Tahap Pengolahan Minyak Sawit

Industri penghasil minyak masak, minyak industri dan bahkan bahan bakar (Biodiesel) tidak lain kebanyakan berasal dari kelapa sawit atau (Elaeis), tumbuhan ini sangat penting di berbagai industri, selain itu, perkebunan kelapa sawit menghasilkan keuntungan yang besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama di konversi atau dirubah menjadi perkebunan kelapa sawit. setelah Malaysia, Indonesia merupakan penghasil minyak kelapa sawit di dunia.

Ada banyak sekali pabrik yang terdapat di Indonesia, salah satunya yaitu pabrik kelapa sawit medan, Meskipun seperti itu apakah anda tahu pengertian pabrik kelapa sawit, PKS atau pabrik kelapa sawit adalah tempat yang digunakan untuk mengolah kelapa sawit menjadi berbagai macam turunan dan hasilnya.

  • karena keunggulan dan sifat yang dimilikinya, minyak sawit dapat digunakan untuk berbagai macam kegunaan, minyak sawit memiliki sifat tahan oksidasi dengan tekanan tinggi, bahan kimia yang tidak larut pun dapat terlarutkan oleh minyak sawit, dan efeknya untuk tubuh pun tidak menimbulkan efek iritasi pada tubuh karena mempunyai daya lapis yang tinggi dalam bidang kosmetik, selain kedua itu, bagian yang paling berguna yaitu buahnya, Bagian daging buah ini dapat menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang dapat diolah menjadi bahan baku minyak dan berbagai jenis turunannya, selain dengan keunggulannya minyak kelapa sawit memiliki harga yang relatif murah dan rendah kolesterol, kandungan karoten tinggi dan merupakan bahan baku margarin.

Terdapat juga Diagram alir proses pengolahan kelapa sawit yaitu seperti contoh berikut ini;

Tahap Pengolahan Minyak Sawit

 

Ada beberapa cara dalam mengolah kelapa sawit, yaitu dengan cara pengolahan minyak sawit secara tradisional dan adapun dengan cara modern, lalu bagaimana cara untuk mengolah minyak sawit dengan cara modern?, berikut caranya

Tahap Pengolahan

TBS atau Tandan Buah Segar yang dipanen dimasukkan ke dalam Loading Ramp dan diangkut ke lokasi pabrik minyak sawit dengan menggunakan truk. setelah itu ditimbang pada jembatan penimbangan (Weighing Bridge).

Kualitas minyak yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kondisi buah (TBS) yang diolah dalam pabrik. Proses pengolahan di pabrik hanya digunakan untuk menekan kehilangan dalam pengolahan minyak, sehingga TBS yang masuk bukan semata – mata hal yang dapat mempengaruhi kualitas hasilnya.

Perebusan

Tandan Buah Segar (TBS) yang ditimbang kemudian dimasukan ke dalam lori rebusan yang terbuat dari plat baja yang berlubang – lubang atau cage dan akan dimasukan dalam sterilizer untuk proses selanjutnya yaitu proses perebusan, sterilizer menggunakan uap air dan proses perebusan ini dilakukan untuk mengilangkan enzim yang dapat mempengaruhi kualitas minyak sawit.

Agar memudahkan pemisahan cangkang dan buah lalu untuk mengeluarkan inti dengan keluarnya biji, maka proses pun dilakukan selama 90 menit dengan menggunakan uap air, dari proses ini dihasilkan kondensat yang mengandung 0.5% yaitu minyak ikatan pada temperature tinggi.

Fat pit menjadi sebuah tempat untuk menyimpan kondensat, TBS yang direbus dimasukkan dalam thresher dengan menggunakan hoisting Crane.

Perontokan Buah Tandan

Buah yang masih melekat pada tandannya akan di pisahkan dengan menggunakan prinsip bantingan hingga buah yang terlepas kemudian ditampung dan dibawa oleh Fit Conveyor ke digester.

Alat yang digunakan yaitu Threser dengan alat yang berbentuk drum berputar tujuan dari proses ini yaitu untuk memisahkan (Fruitlet) dari tangkai tandan, hasil pemisahan tidak 100% tetapi untuk mengatasi hal ini, dilakukanlah sebuah proses yang dinamakan dengan Double Threshing, sehingga buah tandan yang belum sepenuhnya mengelupas dimasukkan kembali ke dalam Thresher kedua dan dibawa ke tempat pembakaran dimanfaatkan sebagai produk sampingan.

Itulah beberapa proses pengolahan minyak kelapa sawit yang dapat dilakukan, meskipun terlihat merepotkan, tetapi hal yang dihasilkan sangat menguntungkan, karena itu dengan menggunakan teknologi terbaru pabrik kelapa sawit.

Sistem Kerja dan Pengertian Sterilizer

Sistem kerja dan pengertian Sterilizer merupakan sebuah proses yang digunakan di pabrik – pabrik kelapa sawit adalah proses yang berguna untuk membersihkan buah kelapa sawit tanpa banyak menggunakan tenaga manusia dengan proses yang lebih cepat salah satunya adalah Vertical Sterilizer System, Penggunaan proses sterilizer diperlukan untuk mempercepat proses pembersihan  kelapa sawit sebelum diproses lebih lanjut, cara kerja nya muda untuk dipahami. mesin ini bekerja untuk membersihkan tandan buah segar hingga menghasilkan biji – biji inti sawit yang akan diproses selanjutnya.

Salah satu sterilizer yang paling umum digunakan adalah vertical sterilizer, sterilizer jenis ini sangat umum digunakan di pabrik – pabrik sawit, selain itu proses yang dilakukan pun bisa disebut lebih mudah dibandingkan proses sterilizer yang lainnya, Selain itu ada beberapa tingkatan dalam sistem perebusannya, yaitu sistem perebusan triple peak dan double peak.

Sistem proses sterilizer vertical ini memiliki system kerja dengan pompa hidrolik dan memang pada umumnya memilkiki kunci pengaman elektrolik untuk menutup bagian atas alat dimana buah sawit segar segera dimasukan.

Proses mesin sterilizer melakukan kerjanya tanpa butuh banyak tenaga, mesin ini bekerja dengan menggunakan scraper conveyor yang hasilnya yaitu membersihkan tandan sawit segar sekaligus memisahkan biji inti dari buahnya, perebusan tandan sawit segar pun biasanya harus melewati perebusan yang dilakukan pada mesin terpisah, sesudah itu, sawit hasil perebusan akan dimasukan kedalam mesin stabilizer yang memiliki scraper conveyor. tetapi sebelum itu tangki dimasukan satu perempat air hingga sawit yang dimasukan seluruhnya akan terendam dan masuk ke dalam air sehingga tidak akan mudah rusak.

Karena zaman sekarang perkembangan tekonologi berkembang pesat, mesin ini sekarang tidak membutuhkan proses perebusan dan pembersihan tidak dilakukan dengan proses manual dan dilakukan di mesin secara terpisah, sekarang kelapa sawit segar direbus dengan system doble peak yang hanya membutuhkan waktu sebanyak kurang lebih 80 menit, hasilnya pun tidak perlu dikeluarkan secara manual, karena hanya dengan bantuan satu operator saja, hasil dari proses ini akan dibantu oleh auger yang langsung memasukannya kedalam system conveyor.

Vertical stabilizer jauh lebih efektif dibandingkan dengan mesin lama, proses perebusan dan pembersihan akan dilakukan dengan cepat dengan mesin ini karena pengembangan serangkaian proses yang lebih cepat, baik dan efisien.

Pengembangan yang baik dalam mesin ini memungkinkan agar tandan sawit segar dan hasil rebusan tidak mudah tersebar dan rusak, masin ini membuat proses awal pembersihan menjadi lebih efektif, karena pada zaman dulu mesin untuk memproses kelapa sawit digunakan untuk membersihkan dan pelunakan bagian luar sawit saja.

keamanan dan efisiensi kerja pun terjamin sehingga hasil sawit yang dikeluarkan pun lebih banyak dan berkualitas, tenaga yang dikeluarkan untuk orang – orang yang mengoperasikannya hanya sedikit dikeluarkan untuk proses ini tidak besar tanpa ada proses manual, yang diperlukan hanya memasukan tandan dan menutup mesinnya saja. Gearbox dapat membantu mesin untuk mengocok sawit dan menghubungkan antara tempat perebusan dengan conveyor agar biji sawit inti dapat dijadikan minyak.

Meskipun sudah terpercaya tetapi mesin ini memiliki resiko kebocoran, anda harus tetap merawat dan memastikan mesin yang digunakan terjamin dan aman, selain itu untuk mencgah kebocoran anda harus memastikan mesin ini bekerja dengan baik.

itulah artikel tentang sistem, pengertian, dan komponen sterilizer yang mungkin dapat membantu anda, terima kasih.

Pengertian dan Jenis Turbin Uap

Di zaman ini, kebutuhan manusia dalam teknologi dan energi sangatlah dibutuhkan, terdapat perusahaan shinko turbine Indonesia yang bergerak dalam industri bisnis mesin pompa laut dan turbin uap yang sangat dibutuhkan khususnya untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap, peran turbin uap sangatlah dibutuhkan. Selain dengan berjalannya PLTU, pabrik pengolahan kelapa sawit, sistem transportasi dan masih banyak lagi.

Salah satu perusahaan besar asal jepang yang terdapat di Indonesia yaitu Shinko IND, Ltd memproduksi mesin turbin uap yang diperlukan akhir – akhir ini, Turbin uap merupakan mesin yang menggunakan media air sebagai penggeraknya dalam mengkonversikan energi panas menjadi energi listrik, selain itu, turbin uap pun sangat diperlukan dalam pengembangan dan penggunaan sebagai sumber pembangkit energi listrik, industri dan transportasi. Jenis – jenis mesin uap ini sangat beragam, tetapi pada umumnya jenis turbin ini di  klasifikasikan berdasarkan cara kerjanya, yaitu:

  1. Turbin tekanan lawan dan Turbin kondensasi berdasarkan segi tekanan akhir uap
  2. Turbin aksial, turbin radial dan Turbin tengesial berdasarkan arah aliran uap
  3. Turbin impulas dan Turbin reaksi berdasarkan azas tekanan uap
  4. Turbin tekanan bertingkat dan Turbin kecepatan bertingkat berdasarkan pembentukan tingkat uap
  5. Turbin reheat dan non-heat, ektraksi dan non-ekstraksi, single casing dan multi casing berdasarkan aliran uap dan casingnya
  6. Turbin single flow dan multi flow berdasarkan pada exhaust flow

Karena mampu mengatasi permasalahan exhaust dan mengimbangi gaya aksial yang terdapat dalam poros turbin, maka turbin jenis flow sering digunakan di perusahaan pabrik – pabrik besar seperti pabrik pengolahan sawit atau bahkan PLTU. selain dengan jenis – jenisnya, pembentukan komponen turbin uap pun merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan. Terdapat beberapa macam komponen yang membentuk turbin uap, hal ini bergantung pada modifikasi yang dilakukan dan diciptakan oleh perusahaan mesin uap itu sendiri. ada beberapa komponen utama yang penting dalam turbin uap yaitu:

  1. Trubin, merupakan komponen yang paling penting, turbin yang digunakan yaitu turbin uap yang dapat mengubah energi panas menjadi energi listrik dengan cara konversi dengan media utama uap air.
  2. Pompa air, berfungsi menciptakan tekanan untuk air dan mengalirkannya menuju boiler
  3. Kondensor, alat untuk mengubah uap menjadi air.
  4. Dearator, fungsinya untuk menghilangkan gas lainnya agar terlarut dalam air pengisi.

Cara menghitung kebutuhan steam pun sangat perlu anda perhatikan, ada rumus yang bisa digunakan untuk menghitung Kebutuhan power yaitu:

Power = Daya/Ton TBS x Kapasitas Pabrik

Ada pun cara untuk menghitung kebutuhan steam turbin yaitu:

Steam = Power x SSC (Specific Steam Capacity)

Kedua cara itu bisa digunakan untuk menghitung kebutuhan steam.

Mengenai mekanisme cara kerja turbin uap dengan cara memutar cakram yang dihasilkan oleh tiupan uap yang berasal dari tiupan uap yang asalnya terdapat dari ketel uap, Uap dengan temperatur tinggi kemudian diubah menjadi uap kondensor menjadi uap bertekanan dan bersuhu rendah, perubahan suhu inilah membuat uap tersebut akhirnya merubah air yang dipompakan kembali menuju air, biasanya jika stasiun klarifikasi pengolahan minyak kelapa sawit itu tidak berjalan sesuai dengan fungsinya sehingga alat tersebut mengeluarkan minyak panas bersuhu tinggi dan meledak.

Banyak mesin turbin uap atau bahkan penciptaan mesin pompa yang dikeluarkan oleh shinko. Produk yang dikeluarkan oleh perusahaan ini biasanya didistribusikan ke berbagai pabrik industri yang terdapat di Indonesia. industri yang membutuhkan mesin ini bergerak di dalam industri Petrokimia, industri pupuk, industri gula, industri kertas, pabrik pembakaran sampah dan lain sebagainya. Shinko IND, Ltd, memiliki standar pengeluaran maksimum sebesar 30,000 kW dalam 12 tahap.

Turbin shinko sudah menjadi salah satu mesin terpercaya dalam berbagai industri, selain dengan pengembangan Turbin Uap dan Mesin pompa, Shinko Indonesia pun mengembangkan hal ini dalam bidang transportasi dan Turbin uap PKS, meskipun sudah sangat baik dan dikenal di berbagai negara, namun tetap saja perawatan dan maintenance yang baik sangat diperlukan agar mesin ini dapat bekerja lebih lama.

Pentingnya Penerapan Teknologi Pabrik Kelapa Sawit Terbaru

Teknologi pabrik kelapa sawit semakin berkembang dan inovatif, semua bertujuan untuk menghasilkan output minyak sawit yang berkualitas tinggi oleh para produsen pabrik kelapa sawit. Para kontraktor pabrik kelapa sawit bahkan ditentukan dengan analisis-analisis tertentu untuk menentukan pemilihan mesin-mesin canggih sebagai teknologi terkini dalam proses pengolahan kelapa sawit. Pada dasarnya, pabrik kelapa sawit adalah salah satu bisnis perkebunan yang sangat menjanjikan. Proses pengolahan kelapa sawit hingga menjadi CPO (Crude Palm Oil) dilakukan oleh PKS (Pabrik Kelapa Sawit). Proses pengolahan yang dilakukan oleh pabris kelapa sawit pada dasarnya sangat sederhana, yaitu hanya memeras minyak yang ada di dalam tandan buah segar kelapa sawit. Akan tetapi, dalam pelaksanaan proses pemerasan minyak dalam kelapa sawit tersebut membutuhkan tahapan-tahapan yang panjang serta didukung oleh berbagai mesin pencacah tandan kosong kelapa sawit yang canggih.

