Inilah Proses Pembuatan Minyak Kelapa Sawit

Kelapa sawit merupakan tanaman yang diolah menjadi minyak kelapa sawit. Buah kelapa sawit dipanen kemudian diolah dalam proses pembuatan minyak kelapa sawit di pabrik. Mengenal kelapa sawit memiliki ciri daun hijau majemuk, batang yang terlihat seperti kelapa dengan pelepahnya, memiliki akar serabut dan akar napas, serta buah kelapa sawit yang memiliki warna hitam keunguan dan tumbuh secara bergerombol. Minyak kelapa sawit yang diproduksi tentu harus memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan. Salah satunya adalah memiliki kadar FFA kurang dari 5% dengan rendemen minyak sekitar 22%. Untuk mencapai standar mutu tersebut, maka proses pengolahan dari kelapa sawit terbilang panjang. Berikut ini adalah proses pengolahan minyak kelapa sawit.

Proses Penyortiran Tandan Buah Segar

Dalam proses pengolahan pabrik kelapa sawit, pertama-tama adalah memanen tandan buah-buah kelapa sawit yang sudah matang. Dari hasil panen di perkebunan kelapa sawit pabrik, dilanjutkan dengan proses penyortiran tandan buah segar atau dalam bahasa pabrik disebut dengan TBS. Hanya tandan buah kelapa sawit yang segar layak untuk diproses lebih lanjut menjadi minyak kelapa sawit. TBS yang telah disortir kemudian dilakukan penimbangan. Tujuan penimbangan guna mengetahui kapasitas dari masing-masing TBS yang dipanen.

Proses Perebusan Tandan Buah Segar

Dalam proses perebusan TBS perlu memperhatikan standar mutu yang telah ditetapkan. Untuk mengolah TBS menjadi minyak kelapa sawit, setelah proses penimbangan, TBS perlu dilakukan perebusan. Perebusan berlangsung pada alat Sterilizer dengan tekanan uap air sekitar 2,2-3,0 kg/cm2 dengan waktu 90 menit. Dari hasil perebusan TBS akan diperoleh kondensat dengan kadar minyak sebesar 0,5%. Kondensat tersebut menuju proses pengilahan selanjutnya menuju fat pit. Untuk TBS yang sudah direbus kemudian perlu dilakukan pemindahaan dengan Hoisting Crane menuju Threser. Threser akan menebah buah kelapa sawit agar terpisah dari tandannya. Tujuan dari proses perebusan TBS adalah guna mematikan enzim yang menjadi pemicu turunnya kualitas minyak.

Proses Pengempaan Buah Kelapa Sawit

Pada pengempaan ini tidak lagi TBS karena sudah dipisahkan dengan tandannya dengan Threser. Sehingga buah kelapa sawit dilanjutkan menuju proses pengempaan. Buah kelapa sawit dikempa dengan cara dilakukan penekanan atau “pressing process”. Tujuannya adalah untuk memperoleh minyak yang terdapat dalam buah kelapa sawit tersebut. dalam proses ini terbilang perlu ketelitian agar minyak yang diperoleh dalam pengempaan dapat memiliki mutu dan kuantitas yang optimal. Sehingga dalam proses ini akan diperoleh minyak kelapa sawit kasar atau yang lebih dikenal dengan Crude Palm Oil (CPO).

Proses Fraksinasi Crude Palm Oil

Menuju proses akhir dari pengolahan minyak kelapa sawit adalah fraksinasi. Pada penyaringan minyak kelapa sawit setelah proses pengempaan agar diperoleh minyak kelapa sawit yang lebih berkualitas. Sehingga senyawa-senyawa yang tidak diperlukan dalam minyak kelapa sawit dapat dipisahkan dan nantinya akan diperoleh minyak kelapa sawit murni. Setelah proses penyaringan minyak kelapa sawit fraksinasi selesai, maka selanjutnya adalah pemurnian agar minyak kelapa sawit yang diperoleh tidak berbau.

Dari proses panen, penyortiran dari tandan buah segar atau TBS, perebusan, pengempaan, fraksinasi, hingga diperolehlah minyak kelapa sawit yang murni. Setiap proses pembuatan minyak kelapa sawit yang berlangsung di pabrik memiliki ahli-ahli yang akan melakukan pemantauan dari setiap proses pengolahan dari minyak sawit tersebut. Mulai dari tim supervisor hingga tim yang bekerja di laboratorium untuk mengecek kualitas dan kuantitas dari buah kelapa sawit hingga diperoleh minyak kelapa sawit. Dengan tujuan agar minyak kelapa sawit yang diperoleh benar-benar bermutu tinggi.

Merek Mesin Proses di Pabrik Kelapa Sawit yang ada di Pasaran

Produsen mesin proses di stasiun klarifikasi pabrik kelapa sawit pada awalnya banyak dari Negara Eropa, tapi sekarang juga sudah ada beberapa produsen yang jual mesin proses di pabrik kelapa sawit berasal dari negara Malaysia / Indonesia. Contoh beberapa merek mesin Proses pengolahan  minyak kelapa sawit yang ada di Pabrik Sawit: CB – MODIPALM, Alfa Laval, Westfalia, PMT, SWECO, AMKCO, JINSHENG, TAPIS, VIBRECON, GALAXY SIVTEK, BOILERMECH, ATMINDO, TAKUMA, dll,

Rendemen Minyak Kelapa Sawit yang dihasilkan oleh Pabrik Sawit

Pabrik kelapa sawit tidak hanya sekadar memproduksi minyak kelapa sawit. Pabrik yang memproduksi minyak kelapa sawit penting untuk mengetahui cara menghitung rendemen minyak kelapa sawit. Rendemen perlu diketahui guna mengetahui seberapa besar pabrik dalam memproduksi minyak kelapa sawit. Hal ini akan berguna bagi pabrik karena rendemen yang diketahui dapat menjadi kontrol terhadap peningkatan kualitas pabrik dalam memproduksi minyak kelapa sawit. Berikut lebih jauh mengenai rendemen minyak kelapa sawit yang pasti ada dalam sebuah pabrik pengolahan kelapa sawit menjadi minyak.

Mengetahui Definisi Rendemen dari Bahan Utama Kelapa Sawit

Definisi rendemen kelapa sawit, yaitu perbandingan jumlah antara minyak kelapa sawit kasar atau CPO yang diproduksi dalam setiap kilogram TBS. Dalam satu kilogram buah kelapa sawit perlu diketahui seberapa besar rendemennya. Terdapat rumus yang dipergunakan untuk menghitung rendemen dari kelapa sawit dalam sebuah pabrik. Yaitu, RKS = (CPO/TBS) x 100%. RKS merupakan persentase rendemen kelapa sawit dengan satuan dalam persen (%). CPO merupakan jumlah atau kuantitas dari Crude Palm Oil yang diproduksi dengan satuan dalam kilogram (kg). TBS merupakan jumlah atau kuantitas dari Tandan Buah Segar yang dilakukan pengolahan dengan satuan dalam kilogram (kg).

Proses Perhitungan Rendemen dari Kelapa Sawit

Pabrik minyak kelapa sawit harus menyediakan tim atau orang-orang yang ahli dalam melakukan perhitungan rendemen minyak kelapa sawit. Sehingga pabrik dalam sekali produksi dapat mengetahui berapa persen rendemen yang dihasilkan. Telah diketahui rumus dasar rendemen untuk minyak kelapa sawit. Untuk menghitungnya, maka akan diberikan contoh perhitungan sebagai berikut.

Dalam soal dinyatakan terdapat sebuah pabrik produksi minyak kelapa sawit melakukan pekerjaan mengolah Tandan Buah Segar 300.000 kg dalam sehari. Untuk jumlah dari minyak kelapa sawit mentah yang berhasil diproduksi oleh pabrik tersebut adalah 50.000 kg dalam sehari. Dari data pabrik minyak kelapa sawit tersebut, berapa besar rendemen yang ada? Kemudian dilakukan perhitungan untuk mengetahui besar rendemen pabrik kelapa sawit tersebut berdasar rumus yang sudah disebutkan sebelumnya.

Penyelesaian soal diketahui Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 300.000 kg/hari. Untuk Crude Palm Oil (CPO) sebesar 50.000 kg/hari. Lalu berapakah RKS pabrik tersebut? Cara termudah adlaah dengan memasukkan angka-angka tersebut dalam rumus RKS = (CPO/TBS) x 100%. Maka, RKS = (50.000/300.000) x 100% = 16,67%. Dan diperolehlah rendemen yang dihasilkan oleh pabrik kelapa sawit sebesar 16,67%.

Tujuan Mengetahui Rendemen dari Minyak Kelapa Sawit

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tujuan sebuah pabrik minyak kelapa sawit adalah untuk meningkatkan produktivitas. Selain itu, dengan perhitungan dari rendemen tersebut, pabrik minyak kelapa sawit dapat menentukan mutu minyak. Dalam hal ini, sistem pengendalian mutu juga dapat dilakukan dengan mengetahui besarnya rendemen dari minyak kelapa sawit. Pengendalian mutu minyak kelapa sawit terkait dengan kualitas. Jika tidak dikendalikan, maka mutu dari minyak kelapa sawit menjadi tidak konsisten. Kadang memiliki mutu yang baik dan kadang tidak. Jika demikian, tidak hanya akan membahayakan pabrik, pekerja pabrik, namun juga konsumen. Sehingga tidak sekadar tahu, karena perhitungan rendemen pabrik kelapa sawit juga untuk mengukur kualitas pabrik dalam memproduksi minyak kelapa sawit.

Dari mengetahui pengertian rendemen pabrik kelapa sawit, rumus rendemen, sampai perhitungan rendemen dari minyak kelapa sawit. Menjadi bekal pabrik kelapa sawit dalam menjaga mutu dan kualitas minyak yang diproduksi. Dan tentunya membuat konsumen tetap setia untuk membeli minyak kelapa sawit dari pabrik tersebut dengan kualitas terbaik.

Rendemen Minyak Kelapa Sawit yang Dihasilkan oleh Pabrik Sawit

Merek Mesin Pabrik Kelapa Sawit yang ada di Pasaran

Produsen mesin proses di stasiun klarifikasi pabrik kelapa sawit pada awalnya banyak dari Negara Eropa, tapi sekarang juga sudah ada beberapa produsen yang jual mesin proses pabrik kelapa sawit berasal dari negara Eropa/ Malaysia / Indonesia. Contoh beberapa merek mesin Proses pengolahan  minyak kelapa sawit yang ada di Pabrik Sawit: CB-MODIPALM, WANG YUEN, Kejuruteraan WANG YUEN , SAWIPAC, KHUN HENG, YKL, EMI, MSB, MSHK, SEW Eurodrive, SEW, Flender, SIEMENS FLENDER, MUAR BAN LEE, MBL, SWF KRANTECHNIK, DEMAG, DEMAGCRANES, BOILERMECH, MECHMAR, ATMINDO, ADVANCE,  VICKERS, SAS, Super Andalas Steel, TAKUMA, MAX, MAX Chain, OCM, PRECISION, PC Chain, RENOLD, RENOLD Chain & Sprocket, OMEGA, KANA, HITACHI, TSUBAKI,  BROOK ANDELL, REXTON, EAST FORCE, NOVENCO, NORDISK, CHICAGO, PHOENIX, DOLPHIN, TECHNO, ABC,  HIP HING, APINDO, LAJU, AMKCO, SWECO, JINSHENG, KIEN SENG, KS,  VIBRECON, PMT,  Dong Yuan, GS, jayatech, ENMIN, ERIEZ, serumpun Indah Lestari, SIL,  MTP, TORISHIMA, KEW CRACKER, KEW, KEW Pump, viktorindo, ARITA, HOLY, UT PATRIA, RICTEC, KOMPTECH, FRONTIER, asia green, aneka hydraulic, REXROTH,  MSHK, MSB, Mega Engineering, UNIVESSEL,  AWAN TIMUR, MUARA PALMA, SEW, EATON, HSS, M-VANCE,  ARI ARMATUREN, TECO, ELEKTRIM, ELECTRIM, ELECON, FLENDER, BREVINI,  MOLLER, SUMITOMO, SIEMENS, DEMAG, DEMAG CRANE, DEMAGCRANES, KONE, KONECRANES, Wampfler, CONDUCTIX, NADROWSKI, KKK, Atlas Copco, Dresser Rand, ELLIOTT, SHINKO, DEUTZ, Mercedez,  MTU, SKF, NTN, FAG, KINGOYA, ETANI, PALFINGER, SIHI, FOSS – NIR, NIR, SPEC, Sovereign Palm oil extractor cleanser, fusheng, SUNLE, SINACO, Szetech, SEKO, OKM, MTO2, SPECK PUMPEN, Southern Cross, WARMAN, TSURUMI, NIKKISO, ALLEN GWYNNES, dll.

Sekilas Rangkuman Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit

Di dalam artikel ini, kita akan sedikit membahas tentang proses produksi pabrik kelapa sawit. Dimana dalam proses pembuatan pabrik kelapa sawit ini melibatkan banyak Pihak seperti Kontraktor dan Konsultan. Semua Pabrik Sawit (sering disebut juga Pabrik Kelapa Sawit (PKS), Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) mengolah bahan baku berupa Tandan Buah Sawit  (TBS sawit)  menjadi  minyak  kelapa  sawit  CPO  (Crude  Palm  Oil)  dan  inti  sawit (Kernel). Dimana proses pembuatan minyak kelapa sawit di pabrik melewati banyak tahapan dan alur proses pabrik kelapa sawit

Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit

Proses pengolahan industri kelapa sawit sampai menjadi minyak kelapa sawit (CPO) terdiri dari beberapa tahapan yang dimulai dari:

a. Jembatan Timbang

Di Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit,  jembatan timbang yang dipakai menggunakan sistem komputer untuk mengukur berat (tonase) semua Truk Pengangkut Tandan Buah Sawit (TBS) baik dari Perkebunan Sawit Swasta, perkebunan rakyat (plasma) dan perkebunan pemerintah (PTPN). Jembatan Timbang adalah salahsatu tahapan awal dalam proses pembuatan kelapa sawit menjadi CPO.

Prinsip kerja dari jembatan timbang yaitu kendaraan pengangkut Buah Sawit melewati jembatan timbang lalu berhenti  ± 5 menit, kemudian berat kendaraan pengangkut buah sawit dicatat awal sebelum Tandan Buah Sawit dibongkar dan di sortir, kemudian setelah dibongkar dari kenderaan pengangkut kembali ditimbang, lalu selisih berat awal dan akhir adalah berat TBS yang diterima pabrik kelapa sawit.

Sekilas Rangkuman Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Jembatan Timbang Truk Buah Sawit

b. Penyortiran Buah Sawit

Buah kelapa sawit yang masuk ke Pabrik Kelapa Sawit, kualitas & kematangannya harus  diperiksa  dengan baik. Proses pemeriksaan buah sawit ini sering disebut sortir buah. Jenis buah yang masuk ke Pabrik Sawit pada umumnya jenis Tenera atau  jenis Dura. Kriteria matang panen merupakan faktor yang sangat penting dalam pemeriksaan kualitas buah sawit di stasiun penerimaan Buah.

Tingkat Pematangan buah sawit mempengaruhi terhadap rendamen minyak dan ALB (Asam Lemak Buah/ FFA = Free Fatty Acid) yang dapat dilihat pada tabel berikut :

Kematangan buah Rendemen minyak (%) Kadar ALB (%)
Buah mentah 13 – 17 1,6 – 2,8
Setengah matang 18 – 24 1,7 – 3,3
Buah matang 25 – 31 1,8 – 4,4
Buah lewat matang 27 – 31 3,8 – 6,1

Setelah   penyortiran, buah sawit   tersebut   dimasukkan   ke tempat   penimbunan sementara  (  Loading  ramp  )  lalu  diteruskan  ke  stasiun  perebusan sawit ( Palm Oil Sterilizer ).

 

Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Sortir Buah Sawit

c. Proses Perebusan buah Sawit (Sterilizer)

Lori buah yang telah diisi Tandan Buah Segar dimasukan ke dalam sterilizer dengan memakai capstan. Sterilizer saat ini ada berbagai model:

  • Sterilizer Horizontal (konvensional)
  • Vertical Sterilizer
  • Continuous Sterilizer (CS) – Hak Paten CB-MODIPALM (Malaysia)
  • Oblique Sterilizer
  • Dll

Tujuan perebusan :

  1. Mengurangi peningkatan asam lemak bebas (ALB/FFA)
  2. Mempermudah proses pelepasam buah sawit pada threser
  3. Menurunkan kadar air buah sawit
  4. Melunakkan daging buah sawit, sehingga daging buah sawit mudah lepas dari biji (nut)

Bila poin ke-2 tercapai secara efektif, maka semua poin-poin yang lain akan tercapai juga. Sterilizer horizontal (konvensional) memiliki bentuk panjang 26 m dan diameter pintu 2,1 m. Dalam sterilizer dilapisi Wearing Plate dengan tebal  10 mm yang mempunyai fungsi untuk menahan steam, dibawah sterilizer terdapat lubang yang gunanya untuk proses membuang air kondesat agar proses pemanasan di dalam sterilizer tetap seimbang.

Dalam proses perebusan minyak yang terbuang± 0,8 % . Dalam melakukan proses perebusan diperlukan uap untuk memanaskan sterilizer yang disalurkan dari boiler. Uap yang masuk ke sterilizer 2,7 -3 kg/cm2 , dengan suhu 140° C dan direbus selama 90 menit.

 

Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Horizontal Sterilizer Pabrik Kelapa Sawit

d. Proses Penebah (Threser Process)

ada beberapa alat/mesin disini:

  • Hoisting Crane (jika memakai rebusan horizontal)                                   Fungsi dari Hoisting Crane adalah untuk mengangkat lori buah sawit dan menuangkan isi lori buah sawit ke bunch feeder (hooper). Dimana lori yang diangkat tersebut berisi Tandan Buah Sawit yang sudah direbus.
  • Threser (Bantingan)                                                                                                 Fungsi dari Thresing adalah untuk melepaskan buah sawit dari janjangannya (tandan sawit) dengan cara mengangkat dan membantingnya serta mendorong janjang kosong (tandan kosong sawit)  ke empty bunch conveyor (konveyor tandan kosong sawit).
  • Proses Pengempaan (Pressing Process)
    Proses Kempa adalah  dimulai dari pengambilan minyak dari buah Kelapa Sawit dengan jalan pelumatan (di mesin digester) dan pengempaan (di mesin screw press sawit). Baik buruknya pengoperasian peralatan mempengarui efisiensi pengutipan minyak. Proses ini terdiri dari :
  • Digester
    Setelah buah pisah dari janjangan (tandan sawit), lalu buah dikirim ke Digester dengan cara buah masuk ke Conveyor Under Threser yang berfungsi untuk membawa buah sawit ke Fruit Elevator yang fungsinya untuk  mengangkat buah sawit keatas, lalu masuk ke distribusi conveyor (distributing conveyor) yang kemudian menyalurkan buah sawit masuk ke Digester. Di dalam digester tersebut buah atau berondolan yang sudah terisi penuh, akan diputar atau diaduk dengan menggunakan pisau pengaduk (stirring arm) yang terpasang pada bagian   poros   II,   sedangkan   pisau   bagian   dasar   sebagai   pelempar   atau mengeluarkan buah sawit dari digester ke screw press.

Fungsi Digester :                                                                               1.Melumatkan daging buah sawit                                                       2.Memisahkan daging buah sawit dengan biji (nut)                                 3.Mempersiapkan Feeding ke dalam mesin screw Press                                 4.Mempermudah proses pengepresan minyak di mesin screw Press PKS     5. Proses pemanasan / melembutkan buah sawit

Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Digester Pabrik Sawit
  • Screw Press (mesin kempa ulir sawit)
    Fungsi dari Mesin Screw Press dalam proses produksi kelapa sawit
    adalah untuk memeras berondolan buah sawit yang telah dicincang, dilumat di digester untuk mendapatkan minyak kasar. Buah – buah sawit yang telah diaduk secara bertahap dengan bantuan pisau – pisau pelempar dimasukkan kedalam feed screw conveyor dan mendorongnya masuk ke dalam mesin kempa ulir sawit ( palm oil twin screw press ). Oleh adanya tekanan screw yang ditahan oleh cone, berondolan buah sawit tersebut diperas sehingga melalui lubang – lubang press cage, minyak  dipisahkan  dari  serabut  dan  biji.  Selanjutnya  minyak  menuju  stasiun klarifikasi (clarification station) , sedangkan ampas (cake) dan biji (nut) masuk ke stasiun kernel.
Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Screw Press / Kempa Ulir Sawit

Cara Kerja Mesin  Screw Press (Kempa Ulir Sawit)
Motor listrik adalah sumber gerakan yang berfungsi untuk menggerakkan mesin screw press sawit ( double screw press). Screw press Kelapa Sawit dihidupkan melalui Control panel (panel kendali)  sekaligus sistem  hidroliknya, lalu  dimasukkan  air  panas (hot water)  dengan  suhu  90°C  melalui  pipa masuk (pipe inlet). Motor listrik akan memutar pulley (puli) melalui poros motor dengan daya 30 Kw dengan putaran 1475 rpm (untuk kapasitas screw press 15 Ton per jam) .Pulley akan menggerakkan sabuk penghantar putaran ke pulley yang terpasang pada poros (as) yang menghubungkan ke gear reducer (gearbox) ,dan gear reducer(gearbox) digerakkan poros utama yang dihubungkan dengan kopling (coupling) .Poros (as) utama  menggerakkan  roda  gigi (gear)  perantara  yang  mengakibatkan kedua poros berulir akan bergerak berlawanan arah dengan putaran yang sama.

Pada ujung ulir terdapat dua buah konis (conical) yang digerakkan dengan bantuan sistem hidrolik dengan gerakan maju-mundur (forward/backward) sesuai dengan tekanan yang dibutuhkan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil pengepresan dan tekanannya sebesar 30-50 bar.

Minyak sawit yang dihasilkan oleh mesin press dialirkan ke oil vibrating screen (mesin ayakan getar) dan kemudian dialirkan ke crude oil tank untuk diproses lebih lanjut,sedangkan serabut (fibre) dan biji buah sawit(nut) yang masih mengandung 4% minyak dialirkan ke cake breaker conveyor (CBC) untuk proses selanjutnya. Motor listrik memutar poros screw press yang di reduksi (dikurangkan) oleh gearbox dan  putarannya dari 1475 rpm menjadi 12 rpm.

Kapasitas   mesin screw   press   yang   direncanakan   harus   sesuaikan   dengan kapasitas olahan pabrik sawit. Dalam menentukan kapasitas mesin screw press sawit yang akan dipergunakan , maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain :

  1. Sebelum kelapa sawit masuk kedalam screw press , massa awal buah kelapa sawit telah berkurang. Hal ini disebabkan karena berlangsungnya proses penebahan pada mesin thresher / stripper / bantingan. Massa sawit yang berkurang yang dimaksud adalah berupa tandan kosong sawit yang dipindahkan dengan konveyor.
  2. Untuk dapat memperoleh hasil pressing yang baik ,maka perlu diperhatikan  mesin screw  press  harus  dalam  keadaan  selalu penuh. Kondisi ini dibutuhkan untuk memperoleh efisiensi yang lebih baik dari penekanan terhadap buah sawit, sebab jika banyak ruang kosong pada saat  penekanan maka hasilnya tidak maksimal.

Motor  listrik  sebagai  sumber  gerakan  yang  berfungsi  untuk  menggerakan mesin double screw press   dihidupkan melalui panel kendali sekaligus sistem hidroliknya, lalu dimasukkan air panas dengan suhu 90°C melalui pipa masuk (pipe inlet). Motor listrik hidup memutar pulley melalui poros motor dengan daya 22 Kw (untuk mesin screw press kapasitas 15 Ton/jam) dan putaran 1450 rpm. Pulley menggerakkan V-belt (sabuk ) menghantarkan putaran ke pulley yang terpasang pada poros yang menghubungi ke gearbox, dari gearbox digerakan poros utama yang dihubungkan dengan kopling. Poros  (As) utama menggerakan roda gigi perantara sehingga mengakibatkan kedua poros berulir akan bergerak berlawanan arah dangan putaran yang sama.

Detail Kerja Mesin Screw Press                                                                          Prinsip kerja ekstraksi minyak melalui mesin screw press ini adalah dengan menekan bahan lumatan dalam tabung yang berlubang dengan alat ulir yang berputar sehingga minyak dapat keluar lewat lubang-lubang press cage. Besarnya tekanan di kempa ini dapat diatur secara elektris dan tergantung dari volume bahan yang akan di press. Mesin Kempa Ulir Sawit (screw press) ini terdiri dari sebuah selinder yang berlubang lubang didalam terdapat sebuah ulir yang berputar. Tekanan kempa ulir diatur oleh dua buah kerucut (konis) berada pada kedua ujung pengempa, yang bergerak maju mundur secara hidrolik. Tekanan hidrolik  sekitar  50  –  70  kg  /  cm3   mengakibatkan  ampas  basah. Kehilangan      minyak (oil losses)   pada   ampas (cake)   dan   biji (nut)  akan mempengaruhi pada proses stasiun selanjutnya, ampas (cake) yang basah akan mengakibatkan pembakaran di dalam dapur Boiler tidak sempurna. Tekanan yang terlalu  tinggi misalnya 70 kg / cm3  akan mengakibatkan kehilangan inti  (kernel losses) yang tinggi sehingga keseimbangan dalam mesin ini sangat diperlukan. Hal yang perlu deperhatikan adalah ampas kempa (press cake) yang keluar harus merata  dalam  arti  tidak  terlalu  basah  dan  tidak  terlalu  kering,  jika  terjadi gangguan / kerusakan, sehingga mesin screw press harus berhenti untuk waktu yang lama maka untuk mencegah hal – hal yang tidak diiginkan, mesin screw press harus selalu di periksa dan menjalankan perawatan rutin (berkala) pada screw press.

Kecepatan putar mesin Kempa Ulir harus disesuaikan dengan kapasitas Tandan Buah Segar (buah sawit) yang akan dipress, dengan tujuan agar efisiensi proses pressing lebih maksimal supaya target yang diiginkan perusahaan dapat tercapai sesuai dengan ketentuan – ketentuan yang diterapkan oleh PKS sesuai proses pengolahan tbs di pabrik kelapa sawit.

Dalam Mesin Screw Press (Kempa Ulir Sawit) ini terdiri sebuah silinder yang berlubang – lubang dan di dalamnya terdapat 2 buah ulir yang berputar berlawanan arah dan tekanan screw press diatur oleh 2 buah konis (cone) berada  pada  bagian  ujung  press,    yang  dapat  digerakan  maju  mundur  secara hidrolik.

Dalam proses pengolahan kelapa sawit di pabrik, Minyak sawit yang keluar dari Feeder Screw dan main Screw ditampung dalam talang minyak (oil gutter) dan untuk mempermudah pemisahan , pengaliran minyak pada Feeder Screw dilakukan injeksi uap dan penambahan air panas (salah satu bagian proses pengolahan kelapa sawit menjadi cpo)
Dalam proses di screwpress ini kita juga perlu ada manajemen proses pengolahan limbah padat kelapa sawit.

e. Proses Pemurnian Minyak (Clarification Station)

Setelah  melewati  proses  Screw  Press  (masih banyak  proses produksi di pabrik  kelapa sawit yang akan dijelaskan dalam artikel lain) maka  didapatlah  minyak kasar / Crude Oil dan ampas press yang terdiri dari fiber. Kemudian Crude Palm Oil masuk ke stasiun klarifikasi dimana proses pengolahannya sebagai berikut :

  • Sand Trap Tank ( Tangki Pemisah Pasir)
    Setelah di press (salah satu proses pabrik sawit) maka Crude Palm Oil yang mengandung air, minyak, lumpur masuk ke Sand Trap Tank. Fungsi dari Sand Trap Tank adalah untuk menampung pasir/manangkap pasir yang ada. Temperatur pada sand trap mencapai 95 °C
  • Vibro Separator / Vibrating Screen (Ayakan Getar)
    Fungsi dari Vibro Separator adalah untuk menyaring Crude Oil dari serabut – serabut (fiber) yang dapat mengganggu proses pemisahan minyak. Sistem kerja mesin penyaringan itu sendiri dengan sistem getaran – getaran (simetris) , dan pada Vibro kontrol perlu penyetelan pada bantul yang di ikat pada elektromotor supaya Getaran berkurang dan  pemisahan lebih efektif.
  • Continuous Settling Tank (CST) / Vertical Clarifier Tank (VCT)
    Fungsi  dari  Continuous Settling Tank (CST atau sering disebut juga Clarification Settling Tank)  adalah  untuk  memisahkan  minyak,  air  dan kotoran (Non Oily Solid / NOS) secara gravitasi. Dimana minyak dengan berat jenis yang lebih kecil dari 1 akan berada pada lapisan atas dan air dengan berat jenis = 1 akan berada pada lapisan tengah sedangkan Non Oily Solid (NOS ) dengan berat jenis lebih besar dari 1 akan berada pada lapisan bawah.

Fungsi Skimmer dalam CST adalah untuk membantu mempercepat pemisahan minyak dengan cara mengaduk (stirring) dan memecahkan padatan serta mendorong lapisan minyak yang mengandung lumpur (Sludge). Temperatur yang cukup (95 °C) akan memudahkan proses pemisahan ini.

Prinsip kerja didalam CST  dalam proses pengolahan pada pabrik kelapa sawit adalah dengan menggunakan prinsip keseimbangan antara larutan yang berbeda berat jenis. Prinsip bejana bertekanan diterapkan dalam mekanisme kerja di CST (continuous settling tank) sesuai alur proses produksi pabrik kelapa sawit.

Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Bagan Kerja CST
  • Oil Tank                                                                                                            Fungsi dari Oil Tank adalah sebagai tempat sementara Oil sebelum diolah  oleh  Purifier.  Proses Pemanasan  dilakukan  dengan  menggunakan  Steam  Coil (koil pemanas) untuk mendapatkan temperatur yang diinginkan yakni 95° C. Kapasitas Oil Tank bermacam macam tergantung kapasitas PKS.
  • Oil Purifier (Pemurni Minyak)                                                                               Fungsi  dari  Oil  Purifier (pemurni minyak)  adalah  untuk  mengurangi  kadar  air  dalam minyak sawit dengan prinsip kerja sentrifugal. Pada saat alat ini dilakukan proses diperlukan temperatur suhu sekitar  95o C.
  • Vacuum Dryer                                                                                                 Fungsi dari Vacuum Dryer dalam proses produksi kelapa sawit menjadi cpo adalah untuk mengurangi kadar air dalam minyak produksi. Cara kerjanya sendiri adalah minyak disimpan dalam bejana   melalui   nozzle/ Nozel.   Suatu   jalur   re-sirkulasi   dihubungkan   dengan   suatu pengapung didalam bejana supaya jikalau ketinggian permukaan minyak menurun pengapung akan membuka dan men-sirkulasi minyak kedalam bejana.
  • Sludge Tank (Tangki Lumpur)
    Fungsi dari Sludge Tank adalah tempat tampung sementara sludge ( bagian dari minyak kasar yang terdiri dari padatan dan zat cair) sebelum diolah oleh sludge seperator / sludge centrifuge (low speed separator). Pemanasan dilakukan dengan menggunakan sistem injeksi untuk mendapatkan temperatur yang dinginkan yaitu sekitar 95° C.
  • Sand Cyclone / Pre- cleaner                                                                         Fungsi dari Sand Cyclone adalah untuk menangkap pasir yang terkandung dalam sludge (lumpur) dan untuk memudahkan proses selanjutnya.
  • Rotary Brush Strainer ( Saringan Berputar)                                                       Fungsi dari Rotary Brush Strainer adalah untuk mengurangi serabut yang terdapat pada sludge (lumpur) sehingga tidak mengganggu kerja Sludge Separator / Sludge Centrifuge. Brush Strainer ini terdiri dari saringan  dan sikat (besi) yang berputar.
  • Sludge Separator / Low Speed Sludge Centrifuge
    Fungsi dari Sludge Seperator / Low Speed Sludge Centrifuge adalah untuk mengambil minyak yang masih terkandung dalam sludge dengan prinsip gaya sentrifugal. Dengan gaya sentrifugal, minyak yang berat jenisnya (BJ) lebih kecil akan bergerak menuju poros dan terdorong keluar melalui sudut – sudut ruang tangki pisah (separating tank). Sludge Separator ada terdiri atas : Low Speed (sering disebut juga Sludge Centrifuge) dan High Speed Separator. Mesin ini adalah salah satu bagian dari mesin untukproses pengolahan limbah pabrik kelapa sawit / proses pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit.
  • Storage Tank (Tangki Timbun CPO)                                                                 Fungsi  dari  Storage  Tank (Tangki Timbun)  dalam proses pengolahan kelapa sawit sampai menjadi cpo adalah  untuk  penyimpanan  sementara minyak   produksi   yang   dihasilkan   sebelum   dikirim.   Storage   Tank   harus rutin dibersihkan secara terjadwal dan pemeriksaan kondisi Steam Oil harus dilakukan secara rutin supaya temperatur nya terjaga, selain itu apabila terjadi kebocoran pada pipa Steam Oil dapat mengakibatkan naiknya kadar air pada CPO dan terganggunya proses pengolahan pabrik minyak kelapa sawit / proses produksi industri kelapa sawit
Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Tangki Timbun CPO

f. Proses Pengolahan Biji ( Kernel Station )  

Sudah dijelaskan bahwa  setelah pengepresan akan menghasilkan   Crude Oil dan Fiber. Fiber tersebut akan masuk ke stasiun Kernel (alur proses pengolahan pabrik kelapa sawit), dibawah ini ada beberapa alat dalam proses pengolahan biji (salah satu proses pengolahan kelapa sawit menjadi pko):

  • Cake Breaker Conveyor (CBC)
    Kegunaan dari Cake Breaker Conveyor adalah untuk membawa dan memecahkan gumpalan Cake dari stasiun Press (mesin screw press) ke depericarper.
  • Depericarper                                                                                                               Kegunaan dari Depericarper adalah untuk memisahkan fiber dengan nut dan membawa fiber untuk menjadi bahan bakar boiler (ketel uap). Fungsi kerjanya adalah tergantung pada berat massa, yang berat massanya lebih ringan (fiber) akan terhisap oleh fan / blower. Yang massanya lebih berat (nut) akan masuk menuju ke Nut Polishing drum.

Fungsi dari Nut Polishing Drum adalah :

  1. Membersihkan biji (nut) dari serabut – serabut yang masih melekat
  2. Membawa nut (biji) dari Depericarper ke Nut transport
  3. Memisahkan nut (biji) dari sampah (dirt)
  4. Memisahkan gradasi nut (biji)

 

  • Nut Silo                                                                                                           Fungsi  dari  Nut  Silo  adalah  tempat  penyimpanan  sementara  nut (biji) sebelum diolah pada proses berikutnya. Bila proses pemecahan nut (biji) dengan menggunakan   mesin nut   Cracker / Ripple Mill,    maka   nut   silo  harus   dilengkapi   dengan   sistem pemanasan (Heater)
  • Riplle Mill (Nut Cracker)                                                                              Fungsi dari riplle Mill adalah untuk memecahkan nut (biji) . Pada Ripple Mill terdapat rotor rod bagian yang berputar serta Ripple Plate bagian yang diam. Nut (biji sawit) masuk diantara rotor dan Ripple Plate sehingga saling berbenturan dan memecahkan cangkang dari nut (biji sawit).
Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Ripple Mill / Nut Cracker
  • Claybath                                                                                                           Fungsi dari Claybath adalah untuk memisahkan cangkang dan inti sawit pecah (broken kernel) yang besar dan beratnya hampir sama. Proses pemisahan dilakukan berdasarkan kepada perbedaan berat jenis (BJ) . Bila campuran cangkang dan inti dimasukan kedalam suatu cairan yang berat jenisnya diantara berat jenis cangkang dan inti maka untuk berat jenisnya yang lebih kecil dari pada berat jenis larutan akan terapung diatas dan yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam. Kernel (inti sawit) memiliki berat jenis lebih ringan dari pada larutan kalsium karbonat sedangkan cangkang berat jenisnya lebih besar.
Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Bagan Kerja Claybath
  • Hydro Cyclone                                                                                                Fungsi dari Hydro Cyclone adalah:                                                                  1. Mengutip kembali inti yang terikut dalam cangkang                    2. Mengurangi loses (inti cangkang) dan kadar kotoran (dirt)
  • Kernel Tray Dryer                                                                                                   Fungsi dari Kernel Tray Dryer adalah untuk mengurangi kadar air (moisture content) yang terkandung dalam inti produksi. Jika kandungan air tinggi pada inti (kernel)  akan mempengaruhi nilai penjualan, karena jika kadar air tinggi maka ALB (Asam Lemak Bebas / Free Fatty Acid)  juga tinggi. Pada Kernel Silo ada 3 tingkatan yaitu atas 70 derajat celcius, tengah 60 derajat celsius, bawah 50 derajat celcius. Pada sebagian Pabrik Sawit ada yang menggunakan sebaliknya yaitu atas 50 derajat, tengah 60 derajat celsius, dan bawah 70 derajat celcius.
Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Kernel Silo PKS
  • Kernel Storage                                                                                                Fungsi dari Kernel Storage (Penyimpanan Inti) ini adalah untuk tempat penyimpanan inti produksi sebelum dikirim keluar untuk dijual. Kernel Storage pada umumnya berupa bulk Kernel silo yang seharusnya dilengkapi dengan fan / blower agar uap yang masih terkandung dalam inti (kernel) dapat keluar dan tidak menyebabkan kondisi dalam Storage lembab yang pada akhirnya menimbulkan jamur pada Inti (kernel).

Di artikel lain, juga akan dijelaskan proses pembuatan kelapa sawit menjadi minyak goreng (proses pengolahan kelapa sawit menjadi minyak goreng)

Merek Mesin Proses Pengolahan Kelapa Sawit yang ada di Pasaran

Produsen mesin proses pengolahan kelapa sawit pada awalnya banyak dari Negara Malaysia, tapi sekarang juga sudah ada beberapa produsen yang jual mesin proses pengolahan kelapa sawit berasal dari negara Indonesia. Contoh beberapa merek mesin Proses pengolahan  minyak kelapa sawit yang ada di Pabrik Sawit: CB – MODIPALM, Wang Yuen, KIEN SENG, MSB, GS, APINDO, LAJU, SWF Krantechnik, DEMAG CRANE, KONECRANES, US (UNIVERSAL STEEL), UVE (UNIVESSEL), Alfa Laval, Westfalia, PMT, DONG YUAN, Muarban Lee (MBL), Khun Heng-YKL, M-Vance, SWECO, AMKCO, JINSHENG, TAPIS, VIBRECON, GALAXY SIVTEK, TECHNO, VG, PHOENIX, NOVENCO, EMI, ROLEK / Boleh Peca / SUPER Cracker, KEW Cracker,RENOLD, BROOK ANDELL, TSUBAKI, OMEGA, REXTON, MAX CHAIN, SEW, FLENDER, ELECON, BREVINI, MOLLER, SUMITOMO, ELECTRIM, TECO, EAST FORCE, NOVENCO, NORDISK, CHICAGO, PHOENIX,  ENMIN, ERIEZ, NADROWSKI, KKK, ELLIOTT, SHINKO, DRESSERRAND, dll,

Mengenal Prinsip Kerja Turbin Uap Kelapa Sawit

Di dalam suatu industri pabrik kelapa sawit, memang dibutuhkan suatu alat seperti steam sebanyak 700 kg per ton TBS untuk melakukan suatu perebusan dari tandan buah segar. Dengan demikian kapasitas sterilizer ini sendiri 60 ton per jamnya membutuhkan steam sebanyak 42.000kg steam per jamnya. Oleh karena itulah di dalam suatu pabrik kelapa sawit menggunakan suatu pembangkit listrik yang mana menggunakan siklus tertutup. Boiler sendiri berfungsi untuk memanaskan air untuk bisa membangkitkan listrik dengan cara menggunakan turbine kelapa sawit. Kemudian untuk steam yang merupakan sisa dari turbin dimanfaatkan sebagai proses perebusan pada sterilizer. Kemudian untuk steam dari sisa sterilizer tersebut nantinya akan dibuang. Dengan demikian kebutuhan air yang dibutuhkan memang sangat banyak. Pemakaian air di pabrik kelapa sawit secara normal sendiri adalah 1 m3 per kg nya.

Prinsip Kerja Turbin Uap Kelapa Sawit

Turbin uap kelapa sawit sendiri pada dasarnya adalah suatu mesin penggerak yang mana mengubah energi yang terkandung di dalam uap secara langsung menjadi gerak putar di poros. Uap tersebut nantinya setelah melalui proses yang dikehendaki, maka uap yang sudah dihasilkan dari proses tersebut bisa digunakan untuk memutar alat turbin tersebut melalui alat pemancar dengan kecepatan yang relatif. Kecepatan relatif tersebut nantinya akan membentur sudu penggerak, dengan demikian bisa menghasilkan suatu putaran. Uap yang keluar memancar dari nosel tersebut kemudian diarahkan ke sudu – sudu turbin yang memiliki bentuk seperti lengkungan dan juga dipasang pada sekeliling roda dari turbin. Uap tersebut nantinya akan mengalir melalui banyak celah yang terdapat di antara bagian sudu turbin tersebut kemudian dibelokkan ke arah yang mengikuti lengkungan sudu turbin. Perubahan dari kecepatan uap tersebut menimbulkan gaya yang mendorong kemudian memutar roda dan juga poros. Jika uap tersebut masih memiliki kecepatan pada saat lewat pada sudu turbin, itu berarti hanya sebagian yang memiliki energi sintetis dari uap yang mana diambil oleh sudu – sudu turbin yang sedang berjalan. Agar energi kinetis yang masih ada pada saat meninggalkan bagian sudu turbin dapat dimanfaatkan, maka pada turbin tersebut dipasang lebih dari sebaris sudu untuk gerak. Namun sebelum memasuki baris kedua dari sudu gerak, maka di antara baris pertama dan juga baris kedua dari sudu gerak tersebut akan dipasang satu baris sudu tetap yang memiliki fungsi untuk bisa merubah arah dari kecepatan uap. Hal tersebut bertujuan agar uap tersebut bisa masuk ke dalam baris kedua sudu gerak dengan arah yang lebih tepat. Kecepatan dari uap tersebut pada saat meninggalkan bagian sudu gerak yang terakhir tentu saja harus bisa dibuat sekecil mungkin, dengan tujuan energi kinetis yang ada bisa dimanfaatkan dengan baik. Dengan demikian tentu saja efisiensi dari turbin sawit akan menjadi lebih tinggi yang disebabkan oleh kehilangan energi yang relatif kecil.

Jenis Dan Harga Turbin Uap Kelapa Sawit

Berbicara mengenai turbin kelapa sawit, mesin tersebut juga memiliki beberapa jenis yang mana dibedakan dari beberapa kategori. Contohnya saja seperti berdasarkan transformasi dari energi, kemudian juga berdasarkan tekanan uap yang keluar dari turbin, lalu berdasarkan tekanan uap yang masuk dari turbin, berdasarkan pengaturan uap yang masuk ke dalam turbin, lalu berdasarkan aliran uap, berdasarkan pemakaian pada bidang industri dan juga berdasarkan tipenya. Sedangkan untuk harga turbin kelapa sawit, tentu saja tergantung dari jenis, merk dan juga kualitasnya. Semakin bagus kualitasnya tentu saja akan semakin mahal. Namun biasanya harganya sendiri dibanderol ratusan juta rupiah sampai milyaran rupiah.

EPDM Rubber Packing, Salah Satu Jenis Gasket yang Memiliki Banyak Keunggulan

EPDM packing adalah salah satu jenis gasket yang memiliki banyak keunggulan. Adapun gasket sendiri adalah lapisan yang digunakan untuk melapisi sambungan antar flange pada proses penyambungan pipa ataupun yang berkaitan dengan mesin. Gasket secara general memiliki fungsi sebagai penghambat kebocoran yang tidak kita inginkan yang terdapat pada sambungan yang berada di bawah lokasi yang memiliki tekanan tinggi. Lebih jauh lagi mengenai gasket, gasket adalah material yang dipasang diantara dua benda dimana dalam benda tersebut terdapat fluida. Dua benda tersebut perlu disambungkan dengan material antara yang akan mencegah dari kebocoran. Dan komponen antara inilah yang disebut dengan gasket.

Ada cukup banyak material gasket, beberapa yang umum diantaranya adalah Viton Gasket yang gasket yang dipakai untuk menyambungkan dua bahan yang didalamnya terdapat asam atau basa, PTFE yang multifungsi dan tahan bahan kimia, graphite gasket yang tahan terhadap cuaca panas, dan EPDM rubber packing yang tahan terhadap bahan kimia, minyak alami, sinar UV dan juga ozon.

Serba-serbi Packing EPDM

EPDM adalah kepanjangan dari Ethylene Propylene Diene Monomer  yang banyak yang banyak diproduksi oleh produsen rubber sheet. EPDM adalah satu dari sekian jenis rubber yang banyak diproduksi sebagai gasket, yaitu viton dan NR atau SBR Rubber Sheet.Packing karet EPDM merupakan elestomer buatan yang fungsi utamanya adalah untuk general purpose packing. EPDM juga biasa ditandai dengan simbol M-class yang merupakan indikasi bahwa rubber ini adalah spesifikasi dari standar ASTM D-1418.

Karakteristik EPDM

Packing karet EPDM dengan kualitas terbaik akan menunjukkan kemampuanya untuk menahan sambungan dari kebocoran akibat cairan hidrolik, senyawa keton, air dingin, air panas, dan juga larutan alkali. Adapun sifat unggul dari packing EPDM ini adalah pada sifat karetnya yang tahan akan panas, cuaca, dan juga lapisan ozone sehingga akan mampu mengontrol benda tersebut dari kebocoran yang disebabkan oleh beberapa hal itu. EPDM dbanyak dipilih sebagai medium penyambung karena awet.

Kelebihan dari EPDM rubber sheet

EPDM rubber sheet banyak dipilih sebagai medium penyambung oleh karena memiliki cukup banyak kelebihan, diantaranya adalah:

  1. Sifat dari EPDM rubber sheet ini tetap terjaga meski banyak berinteraksi dengan perubahan cuaca yang ekstrim ataupun bahan kimia berbahaya. Biasanya, bahan gasket lain tidak sekuat dari material ini sehingga tidak heran jika EPDM rubber sheet banyak dijadikan pilihan.

  2. Costumer bisa memesan EPDM rubber sheet dalam berbagai ukuran sesuai dengan kebutuhan d3an juga pesanan.

  3. Beberapa pihak yang memproduksi EPDM rubber sheet juga akan melengkapi serta menyempurnakan produk yang dihasilkan dengan melakukan pengujian atas produk yang telah diproduksi untuk memastikan kualitas dari produk tersebut. Untuk itu, dapatkan EPDM packing yang diproduksi oleh produsen yang menyediakan layanan tersebut untuk mendapatkan kualitas terbaik.

  4. EPDM yang bermutu tentunya didapatkan dari rubber yang bagus dan diolah dengan cara yang canggih pula. Ini dilakukan untuk mendapatkan produk yang tidak gampang robek, dan memiliki sifat seperti yang diharapkan seperti tahan terhadap cuaca panas, tahan ozone dan UV serta tahan bahan kimia.

  5. Secara lebih spesifik, karet EPDM sebagai bahan dasar dari  gasket EPDM ini dipilih dengan berbagai kualitas, diantaranya adalah:

  • Memiliki umur yang panjang atau tahan lama saat digunakan

  • Memiliki daya tahan yang baik terhadap suhu tinggi maupun suhu rendah

  • Tahan terhadap ozone, oksigen, dan juga cuaca.

  • Tahan terhadap berbagai material bahan kimia

  • Tahan terhadap suhu yang tinggi maupun suhu yang rendah.

Jual packing pintu rebusan akan menyediakan EPDM dengan kualitas unggul dimana karet EPDM biasanya digunakan untuk seal otomotif, belt, mesin cuci, sistem rem hidrolik, barang-barang karet mechanis, tubing dan masih banyak lagi. Packing pintu rebusan dengan bahan karet EPDM akan memberikan banyak kenyamanan bagi Anda sebab bahannya yang awet dan juga sifat-sifat baik yang dimiliki oleh EPDM packing yang menunjang fungsi utamanya sebagai gasket atau material penyambung anti bocor.

Kemudahan Pengolahan Kelapa Sawit dengan Mesin Canggih

Berkembangnya teknologi bukan hanya soal koneksi ataupun smartphone, tetapi juga teknologi yang berkaitan dengan teknologi industri yang salah satunya adalah beragam jenis mesin pabrik kelapa sawit. Mesin yang berguna sebagai pengolah dari kelapa sawit sendiri telah menjadi berkembang dan juga lebih inovatif yang tentunya memiliki tujuan agar menghasilkan kualitas yang lebih baik.

Pemilihan untuk mesin-mesin yang digunakan sebagai pengolah untuk kelapa sawit agar menjadi minyak ataupun bahan yang berguna untuk kebutuhan sehari-hari. Namun tentunya, untuk menentukan mesin-mesin pengolah kelapa sawit para kontraktor pabrik maupun juga produsen dari kelapa sawit tersebut membutuhkan banyak analisis yang digunakan sebagai penentu untuk memilih mesin-mesin pengolahan kelapa sawit yang tentunya canggih karena merupakan suatu teknologi terkini.

Kelapa sawit sendiri merupakan salah satu bahan industri yang bukan hanya dikenal sebagai bahan untuk minyak memasak, akan tetapi juga sebagai biodiesel yang digunakan untuk kendaraan bermotor. Sehingga bisnis dari perkebunan hingga pengolahan kelapa sawit menjadikan sebuah usaha yang sangat menjanjikan. Harga mesin pabrik kelapa sawit sendiri memang cukup tinggi namun tentunya akan sebanding dengan hasil yang nantinya didapatkan, dalam hal ini tentunya sebuah keuntungan yang besar dalam hal bisnis.

Proses pengolahan kelapa sawit menjadi bahan yang berguna

Pentingnya menggunakan pengolahan kelapa sawit dengan menggunakan mesin yang canggih tentunya memiliki tujuan tertentu meskipun harga mesin pabrik kelapa sawit mini bahkan tergolong cukup tinggi. Namun yang terpenting adalah proses dari pengolahan jika menggunakan mesin yang canggih akan menjadi lebih efektif dari berbagai segi, mulai dari segi waktu, hingga segi kualitas yang tentunya akan menjadi lebih maksimal jika menggunakan mesin saat proses pengolahan tersebut.

Adapun proses dari pengolahan kelapa sawit sebenarnya cukup sederhana untuk dilakukan, atau bahkan bisa dibilang sangat sederhana. Hal ini dikarenakan tujuan utama dari pengolahan kelapa sawit yaitu mengambil minyak yang ada di dalam tandan yang ada pada buah kelapa sawit tersebut. Minyak yang didapatkan kelak akan digunakan menjadi beragam jenis bahan yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan atau tujuan utama dari produsen kelapa sawit tersebut.

Namun yang pasti, tahapan-tahapannya-lah yang membuat pengolahan dari kelapa sawit menjadi cukup panjang dan terkesan sulit. Sehingga untuk melewati proses dari tahapan-tahapan tersebut lebih baik memiliki dukungan dari beragam jenis mesin agar lebih mudah dalam mencacah tandan kelapa sawit sehingga menjadi lebih praktis dan juga cepat.

Mulai dari pengumpulan dari buah kelapa sawit, hingga memasukannya ke dalam mesin pencampur dan kemudian melakukan pemerasan agar mengeluarkan minyak. Tahapan-tahapan yang singkat tersebut sedikitnya menjadi gambaran dari proses pengolahan kelapa sawit tersebut. Kemudian hal yang harus dilakukan juga pendidihan dari minyak kelapa sawit yang telah didapatkan tersebut.

Menggunakan mesin untuk mengolah kelapa sawit juga bukan hanya diperhitungkan dapat mengolah dengan lebih banyak dan efektif hasilnya. Akan tetapi juga harus di pertimbangkan dari segi ramah lingkungannya. Hal ini agar metode pengolahan dapat dilakukan dengan baik dan juga diterima oleh semua elemen masyarakat. Misalnya saja pembuangan dari limbah agar tetap menjaga lingkungan sekitar tetap dalam keadaan bersih sehingga tidak sampai tercemar dan merugikan.

Adapun harga mesin pabrik sawit tentunya beragam sesuai dengan jenis dan juga fungsi dari mesin tersebut. Karena tiap-tiap mesin memiliki tugas masing-masing yang mendukung setiap tahapan dari proses pengolahan tersebut. Baik harga mesin pabrik mini minyak goreng sawit misalnya, berkisar antara sembilan hingga puluhan juta namun memberikan kemudahan dalam memproduksi atau mengolah kelapa sawit tentunya.

Pengolahan Kelapa Sawit dengan Menggunakan Mesin

Sebagai salah satu bahan dari bagian industri, kelapa sawit menjadi bahan yang dibutuhkan sehingga harus melewati proses yang membutuhkan mesin dari distributor mesin pabrik kelapa sawit. Tentunya, proses tersebut dibutuhkan agar kelapa sawit dapat dimanfaatkan untuk hal-hal tertentu sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya saja dengan bahan kelapa sawit, dapat menghasilkan minyak untuk memasak, minyak untuk kebutuhan industri, hingga berupa biodiesel atau bahan bakar yang tentunya akan sangat berguna. Indonesia sendiri memiliki penyebaran dari tumbuhan kelapa sawit yang cukup besar. Hal ini juga dikarenakan banyak hutan dan juga kebun yang diubah menjadi kebun dari kelapa sawit tersebut.

Kebutuhan mesin untuk pengolahan kelapa sawit

Mengolah kelapa sawit tentunya membutuhkan alat untuk memudahkan segala macam pekerjaan tersebut khususnya agar kelapa sawit bermanfaat. Tentunya, dengan mesin pengolah untuk kelapa sawit akan memberikan kemudahan khususnya bagi pihak produsen, baik soal kualitas juga soal waktu. Setiap bagian-bagian mesin pabrik kelapa sawit harus menjadi hal yang paling diketahui sehingga dalam proses pengolahannya tidak terdapat hambatan.

Hampir semua produsen yang memproduksi minyak kelapa sawit misalnya menggunakan beragam jenis mesin yang canggih sebagai kemudahan dari proses pengolahan tersebut. Tentunya, hal ini didasari dengan proses dari pembuatan kelapa sawit tersebut. Beberapa proses yang bisa dirangkum dalam pengolahan kelapa sawit dengan menggunakan mesin di antaranya yaitu;

  1. Dimulai dengan penerimaan dari buah kelapa sawit tersebut.

  2. Kemudian pengolahan yang menggunakan mesin juga termasuk dengan menggunakan mesin rebusan dari buah kelapa sawit tersebut.

  3. Kelapa sawit yang telah melewati tahap rebusan kemudian akan diproses oleh mesin bantingan agar menjadi minyak yang didapatkan dari inti sawit.

  4. Setelah itu mengolahnya menjadi minyak dengan bantuan mesin untuk melakukan pressing atau memisahkan yang padat yang ada di dalam minyak kasar. Biasanya mesin melakukan ayakan.

  5. Mesin lainnya berfungsi untuk memisahkan menjadi minyak murni yang menggunakan sistem dari injeksi uap.

  6. Tahap selanjutnya yaitu di mana menggunakan tangka timbun yang umumnya dua buah dengan masing-masing ukuran yang berbeda. Yang satu sekitar dua ribu ton sedangkan yang lainnya sekitar lima ratus ton.

  7. Selanjutnya yaitu mesin yang digunakan khusus untuk mengatasi ampas dari kelapa sawit. Mesin ini juga merupakan salah satu bagian dari mesin untuk pengolahan dari kelapa sawit tersebut.

  8. Lalu mesin untuk pemecah biji yang berfungsi sebagai pemisah dari campuran khususnya kelapa sawit yang pecah.

Meskipun tidak dijelaskan secara panjang, namun beberapa fungsi mesin pabrik kelapa sawit di atas bisa menjadi gambaran dari proses pengolahan kelapa sawit hingga menjadi bahan yang bermanfaat. Untuk lebih jelasnya lagi, berikut foto mesin pabrik sawit, yaitu;

Beberapa dari mesin yang digunakan sebagai pengolah untuk kelapa sawit yang terbaru adalah bagian dari tahapan untuk pembuatan atau pengolahan kelapa sawit menjadi minyak ataupun bahan lainnya yang dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari khususnya untuk manusia. Karena pada dasarnya banyak jenis-jenis dari mesin untuk pengolahan kelapa sawit tersebut yang tentunya canggih dan penting untuk dimiliki oleh setiap produsen atau pabrik.

Jenis-jenis dari mesin untuk pengolah kelapa sawit tersebut juga dijual dengan harga yang cukup tinggi namun tak akan sebanding dengan hasil dari pengolahan kelapa sawit yang akan didapatkan. Gambar mesin pabrik kelapa sawit di atas sendiri dapat menjadi acuan dalam memilih mesin untuk mengolah kelapa sawit.

Tahap Pengolahan Minyak Sawit

Industri penghasil minyak masak, minyak industri dan bahkan bahan bakar (Biodiesel) tidak lain kebanyakan berasal dari kelapa sawit atau (Elaeis), tumbuhan ini sangat penting di berbagai industri, selain itu, perkebunan kelapa sawit menghasilkan keuntungan yang besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama di konversi atau dirubah menjadi perkebunan kelapa sawit. setelah Malaysia, Indonesia merupakan penghasil minyak kelapa sawit di dunia.

Ada banyak sekali pabrik yang terdapat di Indonesia, salah satunya yaitu pabrik kelapa sawit medan, Meskipun seperti itu apakah anda tahu pengertian pabrik kelapa sawit, PKS atau pabrik kelapa sawit adalah tempat yang digunakan untuk mengolah kelapa sawit menjadi berbagai macam turunan dan hasilnya.

  • karena keunggulan dan sifat yang dimilikinya, minyak sawit dapat digunakan untuk berbagai macam kegunaan, minyak sawit memiliki sifat tahan oksidasi dengan tekanan tinggi, bahan kimia yang tidak larut pun dapat terlarutkan oleh minyak sawit, dan efeknya untuk tubuh pun tidak menimbulkan efek iritasi pada tubuh karena mempunyai daya lapis yang tinggi dalam bidang kosmetik, selain kedua itu, bagian yang paling berguna yaitu buahnya, Bagian daging buah ini dapat menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang dapat diolah menjadi bahan baku minyak dan berbagai jenis turunannya, selain dengan keunggulannya minyak kelapa sawit memiliki harga yang relatif murah dan rendah kolesterol, kandungan karoten tinggi dan merupakan bahan baku margarin.

Terdapat juga Diagram alir proses pengolahan kelapa sawit yaitu seperti contoh berikut ini;

Tahap Pengolahan Minyak Sawit

 

Ada beberapa cara dalam mengolah kelapa sawit, yaitu dengan cara pengolahan minyak sawit secara tradisional dan adapun dengan cara modern, lalu bagaimana cara untuk mengolah minyak sawit dengan cara modern?, berikut caranya

Tahap Pengolahan

TBS atau Tandan Buah Segar yang dipanen dimasukkan ke dalam Loading Ramp dan diangkut ke lokasi pabrik minyak sawit dengan menggunakan truk. setelah itu ditimbang pada jembatan penimbangan (Weighing Bridge).

Kualitas minyak yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kondisi buah (TBS) yang diolah dalam pabrik. Proses pengolahan di pabrik hanya digunakan untuk menekan kehilangan dalam pengolahan minyak, sehingga TBS yang masuk bukan semata – mata hal yang dapat mempengaruhi kualitas hasilnya.

Perebusan

Tandan Buah Segar (TBS) yang ditimbang kemudian dimasukan ke dalam lori rebusan yang terbuat dari plat baja yang berlubang – lubang atau cage dan akan dimasukan dalam sterilizer untuk proses selanjutnya yaitu proses perebusan, sterilizer menggunakan uap air dan proses perebusan ini dilakukan untuk mengilangkan enzim yang dapat mempengaruhi kualitas minyak sawit.

Agar memudahkan pemisahan cangkang dan buah lalu untuk mengeluarkan inti dengan keluarnya biji, maka proses pun dilakukan selama 90 menit dengan menggunakan uap air, dari proses ini dihasilkan kondensat yang mengandung 0.5% yaitu minyak ikatan pada temperature tinggi.

Fat pit menjadi sebuah tempat untuk menyimpan kondensat, TBS yang direbus dimasukkan dalam thresher dengan menggunakan hoisting Crane.

Perontokan Buah Tandan

Buah yang masih melekat pada tandannya akan di pisahkan dengan menggunakan prinsip bantingan hingga buah yang terlepas kemudian ditampung dan dibawa oleh Fit Conveyor ke digester.

