Kenali 4 Tahap Pembuatan Biogas Dari Limbah Kelapa Sawit

Sebelum membicarakan proses pembuatan biogas dari limbah kelapa sawit, sebaiknya Anda kenali dulu dengan komponen utama yang dihasilkan dari biogas tersebut. Komponen ini dikenal dengan struktur CH4 atau lebih tepatnya disebut gas metana. Gas metana adalah hasil dari pengolahan limbah cair yang kemudian dikenal menghasilkan biogas dari limbah sawit itu tadi. Biogas adalah bentuk gas metan limbah sawit yang dalam penggunaannya tidak menimbulkan pencemaran pada lingkungan di sekitarnya. Selain itu manfaat limbah kelapa sawit juga dinyatakan sebagai pembangkit dari tenaga listrik.

Dalam pembuatan biogas ini, pabrik kelapa sawit atau sering pula disebut sebagai pabrik bio gas membutuhkan beberapa urutan cara dalam pembuatan biogas tersebut. Diantaranya pembuatan kolam dalam ukuran yang cukup besar atau beberapa hektar. Untuk informasi lebih lanjut terkait tahap pembuatan biogas tersebut, maka simaklah penjelasan singkat berikut ini yang didapat dari beberapa sumber makalah limbah kelapa sawit yang terpercaya.

Persiapan bahan pembuatan gas

Bahan-bahan dalam pembuatan biogas dari limbah kelapa sawit ini adalah bagian substrat dari inokulum. Substrat tersebut juga terdiri dari beberapa bagian, yang diantaranya adalah bagian Tandan Kosong Kelapa  Sawit atau sering disingkat menjadi TKKS, kemudian ada pula perikarp sawit dan juga lumpur LPKS. Sementara itu, untuk bahan inokulum sendiri, sebaiknya diambil dari kombinasi tanaman eceng gondok dengan kotoran ternak.

Setelah menyiapkan beberapa bahan di atas, maka substrat dan juga bagian inokulum tadi dicampur menjadi satu bagian. Kemudian bahan tersebut difermentasi dalam hitungan waktu sepuluh hari. Proses fermentasi dilakukan untuk membuat biogas, karena prose pembuatan biogas itu sendiri pada dasarnya harus melewati kondisi anaerob terlebih dahulu.

Kenali 4 tahap Pembuatan Biogas dari Limbah Kelapa Sawit

Persiapan peralatan

Selain membutuhkan beberapa bentuk bahan di bagian atas tadi, proses pembuatan biogas itu sendiri juga memerlukan beberapa peralatan dalam pembuatannya. Beberapa jenis peralatan yang mendukung diantaranya adalah waterbath yang berperan sebagai inkubator, kemudian bioreaktir, gelas ukur, gas holder, dan juga selang plastik. Setelah biogas tersebut dihasilkan, maka ia pun akan mengalami tahap pengujian terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kualitas biogas dengan mengecek kandungan limbah kelapa sawit yang digunakan tadi, hingga menghasilkan biogas terbaik.

Pengujian pada biogas tersebut dilakukan dengan beberapa tahap analisis, dimulai dari analisis COD yang berperan dalam menentukan kualitas limbah yang digunakan sebagai biogas tersebut. Kemudian ada pula analisis kadar air yang dikandungnya, analisis nitrogen, analisis karbon organik, analisis selulosa, analisis lignin, analisis padatan volatif, dan juga analisis hemiselulosa sebagai bagian analisis paling akhir yang dilakukannya.

Pembuatan biogas dapat dilakukan dengan 4 tahap yang berbeda, diantaranya :

Tahap pertama

Pada tahapan yang satu ini bakteri dibiarkan untuk melakukan hidrolisis polimer yaitu dengan bantuan dari enzim selulase yang dilakukan pada bagian polimer karbohidrat. Sementara itu enzim lipase membantu hidrolisis pada bagian lemak, sedangkan untuk hidrolisis protein justru dilakukan oleh enzim protease yang pada akhirnya akan menghasilkan bentuk senyawa terlarut.

Tahap kedua

Pada tahap ini senyawa terlarut dilakukan perombakan kembali sehingga menghasilkan bagian gas hidrogen, karbon dioksida, alkohol, asam laktat, senyawa asetat dan juga bentuk senyawa lainnya  yang memiliki ukuran rantai pendek. Tahap kedua ini juga dikenal dengan sebutan asidogenesis  yang mana prosesnya dilakukan dengan bantuan dari bakteri asam.

Tahap ketiga

Pada tahapan yang satu ini, proses pembuatan biogas dilakukan dengan menggunakan bantuan dari bakteri asetet. Sehingga dapat menghasilkan asetat, gas karbon dioksida, dan juga gas hidrogen. Tahap ketiga juga masih sama dengan tahap kedua yaitu disebut sebagai tahap asidogenesis.

Tahap keempat

Umumnya kegiatan produksi biogas yang dilakukan oleh pabrik akan menghasilkan gas metana yang berasal dari limbah kelapa sawit. Namun dalam tahapan pembuatan yang keempat dan dilakukan pada limbah kelapa sawit tersebut adalah prose ketika bagian asetat, kemudian karbon dioksida dan juga gas hidrogen yang dihasilkan dari tahap ketiga tadi kemudian dilakukan perombakan kembali. Perombakan ini dilakukan dengan menggunakan bakteri metan, sehingga pada akhrnya dapat menghasilkan gas metana dan juga gas karbon dioksida.

4 tahap pembuatan biogas dari limbah kelapa sawit

Merek Mesin Proses Pembuatan BIOGAS Pabrik Kelapa Sawit yang ada di Pasaran

Produsen mesin proses pembuatan BIOGAS di pabrik kelapa sawit pada awalnya banyak dari Negara Eropa, tapi sekarang juga sudah ada beberapa produsen yang jual mesin BIOGAS pabrik kelapa sawit berasal dari negara Malaysia. Contoh beberapa merek mesin untuk projek BIOGAS yang ada di Pabrik Sawit: Muarban Lee (MBL), dll.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *