Pengenalan Mesin Digester Pabrik Kelapa Sawit, beserta Komponen di Dalamnya

Digester adalah mesin di pabrik kelapa sawit untuk melumatkan brondol / buah sawit dengan proses pengadukan menggunakan Stirring Arm (sering disebut pisau digester) dengan kecepatan pengadukan sekitar 25-26 rpm didalam bejana silinder tegak. Didalam proses pengadukan ini, steam injection ditembakkan ke dalam bejana dengan temperatur 90-95 derajat celcius yang menyebabkan brondol buah (daging buah sawit) menjadi lunak dan akan memudahkan proses minyak sawit terpisah dari daging buah di dalam pengepresan di mesin screw press.

Adapun salah satu fungsi  mesin Digester Pabrik Kelapa Sawit adalah untuk melumatkan buah sawit (brondolan) sehingga daging buah sawit ini bisa terpisah  dari nut/biji dan hal ini akan  memudahkan proses mem-press buah sawit di dalam mesin screw press. Cara kerja Digester dan Perancangan mesin digester biasa dilakukan Tim R&D pabrikan. Kapasitas  Digester  ada : 3000 liter , 3500 liter, 4000 liter, 4500 liter, 5000 liter dan 6000 liter. Semakin besar ukuran diameter digester akan semakin baik  Dimana waktu retensi minyak semakin lama. Dan untuk menjaga hasil pelumatan di digester ini terjaga baik, maka kita harus mengetahui cara kerja digester kelapa sawit  (prinsip kerja digester) dan harus dijaga kondisi banyak sparepart di dalam mesin Digester ini misalnya: short arm, long arm, expeller arm,  dll.

Komponen mesin Digester Pabrik Kelapa Sawit

Ada begitu banyak komponen di dalam mesin Digester pabrik kelapa sawit (Pelumat) ini, mulai dari komponen berukuran kecil sampai komponen berukuran besar. Dan semua komponen ini penting disupply dengan komponen yang asli untuk menjamin life time (umur) spare part di dalamnya (serta mempertahankan fungsi digester pada pabrik kelapa sawit terjaga dengan baik)

Berikut ini adalah daftar spare part (komponen) di dalam mesin Digester pada pabrik kelapa sawit / Pelumat Sawit merek CB – MODIPALM (buatan Malaysia) yang dibagi menurut Kapasitas Mesin Digester ini:

  1. Kapasitas 3500 liter

Part No. Description
1 16″Ø flexible coupling
  1a Coupling lock nut
2 Gearbox
3 BT coupling (Optional)
4 Fluid coupling (Optional)
4a 10″Ø flexible coupling
5 30 kW TEFC squirrel cage motor
6 Spherical roller bearing
6a Spacer (inside)
7 Tapper roller bearing
8 Bearing cover plate
8a Spacer (outside)
9 Bearing housing
10 Oil seal
11 115 mm square shaft
12 Liner
13 Short arm
14 Long arm
15 Expeller arm
16 Shaft holder
17 Bush
18 15 mm m/s bottom plate
19 Chute
20 V-block

 

2. Kapasitas 4000 liter

Part No. Description
1 16″Ø flexible coupling
  1a Coupling lock nut
2 Gearbox
3 BT coupling (Optional)
4 Fluid coupling (Optional)
4a 10″Ø flexible coupling
5 30 kW TEFC squirrel cage motor
6 Spherical roller bearing
6a Spacer (inside)
7 Tapper roller bearing
8 Bearing cover plate
8a Spacer (outside)
9 Bearing housing
10 Oil seal
11 127 mm square shaft
12 Liner
13 Short arm
14 Long arm
15 Expeller arm
16 Shaft holder
17 Bush
18 15 mm m/s bottom plate
19 Chute
20 V-block

 

3. Kapasitas 5000 liter

Part No. Description
1 16″Ø flexible coupling
  1a Coupling lock nut
2 Gearbox
3 BT coupling (Optional)
4 Fluid coupling (Optional)
4a 10″Ø flexible coupling
5 37 kW TEFC squirrel cage motor
6 Spherical roller bearing
6a Spacer (inside)
7 Taper roller bearing
8 Bearing cover plate
8a Spacer (outside)
9 Bearing housing
10 Oil seal
11 127 mm square shaft
12 Liner
13 Short arm
14 Long arm
15 Expeller arm
16 Shaft holder
17 Bush
18 15 mm m/s bottom plate
19 Chute
20 V-block

4. Kapasitas 6000 liter

Part No. Description
1 16″Ø flexible coupling
  1a Coupling lock nut
2 Gearbox
3 BT coupling (Optional)
4 Fluid coupling (Optional)
4a 10″Ø flexible coupling
5 37 kW TEFC squirrel cage motor
6 Spherical roller bearing
6a Spacer (inside)
7 Taper roller bearing
8 Bearing cover plate
8a Spacer (outside)
9 Bearing housing
10 Oil seal
11 Square shaft
12 Liner
13 Short arm
14 Long arm
15 Expeller arm
16 Shaft holder
17 Bush
18 15 mm m/s bottom plate
19 Chute
20 V-block

 

 Masih ada beberapa komponen  lain pada Digester  seperti:

  1. Plat Luar (Outer Plate)
  2. Plat Pelindung (Wear Plate)
  3. Rockwool (Lapisan Penahan Panas)
  4. Bottom plate perforated mild steel (pada merek CB – MODIPALM tebalnya 15mm)
  5. As Vertikal lengkap dengan Lengan Pemutar (Vertical shaft c/w stirring arm)
  6. Chute
  7. Pipa Keluar (Outlet Pipe)
  8. Base plate.
  9. Instalasi pipa uap (steam pipe)

Plat Luar adalah plat dinding bagian luar digester yang berfungsi untuk memberi kekuatan pada konstruksi digester. Plat Luar mempunya bentuk  silinder tegak yang memiliki ketebalan plat 12 mm berbahan mild steel (setiap merek berbeda-beda).Dan pada Bagian atas Plat Luar ini berguna untuk  menyokong elektromotor dan gearbox sedangkan pada bagian bawahnya  menopang As Vertikal. Pada Bagian kanan dan kiri ( atas plat luar)  dipasang “kupingan” yang menjadi penopang ke struktur bangunan pabrik.

Plat Pelindung berfungsi untuk melindungi plat luar dari pergesekan  dengan dinding silinder digester. Plat Pelindung ini punya bentuk yang sama dengan plat luar namun terbuat dari plat mild steel dengan ukuran yang berbeda beda tergantung mereknya ada yang 4. 5 mm, 5mm, 6mm dll,. Jika pelindung semakin tebal akan semakin baik karena akan  berdampak pada  biaya penggantian spare part (sparepart semakin awet). Beberapa Pabrik Minyak Kelapa Sawit  sering mengganti Plat Pelindung ini  dari bahan mild steel diganti dengan plat stainless steel (tahan karat)  yang berdampak pada umur teknis Plat Pelindung ini lebih awet.  Supaya  membantu proses pelumatan buah sawit , maka di Plat Pelindung (wearing Plate) ini sering  dilas siku ukuran 15 mm dan panjang 15 cm yang di las menyebar merata pada beberapa titik diantara celah Lengan Pemutar (stirring arm)  untuk memberikan daya dukung . Keadaan  siku-siku penopang  ini harus dijaga dan dirawat  agar kualitas pengadukan  pada digester di pabrik kelapa sawit tetap baik.

Rockwool / lapisan penahan panas / isolatar  adalah  lapisan isolator panas dengan tebal  50 mm, bagian paling luar biasanya dilapisi dengan Lapisan aluminium foil dengan ketebalan 0,8 mm. Fungsi  pemasangan isolator panas agar panas injeksi uap (steam injection)  tidak terbuang sia sia  karena dinding digester kontak langsung dengan udara luar. Jika bisa dijaga suhu pengadukan konstan akan memaksimalkan proses pengadukan dalam digester.

Bottom plate perforated adalah  plat yang letaknya dibagian bawah digester tapi  masih diatas bottom plate. sehingga ada celah diantara perforated bottom plate dengan bottom plate sekitar 5 cm yang sehingga minyak sawit yang sudah terpisah dapat mengalir keluar dari digester.Ukuran lubang perforated bottom plate ini sekitar 4-5 mm yang ukuran luasan nya biasanya lebih besar dari pipa pengeluaran minyak sawit.

Dalam proses pengadukan daging buah, buah sawit akan terlumat sehingga minyak sawit akan keluar . Minyak sawit yang keluar ini dapat  meringankan beban kerja mesin  screw press. Fungsi digester selain melumatkan tapi juga memisahkan minyak dimana proses selanjutnya diteruskan dalam mesin screw press. Pengendalian Oil Loss dalam  ampas kempa (cake) sangat ditentukan oleh proses digester, karena semakin daging buah lumat maka  semakin banyak minyak yang terpisah  dan semakin mudah proses pengempaan di mesin kempa ulir sawit / mesin screw press.

Problem  yang sering muncul adalah sering tumpatnya Perforated Bottom Plate (Plat bawah) akibat tersumbat  fibre. Untuk mencegah tersumbatnya  lubang perforasi bottom plate ini biasanya dengan menginjeksikan steam (uap) sebelum buah diisi ke  digester , karena tekanan uap dapat mendorong padatan yang ada dan pada akhir olah digester harus benar-benar dipastikan kosong supaya steam dapat diinjeksikan lagi.

As Vertikal lengkap dengan Lengan Pemutar adalah  alat untuk mengaduk buah sawit. As vertikal harus simetris dan terhubung dengan gearbox melalui Fluid Kopling (banyak digester yang tidak memakai fluid coupling). As vertikal  mempunyai penampang wajik dan  biasa lengkap dengan alur untuk mengunci Lengan Pemutar melalui baut dan mur. Proses Pemasangan  pisau pengaduk/Lengan Pemutar berbentuk huruf S dan berputar searah jarum jam. Lengan Pemutar sering  mengalami aus karena gesekan dan secara periodik harus diganti sesuai dengan jam kerja digester ini (biasa  tercantum dalam buku Panduan Operasional Mesin)

Chute merupakan jalur keluar hasil pelumatan dari digester ke mesin  screw press. Chute biasa berbentuk kotak memanjang vertikal kebawah. Chute  biasa dilengkapi dengan pintu plat yang bergerak naik dan turun. Pada proses pengolahan awal , klep ini biasa  ditutup terlebih dahulu, lalu setelah proses pengadukan 15 menit , pintu plat perlahan-lahan dibuka. Chute pada mesin  digester biasa dilengkapi dengan jendela kaca (sight glass)  yang berguna melihat aliran dalam digester. Dibagian atas chute biasa dipasang pipa ukuran 1 inchi dengan tujuan  memasukkan air panas kedalam  corong. Air panas akan dimasukkan jika umpan mesin digester sangkut dan bisa juga untuk membersihkan corong digester.

Pipa Keluaran  biasanya hanya tambahan saja karena berfungsi untuk mengalirkan minyak sawit yang keluar dari perforated plat. Pipa ini biasa dilengkapi dengan keran yang mempunyai ukuran  sesuai dengan pipa yaitu sekitar  4 inchi. Biasanya  untuk mempercepat  proses minyak keluar, dibagian sisi inlet pipe nya berbentuk huruf Y. Dan Keran pipa harus terbuka kontinu untuk melayani aliran minyak, tapi sering beberapa digester akan overload  untuk mengaduk buah sawit  jika minyak sawit terlalu banyak keluar. Untuk mengatasi masalah ini biasanya  dengan mengatur bukaan keran atau secara periodik keran dapat dibuka setiap 15 menit dan harus dipastikan putaran vertical shaft 26 rpm. Outlet pipa ini biasa terhubung langsung dengan oil gutter yang terletak dibawah dibawah mesin screw press yang  menuju alat penangkap pasir atau sand trap.

Plat Bawah  berguna untuk menopang As Vertikal. Selain. Fungsi Plat Bawah  hanya untuk konstruksi dan tidak ada kaitannya dengan proses kerja dalam mesin digester.

Instalasi Pipa uap yang benar berguna mendistribusikan uap dalam prose  di digester untuk menjamin proses pelumatan di  temperatur 95 derajat celcius. Proses pemanasan umumnya menggunakan injeksi steam langsung untuk mempercepat tercapainya suhu kerja yang ideal. Posisi Injeksi Uap ini  ada 2 titik yaitu pada dinding silinder sekitar 30 cm dari Plat Bawah yang terdustribusi minimal ke 4 titik merata dan yang kedua di plat bawah yang posisi nya terbagi merata di 4 titik. Pipa Uap harus memiliki keran uap untuk mengatur kapasitas uap yang berdiameter nominal 1 inchi sesuai dengan diameter pipa uapnya.

Pemakaian steam jacket sekarang ini sudah banyak ditinggalkan karena temperatur kerja lebih lama dicapai dibandingkan dengan memakai injeksi  langsung.

Pemakaian injeksi langsung mempunyai tujuan supaya secepat  mungkin mencapai temperatur kerja yang diinginkan sebelum masuk ke mesin screw press pabrik sawit. Di artikel lain , kita juga akan membahas tentang cara kerja digester biogas, selain cara kerja digester pks (cara kerja mesin digester) yang kita bahas disini.

Sekilas Foto Digester Pabrik Kelapa Sawit beserta komponen didalamnya:

Pengenalan Mesin Digester Pabrik Kelapa Sawit beserta Komponen di Dalamnya
Digester PKS
Mesin Digester Pabrik Kelapa Sawit beserta Komponen di Dalamnya
Digester Parts
Mesin Digester Pabrik Kelapa Sawit
Part Number Sparepart Digester

Merek Digester (mesin Pelumat) Kelapa Sawit yang ada di Pasaran

Produsen mesin digester pabrik Sawit pada awalnya banyak dari Negara Malaysia, tapi sekarang juga sudah ada beberapa produsen yang jual digester pabrik kelapa sawit berasal dari negara Indonesia. Beberapa merek screw press yang ada di Pabrik Sawit: CB – MODIPALM, Wang Yuen, KIEN SENG, MSB, GS, APINDO, LAJU, US (UNIVERSAL STEEL), UVE (UNIVESSEL).

 

 

Peran Penting Vibrating Screen Pada Pabrik Kelapa Sawit

Ayakan Getar  atau Vibrating screen Pabrik kelapa Sawit berfungsi  untuk memisahkan solid / padatan yang terkandung dalam minyak kasar ( crude oil) dengan cara di ayak/di getar pada media saringan dengan ukuran mesh tertentu (disesuaikan  dengan kebutuhan). Pada umumnya, pemakaian mesin vibrating screen pabrik sawit (vibrating screen palm oil mill) / ayakan getar sawit ini di pasang sebelum Continuous Settling Tank  / CST (sebelum masuk dalam Crude Oil Tank/ Tangki Minyak Kasar) dan Proses penyaringan & pengayakan ini  dibantu dengan pemberian air panas sebagai pencuci/pelarut  dengan temperatur 80 °C – 90 °C

Peran Penting Vibrating Screen Pada Pabrik Kelapa Sawit
Vibro Separator / Ayakan Getar / Vibrating Screen

Definisi vibrating screen,  arti / Fungsi vibrating screen di Pabrik Minyak Kelapa Sawit  adalah untuk memisahkan non oil solid (NOS) yang terdiri dari kotoran, serat fiber yang mempunyai ukuran bermacam macam serta pasir yang terikut serta crude oil karena tidak terendapkan di  dalam tangki penangkap pasir (sand trap tank). Penambahan  air panas bertujuan supaya pemisahan partikel-partikel pasir dapat terpisah dengan baik disamping untuk mengurangi atau menghilangkan terjadinya penyumbatan (clog) pada vibrating screen. Adapun  fungsi lainnya nya juga untuk menjaga agar tidak sering terjadi penyumbatan pada nozzle sludge sentrifuges / sering disebut Low Speed Separator (Separator putaran lambat)  . Supaya  proses pemisahan  dapat berjalan  dengan baik , biasa nya penggunaan ukuran mesh dapat menjadi faktor  yang akan berpengaruh terhadap proses pemisahaan di vibrating screen (mesh di mesin ayakan getar ini ada beberapa: mesh 20”, mesh 40”, mesh 60”, dll).

Partikel yang dipisahkan Vibrating Screen Pabrik Kelapa Sawit

Partikel  yang dipisahkan pada alat ini ada 2 (dua) partikel, yaitu :

  1. Pasir (sand) dan tanah

Pasir (sand) dan tanah yang bersumber dari buah sawit (yang dipanen dan jatuh ke tanah/pasir)  dan terikut bersama buah sawit. Umumnya pabrik minyak kelapa sawit (PMKS)  telah memiliki Tangki Penangkap Pasir (Sand trap) untuk mengendapkan partikel-partikel yang mempunyai berat jenis lebih besar dari satu (BJ > 1,0). Oleh sebab waktu pengendapan/waktu retensi  (retention time) sangat singkat, biasanya  tidak seluruh pasir atau gumpalan tanah dapat terpisah, dan hal ini akan dilanjutkan pada proses pemisahan pada mesin  vibrating screen / ayakan getar sawit ini.

2. Serat Sawit atau Ampas Sawit

Serat sawit atau ampas sawit yang terikut dalam minyak sawit harus dipisahkan dengan tujuan agar kadar kotoran (dirt) minyak sesuai dengan standard kualitas (standard MPOB Malaysia  / IOPRI Indonesia)

Penambahan Tangki Penangkap Pasir (sand trap tank) diantara talang keluar minyak mesin kempa ulir (screw press sawit) dapat menambah ketahanan dan umur pakai mesin vibrating screen / ayakan getar ini, karena pasir dalam minyak mempunyai daya gesek yang tinggi pada metal , yang dapat mempercepat keausan screen pada alat vibrating screen / ayakan getar PKS.

 

Spesifikasi Mesin Ayakan Getar Pabrik Kelapa Sawit

Secara umum spesifikasi mesin vibrating screen pabrik kelapa sawit antara lain adalah :

Mesin  vibrating screen (saringan getar / ayakan getar) model bulat diameter 60”  terdiri dari 2 (dua) buah rantang saringan dengan mesh 20  dan mesh 40  yang terbuat dari bahan stainless steel  diletakan sebelum Continuous Settling Tank (CST) dan ukuran mesh 60”—70” , diletakkan sesudah CST yaitu pada sludge tank.
  • Diameter saringan: 60 inci atau 524 mm
  • Digerakkan dengan penggerak vibro motor 2,5 KW

Dibawah ini adalah contoh spesifikasi mesin Vibro Screen (ayakan getar sawit) merk SWECO (sering disebut Vibro Energy Separator) :

Model                                   : MA 60 S 888 ,

Ukuran Screen                  : 60″ diameter ,

Negara Asal                       : U.S.A

Double deck  (SS 316 – 20 & 40 MG Screen Mesh)
3(Tiga ) Pemisahan (separasi) ,       SS 304 on liquids contact area.
Ukuran motor: @2.5HP,3 phase/ 380V / 50Hz/ 1500Rpm, TENV Vibro motor.

Merek Vibrating Screen Pabrik Kelapa Sawit yang ada di Pasaran

Produsen mesin ayakan getar pabrik Sawit (sering disebut vibro separator atau mempunyai pengertian vibrating screen) pada awalnya dari Negara Eropa / Amerika, tapi sekarang juga sudah ada beberapa produsen yang jual mesin vibrating screen kelapa sawit berasal dari negara Malaysia / India . Beberapa merek Vibrating Screen yang ada di Pabrik Sawit: SWECO, AMKCO, VIBRECON, JINSHENG, TAPIS, GALAXY SIVTEK ,dll.

Mengenal sterilizer pabrik kelapa sawit, beserta Tipenya

Di pabrik Pengolahan Minyak Kelapa Sawit (Pabrik Kelapa Sawit), ada beberapa stasiun kerja. Salah satunya yang mau kita bahas saat ini adalah Stasiun Rebusan buah sawit (Sterilizer).

Rebusan Pabrik Kelapa Sawit (sterilizer) adalah bejana bertekanan yang menggunakan uap (steam)  dengan tekanan sekitar 3,0 kg/cm2, dimana uap ini digunakan untuk merebus buah kelapa sawit yang ada di dalam  tandan buah segar (TBS) sawit.

Perkenalan tentang Sterilizer Pabrik Kelapa Sawit di Pabrik Kelapa Sawit

Perebusan Buah Sawit di Sterilizer pabrik kelapa sawit (Rebusan Uap) mempunyai beberapa tujuan dan tahapan supaya dapat diperoleh hasil yang terbaik dan sesuai spesifikasi (standard yang ditetapkan). Dan jika proses perebusan berjalan dengan baik dan sempurna, maka losses (kehilangan minyak pabrik sawit) dapat dikurangi.

Tujuan dari perebusan adalah:

  1. mempermudah proses pelepasan brondolan buah sawit dari tandan buah segar (TBS)
  2. Menghilangkan enzim penghasil asam lemak bebas (ALB) atau Free Fatty Acid (FFA)
  3. Mempermudah proses pelepasan inti sawit (kernel) dari cangkangnya
  4. dehidrasi buah untuk membantu proses digesting/ pelumatan (di mesin digester)  dan pengepressan di mesin screw press  serta mengurangi kadar air pada brondolan sawit.
  5. Untuk membantu proses pemecahan emulsi
  6. Supaya serat (fibre) dan biji (nut) mudah terlepas

Rebusan yang kita bahas dalam artikel ini adalah bejana uap silindris horizontal dengan pintu pada kedua ujungnya (ukuran pintu rebusan horizontal ini bervariasi, ada ukuran diameter 2100 mm, 2700mm, 2800mm dan 3200mm ), dimana lori buah sawit ini dimasukkan dari salah satu pintu (ujung rebusan sawit) dan mengeluarkannya dari pintu lainnya (ujung rebusan sawit lainnya), setelah itu dilakukan proses perebusan / sterilisasi dengan menggunakan uap (steam ) dari Back Pressure Vessel (BPV). Dan Temperatur uap pada pipa inlet sekitar 130-135 °C sedangkan temperatur dalam rebusan sawit (sterilizer) 135 °C.

Tahapan Proses Perebusan Buah Sawit

Untuk mendapatkan hasil yang baik dan oil losses (kehilangan minyak) yang minimum maka proses perebusan dilakukan dengan sistem perebusan 3 puncak (Triple Peak sterilization) dan waktu yang digunakan untuk 1 siklus (1 cycle) adalah 90 menit yang dibagi dalam 3 tahap :

  1. puncak pertama (first peak) dengan tekanan sampai 1,5 Kg/cm2
    (20 Psi)
  2. puncak kedua(second peak) dengan tekanan sampai 2,0 Kg/ cm2
    (30 Psi)
  3. puncak ketiga (third peak) dengan tekanan sampai 2,8-3,0 Kg/ cm2(40 Psi)

 

Table mekanisme system Tripple Peak (tiga puncak)

Step Durasi (menit) Posisi valve
Inlet Condensate Exhaust
1 2 ON ON OFF
2 ±5 ON OFF OFF
3 1 OFF ON OFF
4 1 OFF OFF ON
5 10-15 ON OFF OFF
6 2 OFF ON OFF
7 2 OFF OFF ON
8 18-24 ON OFF OFF
9 40-50 ON OFF OFF
10 1 ON ON OFF
11 4 OFF ON OFF
12 ±2 OFF ON ON
Total waktu ±90

Keterangan Tabel:

  • untuk step 2,5,8 lamanya waktu tergantung pada tekanan uap (steam) dari Back Pressure Vessel (BPV). Semakin tinggi tekanan uap (steam) yang tersedia maka waktu yang diperlukan untuk mencapai tekanan puncak (peak) juga akan semakin cepat
  • Step 9 adalah masa penahanan (holding time) dan lamanya waktu tergantung pada kondisi buah sawit, biasanya sekitar 45 menit untuk kondisi buah sawit normal (buah sawit matang). Sedangkan untuk buah sawit lewat matang masa penahanan (holding) sekitar 40 menit, dan untuk buah mengkal adalah 48 menit.
  • Untuk Step 12 lamanya waktu tergantung pada tekanan uap (steam) yang masih tertinggal dalam rebusan sawit (sterilizer) pada saat exhaust/buangan uap (dapat dilihat pada pressure gaugenya sampai menunjukkan angka 0 (nol)
  • Di step 9 ini, juga akan ada proses membuka valve continuous blowdown secara otomatis.

 

Beberapa Model Rebusan Pabrik Kelapa Sawit yang ada di Pasaran

Ada beberapa model Rebusan (Sterilizer ) di Pabrik Sawit:

  1. Rebusan Horizontal

Mengenal sterilizer pabrik kelapa sawit beserta Tipenya
Horizontal Sterilizer

 

2. Rebusan Vertikal

Mengenal sterilizer pabrik kelapa sawit beserta Tipenya
Vertical Sterilizer

Di artikel lain akan dijelaskan lebih lanjut mengenai: cara kerja rebusan vertikal (vertical sterilizer di pabrik kelapa sawit). Tren saat ini dalam pembangunan pabrik sawit adalah menggunakan rebusan sawit vertikal. Dimana stasiun rebusan vertikal ini mempunyai alur yang sama dengan stasiun rebusan lainnya. Ada Ukuran Pintu Rebusan vertikal (vertical sterilizer clutch door) : 1200mm, 1400mm, 1750 mm, dll.

3. Rebusan Bola (spherical sterilizer)

Mengenal sterilizer pabrik kelapa sawit beserta Tipenya
Spherical Sterilizer

4. Rebusan 45 derajat (Oblique Sterilizer)

Mengenal sterilizer pabrik kelapa sawit beserta Tipenya
Oblique Sterilizer

Ke-4 model Sterilizer Pabrik Kelapa Sawit ini mempunyai kelebihan dan kekurangan masing masing

Produsen Pintu Rebusan pabrik Sawit pada awalnya banyak dari Negara Malaysia, tapi sekarang juga sudah ada beberapa produsen yang jual pintu rebusan pabrik kelapa sawit berasal dari negara Indonesia. Beberapa merek Pintu Rebusan yang ada di Pabrik Sawit: UNIVESSEL (Univessel Sterilizer Door), WANG YUEN (Sterilizer Door Wang Yuen) , HIP HING, TECHNO, VG, SAS, dll.

Untuk Pemeliharaan Pintu Rebusan ini, yang perlu dijaga adalah: door packing sterilizer (karet pintu rebusan). Ada beberapa material packing pintu rebusan (sterilizer door packing): NBR, BUNA, EPDM. Dan produsen pintu rebusan ini sekaligus yang jual karet pintu rebusan pabrik kelapa sawit (sterilizer door gasket / sterilizer door seal)

 

Sekilas Rangkuman Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit

Di dalam artikel ini, kita akan sedikit membahas tentang proses produksi pabrik kelapa sawit. Dimana dalam proses pembuatan pabrik kelapa sawit ini melibatkan banyak Pihak seperti Kontraktor dan Konsultan. Semua Pabrik Sawit (sering disebut juga Pabrik Kelapa Sawit (PKS), Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) mengolah bahan baku berupa Tandan Buah Sawit  (TBS sawit)  menjadi  minyak  kelapa  sawit  CPO  (Crude  Palm  Oil)  dan  inti  sawit (Kernel). Dimana proses pembuatan minyak kelapa sawit di pabrik melewati banyak tahapan dan alur proses pabrik kelapa sawit

Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit

Proses pengolahan industri kelapa sawit sampai menjadi minyak kelapa sawit (CPO) terdiri dari beberapa tahapan yang dimulai dari:

a. Jembatan Timbang

Di Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit,  jembatan timbang yang dipakai menggunakan sistem komputer untuk mengukur berat (tonase) semua Truk Pengangkut Tandan Buah Sawit (TBS) baik dari Perkebunan Sawit Swasta, perkebunan rakyat (plasma) dan perkebunan pemerintah (PTPN). Jembatan Timbang adalah salahsatu tahapan awal dalam proses pembuatan kelapa sawit menjadi CPO.