Alat yang digunakan yaitu Threser dengan alat yang berbentuk drum berputar tujuan dari proses ini yaitu untuk memisahkan (Fruitlet) dari tangkai tandan, hasil pemisahan tidak 100% tetapi untuk mengatasi hal ini, dilakukanlah sebuah proses yang dinamakan dengan Double Threshing, sehingga buah tandan yang belum sepenuhnya mengelupas dimasukkan kembali ke dalam Thresher kedua dan dibawa ke tempat pembakaran dimanfaatkan sebagai produk sampingan.

Itulah beberapa proses pengolahan minyak kelapa sawit yang dapat dilakukan, meskipun terlihat merepotkan, tetapi hal yang dihasilkan sangat menguntungkan, karena itu dengan menggunakan teknologi terbaru pabrik kelapa sawit.

Istimewanya Bahan Karet untuk Sehari-hari

Karet Merupakan salah satu bahan polimer hidrokarbon yang terkandung dalam beberapa jenis tumbuhan khususnya bagian Lateks, biasanya bahan karet ini berasal dari sebuah pohon yaitu pohon karet yang diolah menjadi beragam bentuk, seperti misalnya saja karet seal rebusan.

Karet ter\bagi menjadi 2 yaitu karet alam dan karet sintetis, karet alam adalah senyawa hidrokarbon yang merupakan polimer alam hari hasil penggumpalan makromolekul polisoprena (C5H8), sedangkan karet sintetis merupakan karet yang berasal dari bahan baku yang berasal dari minyak batu bara, minyak gas alam dan acetylene, Ada beragam jenis karet sintetis yaitu;

  1. NBR (Nytrile Butadiene Rubber)
  2. CR (Chloroprene Rubber)
  3. IIR (Isobutene Isoprene Rubber)

Kelebihan karet alam dibandingkan dengan karet sintetis yaitu dengan daya kekuatan elastisnya, selain itu pengolahan dari karet juga membuat karet memiliki elastisitas yang sangat baik jika dibandingkan dengan bahan mentah lainnya. pengolahan karet juga mudah. Selebihnya lagi, karet tidak mudah terjadinya aus atau gesekan yang menyebabkan massa menjadi habis.

Salah satu keunggulan lainnya yang membuat karet juga banyak dimanfaatkan kegunaannya yaitu tidak mudah panas dan juga memiliki daya tahan yang tinggi dari soal keretakan. Hal ini dikarenakan daya elastisitasnya yang tinggi sehingga sifatnya pun tahan lama. Namun karet juga memiliki daya yang mudah lengket pada setiap bahan. Memanfaatkan fungsi karet salah satunya yaitu disebut sebagai karet gasket rebusan.

Beberapa hal yang harus diketahui dari bahan karet pertama yaitu karet sintetis dengan daya tahan yang cukup tinggi terhadap panas dan juga suhu, pengaruh dari udara, kedap gas dan juga dari minyak. Jenis lain dari karet yang disebut dengan singkatannya yaitu NBR yaitu memiliki ketahanan yang juga sangat tinggi pada minyak dan umumnya digunakan sebagai pipa berbahan karet. Fungsinya untuk minyak, bensin dan juga seal atau membrane maupun juga rubber packing rebusan.

Karet CR sendiri merupakan karet yang memiliki ciri tahan pada api sehingga biasanya digunakan sebagai pipa dari karet, seal, dan juga pembungkus kabel, hingga sabuk pengangkut karena ketahanannya tersebut.

Sedangkan untuk IIR memiliki kemampuan untuk membuat kedap terhadap air sehingga lebih seringkali digunakan sebagai ban untuk motor, membalut kabel untuk listrik dan juga pelapis pada tangka hingga penyimpanan minyak maupun juga lemak.

Sekilas mengenai gasket

Gasket merupakan sebutan untuk karet yang dibuat atau diproduksi di Indonesia. Beragam ukuran maupun juga bentuk dari gasket sendiri ditentukan dan juga disediakan oleh perusahaan yang sesuai dengan kebutuhan dan juga fungsinya, khususnya bagi para pelanggan yang membutuhkannya. Gasket sendiri merupakan rubber seal rebusan yang membantu dalam mengisi celah agar cairan ataupun gas tidak keluar dari tempat yang seharusnya. Sehingga dapat dipastikan jika setiap ukuran dari gasket telah ditentukan.

Perbedaan dari gasket dengan seal karet yang biasanya terdapat pada bentuk dan juga ukurannya sehingga mudah untuk dikenal.

Adapun fungsi dari rubber seal rebusan sangat penting khususnya untuk keamanan dari mesin. Terutama dalam soal desainnya yang sangat pas agar dapat cukup di pasang di antara dua bagian yang biasanya ada pada mesin. Posisi dari gasket sendiri yaitu bisa ditekan di antara dua benda tersebut yang ada di dalam mesin. Celah tersebut biasanya akan sangat kecil. Namun jika menggunakan gasket, maka dapat dipastikan celah tersebut akan tertutup. Demikian sekilas mengenai karet hingga channel gasket rebusan.

Sistem Kerja dan Pengertian Sterilizer

Sistem kerja dan pengertian Sterilizer merupakan sebuah proses yang digunakan di pabrik – pabrik kelapa sawit adalah proses yang berguna untuk membersihkan buah kelapa sawit tanpa banyak menggunakan tenaga manusia dengan proses yang lebih cepat salah satunya adalah Vertical Sterilizer System, Penggunaan proses sterilizer diperlukan untuk mempercepat proses pembersihan  kelapa sawit sebelum diproses lebih lanjut, cara kerja nya muda untuk dipahami. mesin ini bekerja untuk membersihkan tandan buah segar hingga menghasilkan biji – biji inti sawit yang akan diproses selanjutnya.

Salah satu sterilizer yang paling umum digunakan adalah vertical sterilizer, sterilizer jenis ini sangat umum digunakan di pabrik – pabrik sawit, selain itu proses yang dilakukan pun bisa disebut lebih mudah dibandingkan proses sterilizer yang lainnya, Selain itu ada beberapa tingkatan dalam sistem perebusannya, yaitu sistem perebusan triple peak dan double peak.

Sistem proses sterilizer vertical ini memiliki system kerja dengan pompa hidrolik dan memang pada umumnya memilkiki kunci pengaman elektrolik untuk menutup bagian atas alat dimana buah sawit segar segera dimasukan.

Proses mesin sterilizer melakukan kerjanya tanpa butuh banyak tenaga, mesin ini bekerja dengan menggunakan scraper conveyor yang hasilnya yaitu membersihkan tandan sawit segar sekaligus memisahkan biji inti dari buahnya, perebusan tandan sawit segar pun biasanya harus melewati perebusan yang dilakukan pada mesin terpisah, sesudah itu, sawit hasil perebusan akan dimasukan kedalam mesin stabilizer yang memiliki scraper conveyor. tetapi sebelum itu tangki dimasukan satu perempat air hingga sawit yang dimasukan seluruhnya akan terendam dan masuk ke dalam air sehingga tidak akan mudah rusak.

Karena zaman sekarang perkembangan tekonologi berkembang pesat, mesin ini sekarang tidak membutuhkan proses perebusan dan pembersihan tidak dilakukan dengan proses manual dan dilakukan di mesin secara terpisah, sekarang kelapa sawit segar direbus dengan system doble peak yang hanya membutuhkan waktu sebanyak kurang lebih 80 menit, hasilnya pun tidak perlu dikeluarkan secara manual, karena hanya dengan bantuan satu operator saja, hasil dari proses ini akan dibantu oleh auger yang langsung memasukannya kedalam system conveyor.

Vertical stabilizer jauh lebih efektif dibandingkan dengan mesin lama, proses perebusan dan pembersihan akan dilakukan dengan cepat dengan mesin ini karena pengembangan serangkaian proses yang lebih cepat, baik dan efisien.

Pengembangan yang baik dalam mesin ini memungkinkan agar tandan sawit segar dan hasil rebusan tidak mudah tersebar dan rusak, masin ini membuat proses awal pembersihan menjadi lebih efektif, karena pada zaman dulu mesin untuk memproses kelapa sawit digunakan untuk membersihkan dan pelunakan bagian luar sawit saja.

keamanan dan efisiensi kerja pun terjamin sehingga hasil sawit yang dikeluarkan pun lebih banyak dan berkualitas, tenaga yang dikeluarkan untuk orang – orang yang mengoperasikannya hanya sedikit dikeluarkan untuk proses ini tidak besar tanpa ada proses manual, yang diperlukan hanya memasukan tandan dan menutup mesinnya saja. Gearbox dapat membantu mesin untuk mengocok sawit dan menghubungkan antara tempat perebusan dengan conveyor agar biji sawit inti dapat dijadikan minyak.

Meskipun sudah terpercaya tetapi mesin ini memiliki resiko kebocoran, anda harus tetap merawat dan memastikan mesin yang digunakan terjamin dan aman, selain itu untuk mencgah kebocoran anda harus memastikan mesin ini bekerja dengan baik.

itulah artikel tentang sistem, pengertian, dan komponen sterilizer yang mungkin dapat membantu anda, terima kasih.