Tahap Pengolahan Minyak Sawit

Industri penghasil minyak masak, minyak industri dan bahkan bahan bakar (Biodiesel) tidak lain kebanyakan berasal dari kelapa sawit atau (Elaeis), tumbuhan ini sangat penting di berbagai industri, selain itu, perkebunan kelapa sawit menghasilkan keuntungan yang besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama di konversi atau dirubah menjadi perkebunan kelapa sawit. setelah Malaysia, Indonesia merupakan penghasil minyak kelapa sawit di dunia.

Ada banyak sekali pabrik yang terdapat di Indonesia, salah satunya yaitu pabrik kelapa sawit medan, Meskipun seperti itu apakah anda tahu pengertian pabrik kelapa sawit, PKS atau pabrik kelapa sawit adalah tempat yang digunakan untuk mengolah kelapa sawit menjadi berbagai macam turunan dan hasilnya.

  • karena keunggulan dan sifat yang dimilikinya, minyak sawit dapat digunakan untuk berbagai macam kegunaan, minyak sawit memiliki sifat tahan oksidasi dengan tekanan tinggi, bahan kimia yang tidak larut pun dapat terlarutkan oleh minyak sawit, dan efeknya untuk tubuh pun tidak menimbulkan efek iritasi pada tubuh karena mempunyai daya lapis yang tinggi dalam bidang kosmetik, selain kedua itu, bagian yang paling berguna yaitu buahnya, Bagian daging buah ini dapat menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang dapat diolah menjadi bahan baku minyak dan berbagai jenis turunannya, selain dengan keunggulannya minyak kelapa sawit memiliki harga yang relatif murah dan rendah kolesterol, kandungan karoten tinggi dan merupakan bahan baku margarin.

Terdapat juga Diagram alir proses pengolahan kelapa sawit yaitu seperti contoh berikut ini;

Tahap Pengolahan Minyak Sawit

 

Ada beberapa cara dalam mengolah kelapa sawit, yaitu dengan cara pengolahan minyak sawit secara tradisional dan adapun dengan cara modern, lalu bagaimana cara untuk mengolah minyak sawit dengan cara modern?, berikut caranya

Tahap Pengolahan

TBS atau Tandan Buah Segar yang dipanen dimasukkan ke dalam Loading Ramp dan diangkut ke lokasi pabrik minyak sawit dengan menggunakan truk. setelah itu ditimbang pada jembatan penimbangan (Weighing Bridge).

Kualitas minyak yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kondisi buah (TBS) yang diolah dalam pabrik. Proses pengolahan di pabrik hanya digunakan untuk menekan kehilangan dalam pengolahan minyak, sehingga TBS yang masuk bukan semata – mata hal yang dapat mempengaruhi kualitas hasilnya.

Perebusan

Tandan Buah Segar (TBS) yang ditimbang kemudian dimasukan ke dalam lori rebusan yang terbuat dari plat baja yang berlubang – lubang atau cage dan akan dimasukan dalam sterilizer untuk proses selanjutnya yaitu proses perebusan, sterilizer menggunakan uap air dan proses perebusan ini dilakukan untuk mengilangkan enzim yang dapat mempengaruhi kualitas minyak sawit.

Agar memudahkan pemisahan cangkang dan buah lalu untuk mengeluarkan inti dengan keluarnya biji, maka proses pun dilakukan selama 90 menit dengan menggunakan uap air, dari proses ini dihasilkan kondensat yang mengandung 0.5% yaitu minyak ikatan pada temperature tinggi.

Fat pit menjadi sebuah tempat untuk menyimpan kondensat, TBS yang direbus dimasukkan dalam thresher dengan menggunakan hoisting Crane.

Perontokan Buah Tandan

Buah yang masih melekat pada tandannya akan di pisahkan dengan menggunakan prinsip bantingan hingga buah yang terlepas kemudian ditampung dan dibawa oleh Fit Conveyor ke digester.

Alat yang digunakan yaitu Threser dengan alat yang berbentuk drum berputar tujuan dari proses ini yaitu untuk memisahkan (Fruitlet) dari tangkai tandan, hasil pemisahan tidak 100% tetapi untuk mengatasi hal ini, dilakukanlah sebuah proses yang dinamakan dengan Double Threshing, sehingga buah tandan yang belum sepenuhnya mengelupas dimasukkan kembali ke dalam Thresher kedua dan dibawa ke tempat pembakaran dimanfaatkan sebagai produk sampingan.

Itulah beberapa proses pengolahan minyak kelapa sawit yang dapat dilakukan, meskipun terlihat merepotkan, tetapi hal yang dihasilkan sangat menguntungkan, karena itu dengan menggunakan teknologi terbaru pabrik kelapa sawit.

Macam Alat Yang Ada Di Pabrik Kelapa Sawit

Pabrik kelapa sawit sekarang ini sudah ada banyak sekali di Indonesia, terutama di daerah Kalimantan. Oleh karena itu tak heran jika pabrik kelapa sawit sekarang ini semakin maju dan juga berkembang secara pesat mengingat kebutuhan akan minyak kelapa sawit sangat besar. Namun di dalam pabrik kelapa sawit tersebut tentu saja terdapat berbagai macam alat yang mana digunakan untuk mengolah kelapa sawit tersebut menjadi minyak kelapa sawit. Adapun beberapa alat yang ada di pabrik kelapa sawit tersebut adalah sebagai berikut:

Vibrating Screen Kelapa Sawit

Yang pertama adalah vibrating screen kelapa sawit. Alat ini sendiri merupakan ayakan getar yang mana memiliki fungsi untuk bisa memisahkan padatan yang ada di dalam minyak kasar dengan cara diayak di media saringan dengan ukuran mesh yang sudah ditentukan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum, pemakaian dari alat ini sendiri dipasang sebelum masuk ke dalam tangki minyak kasar, untuk proses pengayakan ini sendiri dibantu dengan menggunakan air panas sebagai pelarut yang memiliki temperatur 80 sampai dengan 90 derajat celcius. Ayakan getar ini sendiri nantinya akan memisahkan dua jenis partikel yaitu pasir dan tanah serta ampas sawit.

