Menelisik Kelapa Sawit; Kekayaan Alami Indonesia

Indonesia dan Kelapa Sawit

Indonesia, kelapa sawit, dan mesin kelapa sawit merupakan tiga keterhubungan yang menjadi satu dan membentuk kekayaan Indonesia di mata dunia. Indonesia, negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alamnya. Begitu berlimpah kekayaan alam Indonesia, termasuk salah satunya adalah kekayaan dalam hal perminyakan. Minyak yang saat ini dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari berasal dari tumbuhan kelapa sawit. Di Indonesia sendiri, perkebunan kelapa sawit akan banyak ditemui di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh,  Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Lampung, Irian, Bengkulu, Jambi, dan Riau.

Dari daerah-daerah tersebutlah hingga dengan saat ini pasokan minyak di Indonesia tidak memiliki kekurangan. Kaya dengan sumber daya alam saja tentu belum cukup jika tanpa diimbangi dengan kekayaan dari segi sumber daya manusianya. Dalam hal yang terkait dengan kelapa sawit ini, proses pengolahannya bertumpu pada pabrik kelapa sawit. Adapun urutan prosesnya, seperti:

Proses Pengolahan Kelapa Sawit

a. Jembatan Timbang

Jembatan timbang merupakan langkah paling awal dalam proses pengolahan kelapa sawit. Jembatan timbang ini merupakan timbangan atau pengukur berat semua truk pengangkut tandan buah sawit. dari semua perkebunan, yaitu perkebunan milik swasta, perkebunan milik rakyat, dan perkebunan milik swasta. Cara kerja dari jembatan timbang ini adalah pabrik memeriksa selisih berat kelapa sawit saat dibawa oleh truk dan sesaat setelah diturunkan dari truk.

b. Sortir Buah Sawit

Penyortiran buah sawit ini diperlukan guna memastikan bahwa kelapa sawit yang dipergunakan merupakan jenis kelapa sawit yang berkualitas baik. Pada umumnya, ada dua jenis kelapa sawit yang diterima, ialah jenis Tenera dan jenis Dura. Tingkat kematangan juga menjadi hal penting yang dinilai stasiun klarifikasi pabrik sawit.

c.  Sterilizer atau Perebusan Sawit

Sterilizer atau perebusan kelapa sawit merupakan salah satu langkah dari proses pengolahan kelapa sawit selanjutnya. Dalam tahap ini tandan buah segar dalam lori buah dimasukkan ke mesin sterilizer dengan menggunakan capstan. Tujuan dari perebusan adalah mengurangi tingkat asam lemak bebas, memudahkan pelepasan kulit, menurunkan kadar air, dan melunakkan daging buah sawit.

d.  Threser Process atau Proses Penebah

Penebah adalah proses selanjutnya dari tahapan perebusan kelapa sawit. Beberapa tujuan dari dilakukannya proses penebahan terhadap sawit ini adalah untuk melumatkan daging buah, memisahkan daging sawit dari biji, mempersiapkan feeding dan mempermudah pengepressan di mesin screw press, dan proses pemanasan untuk melembutkan kelapa sawit.

e.  Clarification Status atau Pemurnian Minyak

Setelah melewati empat tahapan sebelumnya, kelapa sawit akan berlanjut pada tahapan atau proses selanjutnya, yaitu permurnian pada minyak tersebut. Hal ini diperlukan guna mensterilkan atau membersihkan kandungan-kandungan kurang bermanfaat yang ada di dalam minyak kelapa sawit tersebut.

f. Kernel Station atau Pengolahan Biji

Hal terakhir yang mesti diketahui dari proses cara kerja stasiun klarifikasi adalah pengolahan biji. Ini merupakan tahapan akhir yang pada akhirnya semua proses terhadap kelapa sawit dari mulai bahan mentah hingga menjadi minyak telah siap untuk dipasarkan.

Demikianlah terkait beberapa hal yang menyangkut proses pengolahan kelapa sawit. Dari berbagai aspek yang penting untuk diperhatikan, seperti proses stasiun klarifikasi hingga produk jadi, kurang lebih seperti itulah garis besarnya dari pengolahan terhadap kelapa sawit. Hal-hal lain, misal terkait harga pabrik kelapa sawit sendiri ditengarai mencapai hampir dua ratus milyar untuk pabrik dengan kapasitas 60 ton tbs/jam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *