Mengenal Prinsip Kerja Turbin Uap Kelapa Sawit

Di dalam suatu industri pabrik kelapa sawit, memang dibutuhkan suatu alat seperti steam sebanyak 700 kg per ton TBS untuk melakukan suatu perebusan dari tandan buah segar. Dengan demikian kapasitas sterilizer ini sendiri 60 ton per jamnya membutuhkan steam sebanyak 42.000kg steam per jamnya. Oleh karena itulah di dalam suatu pabrik kelapa sawit menggunakan suatu pembangkit listrik yang mana menggunakan siklus tertutup. Boiler sendiri berfungsi untuk memanaskan air untuk bisa membangkitkan listrik dengan cara menggunakan turbine kelapa sawit. Kemudian untuk steam yang merupakan sisa dari turbin dimanfaatkan sebagai proses perebusan pada sterilizer. Kemudian untuk steam dari sisa sterilizer tersebut nantinya akan dibuang. Dengan demikian kebutuhan air yang dibutuhkan memang sangat banyak. Pemakaian air di pabrik kelapa sawit secara normal sendiri adalah 1 m3 per kg nya.

Prinsip Kerja Turbin Uap Kelapa Sawit

Turbin uap kelapa sawit sendiri pada dasarnya adalah suatu mesin penggerak yang mana mengubah energi yang terkandung di dalam uap secara langsung menjadi gerak putar di poros. Uap tersebut nantinya setelah melalui proses yang dikehendaki, maka uap yang sudah dihasilkan dari proses tersebut bisa digunakan untuk memutar alat turbin tersebut melalui alat pemancar dengan kecepatan yang relatif. Kecepatan relatif tersebut nantinya akan membentur sudu penggerak, dengan demikian bisa menghasilkan suatu putaran. Uap yang keluar memancar dari nosel tersebut kemudian diarahkan ke sudu – sudu turbin yang memiliki bentuk seperti lengkungan dan juga dipasang pada sekeliling roda dari turbin. Uap tersebut nantinya akan mengalir melalui banyak celah yang terdapat di antara bagian sudu turbin tersebut kemudian dibelokkan ke arah yang mengikuti lengkungan sudu turbin. Perubahan dari kecepatan uap tersebut menimbulkan gaya yang mendorong kemudian memutar roda dan juga poros. Jika uap tersebut masih memiliki kecepatan pada saat lewat pada sudu turbin, itu berarti hanya sebagian yang memiliki energi sintetis dari uap yang mana diambil oleh sudu – sudu turbin yang sedang berjalan. Agar energi kinetis yang masih ada pada saat meninggalkan bagian sudu turbin dapat dimanfaatkan, maka pada turbin tersebut dipasang lebih dari sebaris sudu untuk gerak. Namun sebelum memasuki baris kedua dari sudu gerak, maka di antara baris pertama dan juga baris kedua dari sudu gerak tersebut akan dipasang satu baris sudu tetap yang memiliki fungsi untuk bisa merubah arah dari kecepatan uap. Hal tersebut bertujuan agar uap tersebut bisa masuk ke dalam baris kedua sudu gerak dengan arah yang lebih tepat. Kecepatan dari uap tersebut pada saat meninggalkan bagian sudu gerak yang terakhir tentu saja harus bisa dibuat sekecil mungkin, dengan tujuan energi kinetis yang ada bisa dimanfaatkan dengan baik. Dengan demikian tentu saja efisiensi dari turbin sawit akan menjadi lebih tinggi yang disebabkan oleh kehilangan energi yang relatif kecil.

Jenis Dan Harga Turbin Uap Kelapa Sawit

Berbicara mengenai turbin kelapa sawit, mesin tersebut juga memiliki beberapa jenis yang mana dibedakan dari beberapa kategori. Contohnya saja seperti berdasarkan transformasi dari energi, kemudian juga berdasarkan tekanan uap yang keluar dari turbin, lalu berdasarkan tekanan uap yang masuk dari turbin, berdasarkan pengaturan uap yang masuk ke dalam turbin, lalu berdasarkan aliran uap, berdasarkan pemakaian pada bidang industri dan juga berdasarkan tipenya. Sedangkan untuk harga turbin kelapa sawit, tentu saja tergantung dari jenis, merk dan juga kualitasnya. Semakin bagus kualitasnya tentu saja akan semakin mahal. Namun biasanya harganya sendiri dibanderol ratusan juta rupiah sampai milyaran rupiah.

Sistem Kerja dan Pengertian Sterilizer

Sistem kerja dan pengertian Sterilizer merupakan sebuah proses yang digunakan di pabrik – pabrik kelapa sawit adalah proses yang berguna untuk membersihkan buah kelapa sawit tanpa banyak menggunakan tenaga manusia dengan proses yang lebih cepat salah satunya adalah Vertical Sterilizer System, Penggunaan proses sterilizer diperlukan untuk mempercepat proses pembersihan  kelapa sawit sebelum diproses lebih lanjut, cara kerja nya muda untuk dipahami. mesin ini bekerja untuk membersihkan tandan buah segar hingga menghasilkan biji – biji inti sawit yang akan diproses selanjutnya.

Salah satu sterilizer yang paling umum digunakan adalah vertical sterilizer, sterilizer jenis ini sangat umum digunakan di pabrik – pabrik sawit, selain itu proses yang dilakukan pun bisa disebut lebih mudah dibandingkan proses sterilizer yang lainnya, Selain itu ada beberapa tingkatan dalam sistem perebusannya, yaitu sistem perebusan triple peak dan double peak.

Sistem proses sterilizer vertical ini memiliki system kerja dengan pompa hidrolik dan memang pada umumnya memilkiki kunci pengaman elektrolik untuk menutup bagian atas alat dimana buah sawit segar segera dimasukan.

Proses mesin sterilizer melakukan kerjanya tanpa butuh banyak tenaga, mesin ini bekerja dengan menggunakan scraper conveyor yang hasilnya yaitu membersihkan tandan sawit segar sekaligus memisahkan biji inti dari buahnya, perebusan tandan sawit segar pun biasanya harus melewati perebusan yang dilakukan pada mesin terpisah, sesudah itu, sawit hasil perebusan akan dimasukan kedalam mesin stabilizer yang memiliki scraper conveyor. tetapi sebelum itu tangki dimasukan satu perempat air hingga sawit yang dimasukan seluruhnya akan terendam dan masuk ke dalam air sehingga tidak akan mudah rusak.