Prinsip kerja dari jembatan timbang yaitu kendaraan pengangkut Buah Sawit melewati jembatan timbang lalu berhenti  ± 5 menit, kemudian berat kendaraan pengangkut buah sawit dicatat awal sebelum Tandan Buah Sawit dibongkar dan di sortir, kemudian setelah dibongkar dari kenderaan pengangkut kembali ditimbang, lalu selisih berat awal dan akhir adalah berat TBS yang diterima pabrik kelapa sawit.

Sekilas Rangkuman Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Jembatan Timbang Truk Buah Sawit

b. Penyortiran Buah Sawit

Buah kelapa sawit yang masuk ke Pabrik Kelapa Sawit, kualitas & kematangannya harus  diperiksa  dengan baik. Proses pemeriksaan buah sawit ini sering disebut sortir buah. Jenis buah yang masuk ke Pabrik Sawit pada umumnya jenis Tenera atau  jenis Dura. Kriteria matang panen merupakan faktor yang sangat penting dalam pemeriksaan kualitas buah sawit di stasiun penerimaan Buah.

Tingkat Pematangan buah sawit mempengaruhi terhadap rendamen minyak dan ALB (Asam Lemak Buah/ FFA = Free Fatty Acid) yang dapat dilihat pada tabel berikut :

Kematangan buah Rendemen minyak (%) Kadar ALB (%)
Buah mentah 13 – 17 1,6 – 2,8
Setengah matang 18 – 24 1,7 – 3,3
Buah matang 25 – 31 1,8 – 4,4
Buah lewat matang 27 – 31 3,8 – 6,1

Setelah   penyortiran, buah sawit   tersebut   dimasukkan   ke tempat   penimbunan sementara  (  Loading  ramp  )  lalu  diteruskan  ke  stasiun  perebusan sawit ( Palm Oil Sterilizer ).

 

Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Sortir Buah Sawit

c. Proses Perebusan buah Sawit (Sterilizer)

Lori buah yang telah diisi Tandan Buah Segar dimasukan ke dalam sterilizer dengan memakai capstan. Sterilizer saat ini ada berbagai model:

  • Sterilizer Horizontal (konvensional)
  • Vertical Sterilizer
  • Continuous Sterilizer (CS) – Hak Paten CB-MODIPALM (Malaysia)
  • Oblique Sterilizer
  • Dll

Tujuan perebusan :

  1. Mengurangi peningkatan asam lemak bebas (ALB/FFA)
  2. Mempermudah proses pelepasam buah sawit pada threser
  3. Menurunkan kadar air buah sawit
  4. Melunakkan daging buah sawit, sehingga daging buah sawit mudah lepas dari biji (nut)

Bila poin ke-2 tercapai secara efektif, maka semua poin-poin yang lain akan tercapai juga. Sterilizer horizontal (konvensional) memiliki bentuk panjang 26 m dan diameter pintu 2,1 m. Dalam sterilizer dilapisi Wearing Plate dengan tebal  10 mm yang mempunyai fungsi untuk menahan steam, dibawah sterilizer terdapat lubang yang gunanya untuk proses membuang air kondesat agar proses pemanasan di dalam sterilizer tetap seimbang.

Dalam proses perebusan minyak yang terbuang± 0,8 % . Dalam melakukan proses perebusan diperlukan uap untuk memanaskan sterilizer yang disalurkan dari boiler. Uap yang masuk ke sterilizer 2,7 -3 kg/cm2 , dengan suhu 140° C dan direbus selama 90 menit.

 

Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Horizontal Sterilizer Pabrik Kelapa Sawit

d. Proses Penebah (Threser Process)

ada beberapa alat/mesin disini:

  • Hoisting Crane (jika memakai rebusan horizontal)                                   Fungsi dari Hoisting Crane adalah untuk mengangkat lori buah sawit dan menuangkan isi lori buah sawit ke bunch feeder (hooper). Dimana lori yang diangkat tersebut berisi Tandan Buah Sawit yang sudah direbus.
  • Threser (Bantingan)                                                                                                 Fungsi dari Thresing adalah untuk melepaskan buah sawit dari janjangannya (tandan sawit) dengan cara mengangkat dan membantingnya serta mendorong janjang kosong (tandan kosong sawit)  ke empty bunch conveyor (konveyor tandan kosong sawit).
  • Proses Pengempaan (Pressing Process)
    Proses Kempa adalah  dimulai dari pengambilan minyak dari buah Kelapa Sawit dengan jalan pelumatan (di mesin digester) dan pengempaan (di mesin screw press sawit). Baik buruknya pengoperasian peralatan mempengarui efisiensi pengutipan minyak. Proses ini terdiri dari :
  • Digester
    Setelah buah pisah dari janjangan (tandan sawit), lalu buah dikirim ke Digester dengan cara buah masuk ke Conveyor Under Threser yang berfungsi untuk membawa buah sawit ke Fruit Elevator yang fungsinya untuk  mengangkat buah sawit keatas, lalu masuk ke distribusi conveyor (distributing conveyor) yang kemudian menyalurkan buah sawit masuk ke Digester. Di dalam digester tersebut buah atau berondolan yang sudah terisi penuh, akan diputar atau diaduk dengan menggunakan pisau pengaduk (stirring arm) yang terpasang pada bagian   poros   II,   sedangkan   pisau   bagian   dasar   sebagai   pelempar   atau mengeluarkan buah sawit dari digester ke screw press.

Fungsi Digester :                                                                               1.Melumatkan daging buah sawit                                                       2.Memisahkan daging buah sawit dengan biji (nut)                                 3.Mempersiapkan Feeding ke dalam mesin screw Press                                 4.Mempermudah proses pengepresan minyak di mesin screw Press PKS     5. Proses pemanasan / melembutkan buah sawit

Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Digester Pabrik Sawit
  • Screw Press (mesin kempa ulir sawit)
    Fungsi dari Mesin Screw Press dalam proses produksi kelapa sawit
    adalah untuk memeras berondolan buah sawit yang telah dicincang, dilumat di digester untuk mendapatkan minyak kasar. Buah – buah sawit yang telah diaduk secara bertahap dengan bantuan pisau – pisau pelempar dimasukkan kedalam feed screw conveyor dan mendorongnya masuk ke dalam mesin kempa ulir sawit ( palm oil twin screw press ). Oleh adanya tekanan screw yang ditahan oleh cone, berondolan buah sawit tersebut diperas sehingga melalui lubang – lubang press cage, minyak  dipisahkan  dari  serabut  dan  biji.  Selanjutnya  minyak  menuju  stasiun klarifikasi (clarification station) , sedangkan ampas (cake) dan biji (nut) masuk ke stasiun kernel.
Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Screw Press / Kempa Ulir Sawit

Cara Kerja Mesin  Screw Press (Kempa Ulir Sawit)
Motor listrik adalah sumber gerakan yang berfungsi untuk menggerakkan mesin screw press sawit ( double screw press). Screw press Kelapa Sawit dihidupkan melalui Control panel (panel kendali)  sekaligus sistem  hidroliknya, lalu  dimasukkan  air  panas (hot water)  dengan  suhu  90°C  melalui  pipa masuk (pipe inlet). Motor listrik akan memutar pulley (puli) melalui poros motor dengan daya 30 Kw dengan putaran 1475 rpm (untuk kapasitas screw press 15 Ton per jam) .Pulley akan menggerakkan sabuk penghantar putaran ke pulley yang terpasang pada poros (as) yang menghubungkan ke gear reducer (gearbox) ,dan gear reducer(gearbox) digerakkan poros utama yang dihubungkan dengan kopling (coupling) .Poros (as) utama  menggerakkan  roda  gigi (gear)  perantara  yang  mengakibatkan kedua poros berulir akan bergerak berlawanan arah dengan putaran yang sama.

Pada ujung ulir terdapat dua buah konis (conical) yang digerakkan dengan bantuan sistem hidrolik dengan gerakan maju-mundur (forward/backward) sesuai dengan tekanan yang dibutuhkan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil pengepresan dan tekanannya sebesar 30-50 bar.

Minyak sawit yang dihasilkan oleh mesin press dialirkan ke oil vibrating screen (mesin ayakan getar) dan kemudian dialirkan ke crude oil tank untuk diproses lebih lanjut,sedangkan serabut (fibre) dan biji buah sawit(nut) yang masih mengandung 4% minyak dialirkan ke cake breaker conveyor (CBC) untuk proses selanjutnya. Motor listrik memutar poros screw press yang di reduksi (dikurangkan) oleh gearbox dan  putarannya dari 1475 rpm menjadi 12 rpm.