Mengenal Teknologi Pabrik Kelapa Sawit

Inovasi teknologi pada pabrik kelapa sawit sangat dibutuhkan untuk mendukung output berkualitas dari kelapa sawit yang telah melewati proses pengolahan. Salah satu teknologi terkini dari pabrik kelapa sawit yang sangat dianjurkan oleh para konsultan pabrik kelapa sawit ialah penggunaan dan pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan, terutama pada pengelolaan limbah minyak sawit. Dalam sebuah riset dikemukakan jika terdapat empat prinsip yang bisa diaplikasikan oleh para produsen minyak sawit dalam proses pengurangan jumlah limbah yang akan dibuang ke lingkungan, yaitu pengurangan dari sumber, sistem daur ulang, pengambilan, dan pemanfaatan kembali sehingga akan tiba pada tahap produksi kelapa sawit yang bersih.

Teknologi Pabrik Kelapa Sawit Ramah Lingkungan

Penggunaan teknologi pabrik kelapa sawit yang ramah lingkungan merupakan sebuah metode produksi kelapa sawit yang diharapkan oleh semua elemen masyarakat. Sehingga keuntungan besar yang diperoleh dari pengolahan kelapa sawit sebanding dengan lingkungan pembuangan limbah yang tetap bersih dan tidak tercemar. Salah satu alternatif yang ditawarkan untuk produksi kelapa sawit yang bersih ialah dengan membangun instalasi limbah cair. Pada dasarnya penggunaan limbah cair kelapa sawit dalam perkebunan kelapa sawit telah membuat ekosistem tanah dan kualitas air di daerah sekitar pabrik menjadi terganggu. Pengaruh buruk ini harus diatasi dengan alternatif efektif sebagai bentuk penanggulangan limbah cair pabrik agar tidak mencemari kualitas air.

Vertical Sterilizer Pabrik Kelapa Sawit

Pada pabrik kelapa sawit terdapat berbagai macam stasiun kerja. Salah satu stasiun yang sangat berperan penting dalam proses pengolahan kelapa sawit ialah stasiun rebusan buah kelapa sawit atau sterilizer. Sterilizer merupakan sebuah bejana bertekanan yang memanfaatkan uap atau steam untuk merebus buah kelapa sawit yang terdapat pada tandan buah segar. Tekanan uap yang digunakan ialah sekitar 3.0 kg per cm2. Sterilizer memiliki beberapa tujuan, diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Untuk memudahkan pelepasan brondolan buah sawit dari tandan buah kelapa sawit segar

  • Untuk menghilangkan semua enzim penghasil asam lemak bebas

  • Untuk memudahkan pelepasan kernel (inti sawit) dari cangkang

  • Memudahkan serat dan biji sawit agar mudah terlepas

  • Dan lain-lain

Terdapat beberapa model rebusan (Sterilizer) pada pabrik kelapa sawit (PKS) yaitu rebusan horizontal dan vertikal atau biasa disebut dengan vertical sterilizer pabrik kelapa sawit. Sterilizer verikal merupakan rebusan yang tengah menjadi trend dalam pembangunan PKS saat ini. Vertical sterilizer pabrik kelapa sawit pada dasarnya memiliki alur yang hampir sama dengan sterilizer station lainnya. Dimana ukuran dari pintu rebusannya ialah 1200 mm, 1400 mm, 1750 mm, hingga seterusnya.

Macam Alat Yang Ada Di Pabrik Kelapa Sawit

Pabrik kelapa sawit sekarang ini sudah ada banyak sekali di Indonesia, terutama di daerah Kalimantan. Oleh karena itu tak heran jika pabrik kelapa sawit sekarang ini semakin maju dan juga berkembang secara pesat mengingat kebutuhan akan minyak kelapa sawit sangat besar. Namun di dalam pabrik kelapa sawit tersebut tentu saja terdapat berbagai macam alat yang mana digunakan untuk mengolah kelapa sawit tersebut menjadi minyak kelapa sawit. Adapun beberapa alat yang ada di pabrik kelapa sawit tersebut adalah sebagai berikut:

Vibrating Screen Kelapa Sawit

Yang pertama adalah vibrating screen kelapa sawit. Alat ini sendiri merupakan ayakan getar yang mana memiliki fungsi untuk bisa memisahkan padatan yang ada di dalam minyak kasar dengan cara diayak di media saringan dengan ukuran mesh yang sudah ditentukan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum, pemakaian dari alat ini sendiri dipasang sebelum masuk ke dalam tangki minyak kasar, untuk proses pengayakan ini sendiri dibantu dengan menggunakan air panas sebagai pelarut yang memiliki temperatur 80 sampai dengan 90 derajat celcius. Ayakan getar ini sendiri nantinya akan memisahkan dua jenis partikel yaitu pasir dan tanah serta ampas sawit.

