Sistem Kerja dan Pengertian Sterilizer

Sistem kerja dan pengertian Sterilizer merupakan sebuah proses yang digunakan di pabrik – pabrik kelapa sawit adalah proses yang berguna untuk membersihkan buah kelapa sawit tanpa banyak menggunakan tenaga manusia dengan proses yang lebih cepat salah satunya adalah Vertical Sterilizer System, Penggunaan proses sterilizer diperlukan untuk mempercepat proses pembersihan  kelapa sawit sebelum diproses lebih lanjut, cara kerja nya muda untuk dipahami. mesin ini bekerja untuk membersihkan tandan buah segar hingga menghasilkan biji – biji inti sawit yang akan diproses selanjutnya.

Salah satu sterilizer yang paling umum digunakan adalah vertical sterilizer, sterilizer jenis ini sangat umum digunakan di pabrik – pabrik sawit, selain itu proses yang dilakukan pun bisa disebut lebih mudah dibandingkan proses sterilizer yang lainnya, Selain itu ada beberapa tingkatan dalam sistem perebusannya, yaitu sistem perebusan triple peak dan double peak.

Sistem proses sterilizer vertical ini memiliki system kerja dengan pompa hidrolik dan memang pada umumnya memilkiki kunci pengaman elektrolik untuk menutup bagian atas alat dimana buah sawit segar segera dimasukan.

Proses mesin sterilizer melakukan kerjanya tanpa butuh banyak tenaga, mesin ini bekerja dengan menggunakan scraper conveyor yang hasilnya yaitu membersihkan tandan sawit segar sekaligus memisahkan biji inti dari buahnya, perebusan tandan sawit segar pun biasanya harus melewati perebusan yang dilakukan pada mesin terpisah, sesudah itu, sawit hasil perebusan akan dimasukan kedalam mesin stabilizer yang memiliki scraper conveyor. tetapi sebelum itu tangki dimasukan satu perempat air hingga sawit yang dimasukan seluruhnya akan terendam dan masuk ke dalam air sehingga tidak akan mudah rusak.

Karena zaman sekarang perkembangan tekonologi berkembang pesat, mesin ini sekarang tidak membutuhkan proses perebusan dan pembersihan tidak dilakukan dengan proses manual dan dilakukan di mesin secara terpisah, sekarang kelapa sawit segar direbus dengan system doble peak yang hanya membutuhkan waktu sebanyak kurang lebih 80 menit, hasilnya pun tidak perlu dikeluarkan secara manual, karena hanya dengan bantuan satu operator saja, hasil dari proses ini akan dibantu oleh auger yang langsung memasukannya kedalam system conveyor.

Vertical stabilizer jauh lebih efektif dibandingkan dengan mesin lama, proses perebusan dan pembersihan akan dilakukan dengan cepat dengan mesin ini karena pengembangan serangkaian proses yang lebih cepat, baik dan efisien.

Pengembangan yang baik dalam mesin ini memungkinkan agar tandan sawit segar dan hasil rebusan tidak mudah tersebar dan rusak, masin ini membuat proses awal pembersihan menjadi lebih efektif, karena pada zaman dulu mesin untuk memproses kelapa sawit digunakan untuk membersihkan dan pelunakan bagian luar sawit saja.

keamanan dan efisiensi kerja pun terjamin sehingga hasil sawit yang dikeluarkan pun lebih banyak dan berkualitas, tenaga yang dikeluarkan untuk orang – orang yang mengoperasikannya hanya sedikit dikeluarkan untuk proses ini tidak besar tanpa ada proses manual, yang diperlukan hanya memasukan tandan dan menutup mesinnya saja. Gearbox dapat membantu mesin untuk mengocok sawit dan menghubungkan antara tempat perebusan dengan conveyor agar biji sawit inti dapat dijadikan minyak.

Meskipun sudah terpercaya tetapi mesin ini memiliki resiko kebocoran, anda harus tetap merawat dan memastikan mesin yang digunakan terjamin dan aman, selain itu untuk mencgah kebocoran anda harus memastikan mesin ini bekerja dengan baik.

itulah artikel tentang sistem, pengertian, dan komponen sterilizer yang mungkin dapat membantu anda, terima kasih.

Pengertian dan Jenis Turbin Uap

Di zaman ini, kebutuhan manusia dalam teknologi dan energi sangatlah dibutuhkan, terdapat perusahaan shinko turbine Indonesia yang bergerak dalam industri bisnis mesin pompa laut dan turbin uap yang sangat dibutuhkan khususnya untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap, peran turbin uap sangatlah dibutuhkan. Selain dengan berjalannya PLTU, pabrik pengolahan kelapa sawit, sistem transportasi dan masih banyak lagi.