Rebusan Pabrik Kelapa Sawit

Kemudian yang kedua adalah rebusan pabrik kelapa sawit atau yang lebih sering disebut dengan sterilizer, alat ini merupakan bejana yang memiliki tekanan menggunakan uap atau steam sebesar 3,0 kg per cm2, uap tersebut digunakan untuk merebus buah kelapa sawit yang terdapat di dalam tandan buah segar sawit tersebut. Alat ini digunakan dengan beberapa tujuan, salah satunya adalah agar hasil yang didapatkan merupakan yang terbaik dan juga sesuai dengan standard yang sudah diterapkan. Selain itu juga terdapat beberapa tujuan lain seperti membuat proses dari pelepasan brondolan buah sawit yang berasal dari tandan buah segar menjadi lebih mudah, kemudian membantu untuk menghilangkan enzim yang menghasilkan asam lemak bebas, membantu proses dari pemecahan emulsi, agar biji dan juga serat menjadi lebih mudah lepas dan masih banyak lagi yang lainnya. Rebusan pabrik sawit sendiri terdapat beberapa jenis seperti rebusan horizontal, rebusan vertikal, rebusan bola dan juga rebusan 45 derajat atau oblique sterilizer.

Rebusan Vertikal Kelapa Sawit

Selain itu ada salah satu jenis rebusan yang bernama vertical sterilizer, pabrik kelapa sawit dengan rebusan vertikal ini memang menjadi suatu hal yang sangat penting dan sangat menunjang produksi dari kepala sawit tersebut. Rebusan vertikal atau vertical stelizer ini sendiri menggunakan sistem satu puncak karena buah sawit tersebut sudah melalui splitter yang mana memiliki fungsi untuk memecah buah sawit tersebut sehingga nantinya penetrasi dari uap akan lebih maksimal dan jumlah udara yang mana terjebak di dalam alat ini akan lebih kecil jika dibandingkan dengan horizontal sterilizer.

Olahan Buah Kelapa Sawit, Mulai dari Mesin hingga Hasilnya

Beragam jenis dari mesin yang digunakan untuk mengolah kelapa sawit memiliki fungsi-fungsinya yang mendukung tahapan untuk mendapatkan hasil dari buah tersebut, sehingga perawatan mesin pabrik sawit benar-benar harus dilakukan. Banyak juga pertimbangan untuk menentukan penggunaan dari mesin untuk mengolah kelapa sawit tersebut. Mulai dari merek mesin tersebut hingga tentunya harga dari mesin yang nantinya akan membantu dalam proses pengolahan minyak kelapa sawit.

Selain itu juga, khususnya bagi pihak produsen, mengetahui beragam jenis mesin untuk pengolah kelapa sawit adalah cara untuk menganalis segala kebutuhan yang diperlukan demi mendukung pengolahan dari buah kelapa sawit tersebut. Menggunakan mesin sendiri bukan hanya sekedar karena perkembangan dari teknologi yang semakin meningkat hingga sekarang ini, tetapi juga agar memiliki waktu yang lebih efektif dalam memperoleh hasil yang didapatkan.

Melakukan pengolahan dengan bantuan mesin tentunya akan lebih cepat dibandingkan dengan mengolah secara manual. Bukan hanya hemat waktu, akan tetapi juga hemat energi. Selebihnya yaitu untuk hasil yang lebih optimal dalam soal kualitas minyak yang pada umumnya dihasilkan oleh buah kelapa sawit tersebut. Tentunya, kualitas dari hasil olahan buah kelapa sawit merupakan hal yang paling penting dalam dunia industri khususnya yang berkaitan dengan konsumsi untuk masyarakat.

Mengoptimalkan pengolahan buah kelapa sawit dengan mesin

menggunakan mesin juga tidak terlepas dari bagian-bagian yang menyertainya. Tak jarang, mesin juga akan mengalami kerusakan jika digunakan dalam jangka waktu yang sangat lama, terlebih lagi jika perawatan tidak dilakukan secara maksimal. Sehingga bukan hanya mengetahui berbagai jenis mesin yang harus dimiliki untuk mengolah buah kelapa sawit, akan tetapi juga harus mengenal sparepart mesin pabrik kelapa sawit dengan baik. Sehingga jika mengalami kerusakan pada bagian tertentu, akan lebih mudah untuk mengganti bagian yang rusak tanpa harus membeli keseluruhan dari mesinnya.

Mulai dari harga yang senilai puluhan hingga ratusan juta bisa jadi menjadi harga untuk mesin pengolah kelapa sawit. Tentunya harga yang tinggi tersebut juga akan sebanding dengan hasil olahan dari buah kelapa sawit yang memberikan keuntungan yang besar bagi pihak produsen. Beberapa di antaranya mesin yang digunakan untuk mengolah kelapa sawit berikut dengan fungsinya yaitu sebagai berikut ini;

Pertama mesin untuk mengangkut kelapa sawit yang berbentuk seperti jembatan timbang. Mesin ini juga dilengkapi dengan alat untuk menimbang berat buah kelapa sawit. Saat melewati mesin ini, buah kelapa sawit akan diseleksi juga.

Kemudian mesin yang digunakan sebagai perebusan di mana dilakukan untuk melepaskan dari tandannya. Setelah itu juga terdapat mesin berupa bantingan yang dilakukan pada tandan kosongnya. Bantingan ini juga berlanjut kemudian menuju mesin presan di mana minyak dari buah kelapa sawit mulai dikeluarkan. Selanjutnya mesin yang dapat menampung dan juga memisahkan antara minyak murni dan juga minyak yang kotor. Seleksi ini tentunya agar mendapatkan kualitas minyak yang baik untuk nantinya dijual. Biasanya alat untuk menampung tersebut berjumlah dua dengan kapasitas yang berbeda satu sama lain, sesuai dengan kebutuhannya.

Sebelum memutuskan yang mana mesin pengolah kelapa sawit yang akan digunakan, tentunya menentukan dari kualitas mesin juga dibutuhkan. Bisa dari mereknya hingga dari penyediaan sparepartnya. Selain itu juga dari spesifikasi mesin pabrik kelapa sawit mulai dari dimensi, atau ukuran maupun juga kapasitasnya, penggerak hingga tipe dan juga bahan yang dapat menggerakannya.

​​

Mengetahui Keuntungan Memakai Mesin Ripple Mill

Mesin ripple mill (pemecah nut) merupakan sebuah alat yang biasanya digunakan untuk pengolahan kelapa sawit.  Dan juga biasanya mesin ini juga membantu proses kelapa sawit sebelum menjadi sebuah nut yang nantinya akan dihancurkan. Kelapa sawit merupakan sebuah bisnis yang bisa dikatakan sangatlah menguntungkan, karena kita tahu bahwa dalam sebuah kelapa sawit terkandung beberapa hal yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Seperti yang dikatakan padamakalah-makalah kelapa sawit bahwa sebenarnya pada sebuah nut yang ada pada kelapa sawit memiliki sejuta nilai ekonomi yang bisa dikatakan cukup tinggi, bilamana diproses dengan baik serta hati-hati. Tentu kita tahu bahwa pada umumnya kelapa sawit bisa dijadikan sebuah minyak yang dimana ternyata banyak yang menyukai minyak ini, sehingga tidak salah bila banyak orang yang meminati minyak kelapa sawit. Tapi tentu kita tahu bahwa proses sebelum menjadi sebuah minyak tentulah sangat panjang dan membutuhkan alat-alat khusus yang membantu menjadikannya sebuah minyak yang diminati oleh banyak orang karena kegunaannya. Proses kerja mesin ripple mill pada umumnya adalah membuat kelapa sawit yang besar menjadi sebuah cacahan kecil yang dimana nanti akan memudahkan saat proses pelumatan. Tentu kita tahu bahwa sangatlah sulit untuk mengerjakannya sendiri oleh sebab itu banyak pabrik yang mengandalkan alat ini untuk membantu proses pengolahan kelapa sawit. Dan tentunya karena harga mesin ripple mill ini tidak terlalu mahal sehingga banyak pabrik yang bertumpu pada mesin ini dalam proses pengolahannya. Dan karena cara kerja mesin ripple mill ini bisa dikatakan sangat membantu para pabrik oleh sebab itu biasanya mereka menjadikan alat ini dan meletakkannya dalam pabrik utama. Dengan kemampuan kapasitas ripple mill yang mampu memuat banyak kelapa sawit untuk diolah sehingga memudahkan kita untuk mendapatkan hasil yang cepat serta banyak. fungsi ripple mill ini pada umumnya adalah untuk mencacah bagian besar pada kelapa sawit untuk bisa menjadi sebuah cacahan kecil yang dimana nantinya akan memudahkan para pekerja untuk melanjutkan keproses selanjutnya yaitu proses pencacahan. Dengan memakai alat ini sebenarnya memberikan banyak sekali manfaat yang bisa dikatakan sangatlah membantu para pekerja pabrik dalam melaksanakan tugasnya. Dan berikut adalah beberapa manfaat dari memakai mesin ripple mill (nut cracker) :

  1. Tingkat Efisiensi Pengolahan Mencapai 98%

Tentu kita tahu bahwa efisiensi dalam bekerja sangatlah dibutuhkan untuk mencapai sebuah keberhasilan dari produksi. Dan dengan memakai mesin ini ternyata dipercaya dapat meningkatkan tingkat efisiensi yang dimana sangatlah jarang bisa didapatkan bila kita menggunakan mesin lain. Tingkat pengolahan serta biji yang didapatkan ketika memakai alat ini ternyata bisa dikatakan hanya sedikit dari biji kelapa sawit yang terbuang selebihnya sekitar 98% dapat digunakan dengan baik serta fungsional sehingga bukan tidak mungkin dengan memakai hal ini dapat menambah demand dari setiap pabrik yang menggunakannya.

  1. Mempermudah Proses Bongkar pasang

Tentu kita tahu bahwa setiap mesin pastilah harus diservice secara berkala demi kelangsungan dari kinerjanya dan sepertinya hal ini sangatlah diperhatikan oleh para pembuat dari mesin ripple mill yang dimana mereka ternyata membuatkan sebuah konstruksi yang memudahkan setiap pemakainya untuk melakukan bongkar pasang bilamana memang ingin diservice atau mengalami sebuah kerusakan sehingga pabrik tidak mengalami gangguan dalam produksi yang dihasilkan oleh kelapa sawit ini

  1. Memecahkan Jenis Biji Dalam Ukuran Apapun

Tentu bagi kita yang sering mengalami kebingungan dalam melakukan pemecahan dari biji kelapa sawit yang selalu memiliki ukuran berbeda-beda dari setiap buahnya tentu terkadang menjadi sebuah masalah yang cukup mengganggu produksi dalam sebuah perusahaan. Tapi sepertinya hal ini tidak berlaku bagi mesin yang satu ini karena hanya dengan memakai mesin ini maka segala jenis apapun dari biji yang ada pada kelapa sawit bisa dipecahkan dengan mudah oleh mesin ini dan tentu dengan cepat tanpa harus membuang-buang biji yang ada. Sehingga tingkat penghasilan produk dari suatu pabrikan itu menjadi lebih meningkat dan terus terjaga.

Itulah tadi kelebihan dari memakai mesin ripple mill ini, semoga bisa membantu Anda.

Cara Memilih Mesin Perajang Tandan Kosong Sawit Yang Terbaik

Mesin perajang tandan kosong sawit adalah salah satu peralatan yang paling diperlukan dalam pengelolaan pabrik kelapa sawit. Proses penyaringan, pengendalian dan pemisahan tidak akan lengkap tanpa mesin perajang tandan kosong yang berfungsi mencacah dan menghancurkan sisa-sisa sabut dan kelapa sawit sampai lembut. Proses akhirnya selain berubah bentuk menjadi limbah tidak cair (sehingga tidak berbahaya) bisa diolah menjadi bahan baku kompos untuk kebun atau keperluan lainnya. Namun tentu semakin banyak tipe serta harga mesin pencacah sawit ini. Yang mana yang harus dibeli? Apakah sulit untuk mengerti mekanisme dari mesin ini? Apa juga kegunaan dari mesin pencacah tandan kosong selain untuk menghancurkan sisa-sisa kelapa sawit? Berikut panduannya di bawah ini.

Bicara tentang tipe dan harga tandan kosong kelapa sawit 2016 terlebih dahulu. Menyoal tipe, tentu banyak jenisnya dari mulai material, fungsi, ukuran dan sistem pisau pencacah. Kebanyakan memakai bahan baja yang kuat dengan ukuran mulai dari 2 mm, 5 mm, 10 mm, 14 mm sampai 24 mm. Sistem pisaunya kebanyakan memakai metode kombinasi sehingga kerja mencacah sangat cepat dan tidak akan membuat bahan cacahan menjadi kasar. Soal kapasitas juga bisa menjadi perhitungan sebelum membeli. Kebanyakan mesin pencacah bisa digunakan dalam batas 120 kg per jam dan ada juga ukurannya lebih kecil sehingga hanya bisa mencacah dalam batasan 50-75 kg per jam. Ini adalah hal yang harus diperhatikan bila ingin hasil cacahan cepat didapatkan tanpa menganggu seluruh proses penyaringan kelapa sawit. Untuk perusahaan atau pabril kecil, kapasitas 50-75 kg per jam sudah lebih dari cukup namun mungkin untuk beberapa perusahaan dalam skala lebih besar, butuh kapasitas yang juga lebih besar. Semua tergantung pilihan produsen.

Ada juga kegunaan lain mesin pencacah tankos yang harus kamu ketahui. Di antaranya untuk mencacah dan menghaluskan bahan-bahan lain seperti kacang kedelai, kulit kacang, kulit kopi (tidak heran banyak yang menggunakan mesin pencacah untuk proses pengelupasan biji kulit kopi), jagung dan lain-lain. Mesin pencacah pun bisa diaplikasikan sebagai pembuangan akhir bahan tidak terpakai atau sulit untuk dibuang seperti misalnya kotoran hewan, alang-alang atau rumbut. Tentu sekali lagi semua amat tergantung pada pilihan dan kegunaan yang diinginkan produsen.

Terakhir, untuk mekanismenya, mesin press tandan kosong sangat mudah dioperasikan oleh siapa saja. Tentu harus ada instruksi dan aturan yang harus diikuti dan dibiasakan sehingga tidak ada risiko kecelakaan atau kesalahan saat mengoperasikannya. Namun dengan instruksi yang tepat, mesin pencacah ini sangat sederhana dan aman digunakan. Cocok untuk segala pabrik dan tentu akan menyempurnakan proses keseluruhan kelapa sawit. Jadi bagaimana menurutmu? Sudahkah membeli salah satu tipe penyaring tandan kosong untuk hasil limbah pabrik atau sisa kelapa sawit?

Proses Pengolahan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit

Limbah tandan kosong kelapa sawit adalah salah satu bagian limbah terbesar yang dihasilkan oleh pabrik pengolahan kelapa sawit. Namun siapa sangka jika limbah yang satu ini justru dapat menghasilkan kontribusi yang besar. Ya, selain limbah cair, dan gas yang dihasilkan oleh pabrik pengolahan minyak kelapa sawit tersebut, limbah padat inilah yang umumnya dapat dimanfaatkan kembali menjadi barang yang lebih berguna. Mengapa dikatakan berguna? Untuk mengetahui informasinya, simaklah bentuk penjelasan di bagian bawah ini :
Limbah tandan kosong merupakan bentuk limbah padat yang dihasilkan dari proses pengolahan minyak kelapa sawit. Limbah ini diperoleh dari tandan buah segar yang sebelumnya telah mengalami proses sterilisasi pada bagian tresher, sehingga brondolan yang dimilikinya pun mulai terlepas dari bagian tandannya. Setelah itu brondolan tersebut pun mulai diproses kembali menuju tahap selanjutnya yang kemudian akan diubah menjadi minyak sawit serta inti sawit. Sedangkan untuk bagian dari tandan kosong, itu akan dibuang dan menjadi bagian dari limbah padat hasil pengolahan minyak sawit.
Tandan kosong ini termasuk dalam bentuk limbah yang sangat melimpah, hal ini dikarenakan pabrik kelapa sawit yang terapat di Indonesia juga berada dalam jumlah yang cukup banyak. Bahkan menurut survey limbah tandan kosong ini dapat mencapai angka 20 juta ton. Itulah sebabnya banyak sekali penumpukan limbah yang satu ini, dan untuk saat ini nilai ekonomis dari limbah tersebut pun belum dapat ditemukan dengan lebih pasti.
Dengan ilmu pengetahuan serta perkembangan pada teknologi kelapa sawit saat ini, limbah tandan itu tadi sebenarnya dapat diolah menjadi produk sampingan lainnya, yang tentu saja dapat pula disesuaikan dengan fungsi yang dimilikinya. Namun pengolahan pada limbah sawit itu sendiri masih sangat jarang dilakukan. Sementara untuk saat ini kebanyakan dari limbah tersebut hanya disebar pada beberapa bentuk perkebunan saja, yang kemudian dapat digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk. Hal ini cukup menjadi solusi yang tepat apabila dibandingkan dengan proses pengolahan limbah dengan cara dibakar yang tentunya dapat mengakibatkan pencemaran pada bagian udara di lingkungan sekitarnya.
Pada dasarnya ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mengolah limbah tandan kosong tersebut menjadi pupuk kompos. Hal ini umumnya juga dilakukan oleh pabrik kelapa yang mengolah perkebunannya dengan mengelola perkebunannya menggunakan pupuk dari limbah tandan yang dibuat dengan cara sederhana.
Penggunaan pupuk tersebut cukup dengan menyebarkan limbah tandan di sekitar area perkebunan begitu saja. Dengan kondisi limbah yang penuh serat, lahan perkebunan kelapa tersebut seringkali dikhawatirkan akan mengalami kesulitan untuk setiap tahap penguraiannya. Karena itulah untuk proses pemupukan yang baik, maka sebaiknya dilakukan proses pencacah tandan sawit atau pemotongan limbah itu terlebih dahulu. Kemudian aturlah limbah tersebut dengan cara ditumpuk sebagai proses pengomposan. Pada tahapan yang satu ini limbah tersebut dapat disiram dengan menggunakan limbah cair yang juga dihasikan dari proses pengolahan kelapa sawit. Proses pengomposan ini dilakukan selama 6 minggu, dan setelah selesai maka pupuk kompos dari limbah kelapa sawit pun dapat digunakan kembali untuk menjaga kesuburan dari perkebunan kelapa sawit itu sendiri.

Proses Pengolahan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit
Tankos
Pengolahan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit
Tandan Kosong Sawit di PKS

Untuk kandungan nutrisi tandan kosong kelapa sawit yang telah dibuat menjadi pupuk diantaranya adalah kandungan C 35%, C/N 15, N 2.34%, P 0,31%, Ca 1,46%, K 5,53%, Mg 0.96%, serta kandungan air sebanyak 52%. Selain dibuat menjadi pupuk kompos, limbah padat itu pun dapat dibuat menjadi sumber energi yaitu melalui pembuatan tandan kosong kelapa sawit sebagai bioetanol sebagai bentuk energy alternatif untuk menggantikan posisi minyak bumi yang dikatakan semakin menipis.

Perhitungan Rendemen Dalam Jurnal Kelapa Sawit

Jurnal kelapa sawit digunakan sebagai sistem pembukuan untuk mengetahui bagaimana perhitungan yang dilakukan dalam proses pengolahan kelapa sawit menjadi minyak goreng yang dihasilkan oleh pabrik. Keberadaan jurnal tersebut tetunya sangat penting, selain berisi informasi terkait proses pengolahan kelapa sawit ia juga memuat banyak jumlah dari sistem perhitungan yang dilakukan pada proses pengolahannya.
Sebelum menjadi limbah yang dikenal dengan nama tandan kosong kelapa sawit, buah tandan kelapa sawit itu sendiri akan mengalami proses pengolahan yang panjang dengan menggunakan berbagai macam alat atau pun mesin yang mendukung pengolahannya. Salah satu jenis mesin yang digunakan untuk mengolah kelapa sawit adalah decanter. Jenis mesin apakah decanter tersebut? Untuk mengetahuinya lebih lanjut, sebaiknya anda simak uraian penjelasan di bagian bawah ini :
Mesin decanter, bukanlah jenis mesin yang hanya digunakan di pabrik kelapa sawit saja, melainkan banyak pula digunakan pada berbagai macam pabrik lainnya. Namun jenis mesin yang satu ini umumnya digunakan untuk mengolah limbah. Mesin ini sering pula disebut centrifuge, dan ia memiliki fungsi sebagai stasiun klarifikasi yang dapat memisahkan antara cairan serta suspensi yang dilihat berdasarkan berat jenisnya. Itulah sebabnya banyak yang menyatakan bahwa mesin yang satu ini digunakan sebagai alat fiber kelapa sawit.
Mesin ini digunakan untuk mengganti kinerja dari beberapa bagian unit yang dimiliki pabrik kelapa sawit. Hal ini dilihat melalui cara kerja yang dimilikinya, dimana mesin tersebut menggunakan gaya sentrifugal, dengan bagian silinder yang digunakan sebagai bagian poros dari separator. Sehingga setiap cairan yang masuk pada silinder tersebut, nantinya akan diputar secara bersamaan yang akhirnya akan memisahkan kedua bagian komponen yang terdapat di dalamnya. Untuk ukuran kecepatan dari mesin itu sendiri juga disesuaikan dengan kebutuhan dari penggunaannya sehingga cairan pun dapat dipisahkan. Demikianlah kiranya fungsi dan cara kerja decanter sebagai alat yang memegang peranan penting dalam pengolahan kelapa sawit.
Dari hasil pengolahan dengan menggunakan mesin decanter tersebut, maka perhitungan pun harus  dilakukan padanya, baik itu pada minyak kelapa sawit yang dihasilkan atau pun pada perbandingan penggunaan bahan baku dengan minyak yang dihasilkannya. Salah satu hal penting yang juga menjadi bagian perhitungan dari proses pengolahan kelapa sawit di atas tadi, diantaranya adalah perhitungan rendemen kelapa sawit. Apa yang dimaksud dengan perhitungan rendemen? Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simaklah penjelasan di bagian bawah ini :
Perhitungan rendemen
Perhitungan rendemen adalah jenis perhitungan yang juga dilakukan pada  jurnal kelapa sawit dengan tujuan untuk mengetahui jumlah yang dihasilkan dari tingkat produktifitas suatu pabrik, dalam hal ini adalah pabrik kelapa sawit. Dengan sistem hitungan yang satu ini, selain jumlah hasil produksi yang dapat diperhitungkan, ia juga berguna dalam mengontrol kualitas hasil kelapa sawit yang dimilikinya, bahkan untuk fungsi kelapa sawit itu pun akan terasa lebih maksimal.

Perhitungan Rendemen dalam Jurnal Kelapa SawitRendemen dalam Jurnal Kelapa Sawit

Bagi anda yang belum mengetahui bagaimana cara menghitung rendemen kelapa sawit tersebut, maka perhatikanlah contoh bentuk perhitungan yang akan penulis jelaskan berikut ini :

Rumus hitungan rendemen kelapa sawit :

RKS = (CPO/TBS) X 100%
Ket :
RKS : Prosentasi hasil rendemen kelapa sawit (%)
CPO : Jumlah yang dihasilkan dari crude palm oil (kg)
TBS : Jumlah tandan buah kelapa sawit segar yang diolah  (kg)
Jika pabrik kelapa sawit A mengolah TBS dengan jumlah 250.000 kg per harinya. Sedangkan jumlah minyak sawit yang dihasilkan oleh pabrik tersebut mencapai hitungan 60.500 kg per harinya, maka jumlah rendemen kelapa sawit tersebut adalah?
RKS = (CPO/TBS) X 100%
= (60.500/ 250.000) X 100%
= 24,2%
Demikianlah salah satu jenis perhitungan yang terdapat dalam jurnal kelapa sawit.

Bagaimana Cara Membuat Biodiesel Dari Kelapa Sawit?

Cara membuat biodiesel dari kelapa sawit sangat penting dipelajari, terutama ketika Anda ingin membuat komponen biogas dari produk kelapa sawit berupa CPO. Hingga kini raw material yang berasal dari CPO masih menjadi pilihan untuk membuat biodiesel maupun biogas. Hal tersebut karena beberapa alasan, seperti:

  1. Harga raw material dari olahan minyak kelapa sawit umumnya memiliki harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan minyak nabati yang memiliki tingkat kejernihan lebih tinggi.