Kapasitas   mesin screw   press   yang   direncanakan   harus   sesuaikan   dengan kapasitas olahan pabrik sawit. Dalam menentukan kapasitas mesin screw press sawit yang akan dipergunakan , maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain :

  1. Sebelum kelapa sawit masuk kedalam screw press , massa awal buah kelapa sawit telah berkurang. Hal ini disebabkan karena berlangsungnya proses penebahan pada mesin thresher / stripper / bantingan. Massa sawit yang berkurang yang dimaksud adalah berupa tandan kosong sawit yang dipindahkan dengan konveyor.
  2. Untuk dapat memperoleh hasil pressing yang baik ,maka perlu diperhatikan  mesin screw  press  harus  dalam  keadaan  selalu penuh. Kondisi ini dibutuhkan untuk memperoleh efisiensi yang lebih baik dari penekanan terhadap buah sawit, sebab jika banyak ruang kosong pada saat  penekanan maka hasilnya tidak maksimal.

Motor  listrik  sebagai  sumber  gerakan  yang  berfungsi  untuk  menggerakan mesin double screw press   dihidupkan melalui panel kendali sekaligus sistem hidroliknya, lalu dimasukkan air panas dengan suhu 90°C melalui pipa masuk (pipe inlet). Motor listrik hidup memutar pulley melalui poros motor dengan daya 22 Kw (untuk mesin screw press kapasitas 15 Ton/jam) dan putaran 1450 rpm. Pulley menggerakkan V-belt (sabuk ) menghantarkan putaran ke pulley yang terpasang pada poros yang menghubungi ke gearbox, dari gearbox digerakan poros utama yang dihubungkan dengan kopling. Poros  (As) utama menggerakan roda gigi perantara sehingga mengakibatkan kedua poros berulir akan bergerak berlawanan arah dangan putaran yang sama.

Detail Kerja Mesin Screw Press                                                                          Prinsip kerja ekstraksi minyak melalui mesin screw press ini adalah dengan menekan bahan lumatan dalam tabung yang berlubang dengan alat ulir yang berputar sehingga minyak dapat keluar lewat lubang-lubang press cage. Besarnya tekanan di kempa ini dapat diatur secara elektris dan tergantung dari volume bahan yang akan di press. Mesin Kempa Ulir Sawit (screw press) ini terdiri dari sebuah selinder yang berlubang lubang didalam terdapat sebuah ulir yang berputar. Tekanan kempa ulir diatur oleh dua buah kerucut (konis) berada pada kedua ujung pengempa, yang bergerak maju mundur secara hidrolik. Tekanan hidrolik  sekitar  50  –  70  kg  /  cm3   mengakibatkan  ampas  basah. Kehilangan      minyak (oil losses)   pada   ampas (cake)   dan   biji (nut)  akan mempengaruhi pada proses stasiun selanjutnya, ampas (cake) yang basah akan mengakibatkan pembakaran di dalam dapur Boiler tidak sempurna. Tekanan yang terlalu  tinggi misalnya 70 kg / cm3  akan mengakibatkan kehilangan inti  (kernel losses) yang tinggi sehingga keseimbangan dalam mesin ini sangat diperlukan. Hal yang perlu deperhatikan adalah ampas kempa (press cake) yang keluar harus merata  dalam  arti  tidak  terlalu  basah  dan  tidak  terlalu  kering,  jika  terjadi gangguan / kerusakan, sehingga mesin screw press harus berhenti untuk waktu yang lama maka untuk mencegah hal – hal yang tidak diiginkan, mesin screw press harus selalu di periksa dan menjalankan perawatan rutin (berkala) pada screw press.

Kecepatan putar mesin Kempa Ulir harus disesuaikan dengan kapasitas Tandan Buah Segar (buah sawit) yang akan dipress, dengan tujuan agar efisiensi proses pressing lebih maksimal supaya target yang diiginkan perusahaan dapat tercapai sesuai dengan ketentuan – ketentuan yang diterapkan oleh PKS sesuai proses pengolahan tbs di pabrik kelapa sawit.

Dalam Mesin Screw Press (Kempa Ulir Sawit) ini terdiri sebuah silinder yang berlubang – lubang dan di dalamnya terdapat 2 buah ulir yang berputar berlawanan arah dan tekanan screw press diatur oleh 2 buah konis (cone) berada  pada  bagian  ujung  press,    yang  dapat  digerakan  maju  mundur  secara hidrolik.

Dalam proses pengolahan kelapa sawit di pabrik, Minyak sawit yang keluar dari Feeder Screw dan main Screw ditampung dalam talang minyak (oil gutter) dan untuk mempermudah pemisahan , pengaliran minyak pada Feeder Screw dilakukan injeksi uap dan penambahan air panas (salah satu bagian proses pengolahan kelapa sawit menjadi cpo)
Dalam proses di screwpress ini kita juga perlu ada manajemen proses pengolahan limbah padat kelapa sawit.

e. Proses Pemurnian Minyak (Clarification Station)

Setelah  melewati  proses  Screw  Press  (masih banyak  proses produksi di pabrik  kelapa sawit yang akan dijelaskan dalam artikel lain) maka  didapatlah  minyak kasar / Crude Oil dan ampas press yang terdiri dari fiber. Kemudian Crude Palm Oil masuk ke stasiun klarifikasi dimana proses pengolahannya sebagai berikut :

  • Sand Trap Tank ( Tangki Pemisah Pasir)
    Setelah di press (salah satu proses pabrik sawit) maka Crude Palm Oil yang mengandung air, minyak, lumpur masuk ke Sand Trap Tank. Fungsi dari Sand Trap Tank adalah untuk menampung pasir/manangkap pasir yang ada. Temperatur pada sand trap mencapai 95 °C
  • Vibro Separator / Vibrating Screen (Ayakan Getar)
    Fungsi dari Vibro Separator adalah untuk menyaring Crude Oil dari serabut – serabut (fiber) yang dapat mengganggu proses pemisahan minyak. Sistem kerja mesin penyaringan itu sendiri dengan sistem getaran – getaran (simetris) , dan pada Vibro kontrol perlu penyetelan pada bantul yang di ikat pada elektromotor supaya Getaran berkurang dan  pemisahan lebih efektif.
  • Continuous Settling Tank (CST) / Vertical Clarifier Tank (VCT)
    Fungsi  dari  Continuous Settling Tank (CST atau sering disebut juga Clarification Settling Tank)  adalah  untuk  memisahkan  minyak,  air  dan kotoran (Non Oily Solid / NOS) secara gravitasi. Dimana minyak dengan berat jenis yang lebih kecil dari 1 akan berada pada lapisan atas dan air dengan berat jenis = 1 akan berada pada lapisan tengah sedangkan Non Oily Solid (NOS ) dengan berat jenis lebih besar dari 1 akan berada pada lapisan bawah.

Fungsi Skimmer dalam CST adalah untuk membantu mempercepat pemisahan minyak dengan cara mengaduk (stirring) dan memecahkan padatan serta mendorong lapisan minyak yang mengandung lumpur (Sludge). Temperatur yang cukup (95 °C) akan memudahkan proses pemisahan ini.

Prinsip kerja didalam CST  dalam proses pengolahan pada pabrik kelapa sawit adalah dengan menggunakan prinsip keseimbangan antara larutan yang berbeda berat jenis. Prinsip bejana bertekanan diterapkan dalam mekanisme kerja di CST (continuous settling tank) sesuai alur proses produksi pabrik kelapa sawit.

Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Bagan Kerja CST
  • Oil Tank                                                                                                            Fungsi dari Oil Tank adalah sebagai tempat sementara Oil sebelum diolah  oleh  Purifier.  Proses Pemanasan  dilakukan  dengan  menggunakan  Steam  Coil (koil pemanas) untuk mendapatkan temperatur yang diinginkan yakni 95° C. Kapasitas Oil Tank bermacam macam tergantung kapasitas PKS.
  • Oil Purifier (Pemurni Minyak)                                                                               Fungsi  dari  Oil  Purifier (pemurni minyak)  adalah  untuk  mengurangi  kadar  air  dalam minyak sawit dengan prinsip kerja sentrifugal. Pada saat alat ini dilakukan proses diperlukan temperatur suhu sekitar  95o C.
  • Vacuum Dryer                                                                                                 Fungsi dari Vacuum Dryer dalam proses produksi kelapa sawit menjadi cpo adalah untuk mengurangi kadar air dalam minyak produksi. Cara kerjanya sendiri adalah minyak disimpan dalam bejana   melalui   nozzle/ Nozel.   Suatu   jalur   re-sirkulasi   dihubungkan   dengan   suatu pengapung didalam bejana supaya jikalau ketinggian permukaan minyak menurun pengapung akan membuka dan men-sirkulasi minyak kedalam bejana.
  • Sludge Tank (Tangki Lumpur)
    Fungsi dari Sludge Tank adalah tempat tampung sementara sludge ( bagian dari minyak kasar yang terdiri dari padatan dan zat cair) sebelum diolah oleh sludge seperator / sludge centrifuge (low speed separator). Pemanasan dilakukan dengan menggunakan sistem injeksi untuk mendapatkan temperatur yang dinginkan yaitu sekitar 95° C.
  • Sand Cyclone / Pre- cleaner                                                                         Fungsi dari Sand Cyclone adalah untuk menangkap pasir yang terkandung dalam sludge (lumpur) dan untuk memudahkan proses selanjutnya.
  • Rotary Brush Strainer ( Saringan Berputar)                                                       Fungsi dari Rotary Brush Strainer adalah untuk mengurangi serabut yang terdapat pada sludge (lumpur) sehingga tidak mengganggu kerja Sludge Separator / Sludge Centrifuge. Brush Strainer ini terdiri dari saringan  dan sikat (besi) yang berputar.
  • Sludge Separator / Low Speed Sludge Centrifuge
    Fungsi dari Sludge Seperator / Low Speed Sludge Centrifuge adalah untuk mengambil minyak yang masih terkandung dalam sludge dengan prinsip gaya sentrifugal. Dengan gaya sentrifugal, minyak yang berat jenisnya (BJ) lebih kecil akan bergerak menuju poros dan terdorong keluar melalui sudut – sudut ruang tangki pisah (separating tank). Sludge Separator ada terdiri atas : Low Speed (sering disebut juga Sludge Centrifuge) dan High Speed Separator. Mesin ini adalah salah satu bagian dari mesin untukproses pengolahan limbah pabrik kelapa sawit / proses pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit.
  • Storage Tank (Tangki Timbun CPO)                                                                 Fungsi  dari  Storage  Tank (Tangki Timbun)  dalam proses pengolahan kelapa sawit sampai menjadi cpo adalah  untuk  penyimpanan  sementara minyak   produksi   yang   dihasilkan   sebelum   dikirim.   Storage   Tank   harus rutin dibersihkan secara terjadwal dan pemeriksaan kondisi Steam Oil harus dilakukan secara rutin supaya temperatur nya terjaga, selain itu apabila terjadi kebocoran pada pipa Steam Oil dapat mengakibatkan naiknya kadar air pada CPO dan terganggunya proses pengolahan pabrik minyak kelapa sawit / proses produksi industri kelapa sawit
Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Tangki Timbun CPO

f. Proses Pengolahan Biji ( Kernel Station )  

Sudah dijelaskan bahwa  setelah pengepresan akan menghasilkan   Crude Oil dan Fiber. Fiber tersebut akan masuk ke stasiun Kernel (alur proses pengolahan pabrik kelapa sawit), dibawah ini ada beberapa alat dalam proses pengolahan biji (salah satu proses pengolahan kelapa sawit menjadi pko):

  • Cake Breaker Conveyor (CBC)
    Kegunaan dari Cake Breaker Conveyor adalah untuk membawa dan memecahkan gumpalan Cake dari stasiun Press (mesin screw press) ke depericarper.
  • Depericarper                                                                                                               Kegunaan dari Depericarper adalah untuk memisahkan fiber dengan nut dan membawa fiber untuk menjadi bahan bakar boiler (ketel uap). Fungsi kerjanya adalah tergantung pada berat massa, yang berat massanya lebih ringan (fiber) akan terhisap oleh fan / blower. Yang massanya lebih berat (nut) akan masuk menuju ke Nut Polishing drum.

Fungsi dari Nut Polishing Drum adalah :

  1. Membersihkan biji (nut) dari serabut – serabut yang masih melekat
  2. Membawa nut (biji) dari Depericarper ke Nut transport
  3. Memisahkan nut (biji) dari sampah (dirt)
  4. Memisahkan gradasi nut (biji)

 

  • Nut Silo                                                                                                           Fungsi  dari  Nut  Silo  adalah  tempat  penyimpanan  sementara  nut (biji) sebelum diolah pada proses berikutnya. Bila proses pemecahan nut (biji) dengan menggunakan   mesin nut   Cracker / Ripple Mill,    maka   nut   silo  harus   dilengkapi   dengan   sistem pemanasan (Heater)
  • Riplle Mill (Nut Cracker)                                                                              Fungsi dari riplle Mill adalah untuk memecahkan nut (biji) . Pada Ripple Mill terdapat rotor rod bagian yang berputar serta Ripple Plate bagian yang diam. Nut (biji sawit) masuk diantara rotor dan Ripple Plate sehingga saling berbenturan dan memecahkan cangkang dari nut (biji sawit).
Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Ripple Mill / Nut Cracker
  • Claybath                                                                                                           Fungsi dari Claybath adalah untuk memisahkan cangkang dan inti sawit pecah (broken kernel) yang besar dan beratnya hampir sama. Proses pemisahan dilakukan berdasarkan kepada perbedaan berat jenis (BJ) . Bila campuran cangkang dan inti dimasukan kedalam suatu cairan yang berat jenisnya diantara berat jenis cangkang dan inti maka untuk berat jenisnya yang lebih kecil dari pada berat jenis larutan akan terapung diatas dan yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam. Kernel (inti sawit) memiliki berat jenis lebih ringan dari pada larutan kalsium karbonat sedangkan cangkang berat jenisnya lebih besar.
Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Bagan Kerja Claybath
  • Hydro Cyclone                                                                                                Fungsi dari Hydro Cyclone adalah:                                                                  1. Mengutip kembali inti yang terikut dalam cangkang                    2. Mengurangi loses (inti cangkang) dan kadar kotoran (dirt)
  • Kernel Tray Dryer                                                                                                   Fungsi dari Kernel Tray Dryer adalah untuk mengurangi kadar air (moisture content) yang terkandung dalam inti produksi. Jika kandungan air tinggi pada inti (kernel)  akan mempengaruhi nilai penjualan, karena jika kadar air tinggi maka ALB (Asam Lemak Bebas / Free Fatty Acid)  juga tinggi. Pada Kernel Silo ada 3 tingkatan yaitu atas 70 derajat celcius, tengah 60 derajat celsius, bawah 50 derajat celcius. Pada sebagian Pabrik Sawit ada yang menggunakan sebaliknya yaitu atas 50 derajat, tengah 60 derajat celsius, dan bawah 70 derajat celcius.
Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit
Kernel Silo PKS
  • Kernel Storage                                                                                                Fungsi dari Kernel Storage (Penyimpanan Inti) ini adalah untuk tempat penyimpanan inti produksi sebelum dikirim keluar untuk dijual. Kernel Storage pada umumnya berupa bulk Kernel silo yang seharusnya dilengkapi dengan fan / blower agar uap yang masih terkandung dalam inti (kernel) dapat keluar dan tidak menyebabkan kondisi dalam Storage lembab yang pada akhirnya menimbulkan jamur pada Inti (kernel).

Di artikel lain, juga akan dijelaskan proses pembuatan kelapa sawit menjadi minyak goreng (proses pengolahan kelapa sawit menjadi minyak goreng)

Merek Mesin Proses Pengolahan Kelapa Sawit yang ada di Pasaran

Produsen mesin proses pengolahan kelapa sawit pada awalnya banyak dari Negara Malaysia, tapi sekarang juga sudah ada beberapa produsen yang jual mesin proses pengolahan kelapa sawit berasal dari negara Indonesia. Contoh beberapa merek mesin Proses pengolahan  minyak kelapa sawit yang ada di Pabrik Sawit: CB – MODIPALM, Wang Yuen, KIEN SENG, MSB, GS, APINDO, LAJU, SWF Krantechnik, DEMAG CRANE, KONECRANES, US (UNIVERSAL STEEL), UVE (UNIVESSEL), Alfa Laval, Westfalia, PMT, DONG YUAN, Muarban Lee (MBL), Khun Heng-YKL, M-Vance, SWECO, AMKCO, JINSHENG, TAPIS, VIBRECON, GALAXY SIVTEK, TECHNO, VG, PHOENIX, NOVENCO, EMI, ROLEK / Boleh Peca / SUPER Cracker, KEW Cracker,RENOLD, BROOK ANDELL, TSUBAKI, OMEGA, REXTON, MAX CHAIN, SEW, FLENDER, ELECON, BREVINI, MOLLER, SUMITOMO, ELECTRIM, TECO, EAST FORCE, NOVENCO, NORDISK, CHICAGO, PHOENIX,  ENMIN, ERIEZ, NADROWSKI, KKK, ELLIOTT, SHINKO, DRESSERRAND, dll,

Seluk Beluk Kontraktor Pabrik Kelapa Sawit

Pemilihan Kontraktor Pabrik Kelapa Sawit yang berpengalaman sangat penting dalam proses pembangunan Industri Sawit. Dalam artikel ini, akan kami jelaskan secara singkat tentang persyaratan dalam pemilihan pihak pembuat pabrik kelapa sawit.

Kehadiran pabrik pengolahan kelapa sawit di suatu daerah sangat dibutuhkan guna menunjang industri minyak sawit di dalam negeri dan menunjang kesejahteraan petani kebun sawit dan secara umum menunjang perekonomian bangsa Indonesia. Saat ini penyebaran jumlah Pabrik Kelapa Sawit/ PKS (Pabrik Pengolahan Minyak Sawit) dengan luas kebun sawit sangat tidak seimbang dan tidak merata sehingga sangat dibutuhkan pembangunan pabrik sawit dalam jumlah yang banyak di seluruh wilayah Indonesia. Dikatakan penyebarannya tidak merata karena ada daerah tertentu yang sangat banyak Pabrik Minyak Kelapa Sawit nya, sedangkan suplai buah kelapa sawit tidak mencukupi, bisa juga terjadi, suplai buah sawit nya banyak tapi Pabrik Minyak Kelapa Sawit nya sangat kurang. Dampak dari kurangnya pabrik sawit ini sangat dirasakan terutama oleh para petani kebun sawit di daerah, dimana pihak Pabrik Sawit (PKS) dapat mempermainkan harga Tandan Buah Sawit (TBS) yang dijual petani sawit. Untuk mengatasi masalah ini, banyak timbul wacana Pabrik Sawit Mini (PKS Mini) dengan kapasitas 1Ton /jam, 2 Ton / jam, 3 Ton /jam, 5 Ton/jam , 10 Ton/jam, 15 Ton/jam. Secara umum biaya pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) dengan kapasitas di atas 10 ton/jam dibutuhkan nilai investasi kurang lebih sebesar Rp. 2-3  Miliar untuk per ton nya. Artinya jika anda ingin membangun PKS dengan kapasitas 30 ton/jam maka biaya pembangunan PKS nya adalah kurang lebih sebesar Rp. 60 – 90 Miliar, itu tergantung lokasi Pabrik Kelapa Sawit dan kontraktor pembangunan pabrik kelapa sawit yang bersangkutan.