Salah satu perusahaan besar asal jepang yang terdapat di Indonesia yaitu Shinko IND, Ltd memproduksi mesin turbin uap yang diperlukan akhir – akhir ini, Turbin uap merupakan mesin yang menggunakan media air sebagai penggeraknya dalam mengkonversikan energi panas menjadi energi listrik, selain itu, turbin uap pun sangat diperlukan dalam pengembangan dan penggunaan sebagai sumber pembangkit energi listrik, industri dan transportasi. Jenis – jenis mesin uap ini sangat beragam, tetapi pada umumnya jenis turbin ini di  klasifikasikan berdasarkan cara kerjanya, yaitu:

  1. Turbin tekanan lawan dan Turbin kondensasi berdasarkan segi tekanan akhir uap
  2. Turbin aksial, turbin radial dan Turbin tengesial berdasarkan arah aliran uap
  3. Turbin impulas dan Turbin reaksi berdasarkan azas tekanan uap
  4. Turbin tekanan bertingkat dan Turbin kecepatan bertingkat berdasarkan pembentukan tingkat uap
  5. Turbin reheat dan non-heat, ektraksi dan non-ekstraksi, single casing dan multi casing berdasarkan aliran uap dan casingnya
  6. Turbin single flow dan multi flow berdasarkan pada exhaust flow

Karena mampu mengatasi permasalahan exhaust dan mengimbangi gaya aksial yang terdapat dalam poros turbin, maka turbin jenis flow sering digunakan di perusahaan pabrik – pabrik besar seperti pabrik pengolahan sawit atau bahkan PLTU. selain dengan jenis – jenisnya, pembentukan komponen turbin uap pun merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan. Terdapat beberapa macam komponen yang membentuk turbin uap, hal ini bergantung pada modifikasi yang dilakukan dan diciptakan oleh perusahaan mesin uap itu sendiri. ada beberapa komponen utama yang penting dalam turbin uap yaitu:

  1. Trubin, merupakan komponen yang paling penting, turbin yang digunakan yaitu turbin uap yang dapat mengubah energi panas menjadi energi listrik dengan cara konversi dengan media utama uap air.
  2. Pompa air, berfungsi menciptakan tekanan untuk air dan mengalirkannya menuju boiler
  3. Kondensor, alat untuk mengubah uap menjadi air.
  4. Dearator, fungsinya untuk menghilangkan gas lainnya agar terlarut dalam air pengisi.

Cara menghitung kebutuhan steam pun sangat perlu anda perhatikan, ada rumus yang bisa digunakan untuk menghitung Kebutuhan power yaitu:

Power = Daya/Ton TBS x Kapasitas Pabrik

Ada pun cara untuk menghitung kebutuhan steam turbin yaitu:

Steam = Power x SSC (Specific Steam Capacity)

Kedua cara itu bisa digunakan untuk menghitung kebutuhan steam.

Mengenai mekanisme cara kerja turbin uap dengan cara memutar cakram yang dihasilkan oleh tiupan uap yang berasal dari tiupan uap yang asalnya terdapat dari ketel uap, Uap dengan temperatur tinggi kemudian diubah menjadi uap kondensor menjadi uap bertekanan dan bersuhu rendah, perubahan suhu inilah membuat uap tersebut akhirnya merubah air yang dipompakan kembali menuju air, biasanya jika stasiun klarifikasi pengolahan minyak kelapa sawit itu tidak berjalan sesuai dengan fungsinya sehingga alat tersebut mengeluarkan minyak panas bersuhu tinggi dan meledak.

Banyak mesin turbin uap atau bahkan penciptaan mesin pompa yang dikeluarkan oleh shinko. Produk yang dikeluarkan oleh perusahaan ini biasanya didistribusikan ke berbagai pabrik industri yang terdapat di Indonesia. industri yang membutuhkan mesin ini bergerak di dalam industri Petrokimia, industri pupuk, industri gula, industri kertas, pabrik pembakaran sampah dan lain sebagainya. Shinko IND, Ltd, memiliki standar pengeluaran maksimum sebesar 30,000 kW dalam 12 tahap.

Turbin shinko sudah menjadi salah satu mesin terpercaya dalam berbagai industri, selain dengan pengembangan Turbin Uap dan Mesin pompa, Shinko Indonesia pun mengembangkan hal ini dalam bidang transportasi dan Turbin uap PKS, meskipun sudah sangat baik dan dikenal di berbagai negara, namun tetap saja perawatan dan maintenance yang baik sangat diperlukan agar mesin ini dapat bekerja lebih lama.

Kalkulasi Anggaran Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit

Indonesia termasuk negara yang kaya akan keanekaragaman hayati dan salah satu tumbuhan yang banyak menghasilkan devisa adalah kelapa sawit. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak pengusaha yang akhirnya ingin memiliki pabrik kelapa sawit mini ekonomis. Saat Anda juga tertarik memiliki usaha di bidang serupa, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum pembangunan pabrik kelapa sawit di area tertentu.

Luas kebun

Ketika ingin mendirikan sebuah pabrik kelapa sawit. Luas area yang dibutuhkan bisa berkisar antara 30-3000Ha. Hal ini nantinya perlu diseimbangkan pula dengan jumlah mesin produksi yang dimiliki dan kapasitas produksi yang ingin didapat dalam waktu sehari.

Daya listrik

Seiring dengan operasional yang bisa dikatakan sangat tinggi, daya listrik yang dibutuhkan sesuai standar terendah produksi adalah 40 KW. Sedangkan untuk standar tinggi produksi, Anda akan membutuhkan daya listrik sebanyak 375 KW. Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dalam produksi, Anda perlu menyiapkan beberapa alat pendukung yang mengamankan kegiatan produksi saat listrik mati maupun kerusakan lain, seperti genset, alat anti petir, dan lainnya.

Jumlah pekerja

Jumlah pekerja dalam sebuah pabrik pengolahan kelapa sawit perlu disesuaikan dengan jumlah shift yang akan dibuka dan jumlah divisi dalam pengolahan. Dalam pengolahan TBS (tandan buah segar) kelapa sawit, ada beberapa tahapan yang akan dilakukan, mulai dari penggilingan TBS hingga ekstraksi minyak kelapa sawit (CPO maupun PKO). Pengadaan pekerja perlu disesuaikan dengan kebutuhan karyawan yang ada dalam setiap proses pengolahan kelapa sawit.

Biaya pembebasan dan pendirian pabrik

Ketika Anda ingin mendirikan pabrik kelapa sawit mini ekonomis, ada banyak informasi yang perlu dikumpulkan terlebih dahulu dari warga sekitar, mulai dari tingkat kesuburan tanah, kontur bangunan yang ada disekitar lahan, teknik pembukaan lahan yang bisa dilakukan, dan prosedur legalitas yang bisa dilakukan untuk membangun perusahaan. Informasi ini bisa menjadi dasar pertimbangan untuk semua orang yang ingin mendirikan pabrik agar proses pembebasan lahan berlangsung cepat dan tanpa masalah. Dengan persiapan yang baik, masyarakat sekitar juga tidak akan mengajukan tuntutan ketika terjadi masalah dalam hal operasional.

Kapasitas produksi

Pada saat mendirikan pabrik yang berhubungan dengan pengolahan kelapa sawit, ada kapasitas produksi yang harus diperhatikan dan dalam hal ini, seorang pengusaha wajib mengetahui informasi kapasitas produksi maksimal dari lahan kelapa sawit yang dimilikinya.

Alat produksi

Dalam prakteknya, hasil utama yang bisa didapat dari pabrik kelapa sawit adalah minyak cpo (crude palm oil) dan pko (palm kernel oil). Kedua minyak ini memiliki nilai tinggi apabila alat produksi yang digunakan juga berkualitas. Oleh karena itu, dalam produksi minyak kelapa sawit umumnya dibutuhkan alat-alat, seperti: mesin boiler, sterilizer, mesin threser, mesin press kelapa sawit, sand trap (pemisah pasir), fruit elevator, tangki penampung CPO, dan lainnya. Kelengkapan alat yang dimiliki akan mempengaruhi kapasitas hasil minyak yang didapat dalam setiap harinya.

Permasalahan produksi

Dalam setiap proses pengolahan pabrik kelapa sawit, tentu akan ada masalah yang menjadi penghalang produksi. Jika ingin berhasil maka Anda harus bisa mengatasi masalah yang terjadi dan umumnya masalah tersebut akan berkaitan dengan beberapa hal, seperti: TBS mentah yang tingkat rendemennya rendah, kualitas manajemen karyawan dan perusahaan yang belum optimal, kelalaian pekerja yang berhubungan dengan kerusakan mesin, maupun kurangnya pasokan TBS dari area kebun. Dengan menemukan solusi terbaik untuk beragam masalah diatas, Anda akan mampu mendirikan pabrik pengolahan kelapa sawit yang berkualitas.

Pentingnya Penerapan Teknologi Pabrik Kelapa Sawit Terbaru

Teknologi pabrik kelapa sawit semakin berkembang dan inovatif, semua bertujuan untuk menghasilkan output minyak sawit yang berkualitas tinggi oleh para produsen pabrik kelapa sawit. Para kontraktor pabrik kelapa sawit bahkan ditentukan dengan analisis-analisis tertentu untuk menentukan pemilihan mesin-mesin canggih sebagai teknologi terkini dalam proses pengolahan kelapa sawit. Pada dasarnya, pabrik kelapa sawit adalah salah satu bisnis perkebunan yang sangat menjanjikan. Proses pengolahan kelapa sawit hingga menjadi CPO (Crude Palm Oil) dilakukan oleh PKS (Pabrik Kelapa Sawit). Proses pengolahan yang dilakukan oleh pabris kelapa sawit pada dasarnya sangat sederhana, yaitu hanya memeras minyak yang ada di dalam tandan buah segar kelapa sawit. Akan tetapi, dalam pelaksanaan proses pemerasan minyak dalam kelapa sawit tersebut membutuhkan tahapan-tahapan yang panjang serta didukung oleh berbagai mesin pencacah tandan kosong kelapa sawit yang canggih.

Mengenal Teknologi Pabrik Kelapa Sawit

Inovasi teknologi pada pabrik kelapa sawit sangat dibutuhkan untuk mendukung output berkualitas dari kelapa sawit yang telah melewati proses pengolahan. Salah satu teknologi terkini dari pabrik kelapa sawit yang sangat dianjurkan oleh para konsultan pabrik kelapa sawit ialah penggunaan dan pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan, terutama pada pengelolaan limbah minyak sawit. Dalam sebuah riset dikemukakan jika terdapat empat prinsip yang bisa diaplikasikan oleh para produsen minyak sawit dalam proses pengurangan jumlah limbah yang akan dibuang ke lingkungan, yaitu pengurangan dari sumber, sistem daur ulang, pengambilan, dan pemanfaatan kembali sehingga akan tiba pada tahap produksi kelapa sawit yang bersih.

Teknologi Pabrik Kelapa Sawit Ramah Lingkungan

Penggunaan teknologi pabrik kelapa sawit yang ramah lingkungan merupakan sebuah metode produksi kelapa sawit yang diharapkan oleh semua elemen masyarakat. Sehingga keuntungan besar yang diperoleh dari pengolahan kelapa sawit sebanding dengan lingkungan pembuangan limbah yang tetap bersih dan tidak tercemar. Salah satu alternatif yang ditawarkan untuk produksi kelapa sawit yang bersih ialah dengan membangun instalasi limbah cair. Pada dasarnya penggunaan limbah cair kelapa sawit dalam perkebunan kelapa sawit telah membuat ekosistem tanah dan kualitas air di daerah sekitar pabrik menjadi terganggu. Pengaruh buruk ini harus diatasi dengan alternatif efektif sebagai bentuk penanggulangan limbah cair pabrik agar tidak mencemari kualitas air.

Vertical Sterilizer Pabrik Kelapa Sawit

Pada pabrik kelapa sawit terdapat berbagai macam stasiun kerja. Salah satu stasiun yang sangat berperan penting dalam proses pengolahan kelapa sawit ialah stasiun rebusan buah kelapa sawit atau sterilizer. Sterilizer merupakan sebuah bejana bertekanan yang memanfaatkan uap atau steam untuk merebus buah kelapa sawit yang terdapat pada tandan buah segar. Tekanan uap yang digunakan ialah sekitar 3.0 kg per cm2. Sterilizer memiliki beberapa tujuan, diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Untuk memudahkan pelepasan brondolan buah sawit dari tandan buah kelapa sawit segar

  • Untuk menghilangkan semua enzim penghasil asam lemak bebas

  • Untuk memudahkan pelepasan kernel (inti sawit) dari cangkang

  • Memudahkan serat dan biji sawit agar mudah terlepas

  • Dan lain-lain

Terdapat beberapa model rebusan (Sterilizer) pada pabrik kelapa sawit (PKS) yaitu rebusan horizontal dan vertikal atau biasa disebut dengan vertical sterilizer pabrik kelapa sawit. Sterilizer verikal merupakan rebusan yang tengah menjadi trend dalam pembangunan PKS saat ini. Vertical sterilizer pabrik kelapa sawit pada dasarnya memiliki alur yang hampir sama dengan sterilizer station lainnya. Dimana ukuran dari pintu rebusannya ialah 1200 mm, 1400 mm, 1750 mm, hingga seterusnya.

Canggihnya Mesin Pengolah Kelapa Sawit Terbaru

Mesin pengolah kelapa sawit terbaru menjadi primadona bagi berbagai pabrik pengolahan kelapa sawit di Indonesia. Hampir semua produsen kelapa sawit di tanah air menggunakan berbagai jenis mesin canggih yang memudahkan proses pengolahan kelapa sawit dengan harga yang lumayan tinggi. Pada dasarnya, penggunaan mesin pengolahan kelapa sawit didasarkan pada tahapan atau proses pembuatan kelapa sawit itu sendiri, anda penasaran bagaimana setiap mesin digunakan berdasarkan proses pengolahan kelapa sawit. Maka simak ulasan selangkapnya berikut ini.

Mesin Pengolah Kelapa Sawit Berdasarkan Proses Pembuatannya

  • Tahap fruit reception station atau penerimaan buah

Pada tahapan pembuatan minyak sawit, ada beberapa mesin kelapa sawit mini yang canggih yang digunakan oleh para produsen minyak kelapa sawit. Beberapa diantaranya ialah seperti jembatan timbang kapasitas 30 ton, loading ramp, rail track, keranjang buah, idler bollard, dan palm oil crane atau ganty crane.

  • Tahap sterilizer station atau rebusan buah

Pada tahap kedua ini, mesin pengolahan kelapa sawit yang dipakai oleh para produsen ialah mesin rebusan yang akan digunakan untuk merebus kelapa sawit sehingga bisa terlepas dengan mudah dari tandannya.

  • Tahap threshing station atau stasiun bantingan

Ini merupakan tahapan ketiga yang harus dilewati dalam proses pengolahan kelapa sawit hingga menjadi minyak inti sawit. Pada tahap ini mesin yang dipakai ialah mesin bantingan, hoisting crane, incinerator, dan conveyor tandan kosong.

  • Tahap presan atau pressing station

Ini merupakan tahap keempat yang harus dilakukan produsen dalam mengolah kelapa sawit hingga menjadi minyak sawit dengan bantuan berbagai mesin canggih. Beberapa mesin pengolahan kelapa sawit yang digunakan pada tahap ini ialah seperti mesin elevator, conveyor buah, ketel aduk, cake braker conveyor, kempa ulir, saringan getar, crude oil gutter dan bak pasirnya, dan tangki minyak beserta bagian pompa. Selain itu, pada tahap ini juga ada vibrating screen pabrik kelapa sawit yang berfungsi sebagai ayakan yang memisahkan padatan dalam minyak kasar dengan cara di ayak sebelum dimasukkan ke dalam crude oil gutter.

  • Tahap clarification station atau stasiun klarifikasi

Dalam tahap pembuatan minyak kelapa sawit kelima ini , beberapa mesin yang digunakan diantaranya adalah tangki klarifikasi kontinyu, tangki minyak, tangki untuk sisa air drain serta bagian penampung dari sisa minyak yang ada. Kemudian ada pula mesin oil separator / centrifuge, Purifier minyak, pengering vakum yang digunakan dengan sistem injeksi uap.

  • Tahap tangki timbun

Pada tahapan ini, akan digunakan 2 buah tangki timbun, dimana satu tangki timbun akan memiliki ukuran sekitar 2.000 ton dan satu tangki timbunnya lagi akan berukuran 500 ton.

  • Tahap stasiun depericarper

Pada tahap ini, mesin yang akan digunakan dalam proses pengolahan kelapa sawit ialah mesin depericarper, selanjutnya akan digunakan transpor pneumatik untuk bagian ampas serta bagian siklon ampas kelapa sawit.

  • Tahap kernel recovery station  atau stasiun biji

Pada tahap ini, mesin yang digunakan oleh para produsen kelapa sawit ialah seperti mesin silo biji, alat pemecah biji, drum untuk pembagi biji, mesin silo inti,  conveyor cangkang, sistem winnowing, sistem pemisah hidrosiklon, dan sistem pemisah pneumatis yang berfungsi untuk campuran kelapa sawit pecah.

Selain beberapa jenis mesin pengolah kelapa sawit terbaru berdasarkan tahapan pembuatan minyak kelapa sawit di atas tersebut, pada dasarnya masih terdapat berbagai macam jenis mesin pengolah kelapa sawit lainnya yang tidak kalah penting dan canggih. Semua jenis mesin yang digunakan dalam proses pengolahan kelapa sawit hingga menjadi minyak sawit dijual dengan harga yang sangat tinggi, bahkan harga bandrol mesin tersebut akan mempengaruhi harga limbah cair hasil proses mesin pengolahan kelapa sawit itu sendiri.

Turbin Pabrik Kelapa Sawit Terbaru

Investasi pabrik kelapa sawit merupakan salah satu investasi yang sangat menjanjikan dan memiliki prospek yang sangat baik. Tak ayal, banyak orang berbondong-bondong ingin memiliki saham pada proyek investasi bidang perkebunan sawit. Selain faktor tanah, manajemen yang baik, dan sumber daya manusia yang kompeten dan handal untuk melakukan berbagai tahapan dan proses pabrik kelapa sawit , hal lainnya yang tak kalah penting untuk menjadikan sebuah pabrik sawit menjadi sukses dan memberikan profit ialah dengan penggunaan mesin canggih sebagai metode produksi kelapa sawit yang modern. Salah satu mesin yang wajib ada dan sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan pabrik kelapa sawit ialah mesin turbin untuk kelapa sawit.

Mengenal Turbin Pabrik Kelapa Sawit

Turbin pabrik kelapa sawit merupakan sumber utama pembangkit tenaga listrik pada pabrik kelapa sawit dan telah menjadi suatu kebutuhan penting untuk keberlangsungan sebuah pabrik. Shinko turbine indonesia merupakan salah satu turbin pilihan setiap pabrik sawit yang ada di tanah air. Dalam setiap proses pengolahan kelapa sawit, turbin memiliki peran penting dan menjadi komoditas utama yang mempengaruhi keberlangsungan sebuah pabrik. Turbin atau sumber pembangkit tenaga listrik yang ada pada pabrik sawit mampu bekerja dikarenakan adanya uap yang diperoleh dari boiler. Cara kerja alat ini ialah dengan mengubah energi potensial air menjadi energi mekanik dan terakhir akan diubah menjadi listrik.

Peralatan Pendukung Pada Turbin

Sistem turbin pada pabrik kelapa sawit tidak dapat bekerja secara optimal tanpa dukungan dari beberapa jenis peralatan pendukung lainnya. Beberapa peralatan pendukung sistem turbin pabrik kelapa sawit yang memberikan kemudahan dan kelancaran proses produksi ialah sebagai berikut:

  • Oil cooler dan pompa sirkulasi air. Oil cooler berperan sebagai pelumas mesin industri untuk gear box turbin.

  • Steam separator. Yang berfungsi untuk mencegah terjadinya kemungkinan uap basah masuk ke dalam steam turbin.

  • Klep valve turbin, yang berfungsi sebagai pengatur besar-kecilnya tekanan dan jumlah steam yang telah masuk ke dalam turbin.

  • Governor, yang memiliki fungsi sebagai pengatur sistem kerja valve atau klep turbin sehingga putaran pada turbin tetap dalam keadaan stabil.

  • Speed adjusting. Alat ini berfungsi dalam menaikkan serta menurunkan frekuensi putaran turbin

  • Prim L.O pump, yang berfungsi sebagai pelumas awal sebelum turbin dioperasikan secara normal.

  • Valve hand nozzle, yang berfungsi untuk meringankan setiap putaran turbin pada saat adanya tekanan steam drop.  Cara kerjanya ialah dengan membuka nozzle, sebaliknya pada saat kondisi normal nozzle akan tertutup.

  • Control sistem, yang memiliki fungsi untuk mengatur tekanan uap yang akan masuk ke dalam turbin.

  • Alat-alat ukur, yang berfungsi untuk mengukur serta mengetahui parameter pada saat turbin dioperasikan, mulai dari mengukur tekanan, putaran, temperatur, voltase, level indicator pelumas, dan ampere.

  • Automatic Voltage Regulator (AVR), yang berfungsi sebagai alat penstabil tegangan yang keluar dari Genset atau generator.

  • Kran uap bekas, yang berfungsi sebagai pengatur dan pembuka tutup pembuangan uap sebagai bekas turbin. Cara kerjanya ialah kran akan dibuka sesat sebelum turbin dioperasikan dan akan ditutup pada saat turbin dihentikan.

  • Hand trip. Berfungsi untuk mematikan steam turbin dengan otomatis pada saat turbin dalam masalah darurat atau emergency.

  • Emegency valve trip, yang berfungsi untuk menutup aliran uap yang akan masuk ke dalam casing rotor secara otomatis. Penutupan aliran uap yang akan masuk ke casing rotor biasanya akan dilakukan pada saat putaran turbin terlalu tinggi dan melebihi batas yang telah ditentukan dan pada saat putaran turbin pabrik kelapa sawit terlalu rendah.

Mengenal Lebih Jauh Perihal Kelapa Sawit

Membicarakan kekayaan Indonesia tentang kelapa sawit, tentu tidak dapat dibantah juga adanya limbah pabrik kelapa sawit yang diakibatkan. Namun, hal tersebut tentu bukan menjadi sesuatu yang pada akhirnya menimbulkan permasalahan. Beberapa poin pengolahan limbah pabrik kelapa sawit di bawah ini bisa dimanfaatkan sebagai pengelolaan limbah agar tidak menjadi gangguan terhadap lingkungan, di antaranya:

Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit

1. Kolam Pendinginan

Pada proses pengolahan limbah dari mesin pabrik kelapa sawit yang pertama adalah proses pendinginan. Dalam hal ini limbah cair kelapa sawit didinginkan pada suhu 75 hingga 95 derajat celcius.

2. Kolam Pengasaman

Selanjutnya dilakukan proses pengasaman. Pada proses pengolahan limbah yang melibatkan kolam pengasaman ini yang menjadi konsentrasi proses adalah penurunan pH dan juga pembentukan karbon dioksida. Lama waktu yang dibutuhkan ialah sekitar selama 30 hari.

3. Kolam Pembiakan Bakteri

Tahap terakhir ialah pembiakan bakteri. Tahapan pembiakan bakteri ini memiliki fungsi sebagai pembentukan gas karbon dioksida, methane, dan juga pH yang meningkat. Pada proses terakhir ini dibutuhkan waktu selama kurang lebih 40 hari agar limbah pada akhirnya siap untuk diaplikasikan atau diambil manfaatnya.

Di samping memanfaatkan limbah dengan menggunakan metode di atas, limbah sawit juga bisa dimanfaatkan dari penggunaan pencacah tandan kosong sawit. Fungsi dari alat ini ialah sebagai pencacah tandan kosong dari kelapa sawit. Setelah dicacah hingga dengan benar-benar halus, langkah selanjutnya adalah serpihan-serpihan dari tandan sawit yang kosong itu bisa menjadi bahan baku pembuat pupuk kompos dan juga bisa dijadikan sebagai bahan baku pembuat etanol.

Membicarakan mesin pada pabrik kelapa sawit, salah satu mesin pabrik yang bisa dibilang merupakan vital bagi proses pengolahan kelapa sawit adalah sludge centrifuge palm oil. Mesin ini dinyatakan vital karena memiliki setidaknya tiga peran dalam proses pengolahan sawit, seperti:

Seputar Sludge Centrifuge Palm Oil

1) Memilah atau menyortir untuk akhirnya menentukan buah sawit mana yang layak untuk diproduksi menjadi minyak.

2) Merebus kelapa sawit yang sudah terlebih dahulu lolos pemilihan hingga keasaman lemak bebas dapat menurun dan biji dapat terpisah dari buahnya.

3) Selanjutnya dalah pelepasan tandan sawit dengan menggunakan mesin khusus.

4) Berlanjut ke tahap pengepressan, ialah di mana minyak sawit kasar diekstraksi.

5) Tahapan terakhir adalah klarifikasi melalui penyaringan dan fraksinasi. Pada tahapan ini, bau pada minyak sawit juga bisa dihilangkan.

Mesin yang biasanya digunakan untuk pengolahan kelapa sawit ialah mesin ripple mill (pemecah nut). Mesin ripple mill ini memiliki tiga keunngulan, seperti:

Keunggulan Mesin Ripple Mill

·  Efisiensi Pengolahan Mencapai 98%

Dalam dunia pekerjaan, efisiensi tentu menjadi hal utama yang dipentingkan. Dari efisiensi ini, segala hal baik akan mudah untuk ditimbulkan. Seperti tenaga tidak terbuang terlalu banyak, waktu tidak terbuang terlalu lama, juga hingga pada keuntungan yang diperoleh menjadi lebih besar.

· Proses Bongkar Pasang Lebih Mudah

Di samping efisien, bongkar pasang pada jenis alat ini juga mudah. Kemudahan dalam menggunakan alat, termasuk dalam hal membongkar untuk memasangnya kembali tentu merupakan faktor penting yang harus jadi pertimbangan dalam hal ini.

· Ukuran Biji yang Dipecahkan Beragam

Sebuah mesin yang bisa memecahkan biji sawit dengan berbagai ukuran, dimulai dari terbesar hingga terkecil akan berdampak sangat penting bagi tingkat efisiensi produksi.

Itulah penjelasan mesin pabrik kelapa sawit. Sementara harga mesin kelapa sawit, tentu beragam nilainya.

Menelisik Kelapa Sawit; Kekayaan Alami Indonesia

Indonesia dan Kelapa Sawit

Indonesia, kelapa sawit, dan mesin kelapa sawit merupakan tiga keterhubungan yang menjadi satu dan membentuk kekayaan Indonesia di mata dunia. Indonesia, negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alamnya. Begitu berlimpah kekayaan alam Indonesia, termasuk salah satunya adalah kekayaan dalam hal perminyakan. Minyak yang saat ini dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari berasal dari tumbuhan kelapa sawit. Di Indonesia sendiri, perkebunan kelapa sawit akan banyak ditemui di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh,  Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Lampung, Irian, Bengkulu, Jambi, dan Riau.

Dari daerah-daerah tersebutlah hingga dengan saat ini pasokan minyak di Indonesia tidak memiliki kekurangan. Kaya dengan sumber daya alam saja tentu belum cukup jika tanpa diimbangi dengan kekayaan dari segi sumber daya manusianya. Dalam hal yang terkait dengan kelapa sawit ini, proses pengolahannya bertumpu pada pabrik kelapa sawit. Adapun urutan prosesnya, seperti:

Proses Pengolahan Kelapa Sawit

a. Jembatan Timbang

Jembatan timbang merupakan langkah paling awal dalam proses pengolahan kelapa sawit. Jembatan timbang ini merupakan timbangan atau pengukur berat semua truk pengangkut tandan buah sawit. dari semua perkebunan, yaitu perkebunan milik swasta, perkebunan milik rakyat, dan perkebunan milik swasta. Cara kerja dari jembatan timbang ini adalah pabrik memeriksa selisih berat kelapa sawit saat dibawa oleh truk dan sesaat setelah diturunkan dari truk.

b. Sortir Buah Sawit

Penyortiran buah sawit ini diperlukan guna memastikan bahwa kelapa sawit yang dipergunakan merupakan jenis kelapa sawit yang berkualitas baik. Pada umumnya, ada dua jenis kelapa sawit yang diterima, ialah jenis Tenera dan jenis Dura. Tingkat kematangan juga menjadi hal penting yang dinilai stasiun klarifikasi pabrik sawit.

c.  Sterilizer atau Perebusan Sawit

Sterilizer atau perebusan kelapa sawit merupakan salah satu langkah dari proses pengolahan kelapa sawit selanjutnya. Dalam tahap ini tandan buah segar dalam lori buah dimasukkan ke mesin sterilizer dengan menggunakan capstan. Tujuan dari perebusan adalah mengurangi tingkat asam lemak bebas, memudahkan pelepasan kulit, menurunkan kadar air, dan melunakkan daging buah sawit.