Rebusan Pabrik Kelapa Sawit

Kemudian yang kedua adalah rebusan pabrik kelapa sawit atau yang lebih sering disebut dengan sterilizer, alat ini merupakan bejana yang memiliki tekanan menggunakan uap atau steam sebesar 3,0 kg per cm2, uap tersebut digunakan untuk merebus buah kelapa sawit yang terdapat di dalam tandan buah segar sawit tersebut. Alat ini digunakan dengan beberapa tujuan, salah satunya adalah agar hasil yang didapatkan merupakan yang terbaik dan juga sesuai dengan standard yang sudah diterapkan. Selain itu juga terdapat beberapa tujuan lain seperti membuat proses dari pelepasan brondolan buah sawit yang berasal dari tandan buah segar menjadi lebih mudah, kemudian membantu untuk menghilangkan enzim yang menghasilkan asam lemak bebas, membantu proses dari pemecahan emulsi, agar biji dan juga serat menjadi lebih mudah lepas dan masih banyak lagi yang lainnya. Rebusan pabrik sawit sendiri terdapat beberapa jenis seperti rebusan horizontal, rebusan vertikal, rebusan bola dan juga rebusan 45 derajat atau oblique sterilizer.

Rebusan Vertikal Kelapa Sawit

Selain itu ada salah satu jenis rebusan yang bernama vertical sterilizer, pabrik kelapa sawit dengan rebusan vertikal ini memang menjadi suatu hal yang sangat penting dan sangat menunjang produksi dari kepala sawit tersebut. Rebusan vertikal atau vertical stelizer ini sendiri menggunakan sistem satu puncak karena buah sawit tersebut sudah melalui splitter yang mana memiliki fungsi untuk memecah buah sawit tersebut sehingga nantinya penetrasi dari uap akan lebih maksimal dan jumlah udara yang mana terjebak di dalam alat ini akan lebih kecil jika dibandingkan dengan horizontal sterilizer.

Cara Memilih Mesin Perajang Tandan Kosong Sawit Yang Terbaik

Mesin perajang tandan kosong sawit adalah salah satu peralatan yang paling diperlukan dalam pengelolaan pabrik kelapa sawit. Proses penyaringan, pengendalian dan pemisahan tidak akan lengkap tanpa mesin perajang tandan kosong yang berfungsi mencacah dan menghancurkan sisa-sisa sabut dan kelapa sawit sampai lembut. Proses akhirnya selain berubah bentuk menjadi limbah tidak cair (sehingga tidak berbahaya) bisa diolah menjadi bahan baku kompos untuk kebun atau keperluan lainnya. Namun tentu semakin banyak tipe serta harga mesin pencacah sawit ini. Yang mana yang harus dibeli? Apakah sulit untuk mengerti mekanisme dari mesin ini? Apa juga kegunaan dari mesin pencacah tandan kosong selain untuk menghancurkan sisa-sisa kelapa sawit? Berikut panduannya di bawah ini.

Bicara tentang tipe dan harga tandan kosong kelapa sawit 2016 terlebih dahulu. Menyoal tipe, tentu banyak jenisnya dari mulai material, fungsi, ukuran dan sistem pisau pencacah. Kebanyakan memakai bahan baja yang kuat dengan ukuran mulai dari 2 mm, 5 mm, 10 mm, 14 mm sampai 24 mm. Sistem pisaunya kebanyakan memakai metode kombinasi sehingga kerja mencacah sangat cepat dan tidak akan membuat bahan cacahan menjadi kasar. Soal kapasitas juga bisa menjadi perhitungan sebelum membeli. Kebanyakan mesin pencacah bisa digunakan dalam batas 120 kg per jam dan ada juga ukurannya lebih kecil sehingga hanya bisa mencacah dalam batasan 50-75 kg per jam. Ini adalah hal yang harus diperhatikan bila ingin hasil cacahan cepat didapatkan tanpa menganggu seluruh proses penyaringan kelapa sawit. Untuk perusahaan atau pabril kecil, kapasitas 50-75 kg per jam sudah lebih dari cukup namun mungkin untuk beberapa perusahaan dalam skala lebih besar, butuh kapasitas yang juga lebih besar. Semua tergantung pilihan produsen.

Ada juga kegunaan lain mesin pencacah tankos yang harus kamu ketahui. Di antaranya untuk mencacah dan menghaluskan bahan-bahan lain seperti kacang kedelai, kulit kacang, kulit kopi (tidak heran banyak yang menggunakan mesin pencacah untuk proses pengelupasan biji kulit kopi), jagung dan lain-lain. Mesin pencacah pun bisa diaplikasikan sebagai pembuangan akhir bahan tidak terpakai atau sulit untuk dibuang seperti misalnya kotoran hewan, alang-alang atau rumbut. Tentu sekali lagi semua amat tergantung pada pilihan dan kegunaan yang diinginkan produsen.

Terakhir, untuk mekanismenya, mesin press tandan kosong sangat mudah dioperasikan oleh siapa saja. Tentu harus ada instruksi dan aturan yang harus diikuti dan dibiasakan sehingga tidak ada risiko kecelakaan atau kesalahan saat mengoperasikannya. Namun dengan instruksi yang tepat, mesin pencacah ini sangat sederhana dan aman digunakan. Cocok untuk segala pabrik dan tentu akan menyempurnakan proses keseluruhan kelapa sawit. Jadi bagaimana menurutmu? Sudahkah membeli salah satu tipe penyaring tandan kosong untuk hasil limbah pabrik atau sisa kelapa sawit?

Cara Pengolahan Limbah Kelapa Sawit menjadi Pupuk Organik sebagai Pemanfaatan Limbah Secara Maksimal

Cara pengolahan limbah kelapa sawit menjadi pupuk organik bisa dilakukan dengan beragam cara. Indonesia kaya akan komoditi yang bisa diekspor ke luar negeri dan salah satunya adalah minyak kelapa sawit. Permintaan akan minyak kelapa sawit ini sendiri setiap saat selalu naik atau meningkat. Hal inilah yang membuat banyak orang tidak mau menyia-nyiakan peluang ini dan mereka ingin membuat atau memproduksi minyak kelapa sawit. Hasilnya banyak lahan yang kemudian beralih fungsi menjadi lahan perkebunan kelapa sawit. Adanya industri kelapa sawit bisa jadi memberikan angin segar bagi masyarakat sekitar namun bisa juga memberikan dampak negatif jika limbah dari produksi minyak kelapa sawit ini tidak diolah dengan benar. Oleh sebab itu banyak orang yang kemudian memanfaatkannya untuk pupuk organik.

Sebenarnya ada banyak sekali manfaat limbah cair yang bisa kita temukan. Banyak riset membuktikan bahwa lahan menjadi sangat subur ketika diberi pupuk organik dari limbah kelapa sawit ini. Apa saja kandungan nutrisi organik yang ada di dalam limbah sawit cair ini?

  • Nitrogen’

  • Carbon

  • C-organik

  • Fosfat

  • K2O dan lain sebagainya.

    Cara Pengolahan Limbah Kelapa Sawit menjadi Pupuk Organik sebagai Pemanfaatan Limbah Secara Maksimal

Potensi menghasilkan pupuk organik dari satu buah industri kelapa sawit sendiri sangat besar. Selian itu harga limbah sawit cair yang cukup murah membuat anda sebaiknya memanfaatkannya dulu menjadi pupuk organik sebelum akhirnya anda menjual kembali limbah cair tersebut dalam bentuk pupuk organik. Dalam sehari, tahukah anda bahwa produsen atau pabrik kelapa sawit sebenarnya bisa memproduksi pupuk organik hingga 10-15 ton. Anda bisa mulai menghitung sendiri berapa banyak pupuk organik yang bisa dihasilkan dalam satu tahun.  Pupuk organik ini sendiri bisa digunakan untuk lahan kelapa sawit anda sendiri sehingga ini akan menghemat pengeluaran pupuk organik yang harus digunakan di lahan perkebunan kelapa sawit anda. Seperti yang kita ketahui biaya untuk membeli pupuk organik tentu tidaklah murah terlebih jika anda mempunyai lahan perkebunan kelapa sawit yang sangat luas.

Pengolahan Limbah Kelapa Sawit menjadi Pupuk Organik sebagai Pemanfaatan Limbah Secara Maksimal

Selain bisa digunakan untuk pupuk organik, ternyata limbah cair kelapa sawit ini bisa digunakan untuk hal lainnya. Pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi pupuk organik atau pupuk kompos sendiri bisa dilakukan dengan proses yang sangat mudah. Proses pembuatan kompos sendiri dimulai dengan mencincang tandan-tandan yang ukurannya lebih besar menjadi ukuran yang jauh lebih kecil. Hal itu perlu dilakukan agar bagian-bagian dari tandan tersebut mudah untuk busuk. Lalu anda harus menyediakan kolam dengan ukuran lebar 2.5 meter dan tinggi 1 meter di area terbuka. Masukkanlah cincangan tandan sawit tadi ke dalam kolam hingga penuh dan dalam enam minggu anda bisa melihat kompos anda sudah jadi dan bisa anda gunakan untuk keperluan perkebunan anda sendiri.

Peluang Bisnis dari mengolah Limbah Kelapa Sawit

Jurnal industri kelapa sawit menunjukkan bahwa sektor industri minyak kelapa sawit mengalami perkembangan yang cukup berarti. Ini dapat dilihat dari luas areal perkebunan kelapa sawit yang tiap tahunnya meningkat. Meningkatnya areal perkebunan kelapa sawit ini juga disertai dengan meningkatnya produksi minyak kelapa sawit. Meskipun harga pasaran kelapa sawit sering naik turun dan kebetulan saat ini harga kelapa sawit di pasaran relatif rendah, yaitu Rp 1.246,31 per kg untuk kelapa sawit berumur 3 tahun, Rp 1.391,18 per kg untuk kelapa sawit berumur 4 tahun, Rp 1.488,43 per kg untuk kelapa sawit berumur 5 tahun, Rp 1.532,72 per kg untuk kelapa sawit berumur 6 tahun, Rp 1.591,07 per kg untuk kelapa sawit berumur 7 tahun, Rp 1.640,72 per kg untuk kelapa sawit berumur 8 tahun, dan Rp 1.740,66 per kg untuk kelapa sawit berumur 10-20 tahun. Data merupakan pengumuman resmin dari Dinas Perkebunan Riau. Namun, menjadikan sektor ini sebagai peluang bisnis juga masih menjanjikan.