Biaya ini belum termasuk biaya konsultan, biaya kendaraan operasional , biaya pembangunan perumahan karyawan, modal kerja (biaya produksi) dan biaya perijinan. Angka itu sudah termasuk mesin pabrik kelapa sawit yang biasa di jual oleh Distributor Mesin pabrik Sawit.

Investasi pabrik kelapa sawit adalah investasi padat modal yang membutuhkan permodalan yang besar. Hal inilah yang menginspirasi beberapa kelompok tani atau pengusaha di daerah untuk membangun Pabrik Sawit mini  untuk  dapat menampung Tandan Buah Segar petani supaya dapat segera diolah. Kapasitas pabrik pengolahan kelapa Sawit mini mulai dari 500 kg ton hingga 15 ton
perjam.

Tahapan Menentukan Kontraktor Pabrik Kelapa Sawit

Ada beberapa tahapan sebelum mencari perusahaan kontraktor pabrik kelapa sawit (selain persiapan dana tentunya), misalnya:

Mencari Konsultan

Tujuan mencari Konsultan Pabrik Kelapa Sawit adalah:

  • Utk membuat Feasibility Study Proyek Pembangunan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (analisa kelayakan, Break Even Point/BEP Proyek)
  • Mendapatkan informasi umum seperti: perizinan (seperti: AMDAL Pabrik Kelapa Sawit, persiapan bahan baku, budgeting dan proses pembangunan pabrik, luas lahan yg dibutuhkan, berapa modal yg diperlukan,
  • Membantu Proses Pembangunan Pabrik Sawit yang dilengkapi desain pabrik kelapa sawit (yang disertai gambar Teknik lengkap)
  • Konsultan memberi saran untuk mendapatkan Sumber Daya Manusia (SDM) terbaik untuk Pabrik Sawit dan membuat Struktur Organisasi Pabrik Kelapa Sawit
  • Konsultan melakukan training Sumber Daya Manusia (untuk Proses, Maintenance dan Quality Control)
  • Pembuatan Standard Operating Procedure (SOP) Pabrik Sawit
  • Pembuatan Standart Angka Produksi (SAP)
  • Konsultan membantu survey lokasi & perencanaan kapasitas Pabrik Kelapa Sawit
  • Pembuatan Proposal
  • Konsultan mengawasi proses Pembangunan Pabrik Minyak Sawit dari awal sampai dengan komisioning (commisioning ) Pabrik Sawit.
  • Konsultan memberikan daftar kontraktor pabrik kelapa sawit yang kompeten dan berpengalaman. Jika projeknya di medan, maka konsultan akan memberikan rekomendasi kontraktor pabrik kelapa sawit di medan

Mencari Kontraktor

Ada beberapa Pola Pembangunan Pabrik Sawit adalah:

  • Sistem Swa Kelola
    Pihak Owner (pemilik modal) membeli semua material yg dibutuhkan dalam pembangunan PKS ini, jadi kontraktor pembuatan pabrik kelapa sawit hanya menerima upah kerja Fabrikasi, Pemasangan, Erection dan Commisioning
  • Turn Key Project
    Pihak Owner (pemilik modal) hanya tinggal “Memutar Kunci Start Pabrik Sawit”, artinya Kontraktor pembuat pabrik kelapa sawit (anemer) yang memborong semua komponen kerja termasuk pembelian mesin kelapa sawit berkualitas proses didalamnya seperti: Boiler, Turbin, Screwpress, Rebusan (vertikal/horizontal, dll), Pintu Rebusan,  Vibrating screen, separator/decanter/sludge centrifuge, EFB Shredder (Pencacah Tandan Kosong), EFB Press (press tandan kosong), Fan / Heater, conveyor Chain, Vacuum Dryer, Rotary Brush Strainer, Peralatan Laboratorium PKS, Water Treatment Plant, Air Separator, dll.

Ruang Lingkup Pekerjaan Kontraktor

Dibawah ini merupakan gambaran ruang lingkup pekerjaan kontraktor pembuat pabrik kelapa sawit:

  1. Membangun sesuai Building Drawing, menyiapkan Manual Book pengoperasian Pabrik Sawit, Memberi Pengetahuan Safety Environment.
  2. Pengadaan material oleh Kontraktor Pabrik Kelapa Sawit, pengadaan mesin – mesin PKS / mesin Pabrik Sawit, pembuatan/fabrikasi, perakitan (assembling) /pemasangan, test run serta commisioning dan pemeliharaan/maintenance Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit selama 1 (satu) tahun atas seluruh Pekerjaan Mekanikal, pemipaan dan Elektrikal di beberapa stasiun kerja seperti :

–    Stasiun penerimaan buah sawit/Fruit Reception & Storage Station
–    Stasiun rebusan/Steilization Station
–    Stasiun penebah buah sawit/Threshing Station
–    Stasiun press buah sawit/Pressing Station
–    Stasiun klarifikasi/Clarification Station
–    Stasiun penyimpanan minyak/Bulk Storage Tank Station
–    Stasiun pemisah biji ampas/Depericarping Station
–    Stasiun pengolah biji inti/Nut & Kernel Station
–    Stasiun pembangkit listrik tenaga uap/Power Plant atau Power                     Station
–    Stasiun pengolahan air / Water Treatment Plant
–    Sistem Pengolahan Limbah
–    Instalasi pemipaan & listrik/Piping Installation & Electrical Work +            Instrument dan instalasi mesin

Pekerjaan lain-lain (jasa kontraktor pabrik kelapa sawit) terdiri dari :
–    Pembuatan Barak Kerja dan Base Camp
–    Mobilisasi dan Demobilisasi
–    Perencanaan teknis
–    Akomodasi dan transportasi (Accomodation & Transportation)
–    Penerangan listrik dan air kerja
–    Testing & Commissioning

 Beberapa foto kontruksi pabrik sawit / rancangan pabrik kelapa sawit:

Seluk Beluk Kontraktor Pabrik Kelapa Sawit
Konstruksi Pabrik Kelapa Sawit

Kontraktor Pabrik Kelapa Sawit

Merek Mesin Pabrik Kelapa Sawit yang ada di Pasaran

Produsen mesin proses di stasiun klarifikasi pabrik kelapa sawit pada awalnya banyak dari Negara Eropa, tapi sekarang juga sudah ada beberapa produsen yang jual mesin proses pabrik kelapa sawit berasal dari negara Eropa/ Malaysia / Indonesia. Contoh beberapa merek mesin Proses pengolahan  minyak kelapa sawit yang ada di Pabrik Sawit: CB-MODIPALM, WANG YUEN, Kejuruteraan WANG YUEN , SAWIPAC, KHUN HENG, YKL, EMI, MSB, MSHK, SEW Eurodrive, SEW, Flender, SIEMENS FLENDER, MUAR BAN LEE, MBL, SWF KRANTECHNIK, DEMAG, DEMAGCRANES, BOILERMECH, MECHMAR, ATMINDO, ADVANCE,  VICKERS, SAS, Super Andalas Steel, TAKUMA, MAX, MAX Chain, OCM, PRECISION, PC Chain, RENOLD, RENOLD Chain & Sprocket, OMEGA, KANA, HITACHI, TSUBAKI,  BROOK ANDELL, REXTON, EAST FORCE, NOVENCO, NORDISK, CHICAGO, PHOENIX, DOLPHIN, TECHNO, ABC,  HIP HING, APINDO, LAJU, AMKCO, SWECO, JINSHENG, KIEN SENG, KS,  VIBRECON, PMT,  Dong Yuan, GS, jayatech, ENMIN, ERIEZ, serumpun Indah Lestari, SIL,  MTP, TORISHIMA, KEW CRACKER, KEW, KEW Pump, viktorindo, ARITA, HOLY, UT PATRIA, RICTEC, KOMPTECH, FRONTIER, asia green, aneka hydraulic, REXROTH,  MSHK, MSB, Mega Engineering, UNIVESSEL,  AWAN TIMUR, MUARA PALMA, SEW, EATON, HSS, M-VANCE,  ARI ARMATUREN, TECO, ELEKTRIM, ELECTRIM, ELECON, FLENDER, BREVINI,  MOLLER, SUMITOMO, SIEMENS, DEMAG, DEMAG CRANE, DEMAGCRANES, KONE, KONECRANES, Wampfler, CONDUCTIX, NADROWSKI, KKK, Atlas Copco, Dresser Rand, ELLIOTT, SHINKO, DEUTZ, Mercedez,  MTU, SKF, NTN, FAG, KINGOYA, ETANI, PALFINGER, SIHI, FOSS – NIR, NIR, SPEC, Sovereign Palm oil extractor cleanser, fusheng, SUNLE, SINACO, Szetech, SEKO, OKM, MTO2, SPECK PUMPEN, Southern Cross, WARMAN, TSURUMI, NIKKISO, ALLEN GWYNNES, dll.