Karena zaman sekarang perkembangan tekonologi berkembang pesat, mesin ini sekarang tidak membutuhkan proses perebusan dan pembersihan tidak dilakukan dengan proses manual dan dilakukan di mesin secara terpisah, sekarang kelapa sawit segar direbus dengan system doble peak yang hanya membutuhkan waktu sebanyak kurang lebih 80 menit, hasilnya pun tidak perlu dikeluarkan secara manual, karena hanya dengan bantuan satu operator saja, hasil dari proses ini akan dibantu oleh auger yang langsung memasukannya kedalam system conveyor.

Vertical stabilizer jauh lebih efektif dibandingkan dengan mesin lama, proses perebusan dan pembersihan akan dilakukan dengan cepat dengan mesin ini karena pengembangan serangkaian proses yang lebih cepat, baik dan efisien.

Pengembangan yang baik dalam mesin ini memungkinkan agar tandan sawit segar dan hasil rebusan tidak mudah tersebar dan rusak, masin ini membuat proses awal pembersihan menjadi lebih efektif, karena pada zaman dulu mesin untuk memproses kelapa sawit digunakan untuk membersihkan dan pelunakan bagian luar sawit saja.

keamanan dan efisiensi kerja pun terjamin sehingga hasil sawit yang dikeluarkan pun lebih banyak dan berkualitas, tenaga yang dikeluarkan untuk orang – orang yang mengoperasikannya hanya sedikit dikeluarkan untuk proses ini tidak besar tanpa ada proses manual, yang diperlukan hanya memasukan tandan dan menutup mesinnya saja. Gearbox dapat membantu mesin untuk mengocok sawit dan menghubungkan antara tempat perebusan dengan conveyor agar biji sawit inti dapat dijadikan minyak.

Meskipun sudah terpercaya tetapi mesin ini memiliki resiko kebocoran, anda harus tetap merawat dan memastikan mesin yang digunakan terjamin dan aman, selain itu untuk mencgah kebocoran anda harus memastikan mesin ini bekerja dengan baik.

itulah artikel tentang sistem, pengertian, dan komponen sterilizer yang mungkin dapat membantu anda, terima kasih.

Pentingnya Penerapan Teknologi Pabrik Kelapa Sawit Terbaru

Teknologi pabrik kelapa sawit semakin berkembang dan inovatif, semua bertujuan untuk menghasilkan output minyak sawit yang berkualitas tinggi oleh para produsen pabrik kelapa sawit. Para kontraktor pabrik kelapa sawit bahkan ditentukan dengan analisis-analisis tertentu untuk menentukan pemilihan mesin-mesin canggih sebagai teknologi terkini dalam proses pengolahan kelapa sawit. Pada dasarnya, pabrik kelapa sawit adalah salah satu bisnis perkebunan yang sangat menjanjikan. Proses pengolahan kelapa sawit hingga menjadi CPO (Crude Palm Oil) dilakukan oleh PKS (Pabrik Kelapa Sawit). Proses pengolahan yang dilakukan oleh pabris kelapa sawit pada dasarnya sangat sederhana, yaitu hanya memeras minyak yang ada di dalam tandan buah segar kelapa sawit. Akan tetapi, dalam pelaksanaan proses pemerasan minyak dalam kelapa sawit tersebut membutuhkan tahapan-tahapan yang panjang serta didukung oleh berbagai mesin pencacah tandan kosong kelapa sawit yang canggih.

Mengenal Teknologi Pabrik Kelapa Sawit

Inovasi teknologi pada pabrik kelapa sawit sangat dibutuhkan untuk mendukung output berkualitas dari kelapa sawit yang telah melewati proses pengolahan. Salah satu teknologi terkini dari pabrik kelapa sawit yang sangat dianjurkan oleh para konsultan pabrik kelapa sawit ialah penggunaan dan pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan, terutama pada pengelolaan limbah minyak sawit. Dalam sebuah riset dikemukakan jika terdapat empat prinsip yang bisa diaplikasikan oleh para produsen minyak sawit dalam proses pengurangan jumlah limbah yang akan dibuang ke lingkungan, yaitu pengurangan dari sumber, sistem daur ulang, pengambilan, dan pemanfaatan kembali sehingga akan tiba pada tahap produksi kelapa sawit yang bersih.

Teknologi Pabrik Kelapa Sawit Ramah Lingkungan

Penggunaan teknologi pabrik kelapa sawit yang ramah lingkungan merupakan sebuah metode produksi kelapa sawit yang diharapkan oleh semua elemen masyarakat. Sehingga keuntungan besar yang diperoleh dari pengolahan kelapa sawit sebanding dengan lingkungan pembuangan limbah yang tetap bersih dan tidak tercemar. Salah satu alternatif yang ditawarkan untuk produksi kelapa sawit yang bersih ialah dengan membangun instalasi limbah cair. Pada dasarnya penggunaan limbah cair kelapa sawit dalam perkebunan kelapa sawit telah membuat ekosistem tanah dan kualitas air di daerah sekitar pabrik menjadi terganggu. Pengaruh buruk ini harus diatasi dengan alternatif efektif sebagai bentuk penanggulangan limbah cair pabrik agar tidak mencemari kualitas air.

Vertical Sterilizer Pabrik Kelapa Sawit

Pada pabrik kelapa sawit terdapat berbagai macam stasiun kerja. Salah satu stasiun yang sangat berperan penting dalam proses pengolahan kelapa sawit ialah stasiun rebusan buah kelapa sawit atau sterilizer. Sterilizer merupakan sebuah bejana bertekanan yang memanfaatkan uap atau steam untuk merebus buah kelapa sawit yang terdapat pada tandan buah segar. Tekanan uap yang digunakan ialah sekitar 3.0 kg per cm2. Sterilizer memiliki beberapa tujuan, diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Untuk memudahkan pelepasan brondolan buah sawit dari tandan buah kelapa sawit segar

  • Untuk menghilangkan semua enzim penghasil asam lemak bebas

  • Untuk memudahkan pelepasan kernel (inti sawit) dari cangkang

  • Memudahkan serat dan biji sawit agar mudah terlepas

  • Dan lain-lain

Terdapat beberapa model rebusan (Sterilizer) pada pabrik kelapa sawit (PKS) yaitu rebusan horizontal dan vertikal atau biasa disebut dengan vertical sterilizer pabrik kelapa sawit. Sterilizer verikal merupakan rebusan yang tengah menjadi trend dalam pembangunan PKS saat ini. Vertical sterilizer pabrik kelapa sawit pada dasarnya memiliki alur yang hampir sama dengan sterilizer station lainnya. Dimana ukuran dari pintu rebusannya ialah 1200 mm, 1400 mm, 1750 mm, hingga seterusnya.

Macam Alat Yang Ada Di Pabrik Kelapa Sawit

Pabrik kelapa sawit sekarang ini sudah ada banyak sekali di Indonesia, terutama di daerah Kalimantan. Oleh karena itu tak heran jika pabrik kelapa sawit sekarang ini semakin maju dan juga berkembang secara pesat mengingat kebutuhan akan minyak kelapa sawit sangat besar. Namun di dalam pabrik kelapa sawit tersebut tentu saja terdapat berbagai macam alat yang mana digunakan untuk mengolah kelapa sawit tersebut menjadi minyak kelapa sawit. Adapun beberapa alat yang ada di pabrik kelapa sawit tersebut adalah sebagai berikut:

Vibrating Screen Kelapa Sawit

Yang pertama adalah vibrating screen kelapa sawit. Alat ini sendiri merupakan ayakan getar yang mana memiliki fungsi untuk bisa memisahkan padatan yang ada di dalam minyak kasar dengan cara diayak di media saringan dengan ukuran mesh yang sudah ditentukan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum, pemakaian dari alat ini sendiri dipasang sebelum masuk ke dalam tangki minyak kasar, untuk proses pengayakan ini sendiri dibantu dengan menggunakan air panas sebagai pelarut yang memiliki temperatur 80 sampai dengan 90 derajat celcius. Ayakan getar ini sendiri nantinya akan memisahkan dua jenis partikel yaitu pasir dan tanah serta ampas sawit.

Rebusan Pabrik Kelapa Sawit

Kemudian yang kedua adalah rebusan pabrik kelapa sawit atau yang lebih sering disebut dengan sterilizer, alat ini merupakan bejana yang memiliki tekanan menggunakan uap atau steam sebesar 3,0 kg per cm2, uap tersebut digunakan untuk merebus buah kelapa sawit yang terdapat di dalam tandan buah segar sawit tersebut. Alat ini digunakan dengan beberapa tujuan, salah satunya adalah agar hasil yang didapatkan merupakan yang terbaik dan juga sesuai dengan standard yang sudah diterapkan. Selain itu juga terdapat beberapa tujuan lain seperti membuat proses dari pelepasan brondolan buah sawit yang berasal dari tandan buah segar menjadi lebih mudah, kemudian membantu untuk menghilangkan enzim yang menghasilkan asam lemak bebas, membantu proses dari pemecahan emulsi, agar biji dan juga serat menjadi lebih mudah lepas dan masih banyak lagi yang lainnya. Rebusan pabrik sawit sendiri terdapat beberapa jenis seperti rebusan horizontal, rebusan vertikal, rebusan bola dan juga rebusan 45 derajat atau oblique sterilizer.

Rebusan Vertikal Kelapa Sawit

Selain itu ada salah satu jenis rebusan yang bernama vertical sterilizer, pabrik kelapa sawit dengan rebusan vertikal ini memang menjadi suatu hal yang sangat penting dan sangat menunjang produksi dari kepala sawit tersebut. Rebusan vertikal atau vertical stelizer ini sendiri menggunakan sistem satu puncak karena buah sawit tersebut sudah melalui splitter yang mana memiliki fungsi untuk memecah buah sawit tersebut sehingga nantinya penetrasi dari uap akan lebih maksimal dan jumlah udara yang mana terjebak di dalam alat ini akan lebih kecil jika dibandingkan dengan horizontal sterilizer.

The Benefits of Air Separator System in Palm Oil Industry

Air separator is such an innovative separation system in term of palm oil milling industry. The work of such a machine is actually really unique. It is due to the application of two-phase separation system that enables the owner to get the best result. There are some things which are eliminated during the process. The first is shell cyclone and another one is kernel loss. Another benefit is that it can stabilize the terminal air velocity and produce more precise control. It is not surprising that the desired result can be achieved more easily.

The principle of air separator is based on the theory of pneumatic air separation. In the method, materials with different density are separated into some parts they are the heavier and lighter parts.

Other Modules

Air separator is not the only idea which adapts such an operating system. In industrial world, those kinds of machines are really common to be used. One of them is the nut fibre separator. What is that? It is basically functioned to separate fibre and nuts commonly from pressed cakes in the cake breaker conveyor. The similar case is regarding the palm nut fiber separator. Well, to have a high-qualified palm oil, this process really must be done.

So, what else? In the industry, nut stone separation is also recognized. Similar with its friends mentioned above, the separator is basically used to separate nuts and unexpected stones brought from the harvesting process.

Other separation process in palm oil milling is known as cracked mixture separation. The process separates light shells and whole kernels from cracked mixture. The device used in the process is namely cracked mixture separator.

Advantages

All of those separation systems give the producers more benefits. Although some of them may still prefer using manual process such a technology is proven to be more beneficial and helpful.

1.             Simple Design and Construction

Remembering the more benefits followed it is really reasonable if the air separator along with the modules is well-made with complex construction. Surprisingly, it is not that complicated. The design is quite simple with compact construction to make it easy to move. It is even enclosed the system of re-circulating.

2.             Easy Installation

The process of installation is quite easy and simple. It is particularly if you already have the existing system.

3.             Separation Improvement

The machine system is really efficient during the production process. You should not worry if the separation is not done well. It also enables you to take control during the operation. If you find out any result which is most satisfying you can start to repeat the whole process.

4.             Saving More Space

Like it has been said before, the construction is quite simple. More than that, it will also not take too much space. So, if you have any problem with such a narrow production area, you should not worry that much.

5.             Low Maintenance Cost

This is a common problem in the industry. Sometimes, the maintenance of tools and devices are really high so that you need to press the production cost. It seems that the air separator can help you more. Why? Because its maintenance is minimum and only regular cleaning is required.

6.             Power Saving

Being compared to other machines and devices used in such industries, the energy used tends to be less. Even it can save power up to 30% than the others.

7.             Automation

System can be upgraded automatically. It is basically connected digitally to make it much easier to operate and access. It doesn’t mean you will need to hire an IT expert for this. Anything provided in the air separator can simply learnt yourself.

the Benefits of Air Separator System in Palm Oil Industry
Air Separator

Air Separator System in Palm Oil Industry

Perhitungan Rendemen Dalam Jurnal Kelapa Sawit

Jurnal kelapa sawit digunakan sebagai sistem pembukuan untuk mengetahui bagaimana perhitungan yang dilakukan dalam proses pengolahan kelapa sawit menjadi minyak goreng yang dihasilkan oleh pabrik. Keberadaan jurnal tersebut tetunya sangat penting, selain berisi informasi terkait proses pengolahan kelapa sawit ia juga memuat banyak jumlah dari sistem perhitungan yang dilakukan pada proses pengolahannya.
Sebelum menjadi limbah yang dikenal dengan nama tandan kosong kelapa sawit, buah tandan kelapa sawit itu sendiri akan mengalami proses pengolahan yang panjang dengan menggunakan berbagai macam alat atau pun mesin yang mendukung pengolahannya. Salah satu jenis mesin yang digunakan untuk mengolah kelapa sawit adalah decanter. Jenis mesin apakah decanter tersebut? Untuk mengetahuinya lebih lanjut, sebaiknya anda simak uraian penjelasan di bagian bawah ini :
Mesin decanter, bukanlah jenis mesin yang hanya digunakan di pabrik kelapa sawit saja, melainkan banyak pula digunakan pada berbagai macam pabrik lainnya. Namun jenis mesin yang satu ini umumnya digunakan untuk mengolah limbah. Mesin ini sering pula disebut centrifuge, dan ia memiliki fungsi sebagai stasiun klarifikasi yang dapat memisahkan antara cairan serta suspensi yang dilihat berdasarkan berat jenisnya. Itulah sebabnya banyak yang menyatakan bahwa mesin yang satu ini digunakan sebagai alat fiber kelapa sawit.
Mesin ini digunakan untuk mengganti kinerja dari beberapa bagian unit yang dimiliki pabrik kelapa sawit. Hal ini dilihat melalui cara kerja yang dimilikinya, dimana mesin tersebut menggunakan gaya sentrifugal, dengan bagian silinder yang digunakan sebagai bagian poros dari separator. Sehingga setiap cairan yang masuk pada silinder tersebut, nantinya akan diputar secara bersamaan yang akhirnya akan memisahkan kedua bagian komponen yang terdapat di dalamnya. Untuk ukuran kecepatan dari mesin itu sendiri juga disesuaikan dengan kebutuhan dari penggunaannya sehingga cairan pun dapat dipisahkan. Demikianlah kiranya fungsi dan cara kerja decanter sebagai alat yang memegang peranan penting dalam pengolahan kelapa sawit.
Dari hasil pengolahan dengan menggunakan mesin decanter tersebut, maka perhitungan pun harus  dilakukan padanya, baik itu pada minyak kelapa sawit yang dihasilkan atau pun pada perbandingan penggunaan bahan baku dengan minyak yang dihasilkannya. Salah satu hal penting yang juga menjadi bagian perhitungan dari proses pengolahan kelapa sawit di atas tadi, diantaranya adalah perhitungan rendemen kelapa sawit. Apa yang dimaksud dengan perhitungan rendemen? Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simaklah penjelasan di bagian bawah ini :
Perhitungan rendemen
Perhitungan rendemen adalah jenis perhitungan yang juga dilakukan pada  jurnal kelapa sawit dengan tujuan untuk mengetahui jumlah yang dihasilkan dari tingkat produktifitas suatu pabrik, dalam hal ini adalah pabrik kelapa sawit. Dengan sistem hitungan yang satu ini, selain jumlah hasil produksi yang dapat diperhitungkan, ia juga berguna dalam mengontrol kualitas hasil kelapa sawit yang dimilikinya, bahkan untuk fungsi kelapa sawit itu pun akan terasa lebih maksimal.

Perhitungan Rendemen dalam Jurnal Kelapa SawitRendemen dalam Jurnal Kelapa Sawit

Bagi anda yang belum mengetahui bagaimana cara menghitung rendemen kelapa sawit tersebut, maka perhatikanlah contoh bentuk perhitungan yang akan penulis jelaskan berikut ini :

Rumus hitungan rendemen kelapa sawit :

RKS = (CPO/TBS) X 100%
Ket :
RKS : Prosentasi hasil rendemen kelapa sawit (%)
CPO : Jumlah yang dihasilkan dari crude palm oil (kg)
TBS : Jumlah tandan buah kelapa sawit segar yang diolah  (kg)
Jika pabrik kelapa sawit A mengolah TBS dengan jumlah 250.000 kg per harinya. Sedangkan jumlah minyak sawit yang dihasilkan oleh pabrik tersebut mencapai hitungan 60.500 kg per harinya, maka jumlah rendemen kelapa sawit tersebut adalah?
RKS = (CPO/TBS) X 100%
= (60.500/ 250.000) X 100%
= 24,2%
Demikianlah salah satu jenis perhitungan yang terdapat dalam jurnal kelapa sawit.

Peluang Bisnis dari mengolah Limbah Kelapa Sawit

Jurnal industri kelapa sawit menunjukkan bahwa sektor industri minyak kelapa sawit mengalami perkembangan yang cukup berarti. Ini dapat dilihat dari luas areal perkebunan kelapa sawit yang tiap tahunnya meningkat. Meningkatnya areal perkebunan kelapa sawit ini juga disertai dengan meningkatnya produksi minyak kelapa sawit. Meskipun harga pasaran kelapa sawit sering naik turun dan kebetulan saat ini harga kelapa sawit di pasaran relatif rendah, yaitu Rp 1.246,31 per kg untuk kelapa sawit berumur 3 tahun, Rp 1.391,18 per kg untuk kelapa sawit berumur 4 tahun, Rp 1.488,43 per kg untuk kelapa sawit berumur 5 tahun, Rp 1.532,72 per kg untuk kelapa sawit berumur 6 tahun, Rp 1.591,07 per kg untuk kelapa sawit berumur 7 tahun, Rp 1.640,72 per kg untuk kelapa sawit berumur 8 tahun, dan Rp 1.740,66 per kg untuk kelapa sawit berumur 10-20 tahun. Data merupakan pengumuman resmin dari Dinas Perkebunan Riau. Namun, menjadikan sektor ini sebagai peluang bisnis juga masih menjanjikan.

Pemanfaatan kelapa sawit umumnya dilakukan dengan memprosesnya menjadi minyak kelapa sawit. Minyak kelapa sawit ini dimanfaatkan sebagai minyak untuk menggoreng. Minyak goreng selalu dibutuhkan setiap harinya untuk memasak. Oleh karena itu, bisnis pada sektor ini tidak pernah kehabisan nafas. Kebutuhan yang terus meningkat akan terpenuhi apabila sektor industri kelapa sawit juga akan menyediakan produk olahan kelapa sawit berupa minyak kelapa sawit.

 

Melakukan Bisnis Kelapa Sawit

Berbisnis dengan menggunakan kelapa sawit sebagai komoditas olahan utama umum dilakukan dengan cara mengolahnya menjadi minyak kelapa sawit atau minyak goreng. Melakukan bisnis kelapa sawit Anda harus memahami cara menghitung kapasitas produksi pabrik kelapa sawit. rumus-rumus berikut merupakan cara menghitung kapasitas produksi pada pabrik kelapa sawit.

Kapasitas Pabrik        = jumlah rebusan x (jumlah lori/rebusan) x (isian lori/lori) x (60

  menit/siklus rebusan)

Interval                = (siklus rebusan/jumlah rebusan)

Waktu Angkat Hostingcrane    = (interval/jumlah lori)

Jumlah Lori 1 Jam        = (60 menit/waktu angkat hostingcrane)

Kapasitas            = jumlah lori 1 jam x jumlah kapasitas lori

Sayangnya, tidak banyak pebisnis yang berani mencari peluang bisnis dengan cara mengeksplor kelapa sawit menjadi barang produksi selain minyak. Bahkan tidak ada yang berani mengeksplorasi limbah kelapa sawit sebagai potensi bisnis. Salah satu limbah dari pengolahan kelapa sawit menjadi minyak kelapa sawit ini adalah limbah cair. Limbah cair ini dapat dieksplorasi menjadi salah satu peluang bisnis yang mungkin dapat Anda lakukan. Umumnya limbah merupakan sisa produksi yang terabaikan. Namun, dengan memakai kacamata yang lebih optimis, limbah kini dapat dijadikn salah satu ekspansi peluang bisnis Anda.

Memanfaatkan Limbah Cair Kelapa Sawit

Jurnal pemanfaatan limbah kelapa sawit menunjukkan bahwa limbah kelapa sawit khususnya limbah cair dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Limbah cair diperoleh dari hasil sampingan proses pengubahan kelapa sawit menjadi minyak sawit. limbah cair ini dapat langsung digunakan sebagai pupuk. Untuk menekan pengeluaran pemeliharaan kelapa sawit, khususnya pengeluaran untuk pupuk, dapat memanfaatkan limbah cair hasil sampingan olahan kelapa sawit ini.

Peluang Bisnis Dari Mengolah Limbah Kelapa Sawit

Limbah cair ini masih mengandung minyak dan komponen organik lainnya. Umumnya, pengolahan limbah cair dari hasil sampingan minyak kelapa sawit ini dengan menggunakan bakteri anaerob. Namun pengolahan yang telah dilakukan saat ini dengan metode konvensional. Yaitu menggunakan kolam penampungan yang besar sehingga memungkinkan pembentukan konsentrasi biomassa yang rendah. Pemutakhiran pengolahan seperti penggunaan bioreaktor anaerob yang memiliki konsentrasi biomassa yang tinggi. Bioreaktor anaerob adalah jenis reaktor yang dimanfaatkan untuk mengolah limbah organik cair, salah satunya limbah kelapa sawit, yang berbantuan bakteri anaerob. Memanfaatkan limbah cair dari kelapa sawit ini akan menjadi peluang bisnis Anda, di tengah perkembangan pesatnya sektor industri kelapa sawit menurut Jurnal industri kelapa sawit.

Bisnis dari Mengolah Limbah Kelapa Sawit

Proses Pembuatan Minyak Kelapa Sawit

Apabila Anda pernah bekerja di perkebunan sawit, maka Anda pasti familiar dengan yang namanya pengertian rendemen kelapa sawit. Rendemen dan kelapa sawit memiliki hubungan yang erat antara satu dengan yang lainnya. Rendemen adalah perbandingan jumlah CPO yang dihasilkan dari satu kg TBS dari kelapa sawit. Apa itu CPO dan TBS? CPO adalah Crude Palm Oil sedangkan TBS adalah Tandan Buah Segar.

Pemakaian istilah rendemen yang biasanya diketahui adalah rendemen 25% atau bisa juga rendemen 20%. Rendemen memiliki peranan yang cukup penting didalam proses pengolahan kelapa sawit. Melalui penghitungan rendemen, tingkat produktifitas dari sebuah pabrik kelapa sawit bisa diketahui dengan baik. Dengan mengetahui tingkat produktifitas suatu perusahaan kelapa sawit, maka kualitas dari sebuah pabrik bisa terkontrol. Rendemen memiliki rumus dasar yaitu RKS = (CPO/TBS) x 100%. RKS adalah kepanjangan dari persentase rendemen kelapa sawit (dalam satuan %), CPO adalah kepanjangan dari banyaknya jumlah crude palm oil yang dihasilkan (dalam satuan kg).  

Proses Pembuatan Minyak Kelapa Sawit

Proses pengolahan kelapa sawit

Sebagai salah satu komoditas penting, pengetahuan yang berkaitan dengan olahan kelapa sawit perlu diketahui demi kualitas minyak sawit yang lebih baik. Secara umum, proses pembuatan minyak kelapa sawit di pabrik dapat dibagi menjadi beberapa tahap.