  2. Kualitas olahan biodiesel dengan menggunakan CPO hampir sama dengaan minyak nabati, meskipun diperlukan modifikasi sifat kimia dan fisikanya terlebih dahulu menggunakan metode transesterifikasi.

  3. Produk CPO termasuk produk renewable atau mudah diperbarui mengingat bahan baku utamanya tersedia dalam jumlah yang sangat tinggi di Indonesia.

    bagaimana-Cara Membuat Biodiesel Dari Kelapa Sawit

Secara umum ada beberapa proses yang akan berlangsung saat pengolahan CPO menjadi bahan bakar seperti biodiesel, yaitu:

Proses transesterifikasi

Proses transesterifikasi pada pembuatan biodiesel berbeda dengan proses fraksinasi yang biasa diterapkan pada pembuatan minyak goreng. Hal tersebut karena proses transesterifikasi umumnya dilakukan dengan menambahkan dua komponen berbeda pada minyak CPO, yaitu methanol dan kalium hidroksida. Proses ini dilakukan dengan cara memasukkan bahan baku pada pada tabung kedap yang tahan panas. Saat dimasukkan, minyak akan tetap diaduk perlahan dan suhu diatur pada kisaran 58-65ºC selama 2 jam. Saat suhu mencapai 63ºC, campuran methanol dan KOH yang dimasukkan akan membentuk metil ester dengan konversi 94%. Selanjutnya, produk konversi tersebut akan diendapkan dan dipisahkan dari endapan gliserol yang terbentuk. Setelah dipisah, proses transesterifikasi II akan dimulai untuk memurnikan komponen metil ester sebelum melakukan prosedur washing.

Washing procedure

Proses ini dilakukan untuk menghilangkan berbagai senyawa pencemar yang bisa mempengaruhi kualitas biodiesel dari minyak CPO. Umumnya proses ini dilakukan sebanyak 3 kali pada suhu 55ºC dan pH 6.8-7.2. Hasil dari proses washing adalah minyak yang sudah tidak mengandung gliserol maupun methanol.

Drying methode

Setelah proses washing (pencucian) selesai dilakukan, proses lanjutan yang akan dilakukan adalah drying methode. Proses ini bertujuan mengeringkan komponen air dan memperbaiki kualitas biodiesel yang dihasilkan. Seperti yang sudah diketahui masyarakat umum bahwabiodiesel dan biogas dapat menjadi solusi untuk masalah untuk bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Itulah sebabnya, proses drying dibutuhkan untuk meningkatkan daya bakar biodiesel. Proses ini umumnya dilakukan pada suhu 130ºC selama 10 menit.

Filtration

Proses akhir dari tahapan pembuatan biodiesel dari CPO adalah filtrasi. Proses ini dilakukan untuk menghilangkan berbagai partikel maupun molekul pengotor biodiesel yang berasal dari dinding pipa ruang penyimpanan. Filtasi biodiesel menjadi penanda produk biodiesel yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan tanpa cacat. Namun demikian, selain raw material, masih ada limbah dari kelapa sawit yang juga bisa diolah menjadi bahan baku biodiesel. Limbah CPO kelapa sawit yang berupa POME (palm oil mill effluent) tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat bahan bakar biodiesel. Hanya saja untuk limbah POME ini, perlu penelitian lebih lanjut terkait kadar FFA maupun kelayakan standar limbah. Ketika kadar senyawa lain yang tercampur pada minyak kelapa sawit ada dalam kadar tinggi, biasanya diperlukan teknik purifikasi lanjutan sebelum akhirnya benar-benar bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel. Semoga berbagai informasi diatas bisa menambah ilmu pengetahuan tentang bagaimana cara membuat biodiesel dari kelapa sawit.

Membuat Biodiesel dari Kelapa Sawit

Peluang Bisnis dari mengolah Limbah Kelapa Sawit

Jurnal industri kelapa sawit menunjukkan bahwa sektor industri minyak kelapa sawit mengalami perkembangan yang cukup berarti. Ini dapat dilihat dari luas areal perkebunan kelapa sawit yang tiap tahunnya meningkat. Meningkatnya areal perkebunan kelapa sawit ini juga disertai dengan meningkatnya produksi minyak kelapa sawit. Meskipun harga pasaran kelapa sawit sering naik turun dan kebetulan saat ini harga kelapa sawit di pasaran relatif rendah, yaitu Rp 1.246,31 per kg untuk kelapa sawit berumur 3 tahun, Rp 1.391,18 per kg untuk kelapa sawit berumur 4 tahun, Rp 1.488,43 per kg untuk kelapa sawit berumur 5 tahun, Rp 1.532,72 per kg untuk kelapa sawit berumur 6 tahun, Rp 1.591,07 per kg untuk kelapa sawit berumur 7 tahun, Rp 1.640,72 per kg untuk kelapa sawit berumur 8 tahun, dan Rp 1.740,66 per kg untuk kelapa sawit berumur 10-20 tahun. Data merupakan pengumuman resmin dari Dinas Perkebunan Riau. Namun, menjadikan sektor ini sebagai peluang bisnis juga masih menjanjikan.

Pemanfaatan kelapa sawit umumnya dilakukan dengan memprosesnya menjadi minyak kelapa sawit. Minyak kelapa sawit ini dimanfaatkan sebagai minyak untuk menggoreng. Minyak goreng selalu dibutuhkan setiap harinya untuk memasak. Oleh karena itu, bisnis pada sektor ini tidak pernah kehabisan nafas. Kebutuhan yang terus meningkat akan terpenuhi apabila sektor industri kelapa sawit juga akan menyediakan produk olahan kelapa sawit berupa minyak kelapa sawit.

 

Melakukan Bisnis Kelapa Sawit

Berbisnis dengan menggunakan kelapa sawit sebagai komoditas olahan utama umum dilakukan dengan cara mengolahnya menjadi minyak kelapa sawit atau minyak goreng. Melakukan bisnis kelapa sawit Anda harus memahami cara menghitung kapasitas produksi pabrik kelapa sawit. rumus-rumus berikut merupakan cara menghitung kapasitas produksi pada pabrik kelapa sawit.

Kapasitas Pabrik        = jumlah rebusan x (jumlah lori/rebusan) x (isian lori/lori) x (60

  menit/siklus rebusan)

Interval                = (siklus rebusan/jumlah rebusan)

Waktu Angkat Hostingcrane    = (interval/jumlah lori)

Jumlah Lori 1 Jam        = (60 menit/waktu angkat hostingcrane)

Kapasitas            = jumlah lori 1 jam x jumlah kapasitas lori

Sayangnya, tidak banyak pebisnis yang berani mencari peluang bisnis dengan cara mengeksplor kelapa sawit menjadi barang produksi selain minyak. Bahkan tidak ada yang berani mengeksplorasi limbah kelapa sawit sebagai potensi bisnis. Salah satu limbah dari pengolahan kelapa sawit menjadi minyak kelapa sawit ini adalah limbah cair. Limbah cair ini dapat dieksplorasi menjadi salah satu peluang bisnis yang mungkin dapat Anda lakukan. Umumnya limbah merupakan sisa produksi yang terabaikan. Namun, dengan memakai kacamata yang lebih optimis, limbah kini dapat dijadikn salah satu ekspansi peluang bisnis Anda.

Memanfaatkan Limbah Cair Kelapa Sawit

Jurnal pemanfaatan limbah kelapa sawit menunjukkan bahwa limbah kelapa sawit khususnya limbah cair dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Limbah cair diperoleh dari hasil sampingan proses pengubahan kelapa sawit menjadi minyak sawit. limbah cair ini dapat langsung digunakan sebagai pupuk. Untuk menekan pengeluaran pemeliharaan kelapa sawit, khususnya pengeluaran untuk pupuk, dapat memanfaatkan limbah cair hasil sampingan olahan kelapa sawit ini.

Peluang Bisnis Dari Mengolah Limbah Kelapa Sawit

Limbah cair ini masih mengandung minyak dan komponen organik lainnya. Umumnya, pengolahan limbah cair dari hasil sampingan minyak kelapa sawit ini dengan menggunakan bakteri anaerob. Namun pengolahan yang telah dilakukan saat ini dengan metode konvensional. Yaitu menggunakan kolam penampungan yang besar sehingga memungkinkan pembentukan konsentrasi biomassa yang rendah. Pemutakhiran pengolahan seperti penggunaan bioreaktor anaerob yang memiliki konsentrasi biomassa yang tinggi. Bioreaktor anaerob adalah jenis reaktor yang dimanfaatkan untuk mengolah limbah organik cair, salah satunya limbah kelapa sawit, yang berbantuan bakteri anaerob. Memanfaatkan limbah cair dari kelapa sawit ini akan menjadi peluang bisnis Anda, di tengah perkembangan pesatnya sektor industri kelapa sawit menurut Jurnal industri kelapa sawit.

Bisnis dari Mengolah Limbah Kelapa Sawit

Limbah Kelapa Sawit untuk Biogas

POME yang mengalami penguraian dalam kondisi sedikit oksigen  atau sedikit oksigen yang disebut kondisi anaerob akan menghasilkan biogas dari kelapa sawit. Dengan diproduksinya biogas, maka POME dapat dikendalikan dan tidak berdampak buruk bagi lingkungan. Terutama lingkungan di sekitar tempat POME atau Palm Oil Mill Effluent berada. POME ini diihasilkan dari tiga proses yang terjadi dalam produksi minyak kelapa sawit, yaitu sterilisasi TBS atau Tandan Buah Segar, penjernihan CPO atau Crude Palm Oil, serta pemerasan TK atau Tandan Kosong.

Palm Oil Mill Effluent pada Pabrik Minyak Kelapa Sawit
POME yang baru saja dihasilkan dari salah satu proses di atas masih dalam kondisi panas. Suhu POME berada pada kisaran 60°C sampai dengan suhu 80°C. Dengan pH yang bersifat asam kuat yaitu, pada pH 3,3 – pH 4,6. Secara fisik, POME dapat dikenali dari warnanya yang kecoklatan dan mengandung sejumlah padatan, lemak, minyak, dengan kadar COD dan BOD tinggi. Sehingga POME ini sedapat mungkin diolah terlebih dahulu agar kadar COD dan BOD sesuai baku mutu ketika hendak dibuang ke sungai atau lebih utama limbah kelapa sawit untuk biogas. Berbicara mengenai kadar COD dan BOD yang diperbolehkan untuk dibuang ke sungai, maka diatur dalam Keputusan Meneg LH Nomor 51 Tahun 1995, yaitu kadar COD 350 mg/l dan kadar BOD 100 mg/l.

Limbah Kelapa Sawit untuk Biogas
Biogas Pabrik Sawit

Pengolahan Sesuai Baku Mutu untuk POME
Sebelum membahas mengenai biogas dari limbah cair pabrik kelapa sawit, alangkah lebih dahulu menyimak tentang pengolahan POME. Pengolahan POME pada pabrik kelapa sawit perlu menyiapkan kolam. Bukan sembarang kolam yang dibuat, melainkan ada empat model kolam yang diperlukan untuk pengolahan POME secara aman dan sesuai baku mutu. Kolam pertama adalah “Fat Pit” atau kolam lemak. Kolam kedua adalah “Cooling Pond” atau kolam pendinginan. Kolam ketiga adalah Anaerobic Pond” atau kolam anaerobik. Dan kolam keempat adalah “Aerobic Pondd” atau kolam aerobik. Kolam terbuka untuk pengolahan POME dinilai memiliki segi pengelolaan yang lebih ekonomis. Namun, kendalanya adalah butuh lahan yang luas untuk membuat kolam ketika POME yang dihasilkan oleh pabrik minyak kelapa sawit semakin banyak jumlahnya. Dengan demikian, alternatif yang paling bijak untuk jumlah POME yang semakin banyak adalah dengan cara membuat biogas dari limbah cair kelapa sawit.

Biogas dari TKKS
Terdapat biogas dari tandan kosong kelapa sawit yang seperti diketahui TKKS merupakan by product dari pabrik kelapa sawit. Umumnya, biogas sendiri diolah dari limbah cair. Namun, biogas juga dapat diolah dari TKKS atau Tanda Kosong Kepala Sawit menggunakan metode bernama “Dry Fermentation”. Metode tersebut dipilih karena melihat komponen dari TKKS yang tinggi dengan serat. Kandungan sellulosa pada TKKS sekitar 41% sampai 46%, kandungan hemisellulosa sekitar 25% sampai 33%, serta kandungan lignin sekitar 27% sampai 32%.

Biogas dari Limbah Cair Kelapa Sawit
Biogas dari limbah cair kelapa sawit atau yang dikenal dengan POME dihasilkan dengan bantuan bakteri asidogenik serta metanogenik. Biogas yang dihasilkan memiliki sifat mudah sekali terbakar, tidak memiliki bau, serta tidak memiliki warna. Namun, dalam pemanfaatnya sebagai gas untuk pembakaran, seperti  LPG atau gas Liquefied Petroleum Gas, ketika api menyala, warna yang dihaislkan adalah biru. Biogas yang dimanfaatkan untuk pembakaran layaknya gas LPG, maka efisiensi pembakarannya berada pada angka 60% dengan kalori sebesar 20 MJ/Nm3. Sehingga salah satu pemanfaatan dari cara pembuatan biogas dari limbah cair kelapa sawit adalah untuk sekelas gas LPG alias gas untuk membantu nyala api kompor.

Komposisi yang Terkandung dalam Biogas POME
Biogas yang dihasilkan dari POME memiliki komposisi yang cukup banyak. Ada sekitar delapan unsur yang terdapat dalam komposisi biogas POME.  Komposisi biogas terdapat unsur gas metana dengan konsentrasi sekitar 50% sampai 70%. Unsur gas karbon dioksida dengan konsentrasi sekitar 25% sampai 45%. Unsur uap air sekitar 2% sampai 7%. Unsur gas oksigen, nitrogen, dan hidrogen sulfida konsentrasinya berada pada kisaran kurang dari 2%. Serta unsur gas amonia dan hidrogen dengan konsentrasi berada pada kisaran kurang dari 1%. Dari komposisi tersebut diketahui rata-rata setiap kali pabrik memproduksi pembuatan biogas dari kelapa sawit, maka akan dihasilkan kedelapan unsur tersebut.

Produksi Biogas Secara Alami
Proses yang berlangsung dalam memproduksi biogas dari POME meskipun memanfaatkan bantuan bakteri, tetap terjadi secara alami. Produksi biogas memanfaatkan keberadaan dari  mikroorganisme untuk memudahkan dalam penguraian limbah yang tergolong organik tersebut. Substrat yang diperlukan dalam konversi biologis anaerobik biogas POME antara lain senyawa organik, padatan, cairan, tanaman sebagai energi, serta residu. Untuk residu sebagai substrat ini terdiri dari residu industri, residu pertanian, sampai dengan residu rumah tangga. Kemudian semua substrat tersebut dikonversi dalam kondisi anaerobik dan menghasilkan empat produk. Yaitu, gas metana CH4, gas karbon dioksida CO2, pupuk yang terdiri dari senyawa N-P-K, serta padatan. Senyawa organik yang menjadi substrat tersebut dapat mengalami degradasi biologis dan mempermudah produksi biogas dari POME.

Jadi, cara membuat biogas dari kelapa sawit perlu dikondisikan secara anaerob. Sebab produksi biogas dari POME menjadi lebih efektif dalam kondisi tersebut. Dari gas metana yang dihasilkan, masih terdapat sisa dari limbah cair kelapa sawit. Limbah cair tersebut memiliki kandungan nitrogen dan fosfor terbilang tinggi. Sehingga hasil pengolahan POME tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai biogas, namun juga sisa limbah cair tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.

Merek Mesin Pabrik Kelapa Sawit yang ada di Pasaran

Produsen mesin proses di stasiun klarifikasi pabrik kelapa sawit pada awalnya banyak dari Negara Eropa, tapi sekarang juga sudah ada beberapa produsen yang jual mesin proses pabrik kelapa sawit berasal dari negara Eropa/ Malaysia / Indonesia. Contoh beberapa merek mesin Proses pengolahan  minyak kelapa sawit yang ada di Pabrik Sawit: CB-MODIPALM, WANG YUEN, Kejuruteraan WANG YUEN , SAWIPAC, KHUN HENG, YKL, EMI, MSB, MSHK, SEW Eurodrive, SEW, Flender, SIEMENS FLENDER, MUAR BAN LEE, MBL, SWF KRANTECHNIK, DEMAG, DEMAGCRANES, BOILERMECH, MECHMAR, ATMINDO, ADVANCE,  VICKERS, SAS, Super Andalas Steel, TAKUMA, MAX, MAX Chain, OCM, PRECISION, PC Chain, RENOLD, RENOLD Chain & Sprocket, OMEGA, KANA, HITACHI, TSUBAKI,  BROOK ANDELL, REXTON, EAST FORCE, NOVENCO, NORDISK, CHICAGO, PHOENIX, DOLPHIN, TECHNO, ABC,  HIP HING, APINDO, LAJU, AMKCO, SWECO, JINSHENG, KIEN SENG, KS,  VIBRECON, PMT,  Dong Yuan, GS, jayatech, ENMIN, ERIEZ, serumpun Indah Lestari, SIL,  MTP, TORISHIMA, KEW CRACKER, KEW, KEW Pump, viktorindo, ARITA, HOLY, UT PATRIA, RICTEC, KOMPTECH, FRONTIER, asia green, aneka hydraulic, REXROTH,  MSHK, MSB, Mega Engineering, UNIVESSEL,  AWAN TIMUR, MUARA PALMA, SEW, EATON, HSS, M-VANCE,  ARI ARMATUREN, TECO, ELEKTRIM, ELECTRIM, ELECON, FLENDER, BREVINI,  MOLLER, SUMITOMO, SIEMENS, DEMAG, DEMAG CRANE, DEMAGCRANES, KONE, KONECRANES, Wampfler, CONDUCTIX, NADROWSKI, KKK, Atlas Copco, Dresser Rand, ELLIOTT, SHINKO, DEUTZ, Mercedez,  MTU, SKF, NTN, FAG, KINGOYA, ETANI, PALFINGER, SIHI, FOSS – NIR, NIR, SPEC, Sovereign Palm oil extractor cleanser, fusheng, SUNLE, SINACO, Szetech, SEKO, OKM, MTO2, SPECK PUMPEN, Southern Cross, WARMAN, TSURUMI, NIKKISO, ALLEN GWYNNES, dll.