Pemanfaatan kelapa sawit umumnya dilakukan dengan memprosesnya menjadi minyak kelapa sawit. Minyak kelapa sawit ini dimanfaatkan sebagai minyak untuk menggoreng. Minyak goreng selalu dibutuhkan setiap harinya untuk memasak. Oleh karena itu, bisnis pada sektor ini tidak pernah kehabisan nafas. Kebutuhan yang terus meningkat akan terpenuhi apabila sektor industri kelapa sawit juga akan menyediakan produk olahan kelapa sawit berupa minyak kelapa sawit.

 

Melakukan Bisnis Kelapa Sawit

Berbisnis dengan menggunakan kelapa sawit sebagai komoditas olahan utama umum dilakukan dengan cara mengolahnya menjadi minyak kelapa sawit atau minyak goreng. Melakukan bisnis kelapa sawit Anda harus memahami cara menghitung kapasitas produksi pabrik kelapa sawit. rumus-rumus berikut merupakan cara menghitung kapasitas produksi pada pabrik kelapa sawit.

Kapasitas Pabrik        = jumlah rebusan x (jumlah lori/rebusan) x (isian lori/lori) x (60

  menit/siklus rebusan)

Interval                = (siklus rebusan/jumlah rebusan)

Waktu Angkat Hostingcrane    = (interval/jumlah lori)

Jumlah Lori 1 Jam        = (60 menit/waktu angkat hostingcrane)

Kapasitas            = jumlah lori 1 jam x jumlah kapasitas lori

Sayangnya, tidak banyak pebisnis yang berani mencari peluang bisnis dengan cara mengeksplor kelapa sawit menjadi barang produksi selain minyak. Bahkan tidak ada yang berani mengeksplorasi limbah kelapa sawit sebagai potensi bisnis. Salah satu limbah dari pengolahan kelapa sawit menjadi minyak kelapa sawit ini adalah limbah cair. Limbah cair ini dapat dieksplorasi menjadi salah satu peluang bisnis yang mungkin dapat Anda lakukan. Umumnya limbah merupakan sisa produksi yang terabaikan. Namun, dengan memakai kacamata yang lebih optimis, limbah kini dapat dijadikn salah satu ekspansi peluang bisnis Anda.

Memanfaatkan Limbah Cair Kelapa Sawit

Jurnal pemanfaatan limbah kelapa sawit menunjukkan bahwa limbah kelapa sawit khususnya limbah cair dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Limbah cair diperoleh dari hasil sampingan proses pengubahan kelapa sawit menjadi minyak sawit. limbah cair ini dapat langsung digunakan sebagai pupuk. Untuk menekan pengeluaran pemeliharaan kelapa sawit, khususnya pengeluaran untuk pupuk, dapat memanfaatkan limbah cair hasil sampingan olahan kelapa sawit ini.

Peluang Bisnis Dari Mengolah Limbah Kelapa Sawit

Limbah cair ini masih mengandung minyak dan komponen organik lainnya. Umumnya, pengolahan limbah cair dari hasil sampingan minyak kelapa sawit ini dengan menggunakan bakteri anaerob. Namun pengolahan yang telah dilakukan saat ini dengan metode konvensional. Yaitu menggunakan kolam penampungan yang besar sehingga memungkinkan pembentukan konsentrasi biomassa yang rendah. Pemutakhiran pengolahan seperti penggunaan bioreaktor anaerob yang memiliki konsentrasi biomassa yang tinggi. Bioreaktor anaerob adalah jenis reaktor yang dimanfaatkan untuk mengolah limbah organik cair, salah satunya limbah kelapa sawit, yang berbantuan bakteri anaerob. Memanfaatkan limbah cair dari kelapa sawit ini akan menjadi peluang bisnis Anda, di tengah perkembangan pesatnya sektor industri kelapa sawit menurut Jurnal industri kelapa sawit.

Bisnis dari Mengolah Limbah Kelapa Sawit

Kenali 4 Tahap Pembuatan Biogas Dari Limbah Kelapa Sawit

Sebelum membicarakan proses pembuatan biogas dari limbah kelapa sawit, sebaiknya Anda kenali dulu dengan komponen utama yang dihasilkan dari biogas tersebut. Komponen ini dikenal dengan struktur CH4 atau lebih tepatnya disebut gas metana. Gas metana adalah hasil dari pengolahan limbah cair yang kemudian dikenal menghasilkan biogas dari limbah sawit itu tadi. Biogas adalah bentuk gas metan limbah sawit yang dalam penggunaannya tidak menimbulkan pencemaran pada lingkungan di sekitarnya. Selain itu manfaat limbah kelapa sawit juga dinyatakan sebagai pembangkit dari tenaga listrik.

