Fungsi dan Komponen beberapa Peralatan Pabrik Kelapa Sawit

Melihat jauh ke dalam Pabrik pengolahan minyak Kelapa Sawit, kita bisa mempelajari begitu banyak mesin pabrik kelapa sawit, nama nama peralatan (nama mesin) pabrik kelapa sawit,  dimana alat pabrik sawit ini ada yang buatan lokal dan banyak yang buatan luar negeri dimana susunan mesin dan peralatan pabrik pengolahan kelapa sawit ini sudah diatur sedemikian rupa sesuai alur kerja sesuai alat pabrik kelapa sawit tersebut misalnya letak mesin boiler pabrik kelapa sawit atau kamar mesin pabrik kelapa sawit udah ditentukan  sesuai flow kerja.

Peralatan Pabrik Kelapa Sawit menurut   Stasiun Kerja di PKS

PKS / Pabrik minyak kelapa sawit secara umum terdiri atas 11 stasiun yaitu:

  1. Stasiun Penerimaan buah (Fruit Reception Station)
  2. Stasiun Rebusan Kelapa Sawit (Sterilizer Station)
  3. Stasiun Penebah (Threshing Station)
  4. Stasiun Kempa (Pressing Station)
  5. Stasiun Pemurnian Minyak Sawit (Clarification Station)
  6. Stasiun Pabrik Biji (Kernel Station)
  7. Stasiun Pengolahan Air (Water Treatment Station)
  8. Stasiun Ketel Uap (Boiler Station)
  9. Stasiun Pembangkit (Power Plant Station)
  10. Stasiun Pengolahan Limbah (Effluent/Waste Treatment Station)
  11. Stasiun Penimbun dan Pengiriman CPO (Storage and Handling Station)

Fungsi dan komponen utama per stasiun kerja:

  1. Stasiun Penerimaan Buah / Sortasi / Fruit Reception Station

Stasiun ini Sebagai tempat penerimaan dan penimbunan Tandan Buah Segar (TBS) sebelum diolah dan  diproses lebih lanjut di Pabrik Minyak Sawit serta proses pengisian ke cages, dan tempat melakukan sortasi buah sawit.

Peralatan utama:

a. Jembatan Timbang (Weight Bridge)

Disini  menghitung/mengukur  berat TBS yang diangkut Truk  setiap hari.

Fungsi-dan-Komponen-beberapa-Peralatan-Pabrik-Kelapa-Sawit
Jembatan Timbang

b. Loading Ramp

Tempat pengisian  Tandan Buah Segar  ke dalam fruit  cages (lori buah)

Peralatan Pabrik Kelapa Sawit
Sortir Buah di Loading Ramp

c. Fruit Cages

Mengangkut Tandan Buah Segar ( TBS)  dari loading ramp ke ketel rebusan (sterilizer ) dan kemudian membawa Buah Sawit dari  rebusan ke stasiun penebah buah sawit (thresser)

Peralatan Pabrik Kelapa Sawit

d. Capstand

menarik lori buah (fruit Cages) ke sterilizer dan tippler.

 

  1. Sterilizer Station

Merebus buah sawit secara optimal dengan waktu, tekanan, suhu, dan sistem perebusan sesuai standar.

 

  1. Thressing Station

Melepaskan atau merontokkan brondolan buah sawit dari tandan kelapa sawit.

Peralatan utama yaitu: Thresser Drum

Pada thresser drum terdapat plat kisi-kisi yang berfungsi untuk membanting tandan buah agar brondolan buah dapat rontok dan selanjutnya masuk ke mesin digester dan screw press.

Peralatan Pabrik Kelapa Sawit
Thresher / Bantingan
  1. Pressing Station

Sebagai pemeras (mem-press buah sawit) CPO dari brondolan matang yang telah dilepaskan dari tandannya.

Perlatan utama:

a. Digester

Melumatkan brondolan yang telah dirontokkan yang selanjutnya akan diekstraksi di screwpress secara maksimal, mengurangi volume massa yang akan di kempa serta menaikan suhu (95 °C).

Peralatan Pabrik Kelapa Sawit

b. Screw press

Mengekstrak minyak sawit dari hasil proses digester.

 

Peralatan Pabrik Kelapa Sawit
Screw Press / Kempa Ulir Sawit
  1. Clarification Station

Untuk memisahkan minyak dari kotoran dan unsur-unsur lain yang dapat menguarangi kualitas CPO dengan mengupayakan kehilangan minyak seminimal mungkin.

Komponen utama:

a. Vibro separator (vibrating screen)

Memisahkan serabut halus dan bahan-bahan kasar lainya sebelum masuk ke Continuous Settling Tank (CST).

Peralatan Pabrik Kelapa Sawit
Vibro / Ayakan Getar Sawit

 b.Continuous Settling Tank

Memisahkan minyak murni dengan sludge berdasarkan prinsip perbedaan massa jenis (berat jenis / BJ)

Peralatan Pabrik Kelapa Sawit
CST / Continuous Settling Tank

c. Oil Purifier

Memproses minyak yang sudah melalui proses di Continuous Settling Tank / CST menjadi minyak murni dengan kadar air maksimal 0,1% dan kadar kotoran maksimal 0,02%.

d. Sludge Centrifuge

Mengutip kembali  minyak yang terkandung dalam sludge dari Continuous Settling Tank atau dari Sludge Tank dengan prinsip sentrifugal.

Peralatan Pabrik Kelapa Sawit
Sludge Centrifuge / Low Speed Separator

e. Vacuum Oil Drier

Mengeringkan minyak dalam kondisi vakum melalui proses penguapan agar kadar air turun menjadi lebih rendah dari 0,1%

Peralatan Pabrik Kelapa Sawit
Vacuum Drier
  1. Kernel Station

Untuk mengolah ampas yang terdiri dari serabut dan biji. Serabut dijadikan bahan bakar ketel uap (boiler fuel) , sedangkan biji diolah lebih lanjut di Nut Cracker / Ripple Mill.

Peralatan utama:

a. Cake Breaker
Mengurangi kadar air pada ampas (cake) sehingga memudahkan proses pemisahan serabut (fibre) dengan biji (nut)

b. Depericarper
M
emisahkan biji (nut) dari serabut (fibre) berdasarkan prinsip perbedaaan massa jenis dengan menggunakan blower/fan .

c. Nut Polishing Drum

Membersihkan biji (nut) dari serat-serat (fibre) yang masih menempel sehingga proses pemecahan cangkang di nut cracker atau ripple mill.

Peralatan Pabrik Kelapa Sawit
Nut Polishing Drum

 

d. Nut Silo Drier

Mengurangi kadar air (moisture) biji 10%-12% dengan pengaliran udara panas sehingga inti tidak melekat pada cangkang dan mempermudah pemecahan biji (nut) pada alat nut cracker / Ripple Mill

Peralatan Pabrik Kelapa Sawit
Nut Silo Drier

e. Nut Cracker/Ripple Mill

Memecahkan cangkang biji (nut) yang telah dikeringkan dalam nut silo dengan cara melemparkan ke dinding drum dengan gaya sentrifugal atau cara lain dengan:

Memecahkan cangkang biji (nut) dengan cara penggilasan biji di dalam plat besi yang bergerigi dengan rotating drum.

Peralatan Pabrik Kelapa Sawit
Ripple Mill / Nut Cracker

f. Pemisah Inti Cangkang

Memisahkan cangkang dan inti dengan menggunakan udara, berdasarkan berat jenis (Pneumatic Separator).Memisahkan cangkang yang masih ada dalam produk inti (kernel) dengan menggunakan Kalsium Karbonat / larutan kaolin (tanah liat) berdasarkan perbedaan massa jenis (Claybath).

Memisahkan cangkang yang masih ada dalam inti sawit (kernel) dengan menggunakan media air berdasarkan berat jenis (Hidrosiklon).

g. Kernel Silo Drier Mengeringkan inti (kernel) yang telah dipisahkan dari cangkang sehingga kadar air (moisture content) mencapai 7% (maksimal).

7. Water Treatment Station

Mengurangi atau menghilangkan garam dan kotoran dan gas yang terlarut maupun tidak terlarut dalam air. Air yang masuk ke dalam boiler (ketel uap) juga harus melalui water treatment station ini.

Peralatan Pabrik Kelapa Sawit
Water Treatment Plant

Merek Beberapa Peralatan Pabrik Kelapa Sawit (per stasiun kerja)  yang ada di Pasaran

Produsen mesin dan sparepart pabrik Sawit pada awalnya banyak dari Negara Malaysia, tapi sekarang juga sudah ada beberapa produsen  distributor mesin pabrik kelapa sawit yang jual peralatan pabrik kelapa sawit berasal dari negara Indonesia. Beberapa merek Mesin Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit terkenal yang ada di Pabrik Sawit: CB – MODIPALM, Wang Yuen, KIEN SENG, MSB, GS, APINDO, LAJU, US (UNIVERSAL STEEL), UVE (UNIVESSEL), DEMAG CRANE, SWF KRANTECHNIK, KONECRANES, WESTFALIA, ALFA LAVAL, PMT, DONG YUAN, RENOLD, BROOK ANDELL, TSUBAKI, OMEGA, REXTON, MAX CHAIN, SWECO, AMKCO, JINSHENG, TAPIS, VIBRECON, GALAXY SIVTEK, YKL – KHUN HENG, MUARBAN LEE, KEW, SEW, FLENDER, ELECON, BREVINI, MOLLER, SUMITOMO, ELECTRIM, TECO, EAST FORCE, NOVENCO, NORDISK, CHICAGO, PHOENIX,  ENMIN, ERIEZ, NADROWSKI, KKK, ELLIOTT, SHINKO, DRESSERRAND, dll,  dimana harga mesin pabrik kelapa sawit ini berbeda beda tergantung kapasitasnya misalnya: harga mesin pabrik kelapa sawit mini pasti berbeda dengan harga mesin pabrik kelapa sawit 30 Ton per jam , dll. Harga mesin press pabrik kelapa sawit, harga mesin digester pabrik kelapa sawit dan harga peralatan laboratorium pabrik kelapa sawit juga berbeda beda.

Ada begitu banyak jenis mesin pabrik kelapa sawit, tapi apapun mereknya yang paling penting dilakukan adalah perawatan mesin pabrik sawit tersebut dimana komponen mesin pabrik sawit haruslah dipilih yang asli dan sesuai spesifikasi mesin pabrik sawit tersebut.

Inilah Proses Pembuatan Minyak Kelapa Sawit

Kelapa sawit merupakan tanaman yang diolah menjadi minyak kelapa sawit. Buah kelapa sawit dipanen kemudian diolah dalam proses pembuatan minyak kelapa sawit di pabrik. Mengenal kelapa sawit memiliki ciri daun hijau majemuk, batang yang terlihat seperti kelapa dengan pelepahnya, memiliki akar serabut dan akar napas, serta buah kelapa sawit yang memiliki warna hitam keunguan dan tumbuh secara bergerombol. Minyak kelapa sawit yang diproduksi tentu harus memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan. Salah satunya adalah memiliki kadar FFA kurang dari 5% dengan rendemen minyak sekitar 22%. Untuk mencapai standar mutu tersebut, maka proses pengolahan dari kelapa sawit terbilang panjang. Berikut ini adalah proses pengolahan minyak kelapa sawit.

Proses Penyortiran Tandan Buah Segar

Dalam proses pengolahan pabrik kelapa sawit, pertama-tama adalah memanen tandan buah-buah kelapa sawit yang sudah matang. Dari hasil panen di perkebunan kelapa sawit pabrik, dilanjutkan dengan proses penyortiran tandan buah segar atau dalam bahasa pabrik disebut dengan TBS. Hanya tandan buah kelapa sawit yang segar layak untuk diproses lebih lanjut menjadi minyak kelapa sawit. TBS yang telah disortir kemudian dilakukan penimbangan. Tujuan penimbangan guna mengetahui kapasitas dari masing-masing TBS yang dipanen.

Proses Perebusan Tandan Buah Segar

Dalam proses perebusan TBS perlu memperhatikan standar mutu yang telah ditetapkan. Untuk mengolah TBS menjadi minyak kelapa sawit, setelah proses penimbangan, TBS perlu dilakukan perebusan. Perebusan berlangsung pada alat Sterilizer dengan tekanan uap air sekitar 2,2-3,0 kg/cm2 dengan waktu 90 menit. Dari hasil perebusan TBS akan diperoleh kondensat dengan kadar minyak sebesar 0,5%. Kondensat tersebut menuju proses pengilahan selanjutnya menuju fat pit. Untuk TBS yang sudah direbus kemudian perlu dilakukan pemindahaan dengan Hoisting Crane menuju Threser. Threser akan menebah buah kelapa sawit agar terpisah dari tandannya. Tujuan dari proses perebusan TBS adalah guna mematikan enzim yang menjadi pemicu turunnya kualitas minyak.

Proses Pengempaan Buah Kelapa Sawit

Pada pengempaan ini tidak lagi TBS karena sudah dipisahkan dengan tandannya dengan Threser. Sehingga buah kelapa sawit dilanjutkan menuju proses pengempaan. Buah kelapa sawit dikempa dengan cara dilakukan penekanan atau “pressing process”. Tujuannya adalah untuk memperoleh minyak yang terdapat dalam buah kelapa sawit tersebut. dalam proses ini terbilang perlu ketelitian agar minyak yang diperoleh dalam pengempaan dapat memiliki mutu dan kuantitas yang optimal. Sehingga dalam proses ini akan diperoleh minyak kelapa sawit kasar atau yang lebih dikenal dengan Crude Palm Oil (CPO).

Proses Fraksinasi Crude Palm Oil

Menuju proses akhir dari pengolahan minyak kelapa sawit adalah fraksinasi. Pada penyaringan minyak kelapa sawit setelah proses pengempaan agar diperoleh minyak kelapa sawit yang lebih berkualitas. Sehingga senyawa-senyawa yang tidak diperlukan dalam minyak kelapa sawit dapat dipisahkan dan nantinya akan diperoleh minyak kelapa sawit murni. Setelah proses penyaringan minyak kelapa sawit fraksinasi selesai, maka selanjutnya adalah pemurnian agar minyak kelapa sawit yang diperoleh tidak berbau.

Dari proses panen, penyortiran dari tandan buah segar atau TBS, perebusan, pengempaan, fraksinasi, hingga diperolehlah minyak kelapa sawit yang murni. Setiap proses pembuatan minyak kelapa sawit yang berlangsung di pabrik memiliki ahli-ahli yang akan melakukan pemantauan dari setiap proses pengolahan dari minyak sawit tersebut. Mulai dari tim supervisor hingga tim yang bekerja di laboratorium untuk mengecek kualitas dan kuantitas dari buah kelapa sawit hingga diperoleh minyak kelapa sawit. Dengan tujuan agar minyak kelapa sawit yang diperoleh benar-benar bermutu tinggi.

Merek Mesin Proses di Pabrik Kelapa Sawit yang ada di Pasaran

Produsen mesin proses di stasiun klarifikasi pabrik kelapa sawit pada awalnya banyak dari Negara Eropa, tapi sekarang juga sudah ada beberapa produsen yang jual mesin proses di pabrik kelapa sawit berasal dari negara Malaysia / Indonesia. Contoh beberapa merek mesin Proses pengolahan  minyak kelapa sawit yang ada di Pabrik Sawit: CB – MODIPALM, Alfa Laval, Westfalia, PMT, SWECO, AMKCO, JINSHENG, TAPIS, VIBRECON, GALAXY SIVTEK, BOILERMECH, ATMINDO, TAKUMA, dll,

Rendemen Minyak Kelapa Sawit yang dihasilkan oleh Pabrik Sawit

Pabrik kelapa sawit tidak hanya sekadar memproduksi minyak kelapa sawit. Pabrik yang memproduksi minyak kelapa sawit penting untuk mengetahui cara menghitung rendemen minyak kelapa sawit. Rendemen perlu diketahui guna mengetahui seberapa besar pabrik dalam memproduksi minyak kelapa sawit. Hal ini akan berguna bagi pabrik karena rendemen yang diketahui dapat menjadi kontrol terhadap peningkatan kualitas pabrik dalam memproduksi minyak kelapa sawit. Berikut lebih jauh mengenai rendemen minyak kelapa sawit yang pasti ada dalam sebuah pabrik pengolahan kelapa sawit menjadi minyak.

Mengetahui Definisi Rendemen dari Bahan Utama Kelapa Sawit

Definisi rendemen kelapa sawit, yaitu perbandingan jumlah antara minyak kelapa sawit kasar atau CPO yang diproduksi dalam setiap kilogram TBS. Dalam satu kilogram buah kelapa sawit perlu diketahui seberapa besar rendemennya. Terdapat rumus yang dipergunakan untuk menghitung rendemen dari kelapa sawit dalam sebuah pabrik. Yaitu, RKS = (CPO/TBS) x 100%. RKS merupakan persentase rendemen kelapa sawit dengan satuan dalam persen (%). CPO merupakan jumlah atau kuantitas dari Crude Palm Oil yang diproduksi dengan satuan dalam kilogram (kg). TBS merupakan jumlah atau kuantitas dari Tandan Buah Segar yang dilakukan pengolahan dengan satuan dalam kilogram (kg).

Proses Perhitungan Rendemen dari Kelapa Sawit

Pabrik minyak kelapa sawit harus menyediakan tim atau orang-orang yang ahli dalam melakukan perhitungan rendemen minyak kelapa sawit. Sehingga pabrik dalam sekali produksi dapat mengetahui berapa persen rendemen yang dihasilkan. Telah diketahui rumus dasar rendemen untuk minyak kelapa sawit. Untuk menghitungnya, maka akan diberikan contoh perhitungan sebagai berikut.

Dalam soal dinyatakan terdapat sebuah pabrik produksi minyak kelapa sawit melakukan pekerjaan mengolah Tandan Buah Segar 300.000 kg dalam sehari. Untuk jumlah dari minyak kelapa sawit mentah yang berhasil diproduksi oleh pabrik tersebut adalah 50.000 kg dalam sehari. Dari data pabrik minyak kelapa sawit tersebut, berapa besar rendemen yang ada? Kemudian dilakukan perhitungan untuk mengetahui besar rendemen pabrik kelapa sawit tersebut berdasar rumus yang sudah disebutkan sebelumnya.

Penyelesaian soal diketahui Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 300.000 kg/hari. Untuk Crude Palm Oil (CPO) sebesar 50.000 kg/hari. Lalu berapakah RKS pabrik tersebut? Cara termudah adlaah dengan memasukkan angka-angka tersebut dalam rumus RKS = (CPO/TBS) x 100%. Maka, RKS = (50.000/300.000) x 100% = 16,67%. Dan diperolehlah rendemen yang dihasilkan oleh pabrik kelapa sawit sebesar 16,67%.

Tujuan Mengetahui Rendemen dari Minyak Kelapa Sawit

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tujuan sebuah pabrik minyak kelapa sawit adalah untuk meningkatkan produktivitas. Selain itu, dengan perhitungan dari rendemen tersebut, pabrik minyak kelapa sawit dapat menentukan mutu minyak. Dalam hal ini, sistem pengendalian mutu juga dapat dilakukan dengan mengetahui besarnya rendemen dari minyak kelapa sawit. Pengendalian mutu minyak kelapa sawit terkait dengan kualitas. Jika tidak dikendalikan, maka mutu dari minyak kelapa sawit menjadi tidak konsisten. Kadang memiliki mutu yang baik dan kadang tidak. Jika demikian, tidak hanya akan membahayakan pabrik, pekerja pabrik, namun juga konsumen. Sehingga tidak sekadar tahu, karena perhitungan rendemen pabrik kelapa sawit juga untuk mengukur kualitas pabrik dalam memproduksi minyak kelapa sawit.

Dari mengetahui pengertian rendemen pabrik kelapa sawit, rumus rendemen, sampai perhitungan rendemen dari minyak kelapa sawit. Menjadi bekal pabrik kelapa sawit dalam menjaga mutu dan kualitas minyak yang diproduksi. Dan tentunya membuat konsumen tetap setia untuk membeli minyak kelapa sawit dari pabrik tersebut dengan kualitas terbaik.

Rendemen Minyak Kelapa Sawit yang Dihasilkan oleh Pabrik Sawit

Merek Mesin Pabrik Kelapa Sawit yang ada di Pasaran

Produsen mesin proses di stasiun klarifikasi pabrik kelapa sawit pada awalnya banyak dari Negara Eropa, tapi sekarang juga sudah ada beberapa produsen yang jual mesin proses pabrik kelapa sawit berasal dari negara Eropa/ Malaysia / Indonesia. Contoh beberapa merek mesin Proses pengolahan  minyak kelapa sawit yang ada di Pabrik Sawit: CB-MODIPALM, WANG YUEN, Kejuruteraan WANG YUEN , SAWIPAC, KHUN HENG, YKL, EMI, MSB, MSHK, SEW Eurodrive, SEW, Flender, SIEMENS FLENDER, MUAR BAN LEE, MBL, SWF KRANTECHNIK, DEMAG, DEMAGCRANES, BOILERMECH, MECHMAR, ATMINDO, ADVANCE,  VICKERS, SAS, Super Andalas Steel, TAKUMA, MAX, MAX Chain, OCM, PRECISION, PC Chain, RENOLD, RENOLD Chain & Sprocket, OMEGA, KANA, HITACHI, TSUBAKI,  BROOK ANDELL, REXTON, EAST FORCE, NOVENCO, NORDISK, CHICAGO, PHOENIX, DOLPHIN, TECHNO, ABC,  HIP HING, APINDO, LAJU, AMKCO, SWECO, JINSHENG, KIEN SENG, KS,  VIBRECON, PMT,  Dong Yuan, GS, jayatech, ENMIN, ERIEZ, serumpun Indah Lestari, SIL,  MTP, TORISHIMA, KEW CRACKER, KEW, KEW Pump, viktorindo, ARITA, HOLY, UT PATRIA, RICTEC, KOMPTECH, FRONTIER, asia green, aneka hydraulic, REXROTH,  MSHK, MSB, Mega Engineering, UNIVESSEL,  AWAN TIMUR, MUARA PALMA, SEW, EATON, HSS, M-VANCE,  ARI ARMATUREN, TECO, ELEKTRIM, ELECTRIM, ELECON, FLENDER, BREVINI,  MOLLER, SUMITOMO, SIEMENS, DEMAG, DEMAG CRANE, DEMAGCRANES, KONE, KONECRANES, Wampfler, CONDUCTIX, NADROWSKI, KKK, Atlas Copco, Dresser Rand, ELLIOTT, SHINKO, DEUTZ, Mercedez,  MTU, SKF, NTN, FAG, KINGOYA, ETANI, PALFINGER, SIHI, FOSS – NIR, NIR, SPEC, Sovereign Palm oil extractor cleanser, fusheng, SUNLE, SINACO, Szetech, SEKO, OKM, MTO2, SPECK PUMPEN, Southern Cross, WARMAN, TSURUMI, NIKKISO, ALLEN GWYNNES, dll.

Sekilas Rangkuman Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit

Di dalam artikel ini, kita akan sedikit membahas tentang proses produksi pabrik kelapa sawit. Dimana dalam proses pembuatan pabrik kelapa sawit ini melibatkan banyak Pihak seperti Kontraktor dan Konsultan. Semua Pabrik Sawit (sering disebut juga Pabrik Kelapa Sawit (PKS), Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) mengolah bahan baku berupa Tandan Buah Sawit  (TBS sawit)  menjadi  minyak  kelapa  sawit  CPO  (Crude  Palm  Oil)  dan  inti  sawit (Kernel). Dimana proses pembuatan minyak kelapa sawit di pabrik melewati banyak tahapan dan alur proses pabrik kelapa sawit

Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit

Proses pengolahan industri kelapa sawit sampai menjadi minyak kelapa sawit (CPO) terdiri dari beberapa tahapan yang dimulai dari:

a. Jembatan Timbang

Di Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit,  jembatan timbang yang dipakai menggunakan sistem komputer untuk mengukur berat (tonase) semua Truk Pengangkut Tandan Buah Sawit (TBS) baik dari Perkebunan Sawit Swasta, perkebunan rakyat (plasma) dan perkebunan pemerintah (PTPN). Jembatan Timbang adalah salahsatu tahapan awal dalam proses pembuatan kelapa sawit menjadi CPO.

Prinsip kerja dari jembatan timbang yaitu kendaraan pengangkut Buah Sawit melewati jembatan timbang lalu berhenti  ± 5 menit, kemudian berat kendaraan pengangkut buah sawit dicatat awal sebelum Tandan Buah Sawit dibongkar dan di sortir, kemudian setelah dibongkar dari kenderaan pengangkut kembali ditimbang, lalu selisih berat awal dan akhir adalah berat TBS yang diterima pabrik kelapa sawit.

Sekilas Rangkuman Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Jembatan Timbang Truk Buah Sawit

b. Penyortiran Buah Sawit

Buah kelapa sawit yang masuk ke Pabrik Kelapa Sawit, kualitas & kematangannya harus  diperiksa  dengan baik. Proses pemeriksaan buah sawit ini sering disebut sortir buah. Jenis buah yang masuk ke Pabrik Sawit pada umumnya jenis Tenera atau  jenis Dura. Kriteria matang panen merupakan faktor yang sangat penting dalam pemeriksaan kualitas buah sawit di stasiun penerimaan Buah.

Tingkat Pematangan buah sawit mempengaruhi terhadap rendamen minyak dan ALB (Asam Lemak Buah/ FFA = Free Fatty Acid) yang dapat dilihat pada tabel berikut :

Kematangan buah Rendemen minyak (%) Kadar ALB (%)
Buah mentah 13 – 17 1,6 – 2,8
Setengah matang 18 – 24 1,7 – 3,3
Buah matang 25 – 31 1,8 – 4,4
Buah lewat matang 27 – 31 3,8 – 6,1

Setelah   penyortiran, buah sawit   tersebut   dimasukkan   ke tempat   penimbunan sementara  (  Loading  ramp  )  lalu  diteruskan  ke  stasiun  perebusan sawit ( Palm Oil Sterilizer ).

 

Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Sortir Buah Sawit

c. Proses Perebusan buah Sawit (Sterilizer)

Lori buah yang telah diisi Tandan Buah Segar dimasukan ke dalam sterilizer dengan memakai capstan. Sterilizer saat ini ada berbagai model:

  • Sterilizer Horizontal (konvensional)
  • Vertical Sterilizer
  • Continuous Sterilizer (CS) – Hak Paten CB-MODIPALM (Malaysia)
  • Oblique Sterilizer
  • Dll

Tujuan perebusan :

  1. Mengurangi peningkatan asam lemak bebas (ALB/FFA)
  2. Mempermudah proses pelepasam buah sawit pada threser
  3. Menurunkan kadar air buah sawit
  4. Melunakkan daging buah sawit, sehingga daging buah sawit mudah lepas dari biji (nut)

Bila poin ke-2 tercapai secara efektif, maka semua poin-poin yang lain akan tercapai juga. Sterilizer horizontal (konvensional) memiliki bentuk panjang 26 m dan diameter pintu 2,1 m. Dalam sterilizer dilapisi Wearing Plate dengan tebal  10 mm yang mempunyai fungsi untuk menahan steam, dibawah sterilizer terdapat lubang yang gunanya untuk proses membuang air kondesat agar proses pemanasan di dalam sterilizer tetap seimbang.

Dalam proses perebusan minyak yang terbuang± 0,8 % . Dalam melakukan proses perebusan diperlukan uap untuk memanaskan sterilizer yang disalurkan dari boiler. Uap yang masuk ke sterilizer 2,7 -3 kg/cm2 , dengan suhu 140° C dan direbus selama 90 menit.

 

Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Horizontal Sterilizer Pabrik Kelapa Sawit

d. Proses Penebah (Threser Process)

ada beberapa alat/mesin disini:

  • Hoisting Crane (jika memakai rebusan horizontal)                                   Fungsi dari Hoisting Crane adalah untuk mengangkat lori buah sawit dan menuangkan isi lori buah sawit ke bunch feeder (hooper). Dimana lori yang diangkat tersebut berisi Tandan Buah Sawit yang sudah direbus.
  • Threser (Bantingan)                                                                                                 Fungsi dari Thresing adalah untuk melepaskan buah sawit dari janjangannya (tandan sawit) dengan cara mengangkat dan membantingnya serta mendorong janjang kosong (tandan kosong sawit)  ke empty bunch conveyor (konveyor tandan kosong sawit).
  • Proses Pengempaan (Pressing Process)
    Proses Kempa adalah  dimulai dari pengambilan minyak dari buah Kelapa Sawit dengan jalan pelumatan (di mesin digester) dan pengempaan (di mesin screw press sawit). Baik buruknya pengoperasian peralatan mempengarui efisiensi pengutipan minyak. Proses ini terdiri dari :
  • Digester
    Setelah buah pisah dari janjangan (tandan sawit), lalu buah dikirim ke Digester dengan cara buah masuk ke Conveyor Under Threser yang berfungsi untuk membawa buah sawit ke Fruit Elevator yang fungsinya untuk  mengangkat buah sawit keatas, lalu masuk ke distribusi conveyor (distributing conveyor) yang kemudian menyalurkan buah sawit masuk ke Digester. Di dalam digester tersebut buah atau berondolan yang sudah terisi penuh, akan diputar atau diaduk dengan menggunakan pisau pengaduk (stirring arm) yang terpasang pada bagian   poros   II,   sedangkan   pisau   bagian   dasar   sebagai   pelempar   atau mengeluarkan buah sawit dari digester ke screw press.

Fungsi Digester :                                                                               1.Melumatkan daging buah sawit                                                       2.Memisahkan daging buah sawit dengan biji (nut)                                 3.Mempersiapkan Feeding ke dalam mesin screw Press                                 4.Mempermudah proses pengepresan minyak di mesin screw Press PKS     5. Proses pemanasan / melembutkan buah sawit

Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Digester Pabrik Sawit
  • Screw Press (mesin kempa ulir sawit)
    Fungsi dari Mesin Screw Press dalam proses produksi kelapa sawit
    adalah untuk memeras berondolan buah sawit yang telah dicincang, dilumat di digester untuk mendapatkan minyak kasar. Buah – buah sawit yang telah diaduk secara bertahap dengan bantuan pisau – pisau pelempar dimasukkan kedalam feed screw conveyor dan mendorongnya masuk ke dalam mesin kempa ulir sawit ( palm oil twin screw press ). Oleh adanya tekanan screw yang ditahan oleh cone, berondolan buah sawit tersebut diperas sehingga melalui lubang – lubang press cage, minyak  dipisahkan  dari  serabut  dan  biji.  Selanjutnya  minyak  menuju  stasiun klarifikasi (clarification station) , sedangkan ampas (cake) dan biji (nut) masuk ke stasiun kernel.
Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Screw Press / Kempa Ulir Sawit

Cara Kerja Mesin  Screw Press (Kempa Ulir Sawit)
Motor listrik adalah sumber gerakan yang berfungsi untuk menggerakkan mesin screw press sawit ( double screw press). Screw press Kelapa Sawit dihidupkan melalui Control panel (panel kendali)  sekaligus sistem  hidroliknya, lalu  dimasukkan  air  panas (hot water)  dengan  suhu  90°C  melalui  pipa masuk (pipe inlet). Motor listrik akan memutar pulley (puli) melalui poros motor dengan daya 30 Kw dengan putaran 1475 rpm (untuk kapasitas screw press 15 Ton per jam) .Pulley akan menggerakkan sabuk penghantar putaran ke pulley yang terpasang pada poros (as) yang menghubungkan ke gear reducer (gearbox) ,dan gear reducer(gearbox) digerakkan poros utama yang dihubungkan dengan kopling (coupling) .Poros (as) utama  menggerakkan  roda  gigi (gear)  perantara  yang  mengakibatkan kedua poros berulir akan bergerak berlawanan arah dengan putaran yang sama.

Pada ujung ulir terdapat dua buah konis (conical) yang digerakkan dengan bantuan sistem hidrolik dengan gerakan maju-mundur (forward/backward) sesuai dengan tekanan yang dibutuhkan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil pengepresan dan tekanannya sebesar 30-50 bar.

Minyak sawit yang dihasilkan oleh mesin press dialirkan ke oil vibrating screen (mesin ayakan getar) dan kemudian dialirkan ke crude oil tank untuk diproses lebih lanjut,sedangkan serabut (fibre) dan biji buah sawit(nut) yang masih mengandung 4% minyak dialirkan ke cake breaker conveyor (CBC) untuk proses selanjutnya. Motor listrik memutar poros screw press yang di reduksi (dikurangkan) oleh gearbox dan  putarannya dari 1475 rpm menjadi 12 rpm.

Kapasitas   mesin screw   press   yang   direncanakan   harus   sesuaikan   dengan kapasitas olahan pabrik sawit. Dalam menentukan kapasitas mesin screw press sawit yang akan dipergunakan , maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain :

  1. Sebelum kelapa sawit masuk kedalam screw press , massa awal buah kelapa sawit telah berkurang. Hal ini disebabkan karena berlangsungnya proses penebahan pada mesin thresher / stripper / bantingan. Massa sawit yang berkurang yang dimaksud adalah berupa tandan kosong sawit yang dipindahkan dengan konveyor.
  2. Untuk dapat memperoleh hasil pressing yang baik ,maka perlu diperhatikan  mesin screw  press  harus  dalam  keadaan  selalu penuh. Kondisi ini dibutuhkan untuk memperoleh efisiensi yang lebih baik dari penekanan terhadap buah sawit, sebab jika banyak ruang kosong pada saat  penekanan maka hasilnya tidak maksimal.

Motor  listrik  sebagai  sumber  gerakan  yang  berfungsi  untuk  menggerakan mesin double screw press   dihidupkan melalui panel kendali sekaligus sistem hidroliknya, lalu dimasukkan air panas dengan suhu 90°C melalui pipa masuk (pipe inlet). Motor listrik hidup memutar pulley melalui poros motor dengan daya 22 Kw (untuk mesin screw press kapasitas 15 Ton/jam) dan putaran 1450 rpm. Pulley menggerakkan V-belt (sabuk ) menghantarkan putaran ke pulley yang terpasang pada poros yang menghubungi ke gearbox, dari gearbox digerakan poros utama yang dihubungkan dengan kopling. Poros  (As) utama menggerakan roda gigi perantara sehingga mengakibatkan kedua poros berulir akan bergerak berlawanan arah dangan putaran yang sama.

Detail Kerja Mesin Screw Press                                                                          Prinsip kerja ekstraksi minyak melalui mesin screw press ini adalah dengan menekan bahan lumatan dalam tabung yang berlubang dengan alat ulir yang berputar sehingga minyak dapat keluar lewat lubang-lubang press cage. Besarnya tekanan di kempa ini dapat diatur secara elektris dan tergantung dari volume bahan yang akan di press. Mesin Kempa Ulir Sawit (screw press) ini terdiri dari sebuah selinder yang berlubang lubang didalam terdapat sebuah ulir yang berputar. Tekanan kempa ulir diatur oleh dua buah kerucut (konis) berada pada kedua ujung pengempa, yang bergerak maju mundur secara hidrolik. Tekanan hidrolik  sekitar  50  –  70  kg  /  cm3   mengakibatkan  ampas  basah. Kehilangan      minyak (oil losses)   pada   ampas (cake)   dan   biji (nut)  akan mempengaruhi pada proses stasiun selanjutnya, ampas (cake) yang basah akan mengakibatkan pembakaran di dalam dapur Boiler tidak sempurna. Tekanan yang terlalu  tinggi misalnya 70 kg / cm3  akan mengakibatkan kehilangan inti  (kernel losses) yang tinggi sehingga keseimbangan dalam mesin ini sangat diperlukan. Hal yang perlu deperhatikan adalah ampas kempa (press cake) yang keluar harus merata  dalam  arti  tidak  terlalu  basah  dan  tidak  terlalu  kering,  jika  terjadi gangguan / kerusakan, sehingga mesin screw press harus berhenti untuk waktu yang lama maka untuk mencegah hal – hal yang tidak diiginkan, mesin screw press harus selalu di periksa dan menjalankan perawatan rutin (berkala) pada screw press.

Kecepatan putar mesin Kempa Ulir harus disesuaikan dengan kapasitas Tandan Buah Segar (buah sawit) yang akan dipress, dengan tujuan agar efisiensi proses pressing lebih maksimal supaya target yang diiginkan perusahaan dapat tercapai sesuai dengan ketentuan – ketentuan yang diterapkan oleh PKS sesuai proses pengolahan tbs di pabrik kelapa sawit.

Dalam Mesin Screw Press (Kempa Ulir Sawit) ini terdiri sebuah silinder yang berlubang – lubang dan di dalamnya terdapat 2 buah ulir yang berputar berlawanan arah dan tekanan screw press diatur oleh 2 buah konis (cone) berada  pada  bagian  ujung  press,    yang  dapat  digerakan  maju  mundur  secara hidrolik.

Dalam proses pengolahan kelapa sawit di pabrik, Minyak sawit yang keluar dari Feeder Screw dan main Screw ditampung dalam talang minyak (oil gutter) dan untuk mempermudah pemisahan , pengaliran minyak pada Feeder Screw dilakukan injeksi uap dan penambahan air panas (salah satu bagian proses pengolahan kelapa sawit menjadi cpo)
Dalam proses di screwpress ini kita juga perlu ada manajemen proses pengolahan limbah padat kelapa sawit.

e. Proses Pemurnian Minyak (Clarification Station)

Setelah  melewati  proses  Screw  Press  (masih banyak  proses produksi di pabrik  kelapa sawit yang akan dijelaskan dalam artikel lain) maka  didapatlah  minyak kasar / Crude Oil dan ampas press yang terdiri dari fiber. Kemudian Crude Palm Oil masuk ke stasiun klarifikasi dimana proses pengolahannya sebagai berikut :

  • Sand Trap Tank ( Tangki Pemisah Pasir)
    Setelah di press (salah satu proses pabrik sawit) maka Crude Palm Oil yang mengandung air, minyak, lumpur masuk ke Sand Trap Tank. Fungsi dari Sand Trap Tank adalah untuk menampung pasir/manangkap pasir yang ada. Temperatur pada sand trap mencapai 95 °C
  • Vibro Separator / Vibrating Screen (Ayakan Getar)
    Fungsi dari Vibro Separator adalah untuk menyaring Crude Oil dari serabut – serabut (fiber) yang dapat mengganggu proses pemisahan minyak. Sistem kerja mesin penyaringan itu sendiri dengan sistem getaran – getaran (simetris) , dan pada Vibro kontrol perlu penyetelan pada bantul yang di ikat pada elektromotor supaya Getaran berkurang dan  pemisahan lebih efektif.
  • Continuous Settling Tank (CST) / Vertical Clarifier Tank (VCT)
    Fungsi  dari  Continuous Settling Tank (CST atau sering disebut juga Clarification Settling Tank)  adalah  untuk  memisahkan  minyak,  air  dan kotoran (Non Oily Solid / NOS) secara gravitasi. Dimana minyak dengan berat jenis yang lebih kecil dari 1 akan berada pada lapisan atas dan air dengan berat jenis = 1 akan berada pada lapisan tengah sedangkan Non Oily Solid (NOS ) dengan berat jenis lebih besar dari 1 akan berada pada lapisan bawah.

Fungsi Skimmer dalam CST adalah untuk membantu mempercepat pemisahan minyak dengan cara mengaduk (stirring) dan memecahkan padatan serta mendorong lapisan minyak yang mengandung lumpur (Sludge). Temperatur yang cukup (95 °C) akan memudahkan proses pemisahan ini.

Prinsip kerja didalam CST  dalam proses pengolahan pada pabrik kelapa sawit adalah dengan menggunakan prinsip keseimbangan antara larutan yang berbeda berat jenis. Prinsip bejana bertekanan diterapkan dalam mekanisme kerja di CST (continuous settling tank) sesuai alur proses produksi pabrik kelapa sawit.

Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Bagan Kerja CST
  • Oil Tank                                                                                                            Fungsi dari Oil Tank adalah sebagai tempat sementara Oil sebelum diolah  oleh  Purifier.  Proses Pemanasan  dilakukan  dengan  menggunakan  Steam  Coil (koil pemanas) untuk mendapatkan temperatur yang diinginkan yakni 95° C. Kapasitas Oil Tank bermacam macam tergantung kapasitas PKS.
  • Oil Purifier (Pemurni Minyak)                                                                               Fungsi  dari  Oil  Purifier (pemurni minyak)  adalah  untuk  mengurangi  kadar  air  dalam minyak sawit dengan prinsip kerja sentrifugal. Pada saat alat ini dilakukan proses diperlukan temperatur suhu sekitar  95o C.
  • Vacuum Dryer                                                                                                 Fungsi dari Vacuum Dryer dalam proses produksi kelapa sawit menjadi cpo adalah untuk mengurangi kadar air dalam minyak produksi. Cara kerjanya sendiri adalah minyak disimpan dalam bejana   melalui   nozzle/ Nozel.   Suatu   jalur   re-sirkulasi   dihubungkan   dengan   suatu pengapung didalam bejana supaya jikalau ketinggian permukaan minyak menurun pengapung akan membuka dan men-sirkulasi minyak kedalam bejana.
  • Sludge Tank (Tangki Lumpur)
    Fungsi dari Sludge Tank adalah tempat tampung sementara sludge ( bagian dari minyak kasar yang terdiri dari padatan dan zat cair) sebelum diolah oleh sludge seperator / sludge centrifuge (low speed separator). Pemanasan dilakukan dengan menggunakan sistem injeksi untuk mendapatkan temperatur yang dinginkan yaitu sekitar 95° C.
  • Sand Cyclone / Pre- cleaner                                                                         Fungsi dari Sand Cyclone adalah untuk menangkap pasir yang terkandung dalam sludge (lumpur) dan untuk memudahkan proses selanjutnya.
  • Rotary Brush Strainer ( Saringan Berputar)                                                       Fungsi dari Rotary Brush Strainer adalah untuk mengurangi serabut yang terdapat pada sludge (lumpur) sehingga tidak mengganggu kerja Sludge Separator / Sludge Centrifuge. Brush Strainer ini terdiri dari saringan  dan sikat (besi) yang berputar.
  • Sludge Separator / Low Speed Sludge Centrifuge
    Fungsi dari Sludge Seperator / Low Speed Sludge Centrifuge adalah untuk mengambil minyak yang masih terkandung dalam sludge dengan prinsip gaya sentrifugal. Dengan gaya sentrifugal, minyak yang berat jenisnya (BJ) lebih kecil akan bergerak menuju poros dan terdorong keluar melalui sudut – sudut ruang tangki pisah (separating tank). Sludge Separator ada terdiri atas : Low Speed (sering disebut juga Sludge Centrifuge) dan High Speed Separator. Mesin ini adalah salah satu bagian dari mesin untukproses pengolahan limbah pabrik kelapa sawit / proses pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit.
  • Storage Tank (Tangki Timbun CPO)                                                                 Fungsi  dari  Storage  Tank (Tangki Timbun)  dalam proses pengolahan kelapa sawit sampai menjadi cpo adalah  untuk  penyimpanan  sementara minyak   produksi   yang   dihasilkan   sebelum   dikirim.   Storage   Tank   harus rutin dibersihkan secara terjadwal dan pemeriksaan kondisi Steam Oil harus dilakukan secara rutin supaya temperatur nya terjaga, selain itu apabila terjadi kebocoran pada pipa Steam Oil dapat mengakibatkan naiknya kadar air pada CPO dan terganggunya proses pengolahan pabrik minyak kelapa sawit / proses produksi industri kelapa sawit
Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Tangki Timbun CPO

f. Proses Pengolahan Biji ( Kernel Station )  

Sudah dijelaskan bahwa  setelah pengepresan akan menghasilkan   Crude Oil dan Fiber. Fiber tersebut akan masuk ke stasiun Kernel (alur proses pengolahan pabrik kelapa sawit), dibawah ini ada beberapa alat dalam proses pengolahan biji (salah satu proses pengolahan kelapa sawit menjadi pko):

  • Cake Breaker Conveyor (CBC)
    Kegunaan dari Cake Breaker Conveyor adalah untuk membawa dan memecahkan gumpalan Cake dari stasiun Press (mesin screw press) ke depericarper.
  • Depericarper                                                                                                               Kegunaan dari Depericarper adalah untuk memisahkan fiber dengan nut dan membawa fiber untuk menjadi bahan bakar boiler (ketel uap). Fungsi kerjanya adalah tergantung pada berat massa, yang berat massanya lebih ringan (fiber) akan terhisap oleh fan / blower. Yang massanya lebih berat (nut) akan masuk menuju ke Nut Polishing drum.

Fungsi dari Nut Polishing Drum adalah :

  1. Membersihkan biji (nut) dari serabut – serabut yang masih melekat
  2. Membawa nut (biji) dari Depericarper ke Nut transport
  3. Memisahkan nut (biji) dari sampah (dirt)
  4. Memisahkan gradasi nut (biji)

 

  • Nut Silo                                                                                                           Fungsi  dari  Nut  Silo  adalah  tempat  penyimpanan  sementara  nut (biji) sebelum diolah pada proses berikutnya. Bila proses pemecahan nut (biji) dengan menggunakan   mesin nut   Cracker / Ripple Mill,    maka   nut   silo  harus   dilengkapi   dengan   sistem pemanasan (Heater)
  • Riplle Mill (Nut Cracker)                                                                              Fungsi dari riplle Mill adalah untuk memecahkan nut (biji) . Pada Ripple Mill terdapat rotor rod bagian yang berputar serta Ripple Plate bagian yang diam. Nut (biji sawit) masuk diantara rotor dan Ripple Plate sehingga saling berbenturan dan memecahkan cangkang dari nut (biji sawit).
Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Ripple Mill / Nut Cracker
  • Claybath                                                                                                           Fungsi dari Claybath adalah untuk memisahkan cangkang dan inti sawit pecah (broken kernel) yang besar dan beratnya hampir sama. Proses pemisahan dilakukan berdasarkan kepada perbedaan berat jenis (BJ) . Bila campuran cangkang dan inti dimasukan kedalam suatu cairan yang berat jenisnya diantara berat jenis cangkang dan inti maka untuk berat jenisnya yang lebih kecil dari pada berat jenis larutan akan terapung diatas dan yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam. Kernel (inti sawit) memiliki berat jenis lebih ringan dari pada larutan kalsium karbonat sedangkan cangkang berat jenisnya lebih besar.
Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Bagan Kerja Claybath
  • Hydro Cyclone                                                                                                Fungsi dari Hydro Cyclone adalah:                                                                  1. Mengutip kembali inti yang terikut dalam cangkang                    2. Mengurangi loses (inti cangkang) dan kadar kotoran (dirt)
  • Kernel Tray Dryer                                                                                                   Fungsi dari Kernel Tray Dryer adalah untuk mengurangi kadar air (moisture content) yang terkandung dalam inti produksi. Jika kandungan air tinggi pada inti (kernel)  akan mempengaruhi nilai penjualan, karena jika kadar air tinggi maka ALB (Asam Lemak Bebas / Free Fatty Acid)  juga tinggi. Pada Kernel Silo ada 3 tingkatan yaitu atas 70 derajat celcius, tengah 60 derajat celsius, bawah 50 derajat celcius. Pada sebagian Pabrik Sawit ada yang menggunakan sebaliknya yaitu atas 50 derajat, tengah 60 derajat celsius, dan bawah 70 derajat celcius.
Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Kernel Silo PKS
  • Kernel Storage                                                                                                Fungsi dari Kernel Storage (Penyimpanan Inti) ini adalah untuk tempat penyimpanan inti produksi sebelum dikirim keluar untuk dijual. Kernel Storage pada umumnya berupa bulk Kernel silo yang seharusnya dilengkapi dengan fan / blower agar uap yang masih terkandung dalam inti (kernel) dapat keluar dan tidak menyebabkan kondisi dalam Storage lembab yang pada akhirnya menimbulkan jamur pada Inti (kernel).

Di artikel lain, juga akan dijelaskan proses pembuatan kelapa sawit menjadi minyak goreng (proses pengolahan kelapa sawit menjadi minyak goreng)

Merek Mesin Proses Pengolahan Kelapa Sawit yang ada di Pasaran

Produsen mesin proses pengolahan kelapa sawit pada awalnya banyak dari Negara Malaysia, tapi sekarang juga sudah ada beberapa produsen yang jual mesin proses pengolahan kelapa sawit berasal dari negara Indonesia. Contoh beberapa merek mesin Proses pengolahan  minyak kelapa sawit yang ada di Pabrik Sawit: CB – MODIPALM, Wang Yuen, KIEN SENG, MSB, GS, APINDO, LAJU, SWF Krantechnik, DEMAG CRANE, KONECRANES, US (UNIVERSAL STEEL), UVE (UNIVESSEL), Alfa Laval, Westfalia, PMT, DONG YUAN, Muarban Lee (MBL), Khun Heng-YKL, M-Vance, SWECO, AMKCO, JINSHENG, TAPIS, VIBRECON, GALAXY SIVTEK, TECHNO, VG, PHOENIX, NOVENCO, EMI, ROLEK / Boleh Peca / SUPER Cracker, KEW Cracker,RENOLD, BROOK ANDELL, TSUBAKI, OMEGA, REXTON, MAX CHAIN, SEW, FLENDER, ELECON, BREVINI, MOLLER, SUMITOMO, ELECTRIM, TECO, EAST FORCE, NOVENCO, NORDISK, CHICAGO, PHOENIX,  ENMIN, ERIEZ, NADROWSKI, KKK, ELLIOTT, SHINKO, DRESSERRAND, dll,

Mengenal Prinsip Kerja Turbin Uap Kelapa Sawit

Di dalam suatu industri pabrik kelapa sawit, memang dibutuhkan suatu alat seperti steam sebanyak 700 kg per ton TBS untuk melakukan suatu perebusan dari tandan buah segar. Dengan demikian kapasitas sterilizer ini sendiri 60 ton per jamnya membutuhkan steam sebanyak 42.000kg steam per jamnya. Oleh karena itulah di dalam suatu pabrik kelapa sawit menggunakan suatu pembangkit listrik yang mana menggunakan siklus tertutup. Boiler sendiri berfungsi untuk memanaskan air untuk bisa membangkitkan listrik dengan cara menggunakan turbine kelapa sawit. Kemudian untuk steam yang merupakan sisa dari turbin dimanfaatkan sebagai proses perebusan pada sterilizer. Kemudian untuk steam dari sisa sterilizer tersebut nantinya akan dibuang. Dengan demikian kebutuhan air yang dibutuhkan memang sangat banyak. Pemakaian air di pabrik kelapa sawit secara normal sendiri adalah 1 m3 per kg nya.

Prinsip Kerja Turbin Uap Kelapa Sawit

Turbin uap kelapa sawit sendiri pada dasarnya adalah suatu mesin penggerak yang mana mengubah energi yang terkandung di dalam uap secara langsung menjadi gerak putar di poros. Uap tersebut nantinya setelah melalui proses yang dikehendaki, maka uap yang sudah dihasilkan dari proses tersebut bisa digunakan untuk memutar alat turbin tersebut melalui alat pemancar dengan kecepatan yang relatif. Kecepatan relatif tersebut nantinya akan membentur sudu penggerak, dengan demikian bisa menghasilkan suatu putaran. Uap yang keluar memancar dari nosel tersebut kemudian diarahkan ke sudu – sudu turbin yang memiliki bentuk seperti lengkungan dan juga dipasang pada sekeliling roda dari turbin. Uap tersebut nantinya akan mengalir melalui banyak celah yang terdapat di antara bagian sudu turbin tersebut kemudian dibelokkan ke arah yang mengikuti lengkungan sudu turbin. Perubahan dari kecepatan uap tersebut menimbulkan gaya yang mendorong kemudian memutar roda dan juga poros. Jika uap tersebut masih memiliki kecepatan pada saat lewat pada sudu turbin, itu berarti hanya sebagian yang memiliki energi sintetis dari uap yang mana diambil oleh sudu – sudu turbin yang sedang berjalan. Agar energi kinetis yang masih ada pada saat meninggalkan bagian sudu turbin dapat dimanfaatkan, maka pada turbin tersebut dipasang lebih dari sebaris sudu untuk gerak. Namun sebelum memasuki baris kedua dari sudu gerak, maka di antara baris pertama dan juga baris kedua dari sudu gerak tersebut akan dipasang satu baris sudu tetap yang memiliki fungsi untuk bisa merubah arah dari kecepatan uap. Hal tersebut bertujuan agar uap tersebut bisa masuk ke dalam baris kedua sudu gerak dengan arah yang lebih tepat. Kecepatan dari uap tersebut pada saat meninggalkan bagian sudu gerak yang terakhir tentu saja harus bisa dibuat sekecil mungkin, dengan tujuan energi kinetis yang ada bisa dimanfaatkan dengan baik. Dengan demikian tentu saja efisiensi dari turbin sawit akan menjadi lebih tinggi yang disebabkan oleh kehilangan energi yang relatif kecil.

Jenis Dan Harga Turbin Uap Kelapa Sawit

Berbicara mengenai turbin kelapa sawit, mesin tersebut juga memiliki beberapa jenis yang mana dibedakan dari beberapa kategori. Contohnya saja seperti berdasarkan transformasi dari energi, kemudian juga berdasarkan tekanan uap yang keluar dari turbin, lalu berdasarkan tekanan uap yang masuk dari turbin, berdasarkan pengaturan uap yang masuk ke dalam turbin, lalu berdasarkan aliran uap, berdasarkan pemakaian pada bidang industri dan juga berdasarkan tipenya. Sedangkan untuk harga turbin kelapa sawit, tentu saja tergantung dari jenis, merk dan juga kualitasnya. Semakin bagus kualitasnya tentu saja akan semakin mahal. Namun biasanya harganya sendiri dibanderol ratusan juta rupiah sampai milyaran rupiah.

EPDM Rubber Packing, Salah Satu Jenis Gasket yang Memiliki Banyak Keunggulan

EPDM packing adalah salah satu jenis gasket yang memiliki banyak keunggulan. Adapun gasket sendiri adalah lapisan yang digunakan untuk melapisi sambungan antar flange pada proses penyambungan pipa ataupun yang berkaitan dengan mesin. Gasket secara general memiliki fungsi sebagai penghambat kebocoran yang tidak kita inginkan yang terdapat pada sambungan yang berada di bawah lokasi yang memiliki tekanan tinggi. Lebih jauh lagi mengenai gasket, gasket adalah material yang dipasang diantara dua benda dimana dalam benda tersebut terdapat fluida. Dua benda tersebut perlu disambungkan dengan material antara yang akan mencegah dari kebocoran. Dan komponen antara inilah yang disebut dengan gasket.

Ada cukup banyak material gasket, beberapa yang umum diantaranya adalah Viton Gasket yang gasket yang dipakai untuk menyambungkan dua bahan yang didalamnya terdapat asam atau basa, PTFE yang multifungsi dan tahan bahan kimia, graphite gasket yang tahan terhadap cuaca panas, dan EPDM rubber packing yang tahan terhadap bahan kimia, minyak alami, sinar UV dan juga ozon.

Serba-serbi Packing EPDM

EPDM adalah kepanjangan dari Ethylene Propylene Diene Monomer  yang banyak yang banyak diproduksi oleh produsen rubber sheet. EPDM adalah satu dari sekian jenis rubber yang banyak diproduksi sebagai gasket, yaitu viton dan NR atau SBR Rubber Sheet.Packing karet EPDM merupakan elestomer buatan yang fungsi utamanya adalah untuk general purpose packing. EPDM juga biasa ditandai dengan simbol M-class yang merupakan indikasi bahwa rubber ini adalah spesifikasi dari standar ASTM D-1418.

Karakteristik EPDM

Packing karet EPDM dengan kualitas terbaik akan menunjukkan kemampuanya untuk menahan sambungan dari kebocoran akibat cairan hidrolik, senyawa keton, air dingin, air panas, dan juga larutan alkali. Adapun sifat unggul dari packing EPDM ini adalah pada sifat karetnya yang tahan akan panas, cuaca, dan juga lapisan ozone sehingga akan mampu mengontrol benda tersebut dari kebocoran yang disebabkan oleh beberapa hal itu. EPDM dbanyak dipilih sebagai medium penyambung karena awet.

Kelebihan dari EPDM rubber sheet

EPDM rubber sheet banyak dipilih sebagai medium penyambung oleh karena memiliki cukup banyak kelebihan, diantaranya adalah:

  1. Sifat dari EPDM rubber sheet ini tetap terjaga meski banyak berinteraksi dengan perubahan cuaca yang ekstrim ataupun bahan kimia berbahaya. Biasanya, bahan gasket lain tidak sekuat dari material ini sehingga tidak heran jika EPDM rubber sheet banyak dijadikan pilihan.

  2. Costumer bisa memesan EPDM rubber sheet dalam berbagai ukuran sesuai dengan kebutuhan d3an juga pesanan.

  3. Beberapa pihak yang memproduksi EPDM rubber sheet juga akan melengkapi serta menyempurnakan produk yang dihasilkan dengan melakukan pengujian atas produk yang telah diproduksi untuk memastikan kualitas dari produk tersebut. Untuk itu, dapatkan EPDM packing yang diproduksi oleh produsen yang menyediakan layanan tersebut untuk mendapatkan kualitas terbaik.

  4. EPDM yang bermutu tentunya didapatkan dari rubber yang bagus dan diolah dengan cara yang canggih pula. Ini dilakukan untuk mendapatkan produk yang tidak gampang robek, dan memiliki sifat seperti yang diharapkan seperti tahan terhadap cuaca panas, tahan ozone dan UV serta tahan bahan kimia.

  5. Secara lebih spesifik, karet EPDM sebagai bahan dasar dari  gasket EPDM ini dipilih dengan berbagai kualitas, diantaranya adalah:

  • Memiliki umur yang panjang atau tahan lama saat digunakan

  • Memiliki daya tahan yang baik terhadap suhu tinggi maupun suhu rendah

  • Tahan terhadap ozone, oksigen, dan juga cuaca.

  • Tahan terhadap berbagai material bahan kimia

  • Tahan terhadap suhu yang tinggi maupun suhu yang rendah.

Jual packing pintu rebusan akan menyediakan EPDM dengan kualitas unggul dimana karet EPDM biasanya digunakan untuk seal otomotif, belt, mesin cuci, sistem rem hidrolik, barang-barang karet mechanis, tubing dan masih banyak lagi. Packing pintu rebusan dengan bahan karet EPDM akan memberikan banyak kenyamanan bagi Anda sebab bahannya yang awet dan juga sifat-sifat baik yang dimiliki oleh EPDM packing yang menunjang fungsi utamanya sebagai gasket atau material penyambung anti bocor.

Memproduksi Hasil dari Kelapa Sawit dengan Mesin Berteknologi

Sebagai tumbuhan yang menghasilkan minyak yang paling banyak saat diproduksi, buah kelapa sawit menjadi bahan industri yang hasil olahannya dilakukan dengan mesin seperti halnya mesin press pabrik kelapa sawit tersebut telah banyak dikonsumsi oleh hampir di seluruh dunia. Adapun hasil dari minyak yang diolah dari kelapa sawit juga memiliki harga yang cukup terjangkau atau terbilang murah. Tentunya hal ini sangat efisien jika disertai dengan proses pengolahannya yang mudah dan juga praktis, salah satunya yaitu dengan memanfaatkan mesin.

Perkembangan teknologi bukan hanya berputar dalam perkembangan komunikasi juga. Mesin yang canggih sebagai pengolah buah kelapa sawit juga menjadi salah satu teknologi yang terus berkembang hingga saat ini. Dengan menggunakan mesin press pabrik sawit, pengolahan buah kelapa sawit yang segar akan menjadi lebih efektif dari berbagai segi. Mulai dari segi waktu hingga kualitas dari minyak yang dihasilkan oleh kelapa sawit tersebut. Meskipun pada dasarnya kualitas dari minyak kelapa sawit tergantung dari buah segar kelapa sawitnya, akan tetapi selebihnya juga terkait dengan proses pengolahannya tersebut.

Selain menjadi minyak yang digunakan untuk proses memasak makanan, olahan dari kelapa sawit juga bisa digunakan mulai dari kosmetik hingga digunakan untuk sumber dari bahan bakar yang dapat digunakan atau disebut juga sebagai biodiesel. Dengan kondisi iklim yang sesuai dengan pertumbuhan dari tanaman kelapa sawit, menjadikan Indonesia sebagai salah satu penghasil atau yang memiliki industri dalam mengolah kelapa sawit menjadi hasil olahan yang bisa digunakan sehari-harinya.

Industri kelapa sawit di Indonesia

Sejauh ini, kelapa sawit khususnya di Indonesia telah mengalami perkembangan dan juga peningkatan karena permintaan yang berasal secara global yang menandakan bahwa populasi secara global telah memilih untuk menggunakan minyak. Maka tak heran jika kelapa sawit khususnya baik secara perkebunan maupun dari pengolahannya telah menjadi salah satu kunci yang meningkatkan perekonomian dari negara ini. Karena bukan hanya digunakan di dalam negeri saja, ekspor dari minyak kelapa sawit juga dilakukan sebagai salah satu penghasil dari devisa yang sangat penting. Sehingga industri dari kelapa sawit juga menjadi industri yang pabriknya memberikan lapangan pekerjaan.

Adapun proses dari pengolahan yang dilakukan untuk mendapatkan hasil dari minyak kelapa sawit tentunya menggunakan mesin yang canggih dalam soal teknologinya. Nama mesin pabrik kelapa sawit juga kadangkala menjadi acuan untuk mendapatkan mesin dengan teknologi yang baik. Mengolah buah kelapa sawit harus dilakukan dengan berbagai tahapan atau langkah yang dilakukan agar mendapatkan hasil yang lebih optimal juga.

Pertama yaitu dari proses penyortiran buah kelapa sawit yang dengan kata lain menilai kualitas dari buah kelapa sawit, mana yang baik dan juga mana yang buruk.

Kedua dengan melewati tahap perebusan buah kelapa sawit untuk menurunkan tingkat dari keasaman khususnya dari lemak bebas dan juga mengurangi kadar dari air. Hal ini juga dilakukan untuk memisahkan antara biji dan juga buahnya.Ketiga dengan dan selanjutnya hingga mencapai klarifikasi di mana proses pemisahan hingga presan untuk mengambil minyak dari buahnya dilakukan. Yang kemudian mencapai pada penyaringan untuk mendapatkan minyak murni.

Menggunakan mesin untuk melakukan proses dari pengolahan kelapa sawit hingga mendapatkan minyak murni juga perlu dilakukan perawatan mesin pabrik kelapa sawit. Hal ini tentunya bertujuan agar mesin tidak berkarat yang nantinya akan membahayakan kandungan dari minyak kelapa sawit tersebut. Penyusutan mesin pabrik kelapa sawit juga perlu untuk dihindari untuk melancarkan proses pengolahan tersebut.

Industri Kelapa Sawit dengan Pegolahan Menggunakan Mesin

Perkembangan khususnya dalam dunia bisnis dengan berbahan industri kelapa sawit terus meningkat, terlebih lagi pengolahan di pabrik kelapa sawit menggunakan alat modern dengan mesin pada pabrik kelapa sawit. Dengan meningkatnya perkembangan dari industri kelapa sawit tersebut, meningkatkan juga investasi dari industri kelapa sawit. Tentunya, sebuah perkembangan industri atau pabrik harus didukung juga oleh beragam jenis hal yang mendukung kelancaran dari produksi kelapa sawit tersebut. Salah satunya yaitu hasil dan juga kualitas yang nantinya didapatkan dari pengolahan kelapa sawit.

Dukungan yang dapat membantu mengefektifkan dalam pengolahan buah kelapa sawit salah satunya yaitu dengan menggunakan mesin canggih yang telah modern. Hal ini bukan hanya sekedar untuk mendapatkan hasil dari minyak kelapa sawit saja, akan tetapi dengan menggunakan mesin pabrik minyak kelapa sawit juga akan membuat waktu produksi lebih cepat dan juga efektif. Sehingga lebih cepat dalam menghasilkan dan juga melakukan pemasaran. Jika hal tersebut telah berlangsung, maka keuntungan yang besar juga bisa didapatkan.

Pengolahan buah kelapa sawit di pabrik atau dunia industri

Kelapa sawit sejatinya diolah untuk menghasilkan minyak yang bisa digunakan khususnya untuk kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan mesin pabrik sawit, buah kelapa sawit akan menghasilkan minyak nabati yang umumnya digunakan sebagai minyak untuk keperluan memasak. Penyediaan dari biofuel telah memberikan dorongan akan banyaknya permintaan dari minyak nabati yang sumbernya tentunya berasal dari buah kelapa sawit.

Kelapa sawit sendiri dikatakan memiliki potensi yang sangat tinggi dalam menghasilkan minyak, karena dapat mencapai hingga kurang lebih sekitar tujuh ton banyaknya. Hasil tersebut dapat diambil dalam setiap per hektarnya dan ini merupakan hasil yang cukup tinggi. Bahkan juga dapat dikatakan lebih tinggi jika dibandingkan dengan kedelai yang hanya dapat diambil sebanyak tiga ton per hektarnya.

Dukungan lain juga terdapat dari alam Indonesia sendiri yang memang memiliki banyak potensi khususnya untuk pengembangan dari perkebunan kelapa sawit yang termasuk juga dari industri kelapa sawit tersebut. Hal ini dikarenakan adanya cadangan lahan yang berpotensi untuk penanaman tanaman kelapa sawit hinggaadanya tenaga kerja dan juga agroklimat yang terbilang sesuai. Tentunya, dukungan dari mesin pabrik, baik itu dalam skala besar maupun juga kecil dengan menggunakan mesin pabrik kelapa sawit mini tetap akan menjadi bantuan untuk proses dari tahapan pengolahan buah kelapa sawit tersebut.

Adapun proses dari pengolahan kelapa sawit khususnya yang berkaitan dengan secara kimianya tentu harus melewati langkah-langkah dari proses yang harus dilakukan yang tetap menggunakan mesin pabrik sawit;

Pertama buah kelapa sawit yang segar dipanen dari kebun kemudian yang tentunya diangkut ke tempat pabrik dari minyak sawit. Penimbangan juga harus dilakukan yang nantinya berkaitan dengan kualitas dari minyak kelapa sawit yang akan dihasilkan. Karena sebenarnya kualitas dari minyak juga tergantung dengan kualitas dari buah kelapa sawit yang seringkali disebut sebagai TBS atau Tandan Buah Segar.

Sedangkan pengolahan adalah alat dukungan lainnya yang juga menentukan kualitas dari minyak. Dengan kata lain, TBS memang menentukan kualitas dari hasil yang didapatkan, selebihnya lagi yaitu proses dari pengolahan adalah faktor yang mempengaruhinya. Di mana kualitas minyak yang dihasilkan akan lebih baik lagi atau tidaknya, yaitu melalui proses pengolahan tersebut. Mulai dari perebusan hingga untuk mendapatkan minyak murni dari kelapa sawit semuanya dilakukan dengan mesin canggih sekalipun dengan mesin pabrik sawit mini.

Pengolahan Buah Kelapa Sawit

Kelapa sawit menjadi salah satu aset yang dimiliki oleh Indonesia sebagai penghasil yang menjanjikan keuntungan, namun tentunya buah dari kelapa sawit tersebut harus melalui proses pengolahan sehingga membutuhkan mesin di pabrik kelapa sawit. Proses dari pengolahan tersebut juga umumnya memiliki langkah-langkah yang cukup panjang. Selain itu juga, setiap langkah untuk menghasilkan minyak dari kelapa sawit membutuhkan beragam jenis mesin yang bekerja sesuai dengan fungsi dan tahapan dari proses pengolahan kelapa sawit tersebut.

Indonesia sendiri memiliki perkebunan kelapa sawit yang cukup luas. Sehingga menjadi salah satu bahan industri yang memiliki hasil olahan yang diperlukan untuk kehidupan manusia sehari-hari. Mulai dari minyak kelapa sawit yang dibutuhkan untuk memasak makanan hingga sebagai biodiesel untuk kendaraan bermotor misalnya. Sehingga kelapa sawit memiliki industri yang cukup berkembang khususnya di Indonesia sendiri.

Mengolah kelapa sawit dengan mesin pengolah

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, untuk memproduksi kelapa sawit menjadi bahan yang dibutuhkan untuk sehari-hari maka buahnya membutuhkan proses pengolahan. tentunya, proses pengolahan tersebut tidak akan terlepas dari mesin yang digunakan karena memang membutuhkan mesin industri kelapa sawit untuk memiliki hasilnya. Adapun langkah-langkah atau tahapan untuk memproses kelapa sawit misalnya menjadi minyak kelapa sawit dengan menggunakan mesin di pabrik sawit secara singkatnya yaitu sebagai berikut;

  1. Menerima buah; yang biasanya melalui jembatan timbang dengan ukuran besar. Jembatan timbang ini juga memiliki sebuah alat yang berguna untuk mencatat timbangan. Selain itu juga membutuhkan alat penimbun dari tandan yang memiliki sekat sebanyak dua belas kamar dan dapat menampung sepuluh ton tiap kamarnya. Adapun keranjang buah dan juga alat lainnya yang dapat menarik buah kelapa dengan mencapai satu setengah ton.

  2. Memasuki stasiun rebusan; yang memiliki dua bagian yaitu ketel rebusan dan blowd off slincer. Ketel rebusan tentunya berfungsi untuk merebus buah kelapa sawit sedangkan blowd off sendiri merupakan bagian pengurasan atau pembuangan udara saat proses tersebut berlangsung.

  3. Memasuki stasiun bantingan; di mana terdapat hoisting crane di mana keranjang yang telah di isi dari tandan yang telah direbus tersebut kemudian memasuki ke mesin bantingan. Di sinilah buah kelapa sawit yang telah direbus melewati proses bantingan di mana terdapat pemisahan dengan tandan atau bagian yang harus dibuang dan juga diambil melalui proses atau mesin ini.

  4. Stasiun presan; ada bagian mesin yang harus dilewati selanjutnya oleh kelapa sawo. Biasanya terdapat pembagian dari buah kelapa sawit di dalam ketel aduk. Di bagian mesin ini juga hasil olahan dari kelapa sawit yang berupa minyak dipisahkan antara minyak kotor dan juga minyak murni. Sehingga di mesin inilah dilakukan penyaringan dari minyak kelapa sawit tersebut.

  5. Stasiun klarifikasi; di mana terdapat dua buah tangka yang menampung hasil olahan dari kelapa sawit. Selain itu juga terdapat perlengkapan lainnya yang mendukung proses pengolahan tersebut.

Mesin mesin pabrik kelapa sawit sebenarnya masih banyak lagi dan juga beragam. Selain itu juga, setiap mesin tentunya memiliki nilai masing-masing yang sesuai fungsinya. Dan meskipun seperti mesin-mesin yang berbeda satu sama lain, namun tentunya setiap mesin tersebut saling berhubungan satu sama lain. Hal ini dikarenakan setiap melewati satu mesin olahan maka harus melewati mesin olahan lainnya agar menghasilkan kualitas yang baik dari olahan kelapa sawit tersebut. Itulah sekilas dari beragam jenis mesin pengolah hingga mesin digester pabrik kelapa sawit.

Mengenal Beragam Jenis Mesin Pengolah Kelapa Sawit

Mengenali beragam jenis mesin yang digunakan untuk mengolah kelapa sawit tentunya menjadi hal yang penting bagi para produsen kelapa sawit, mulai dari harga hingga merk mesin pabrik kelapa sawit akan menjadi hal yang di pertimbangkan. Selain itu juga, mengenali beragam jenis dari mesin untuk mengolah kelapa sawit juga adalah salah satu cara untuk menganalisis kebutuhan dari proses pengolahan agar dapat mengefektifkan tahapan-tahapan dari proses tersebut dari berbagai segi. Mulai dari segi waktu hingga hasil dan juga kualitas yang nantinya didapatkan.

Beragam jenis mesin yang dibutuhkan untuk mengolah kelapa sawit

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, mesin untuk membuat atau mengolah kelapa sawit terdiri dari berbagai jenis atau bagian-bagian yang memiliki fungsi tersendiri. Tentunya, beberapa jenis atau bagian dari mesin tersebut memiliki harga yang cukup tinggi. Sehingga tak jarang jual mesin pabrik kelapa sawit juga menjadi salah satu peluang bisnis yang dilakukan.

Kisaran harga dari mulai mesin untuk menghancurkan hingga mesin boiler pabrik kelapa sawit tentunya seharga jutaan hingga puluhan juta. Namun yang terpenting sebelum benar-benar membeli mesin untuk mengolah kelapa sawit, hal yang juga tak kalah penting adalah mengetahui beberapa dari bagian mesin yang harus dimiliki untuk melakukan pengolahan tersebut, atau memproduksi minyak dari kelapa sawit tersebut. Berikut beberapa fungsi dari mesin untuk pengolah kelapa sawit yang dibutuhkan di antaranya yaitu;

  1. Mesin yang digunakan sebagai tahap pertama dari penerimaan buah kelapa sawit. Dalam tahap ini, beberapa mesin yang dibutuhkan seperti halnya jembatan untuk timbang yang memiliki kapasitas hingga tiga puluh ton.

  2. Mesin yang digunakan untuk merebus sebagai bagian dari proses untuk perebusan dari kelapa sawit dengan tujuan mudah terlepas dari tandannya.

  3. Mesin yang disebut dengan hoisting crane di mana mesin ini digunakan sebagai bantingan untuk tandan kosong.

  4. Mesin yang digunakan sebagai stasiun presan yang pada bagiannya juga terdapat ketel aduk hingga bagian untuk memompa kelapa sawit.

  5. Selanjutnya adalah mesin dari klarifikasi stasiun yang merupakan proses dari tahapan di mana mesin tersebut memiliki bagian sebuah tangka di mana sebagai penampung untuk sisa air. Selain itu juga sebagai penampung dari sisa minyak hingga untuk menampung minyak murni.

  6. Mesin tangka timbun yang membutuhkan dua tangka dengan ukuran yang berbeda. tangka pertama biasanya berukuran hingga dua ribu ton, sedangkan tangki yang kedua dengan ukuran lima ratus ton. Tentunya kedua tangki tersebut digunakan sesuai dengan kebutuhan dan juga fungsinya.

  7. Mesin depericarper merpakan mesin yang digunakan untuk bagian khusus dari kelapa sawit yaitu bagian dari ampasnya.

  8. Mesin sebagai stasiun biji yang diantaranya memiliki fungsi mulai dari pembagi biji, pemisah hingga pemecah dari biji. Selain itu juga terdapat beberapa bagian lain yang juga berfungsi dalam tahapan pengolahan kelapa sawit tersebut.

Beberapa mesin yang disebutkan di atas, baik fungsi atau kegunaannya tersebut biasanya di pabrik telah ditempatkan pada kamar mesin pabrik kelapa sawit. Mempertimbangkan penggunaan dari mesin untuk melakukan pengolahan kelapa sawit juga bukan hanya mempertimbangkan soal kualitas mesin juga, tetapi juga pertimbangan dari lingkungan sekitar. pabrik atau tempat produksi. Meskipun harga mesin untuk pengolahan kelapa sawit cukup tinggi, namun tentunya jual mesin pabrik sawit juga menjadi salah satu peluang yang digunakan oleh para pengusaha.