Mengenal Lebih Jauh Perihal Kelapa Sawit

Membicarakan kekayaan Indonesia tentang kelapa sawit, tentu tidak dapat dibantah juga adanya limbah pabrik kelapa sawit yang diakibatkan. Namun, hal tersebut tentu bukan menjadi sesuatu yang pada akhirnya menimbulkan permasalahan. Beberapa poin pengolahan limbah pabrik kelapa sawit di bawah ini bisa dimanfaatkan sebagai pengelolaan limbah agar tidak menjadi gangguan terhadap lingkungan, di antaranya:

Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit

1. Kolam Pendinginan

Pada proses pengolahan limbah dari mesin pabrik kelapa sawit yang pertama adalah proses pendinginan. Dalam hal ini limbah cair kelapa sawit didinginkan pada suhu 75 hingga 95 derajat celcius.

2. Kolam Pengasaman

Selanjutnya dilakukan proses pengasaman. Pada proses pengolahan limbah yang melibatkan kolam pengasaman ini yang menjadi konsentrasi proses adalah penurunan pH dan juga pembentukan karbon dioksida. Lama waktu yang dibutuhkan ialah sekitar selama 30 hari.

3. Kolam Pembiakan Bakteri

Tahap terakhir ialah pembiakan bakteri. Tahapan pembiakan bakteri ini memiliki fungsi sebagai pembentukan gas karbon dioksida, methane, dan juga pH yang meningkat. Pada proses terakhir ini dibutuhkan waktu selama kurang lebih 40 hari agar limbah pada akhirnya siap untuk diaplikasikan atau diambil manfaatnya.

Di samping memanfaatkan limbah dengan menggunakan metode di atas, limbah sawit juga bisa dimanfaatkan dari penggunaan pencacah tandan kosong sawit. Fungsi dari alat ini ialah sebagai pencacah tandan kosong dari kelapa sawit. Setelah dicacah hingga dengan benar-benar halus, langkah selanjutnya adalah serpihan-serpihan dari tandan sawit yang kosong itu bisa menjadi bahan baku pembuat pupuk kompos dan juga bisa dijadikan sebagai bahan baku pembuat etanol.

Membicarakan mesin pada pabrik kelapa sawit, salah satu mesin pabrik yang bisa dibilang merupakan vital bagi proses pengolahan kelapa sawit adalah sludge centrifuge palm oil. Mesin ini dinyatakan vital karena memiliki setidaknya tiga peran dalam proses pengolahan sawit, seperti:

Seputar Sludge Centrifuge Palm Oil

1) Memilah atau menyortir untuk akhirnya menentukan buah sawit mana yang layak untuk diproduksi menjadi minyak.

2) Merebus kelapa sawit yang sudah terlebih dahulu lolos pemilihan hingga keasaman lemak bebas dapat menurun dan biji dapat terpisah dari buahnya.

3) Selanjutnya dalah pelepasan tandan sawit dengan menggunakan mesin khusus.

4) Berlanjut ke tahap pengepressan, ialah di mana minyak sawit kasar diekstraksi.

5) Tahapan terakhir adalah klarifikasi melalui penyaringan dan fraksinasi. Pada tahapan ini, bau pada minyak sawit juga bisa dihilangkan.

Mesin yang biasanya digunakan untuk pengolahan kelapa sawit ialah mesin ripple mill (pemecah nut). Mesin ripple mill ini memiliki tiga keunngulan, seperti:

Keunggulan Mesin Ripple Mill

·  Efisiensi Pengolahan Mencapai 98%

Dalam dunia pekerjaan, efisiensi tentu menjadi hal utama yang dipentingkan. Dari efisiensi ini, segala hal baik akan mudah untuk ditimbulkan. Seperti tenaga tidak terbuang terlalu banyak, waktu tidak terbuang terlalu lama, juga hingga pada keuntungan yang diperoleh menjadi lebih besar.

· Proses Bongkar Pasang Lebih Mudah

Di samping efisien, bongkar pasang pada jenis alat ini juga mudah. Kemudahan dalam menggunakan alat, termasuk dalam hal membongkar untuk memasangnya kembali tentu merupakan faktor penting yang harus jadi pertimbangan dalam hal ini.

· Ukuran Biji yang Dipecahkan Beragam

Sebuah mesin yang bisa memecahkan biji sawit dengan berbagai ukuran, dimulai dari terbesar hingga terkecil akan berdampak sangat penting bagi tingkat efisiensi produksi.

Itulah penjelasan mesin pabrik kelapa sawit. Sementara harga mesin kelapa sawit, tentu beragam nilainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *