-bondong ingin memiliki saham pada proyek investasi bidang perkebunan sawit. Selain faktor tanah, manajemen yang baik, dan sumber daya manusia yang kompeten dan handal untuk melakukan berbagai tahapan dan proses pabrik kelapa sawit , hal lainnya yang tak kalah penting untuk menjadikan sebuah pabrik sawit menjadi sukses dan memberikan profit ialah dengan penggunaan mesin canggih sebagai metode produksi kelapa sawit yang modern. Salah satu mesin yang wajib ada dan sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan pabrik kelapa sawit ialah mesin turbin untuk kelapa sawit.

Mengenal Turbin Pabrik Kelapa Sawit

Turbin pabrik kelapa sawit merupakan sumber utama pembangkit tenaga listrik pada pabrik kelapa sawit dan telah menjadi suatu kebutuhan penting untuk keberlangsungan sebuah pabrik. Shinko turbine indonesia merupakan salah satu turbin pilihan setiap pabrik sawit yang ada di tanah air. Dalam setiap proses pengolahan kelapa sawit, turbin memiliki peran penting dan menjadi komoditas utama yang mempengaruhi keberlangsungan sebuah pabrik. Turbin atau sumber pembangkit tenaga listrik yang ada pada pabrik sawit mampu bekerja dikarenakan adanya uap yang diperoleh dari boiler. Cara kerja alat ini ialah dengan mengubah energi potensial air menjadi energi mekanik dan terakhir akan diubah menjadi listrik.

Peralatan Pendukung Pada Turbin

Sistem turbin pada pabrik kelapa sawit tidak dapat bekerja secara optimal tanpa dukungan dari beberapa jenis peralatan pendukung lainnya. Beberapa peralatan pendukung sistem turbin pabrik kelapa sawit yang memberikan kemudahan dan kelancaran proses produksi ialah sebagai berikut:

  • Oil cooler dan pompa sirkulasi air. Oil cooler berperan sebagai pelumas mesin industri untuk gear box turbin.

  • Steam separator. Yang berfungsi untuk mencegah terjadinya kemungkinan uap basah masuk ke dalam steam turbin.

  • Klep valve turbin, yang berfungsi sebagai pengatur besar-kecilnya tekanan dan jumlah steam yang telah masuk ke dalam turbin.

  • Governor, yang memiliki fungsi sebagai pengatur sistem kerja valve atau klep turbin sehingga putaran pada turbin tetap dalam keadaan stabil.

  • Speed adjusting. Alat ini berfungsi dalam menaikkan serta menurunkan frekuensi putaran turbin

  • Prim L.O pump, yang berfungsi sebagai pelumas awal sebelum turbin dioperasikan secara normal.

  • Valve hand nozzle, yang berfungsi untuk meringankan setiap putaran turbin pada saat adanya tekanan steam drop.  Cara kerjanya ialah dengan membuka nozzle, sebaliknya pada saat kondisi normal nozzle akan tertutup.

  • Control sistem, yang memiliki fungsi untuk mengatur tekanan uap yang akan masuk ke dalam turbin.

  • Alat-alat ukur, yang berfungsi untuk mengukur serta mengetahui parameter pada saat turbin dioperasikan, mulai dari mengukur tekanan, putaran, temperatur, voltase, level indicator pelumas, dan ampere.

  • Automatic Voltage Regulator (AVR), yang berfungsi sebagai alat penstabil tegangan yang keluar dari Genset atau generator.

  • Kran uap bekas, yang berfungsi sebagai pengatur dan pembuka tutup pembuangan uap sebagai bekas turbin. Cara kerjanya ialah kran akan dibuka sesat sebelum turbin dioperasikan dan akan ditutup pada saat turbin dihentikan.

  • Hand trip. Berfungsi untuk mematikan steam turbin dengan otomatis pada saat turbin dalam masalah darurat atau emergency.

  • Emegency valve trip, yang berfungsi untuk menutup aliran uap yang akan masuk ke dalam casing rotor secara otomatis. Penutupan aliran uap yang akan masuk ke casing rotor biasanya akan dilakukan pada saat putaran turbin terlalu tinggi dan melebihi batas yang telah ditentukan dan pada saat putaran turbin pabrik kelapa sawit terlalu rendah.

Macam Alat Yang Ada Di Pabrik Kelapa Sawit

Pabrik kelapa sawit sekarang ini sudah ada banyak sekali di Indonesia, terutama di daerah Kalimantan. Oleh karena itu tak heran jika pabrik kelapa sawit sekarang ini semakin maju dan juga berkembang secara pesat mengingat kebutuhan akan minyak kelapa sawit sangat besar. Namun di dalam pabrik kelapa sawit tersebut tentu saja terdapat berbagai macam alat yang mana digunakan untuk mengolah kelapa sawit tersebut menjadi minyak kelapa sawit. Adapun beberapa alat yang ada di pabrik kelapa sawit tersebut adalah sebagai berikut:

Vibrating Screen Kelapa Sawit

Yang pertama adalah vibrating screen kelapa sawit. Alat ini sendiri merupakan ayakan getar yang mana memiliki fungsi untuk bisa memisahkan padatan yang ada di dalam minyak kasar dengan cara diayak di media saringan dengan ukuran mesh yang sudah ditentukan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum, pemakaian dari alat ini sendiri dipasang sebelum masuk ke dalam tangki minyak kasar, untuk proses pengayakan ini sendiri dibantu dengan menggunakan air panas sebagai pelarut yang memiliki temperatur 80 sampai dengan 90 derajat celcius. Ayakan getar ini sendiri nantinya akan memisahkan dua jenis partikel yaitu pasir dan tanah serta ampas sawit.

Rebusan Pabrik Kelapa Sawit

Kemudian yang kedua adalah rebusan pabrik kelapa sawit atau yang lebih sering disebut dengan sterilizer, alat ini merupakan bejana yang memiliki tekanan menggunakan uap atau steam sebesar 3,0 kg per cm2, uap tersebut digunakan untuk merebus buah kelapa sawit yang terdapat di dalam tandan buah segar sawit tersebut. Alat ini digunakan dengan beberapa tujuan, salah satunya adalah agar hasil yang didapatkan merupakan yang terbaik dan juga sesuai dengan standard yang sudah diterapkan. Selain itu juga terdapat beberapa tujuan lain seperti membuat proses dari pelepasan brondolan buah sawit yang berasal dari tandan buah segar menjadi lebih mudah, kemudian membantu untuk menghilangkan enzim yang menghasilkan asam lemak bebas, membantu proses dari pemecahan emulsi, agar biji dan juga serat menjadi lebih mudah lepas dan masih banyak lagi yang lainnya. Rebusan pabrik sawit sendiri terdapat beberapa jenis seperti rebusan horizontal, rebusan vertikal, rebusan bola dan juga rebusan 45 derajat atau oblique sterilizer.

Rebusan Vertikal Kelapa Sawit

Selain itu ada salah satu jenis rebusan yang bernama vertical sterilizer, pabrik kelapa sawit dengan rebusan vertikal ini memang menjadi suatu hal yang sangat penting dan sangat menunjang produksi dari kepala sawit tersebut. Rebusan vertikal atau vertical stelizer ini sendiri menggunakan sistem satu puncak karena buah sawit tersebut sudah melalui splitter yang mana memiliki fungsi untuk memecah buah sawit tersebut sehingga nantinya penetrasi dari uap akan lebih maksimal dan jumlah udara yang mana terjebak di dalam alat ini akan lebih kecil jika dibandingkan dengan horizontal sterilizer.