Dalam pembuatan biogas ini, pabrik kelapa sawit atau sering pula disebut sebagai pabrik bio gas membutuhkan beberapa urutan cara dalam pembuatan biogas tersebut. Diantaranya pembuatan kolam dalam ukuran yang cukup besar atau beberapa hektar. Untuk informasi lebih lanjut terkait tahap pembuatan biogas tersebut, maka simaklah penjelasan singkat berikut ini yang didapat dari beberapa sumber makalah limbah kelapa sawit yang terpercaya.

Persiapan bahan pembuatan gas

Bahan-bahan dalam pembuatan biogas dari limbah kelapa sawit ini adalah bagian substrat dari inokulum. Substrat tersebut juga terdiri dari beberapa bagian, yang diantaranya adalah bagian Tandan Kosong Kelapa  Sawit atau sering disingkat menjadi TKKS, kemudian ada pula perikarp sawit dan juga lumpur LPKS. Sementara itu, untuk bahan inokulum sendiri, sebaiknya diambil dari kombinasi tanaman eceng gondok dengan kotoran ternak.

Setelah menyiapkan beberapa bahan di atas, maka substrat dan juga bagian inokulum tadi dicampur menjadi satu bagian. Kemudian bahan tersebut difermentasi dalam hitungan waktu sepuluh hari. Proses fermentasi dilakukan untuk membuat biogas, karena prose pembuatan biogas itu sendiri pada dasarnya harus melewati kondisi anaerob terlebih dahulu.

Kenali 4 tahap Pembuatan Biogas dari Limbah Kelapa Sawit

Persiapan peralatan

Selain membutuhkan beberapa bentuk bahan di bagian atas tadi, proses pembuatan biogas itu sendiri juga memerlukan beberapa peralatan dalam pembuatannya. Beberapa jenis peralatan yang mendukung diantaranya adalah waterbath yang berperan sebagai inkubator, kemudian bioreaktir, gelas ukur, gas holder, dan juga selang plastik. Setelah biogas tersebut dihasilkan, maka ia pun akan mengalami tahap pengujian terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kualitas biogas dengan mengecek kandungan limbah kelapa sawit yang digunakan tadi, hingga menghasilkan biogas terbaik.

Pengujian pada biogas tersebut dilakukan dengan beberapa tahap analisis, dimulai dari analisis COD yang berperan dalam menentukan kualitas limbah yang digunakan sebagai biogas tersebut. Kemudian ada pula analisis kadar air yang dikandungnya, analisis nitrogen, analisis karbon organik, analisis selulosa, analisis lignin, analisis padatan volatif, dan juga analisis hemiselulosa sebagai bagian analisis paling akhir yang dilakukannya.

Pembuatan biogas dapat dilakukan dengan 4 tahap yang berbeda, diantaranya :

Tahap pertama

Pada tahapan yang satu ini bakteri dibiarkan untuk melakukan hidrolisis polimer yaitu dengan bantuan dari enzim selulase yang dilakukan pada bagian polimer karbohidrat. Sementara itu enzim lipase membantu hidrolisis pada bagian lemak, sedangkan untuk hidrolisis protein justru dilakukan oleh enzim protease yang pada akhirnya akan menghasilkan bentuk senyawa terlarut.

Tahap kedua

Pada tahap ini senyawa terlarut dilakukan perombakan kembali sehingga menghasilkan bagian gas hidrogen, karbon dioksida, alkohol, asam laktat, senyawa asetat dan juga bentuk senyawa lainnya  yang memiliki ukuran rantai pendek. Tahap kedua ini juga dikenal dengan sebutan asidogenesis  yang mana prosesnya dilakukan dengan bantuan dari bakteri asam.

Tahap ketiga

Pada tahapan yang satu ini, proses pembuatan biogas dilakukan dengan menggunakan bantuan dari bakteri asetet. Sehingga dapat menghasilkan asetat, gas karbon dioksida, dan juga gas hidrogen. Tahap ketiga juga masih sama dengan tahap kedua yaitu disebut sebagai tahap asidogenesis.

Tahap keempat

Umumnya kegiatan produksi biogas yang dilakukan oleh pabrik akan menghasilkan gas metana yang berasal dari limbah kelapa sawit. Namun dalam tahapan pembuatan yang keempat dan dilakukan pada limbah kelapa sawit tersebut adalah prose ketika bagian asetat, kemudian karbon dioksida dan juga gas hidrogen yang dihasilkan dari tahap ketiga tadi kemudian dilakukan perombakan kembali. Perombakan ini dilakukan dengan menggunakan bakteri metan, sehingga pada akhrnya dapat menghasilkan gas metana dan juga gas karbon dioksida.

4 tahap pembuatan biogas dari limbah kelapa sawit

Merek Mesin Proses Pembuatan BIOGAS Pabrik Kelapa Sawit yang ada di Pasaran

Produsen mesin proses pembuatan BIOGAS di pabrik kelapa sawit pada awalnya banyak dari Negara Eropa, tapi sekarang juga sudah ada beberapa produsen yang jual mesin BIOGAS pabrik kelapa sawit berasal dari negara Malaysia. Contoh beberapa merek mesin untuk projek BIOGAS yang ada di Pabrik Sawit: Muarban Lee (MBL), dll.