Pembuatan Minyak Kelapa Sawit

Loading ramp

Tahap pertama adalah tahapan loading ramp. Pada tahapan ini, buah kelapa sawit disortir oleh pihak sortasi. Setelah itu, buah yang sudah disortir akan dimasukkan kedalam ramp cage. Ramp cage ini terletak diatas rel lori. Ramp cage  adalah sebuah alat yang memiliki 30 pintu, pintu ini bisa dibuka tutup dengan menggunakan sistem hidrolik yang berada disebelah kiri dan kanan. Ketika pintu dibuka, maka bagian bawah lori yang terletak dibawah cage terisi dengan Tandan Buah Segar.

Lori yang sudah terisi akan ditarik dengan menggunakan capstand menuju ke transfer carriage. Transfer carriage memiliki kapasitas yang dapat memuat 3 lori. Masing-masing lori memiliki rata-rata berat mulai dari 3,3  sampai dengan 3,5 ton. Transfer carriage lori dapat diarahkan sesuai dengan rel sterilizer yang diinginkan. Sedangkan untuk yang akan dimasukkan ke sterilizer, jumlah lori yangd digunakan adalah 12 lori yang dilakukan dengan menggunakan loader.

Sterilizer

Fungsi dari perebusan didalam bejana atau disebut juga dengan sterilizer adalah untuk mematikan enzim, memudahkan brodol yang terlepas dari tandannya, mengurangi adanya kadar air didalam buah kelapa sawit, melunakkan mesocarp yang bertujuan untuk proses pelumatan dan pengepresan yang lebih mudah, dan juga untuk memudahkan agar kernel bisa terlepas dengan mudah dari cangkangnya. Proses ini memakan waktu antara 85 -95 menit. Media yang digunakan sebagai media pemanas adalaha steam BVP atau disebut juga sebagai Back Pressure Vessel. Steam ini memiliki tekanan sebesar 2,8 sampai dengan 3 bar.

Proses perebusan yang dilakukan adalah proses dengan sistem 3 peak. Siste, 3 peak adalah sistem tekanan yang memiliki tiga puncak yang dimulai dari 1,5 Kg/cm2 untuk puncak pertama, 2,0 Kg/cm2 untuk puncak kedua, dan 2,8 – 3,0 Kg/cm2 untuk puncak ketiga.

Proses perebusan di pabrik kelapa sawit dilakukan dengan cara melakukan  proses deaeration selama dua menit. Pada saat proses ini dilakukan, posisi condensate terbuka. Setelah itu, masukan uap pada peak pertama selama 10 menit dengan jumlah tekanan mencapai 1,2 bar. Ketika tekanan mencapai 0 bar, maka uap dan kondensat dibuang. Proses ini memakan waktu selama 5 menit. Pada saat tekanan mencapai dua bar, maka uap dapat dimasukkan selama kurang lebih 15 menit. Setelah 3 menit, uap kondensat dibuang dan masukkan steam supaya peak ke-3 tercapai. Waktu yang dibutuhkan adalah  15 sampai dengan 20 menit. Apabila peak ketiga sudah tercapai, proses penahanan dapat dilakukan kurang lebih 40 – 50 menit. Setelah itu, kembalikan tekanan sampai 0 dan uap kondensat yang ada dibuang selama kurang lebih 5 sampai dengan 7 menit.

Cara Kerja Mesin Decanter di Pabrik Kelapa Sawit

Bagaimanakah cara kerja Mesin Decanter di pabrik kelapa sawit? Sebelum mengetahuinya lebih lanjut mari kita lebih mengenal mengenai Mesin Decanter terlebih dahulu. Mesin Decanter sering disebut juga dengan Mesin Centrifuge. Mesin ini adalah jenis mesin yang sering ditemukan di perusahaan kelapa sawit. Mesin ini memiliki fungsi seperti stasiun klarifikasi yang digunakan untuk memisahkan cairan atau suspensi berdasarkan berat jenisnya.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya Mesin Decanter adalah mesin yang memiliki tugas yang sama dengan mesin klarifikasi sehingga fungsinya dapat digunakan untuk menggantikan banyak komponen. Sayangnya penggunakan Mesin Decanter ini belum banyak di pilih karena memiliki biaya yang besar. Tapi mesin ini biasa dipilih oleh perusahaan-perusahaan yang besar karena merupakan salah satu bentuk investasi yang menguntungkan.

Tugas dari Mesin Decanter

Pada dasarnya Mesin Decanter memiliki fungsi untuk memisahkan sebuah cairan. Jika di dalam sebuah pabrik pengolahan minyak kelapa sawit, Mesin Decanter ini memiliki tugas untuk memproses cairan minyak yang disebut crude oil. Crude oil yang berasal dari tank crude oil di masukkan ke Mesin Decanter ini untuk memisahkan minyaknya dari bahan-bahan yang berbentuk padat atau serat halus dari kelapa yang masih terkandung di dalam crude oil. Serat ini kemungkinan merupakan bahan-bahan yang ikut pecah saat pengolahan berupa pengepresan yang dilakukan sebelumnya, namun ukurannya terlalu kecil sehingga tidak dapat disaring. Serat ini harus dipisahkan dari crude oil karena serat ini menyebabkan minyak menjadi terlalu kental sehingga output dari Mesin Decanter ini adalah minyak yang lebih ringan.

Cara Kerja Mesin Decanter di Pabrik Kelapa Sawit

Jenis-jenis Mesin Decanter

Mesin Decanter juga merupakan sebuah mesin yang keberhasilannya tidak tentu, keberhasilan dari mesin ini ditentukan dengan banyak faktor, misalnya adalah komponen yang ada di dalam cairan yang akan dipisahkan mengenai rasio yang ada di dalamnya apakah sesuai dengan alat tersebut atau tidak. Oleh karena fungsi alat juga mempengaruhi keberhasilan dari mesin, maka Mesin Decanter sendiri ada banyak sekali jenisnya. Diantaranya adalah:

  • Mesin Decanter 3 fase

Mesin Decanter 3 fase ini adalah Mesin Decanter yang digunakan untuk memisahkan sebuah suspensi yang memiliki 3 buah komponen didalamnya yaitu komponen minyak, komponen cair dan juga komponen padat. Mesin ini dapat digunakan untuk menggantikan posisi dari pemurni minyak dalam sebuah pabrik pengolahan minyak sawit.

  • Mesin Decanter 2 fase

Sesuai dengan namanya, mesin ini hanya dapat digunakan untuk memisahkan cairan atau suspensi yang memiliki 2 buah komponen didalamnya yaitu komponen padat dengan air atau komponen padat dengan minyak.

Sesuai dengan namanya dan juga jenisnya, mesin ini dapat ditempatkan sesuai dengan kegunaannya, misalnya di bagian hilir klarifikasi, di bagian hulu atau dibagian tengah. Semuanya sesuai dengan fungsi dan juga kebutuhan dari pabrik tersebut.

Prinsip kerja mesin di pabrik tanpa Mesin Decanter

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, cara kerja Mesin Centrifuge atau Mesin Decanter dapat digunakan untuk menggantikan pekerjaan banyak unit di sebuah pabrik pengolahan kelapa sawit. Didalam pabrik pengolahan kelapa sawit setelah sebuah kelapa mengalami pengepresan ia akan masuk ke stasiun klarifikasi pabrik kelapa sawit, disini akan dilakukan proses penyaringan dan juga proses fraksinasi untuk menghilangkan bau khas dari minyak sawit. Setelah masuk ke bagian ini, minyak akan masuk ke sludge separator. Mesin ini adalah mesin yang digunakan untuk memisahkan eleman padat dan juga eleman cair pada sebuah produk minyak sawit.

Mesin Decanter di Pabrik Kelapa Sawit

Cara Kerja Mesin Decanter

Mesin Decanter adalah sebuah mesin yang sebetulnya tidak hanya ditemukan di pabrik pengolahan minyak kelapa sawit, anda juga bisa menemukan cara kerja yang sama dari mesin ini di pabrik-pabrik pengolahan limbah. Mesin Decanter ini adalah mesin yang bekerja dengan memanfaatkan gaya sentrifugal. Mesin ini biasanya memiliki sebuah silinder yang digunakan sebagai poros separator. Cairan yang masuk ke bagian silinder ini nantinya akan diputar bersama dengan silinder. Kecepatan putaran ini akan membentuk sebuah gaya sentrifugal yang pada akhirnya nanti dapat memisahkan 2 buah komponen dalam cairan yang dimasukkan kedalam mesin tersebut. Ukuran kecepatan dari mesin ini disesuaikan dengan kebutuhan dari penggunaanya dan juga cairan yang akan dipisahkan, begitulah cara kerja Decanter sebagai mesin pemisah cairan di pabrik pengolahan kelapa sawit.

Limbah Kelapa Sawit untuk Biogas

POME yang mengalami penguraian dalam kondisi sedikit oksigen  atau sedikit oksigen yang disebut kondisi anaerob akan menghasilkan biogas dari kelapa sawit. Dengan diproduksinya biogas, maka POME dapat dikendalikan dan tidak berdampak buruk bagi lingkungan. Terutama lingkungan di sekitar tempat POME atau Palm Oil Mill Effluent berada. POME ini diihasilkan dari tiga proses yang terjadi dalam produksi minyak kelapa sawit, yaitu sterilisasi TBS atau Tandan Buah Segar, penjernihan CPO atau Crude Palm Oil, serta pemerasan TK atau Tandan Kosong.

Palm Oil Mill Effluent pada Pabrik Minyak Kelapa Sawit
POME yang baru saja dihasilkan dari salah satu proses di atas masih dalam kondisi panas. Suhu POME berada pada kisaran 60°C sampai dengan suhu 80°C. Dengan pH yang bersifat asam kuat yaitu, pada pH 3,3 – pH 4,6. Secara fisik, POME dapat dikenali dari warnanya yang kecoklatan dan mengandung sejumlah padatan, lemak, minyak, dengan kadar COD dan BOD tinggi. Sehingga POME ini sedapat mungkin diolah terlebih dahulu agar kadar COD dan BOD sesuai baku mutu ketika hendak dibuang ke sungai atau lebih utama limbah kelapa sawit untuk biogas. Berbicara mengenai kadar COD dan BOD yang diperbolehkan untuk dibuang ke sungai, maka diatur dalam Keputusan Meneg LH Nomor 51 Tahun 1995, yaitu kadar COD 350 mg/l dan kadar BOD 100 mg/l.

Limbah Kelapa Sawit untuk Biogas
Biogas Pabrik Sawit

Pengolahan Sesuai Baku Mutu untuk POME
Sebelum membahas mengenai biogas dari limbah cair pabrik kelapa sawit, alangkah lebih dahulu menyimak tentang pengolahan POME. Pengolahan POME pada pabrik kelapa sawit perlu menyiapkan kolam. Bukan sembarang kolam yang dibuat, melainkan ada empat model kolam yang diperlukan untuk pengolahan POME secara aman dan sesuai baku mutu. Kolam pertama adalah “Fat Pit” atau kolam lemak. Kolam kedua adalah “Cooling Pond” atau kolam pendinginan. Kolam ketiga adalah Anaerobic Pond” atau kolam anaerobik. Dan kolam keempat adalah “Aerobic Pondd” atau kolam aerobik. Kolam terbuka untuk pengolahan POME dinilai memiliki segi pengelolaan yang lebih ekonomis. Namun, kendalanya adalah butuh lahan yang luas untuk membuat kolam ketika POME yang dihasilkan oleh pabrik minyak kelapa sawit semakin banyak jumlahnya. Dengan demikian, alternatif yang paling bijak untuk jumlah POME yang semakin banyak adalah dengan cara membuat biogas dari limbah cair kelapa sawit.

Biogas dari TKKS
Terdapat biogas dari tandan kosong kelapa sawit yang seperti diketahui TKKS merupakan by product dari pabrik kelapa sawit. Umumnya, biogas sendiri diolah dari limbah cair. Namun, biogas juga dapat diolah dari TKKS atau Tanda Kosong Kepala Sawit menggunakan metode bernama “Dry Fermentation”. Metode tersebut dipilih karena melihat komponen dari TKKS yang tinggi dengan serat. Kandungan sellulosa pada TKKS sekitar 41% sampai 46%, kandungan hemisellulosa sekitar 25% sampai 33%, serta kandungan lignin sekitar 27% sampai 32%.

Biogas dari Limbah Cair Kelapa Sawit
Biogas dari limbah cair kelapa sawit atau yang dikenal dengan POME dihasilkan dengan bantuan bakteri asidogenik serta metanogenik. Biogas yang dihasilkan memiliki sifat mudah sekali terbakar, tidak memiliki bau, serta tidak memiliki warna. Namun, dalam pemanfaatnya sebagai gas untuk pembakaran, seperti  LPG atau gas Liquefied Petroleum Gas, ketika api menyala, warna yang dihaislkan adalah biru. Biogas yang dimanfaatkan untuk pembakaran layaknya gas LPG, maka efisiensi pembakarannya berada pada angka 60% dengan kalori sebesar 20 MJ/Nm3. Sehingga salah satu pemanfaatan dari cara pembuatan biogas dari limbah cair kelapa sawit adalah untuk sekelas gas LPG alias gas untuk membantu nyala api kompor.

Komposisi yang Terkandung dalam Biogas POME
Biogas yang dihasilkan dari POME memiliki komposisi yang cukup banyak. Ada sekitar delapan unsur yang terdapat dalam komposisi biogas POME.  Komposisi biogas terdapat unsur gas metana dengan konsentrasi sekitar 50% sampai 70%. Unsur gas karbon dioksida dengan konsentrasi sekitar 25% sampai 45%. Unsur uap air sekitar 2% sampai 7%. Unsur gas oksigen, nitrogen, dan hidrogen sulfida konsentrasinya berada pada kisaran kurang dari 2%. Serta unsur gas amonia dan hidrogen dengan konsentrasi berada pada kisaran kurang dari 1%. Dari komposisi tersebut diketahui rata-rata setiap kali pabrik memproduksi pembuatan biogas dari kelapa sawit, maka akan dihasilkan kedelapan unsur tersebut.

Produksi Biogas Secara Alami
Proses yang berlangsung dalam memproduksi biogas dari POME meskipun memanfaatkan bantuan bakteri, tetap terjadi secara alami. Produksi biogas memanfaatkan keberadaan dari  mikroorganisme untuk memudahkan dalam penguraian limbah yang tergolong organik tersebut. Substrat yang diperlukan dalam konversi biologis anaerobik biogas POME antara lain senyawa organik, padatan, cairan, tanaman sebagai energi, serta residu. Untuk residu sebagai substrat ini terdiri dari residu industri, residu pertanian, sampai dengan residu rumah tangga. Kemudian semua substrat tersebut dikonversi dalam kondisi anaerobik dan menghasilkan empat produk. Yaitu, gas metana CH4, gas karbon dioksida CO2, pupuk yang terdiri dari senyawa N-P-K, serta padatan. Senyawa organik yang menjadi substrat tersebut dapat mengalami degradasi biologis dan mempermudah produksi biogas dari POME.

Jadi, cara membuat biogas dari kelapa sawit perlu dikondisikan secara anaerob. Sebab produksi biogas dari POME menjadi lebih efektif dalam kondisi tersebut. Dari gas metana yang dihasilkan, masih terdapat sisa dari limbah cair kelapa sawit. Limbah cair tersebut memiliki kandungan nitrogen dan fosfor terbilang tinggi. Sehingga hasil pengolahan POME tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai biogas, namun juga sisa limbah cair tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.

Merek Mesin Pabrik Kelapa Sawit yang ada di Pasaran

Produsen mesin proses di stasiun klarifikasi pabrik kelapa sawit pada awalnya banyak dari Negara Eropa, tapi sekarang juga sudah ada beberapa produsen yang jual mesin proses pabrik kelapa sawit berasal dari negara Eropa/ Malaysia / Indonesia. Contoh beberapa merek mesin Proses pengolahan  minyak kelapa sawit yang ada di Pabrik Sawit: CB-MODIPALM, WANG YUEN, Kejuruteraan WANG YUEN , SAWIPAC, KHUN HENG, YKL, EMI, MSB, MSHK, SEW Eurodrive, SEW, Flender, SIEMENS FLENDER, MUAR BAN LEE, MBL, SWF KRANTECHNIK, DEMAG, DEMAGCRANES, BOILERMECH, MECHMAR, ATMINDO, ADVANCE,  VICKERS, SAS, Super Andalas Steel, TAKUMA, MAX, MAX Chain, OCM, PRECISION, PC Chain, RENOLD, RENOLD Chain & Sprocket, OMEGA, KANA, HITACHI, TSUBAKI,  BROOK ANDELL, REXTON, EAST FORCE, NOVENCO, NORDISK, CHICAGO, PHOENIX, DOLPHIN, TECHNO, ABC,  HIP HING, APINDO, LAJU, AMKCO, SWECO, JINSHENG, KIEN SENG, KS,  VIBRECON, PMT,  Dong Yuan, GS, jayatech, ENMIN, ERIEZ, serumpun Indah Lestari, SIL,  MTP, TORISHIMA, KEW CRACKER, KEW, KEW Pump, viktorindo, ARITA, HOLY, UT PATRIA, RICTEC, KOMPTECH, FRONTIER, asia green, aneka hydraulic, REXROTH,  MSHK, MSB, Mega Engineering, UNIVESSEL,  AWAN TIMUR, MUARA PALMA, SEW, EATON, HSS, M-VANCE,  ARI ARMATUREN, TECO, ELEKTRIM, ELECTRIM, ELECON, FLENDER, BREVINI,  MOLLER, SUMITOMO, SIEMENS, DEMAG, DEMAG CRANE, DEMAGCRANES, KONE, KONECRANES, Wampfler, CONDUCTIX, NADROWSKI, KKK, Atlas Copco, Dresser Rand, ELLIOTT, SHINKO, DEUTZ, Mercedez,  MTU, SKF, NTN, FAG, KINGOYA, ETANI, PALFINGER, SIHI, FOSS – NIR, NIR, SPEC, Sovereign Palm oil extractor cleanser, fusheng, SUNLE, SINACO, Szetech, SEKO, OKM, MTO2, SPECK PUMPEN, Southern Cross, WARMAN, TSURUMI, NIKKISO, ALLEN GWYNNES, dll.