Pengenalan Mesin Screw Press Kelapa Sawit, beserta Komponen di Dalamnya

Mesin Screw press Kelapa Sawit merupakan alat yang biasa digunakan dalam proses pemisahan minyak di mesin digester. Worm Screw (Kempa Ulir) di mesin Screw Press adalah salah satu komponen utama pada mesin pengekstraksi CPO (Crude Palm Oil) / minyak mentah sawit dari Tandan Buah Segar. Pabrik Minyak Kelapa Sawit memproses bahan baku berupa Buah Sawit atau sering disebut Tandan Buah Segar (TBS) menjadi minyak kelapa sawit CPO (Crude Palm Oil) dan inti sawit ( Palm Kernel).

Screw press Pabrik Kelapa Sawit berfungsi untuk mempress buah sawit. Kapasitas  Screw Press ada : P10 , P15, P20 , bahkan ada merk tertentu  sampai P30. Supaya hasil press baik, maka harus dijaga kondisi banyak sparepart di dalam mesin screw press atau Kempa Ulir Sawit misalnya: worm screw, press cage, dll.

Komponen mesin screw press Kelapa Sawit

Ada begitu banyak komponen di dalam mesin screw press ini, mulai dari komponen berukuran kecil sampai komponen berukuran besar. Dan semua komponen ini penting disupply dengan komponen yang asli untuk menjamin life time (umur) spare part di dalamnya.

Berikut ini adalah daftar spare part (komponen) di dalam mesin Kempa Ulir / mesin Screw Press merek CB – MODIPALM (buatan Malaysia) yang dibagi menurut Kapasitas Mesin Screw press / Kempa Ulir ini:

a. Kapasitas 10 Ton per jam

Part No. Description
1 Hydraulic cylinder (Rexroth)
2 Lock nut
3 Stabiliser
4 Cone guide
4a Cone guide bush c/w lock nut
5 U coupling ( Locking Plate C)
6 Lengthening Shaft Stopper
7 Adjusting cone
8 Worm lengthening shaft
  8a Cast Iron Bush
10 Hot water pipe
11 Press cage 3×4 c/w 22,000 holes
12a Worm screw (L.H.S) – C/steel Hollow
12b Worm screw (R.H.S) – C/steel Hollow
12a Worm screw (L.H.S) – 3% Chrome Molly -H
12b Worm screw (R.H.S) – 3% Chrome Molly-H
13 Tie rod c/w nut
13a Tie rod Nut LHS/RHS
14 Strainer plate (s/s)
15 Oil seal 150
16 Wearing plate
17 Bearing cover plate
19 Oil seal 120
20 Spherical roller bearing 22224
21 Spur gear c/w Harden
22 Drive shaft (R.H.S) Assab 709
23 Drive shaft (L.H.S) Assab 709
24 Spacer
25 Spherical thrust bearing 294
26 Spherical thrust bearing 293
27 Spherical roller bearing 2
28 Oil seal 130
  28a Oil seal 100
29 Locking collar
  29a Thrust ring (outside)
30 Taper spacer
30a Main shaft Lock Nut
30b Main Shaft Lock Washer
31 Left hand cover
32 Right hand cover
33 16″ dia. flexible coupling
34 Gearbox
35 30 kW TEFC squirrel cage motor
36 Gearbox pulley
37 Motor pulley
38 Coupling cover
39 Pulley cover
40 V-belt
41 Cone section (Bare Unit)
42 Intermediate Body ( Bare Unit)
43 Split spur gearbox (Bare Unit)
Key for drive shaft
Outlet Piece
22&23 Drive Shaft (LHS &RHS) 760

b. Kapasitas 15 Ton per jam

Part No. Description
1 Hydraulic Cylinder (Rexroth)
2 Cone Guide Lock nut
3 Stabiliser
4 Cone guide
4a Cone Guide bush c/w lock nut
5 U coupling (Locking Plate C)
6 Lengthening Shaft Stopper
7 Adjusting cone
8 Worm lengthening (Solid)
  8a Bush
11 Press cage 3×4 c/w 22,000 holes
12a Worm screw (L.H.S) – Cast steel- Hollow
12b Worm screw (R.H.S) – Cast steel- Hollow
12a Worm screw (L.H.S) – 3% Ch. Molly- Hollow
12b Worm screw (R.H.S) – 3% Ch. Molly- Hollow
13 Tie rod c/w nut
13a Tie rod nut LHS/ RHS
14 Strainer plate
15 Oil seal 150
16 Wearing plate
17 Bearing cover Plate
19 Oil seal 120
20 Spherical roller bearing 22
21 Spur gear
22 Drive shaft (R.H.S) Assab 705
23 Drive shaft (L.H.S) Assab 705
24 Spacer
25 Spherical thrust bearing 29
26 Spherical thrust bearing 293
27 Spherical roller bearing 22
28 Oil seal 130
  28a Oil seal 100
29 Locking collar
  29a Thrust ring (outside)
30 Taper spacer
30a Main shaft lock nut
30b Main shaft lock Washer
31 Left hand cover
32 Right hand cover
33 16″ dia. flexible coupling
34 Gearbox
35 30 kW TEFC squirrel cage motor
36 Gearbox pulley
37 Motor pulley
38 Coupling cover
39 Pulley cover
40 V-belt
41 Cone Section (Bare Unit)
42 Intermediate Body (Bare Unit)
43 Split Spur Gearbox (Bare Unit)
Key for drive shaft
62
Outlet piece

c. Kapasitas 20 Ton per jam

Part No. Description
1 Hydraulic Cylinder (Rexroth)
2 Lock Nut
3 Stabilizer
3a Press Cake Stopper Plate
4 Cone Guide
5 Wear Pipe c/w oil seal
5a Wear Pipe Oil Seal
6 Outlet Piece
7 Adjusting Cone c/w bush
8 a) Screw Drive Shaft (LHS) 709
8 b) Screw Drive Shaft (RHS) 709
11 Press Cage 5 mm S/H (Boiler Plate)
12 ab) Sectional Worm Screw L/R – C/steel
12 c) Sectional Worm Screw L/R – Ch.Molly
12 d) Sectional Worm Screw L/R – Ch.Molly
13 Main Shaft Coupling
14 Strainer Plate (S/S)
14a Strainer Plate Bar
15 Oil Seal
16 Wearing Plate
17 Bearing cover Plate
19 Oil Seal
20 Spherical Roller Bearing
21 Spur Gear c/w Harden
22 Drive Shaft (RHS) 705
23 Drive Shaft (LHS) 705
24 Spacer
25 Spherical Roller Thrust Bearing  29424E
26 Spherical Roller Bearing
28 Oil Seal 140
31 Left Hand Cover
32 Right Hand Cover
33 Chain Coupling
34 Gearbox
35 37KW Motor
36 Taper Lock Pulley SPB3
37 Taper Lock Pulley SPB1
38 Coupling Cover
39 Pulley Cover
40 V-Belt
41 Cone Section (Bare Unit)
41a Cone Section Leg
41b Cone Section Leg Wheel
42 Intermediate Body (Bare Unit)
42a Press Body Outlet Flange
42b Intermediate S/S Cover
42c Intermediate Side Cover
42d Intermediate Top Cover
43 Spur Gearbox Split (Bare Unit)
43a Spur Gearbox Side Cover
43b Air Releaser
43c Socket
43d Oil Level Indicator
43e Eye Bolt
44 Cone Section Mounting Plate
45 Spherical Roller Bearing c/w sleeve
46 Bearing Front Cover
47 Bearing Stopper (Ring)
48 Bearing Back Cover
49 Wear Pipe Lock Nut
52 Spacer
53 Bearing Back Cover
54 Oil Seal
55 O- ring
56
Cone Guide O-Ring
57 Cone Guide O-Ring
58 Cone Guide Packing
59 Adjusting Cone Bush
60 Drive Shaft Lock Nut
61 Drive Shaft Lock Washer
62 Base Frame
63 Hydraulic Nut
64 Hydraulic Cylinder Collar
65 Double Chain

Sekilas  foto sparepart screwpress:

pengenalan mesin screw press kelapa sawit beserta komponen di dalamnya
Sparepart Pabrik Sawit

 

screw press kelapa sawit
Worm Lengthening Shaft

 

sparepart screw press kelapa sawit
Pisau Digester

 

Merek Screw Press Kelapa Sawit yang ada di Pasaran

Produsen mesin screw press pabrik Sawit pada awalnya banyak dari Negara Malaysia, tapi sekarang juga sudah ada beberapa produsen yang jual mesin screw press kelapa sawit berasal dari negara Indonesia. Beberapa merek screw press yang ada di Pabrik Sawit: CB – MODIPALM, Wang Yuen, KIEN SENG, MSB, GS, APINDO, LAJU, US (UNIVERSAL STEEL), UVE (UNIVESSEL).