d.  Threser Process atau Proses Penebah

Penebah adalah proses selanjutnya dari tahapan perebusan kelapa sawit. Beberapa tujuan dari dilakukannya proses penebahan terhadap sawit ini adalah untuk melumatkan daging buah, memisahkan daging sawit dari biji, mempersiapkan feeding dan mempermudah pengepressan di mesin screw press, dan proses pemanasan untuk melembutkan kelapa sawit.

e.  Clarification Status atau Pemurnian Minyak

Setelah melewati empat tahapan sebelumnya, kelapa sawit akan berlanjut pada tahapan atau proses selanjutnya, yaitu permurnian pada minyak tersebut. Hal ini diperlukan guna mensterilkan atau membersihkan kandungan-kandungan kurang bermanfaat yang ada di dalam minyak kelapa sawit tersebut.

f. Kernel Station atau Pengolahan Biji

Hal terakhir yang mesti diketahui dari proses cara kerja stasiun klarifikasi adalah pengolahan biji. Ini merupakan tahapan akhir yang pada akhirnya semua proses terhadap kelapa sawit dari mulai bahan mentah hingga menjadi minyak telah siap untuk dipasarkan.

Demikianlah terkait beberapa hal yang menyangkut proses pengolahan kelapa sawit. Dari berbagai aspek yang penting untuk diperhatikan, seperti proses stasiun klarifikasi hingga produk jadi, kurang lebih seperti itulah garis besarnya dari pengolahan terhadap kelapa sawit. Hal-hal lain, misal terkait harga pabrik kelapa sawit sendiri ditengarai mencapai hampir dua ratus milyar untuk pabrik dengan kapasitas 60 ton tbs/jam.

Macam Alat Yang Ada Di Pabrik Kelapa Sawit

Pabrik kelapa sawit sekarang ini sudah ada banyak sekali di Indonesia, terutama di daerah Kalimantan. Oleh karena itu tak heran jika pabrik kelapa sawit sekarang ini semakin maju dan juga berkembang secara pesat mengingat kebutuhan akan minyak kelapa sawit sangat besar. Namun di dalam pabrik kelapa sawit tersebut tentu saja terdapat berbagai macam alat yang mana digunakan untuk mengolah kelapa sawit tersebut menjadi minyak kelapa sawit. Adapun beberapa alat yang ada di pabrik kelapa sawit tersebut adalah sebagai berikut:

Vibrating Screen Kelapa Sawit

Yang pertama adalah vibrating screen kelapa sawit. Alat ini sendiri merupakan ayakan getar yang mana memiliki fungsi untuk bisa memisahkan padatan yang ada di dalam minyak kasar dengan cara diayak di media saringan dengan ukuran mesh yang sudah ditentukan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum, pemakaian dari alat ini sendiri dipasang sebelum masuk ke dalam tangki minyak kasar, untuk proses pengayakan ini sendiri dibantu dengan menggunakan air panas sebagai pelarut yang memiliki temperatur 80 sampai dengan 90 derajat celcius. Ayakan getar ini sendiri nantinya akan memisahkan dua jenis partikel yaitu pasir dan tanah serta ampas sawit.

Rebusan Pabrik Kelapa Sawit

Kemudian yang kedua adalah rebusan pabrik kelapa sawit atau yang lebih sering disebut dengan sterilizer, alat ini merupakan bejana yang memiliki tekanan menggunakan uap atau steam sebesar 3,0 kg per cm2, uap tersebut digunakan untuk merebus buah kelapa sawit yang terdapat di dalam tandan buah segar sawit tersebut. Alat ini digunakan dengan beberapa tujuan, salah satunya adalah agar hasil yang didapatkan merupakan yang terbaik dan juga sesuai dengan standard yang sudah diterapkan. Selain itu juga terdapat beberapa tujuan lain seperti membuat proses dari pelepasan brondolan buah sawit yang berasal dari tandan buah segar menjadi lebih mudah, kemudian membantu untuk menghilangkan enzim yang menghasilkan asam lemak bebas, membantu proses dari pemecahan emulsi, agar biji dan juga serat menjadi lebih mudah lepas dan masih banyak lagi yang lainnya. Rebusan pabrik sawit sendiri terdapat beberapa jenis seperti rebusan horizontal, rebusan vertikal, rebusan bola dan juga rebusan 45 derajat atau oblique sterilizer.

Rebusan Vertikal Kelapa Sawit

Selain itu ada salah satu jenis rebusan yang bernama vertical sterilizer, pabrik kelapa sawit dengan rebusan vertikal ini memang menjadi suatu hal yang sangat penting dan sangat menunjang produksi dari kepala sawit tersebut. Rebusan vertikal atau vertical stelizer ini sendiri menggunakan sistem satu puncak karena buah sawit tersebut sudah melalui splitter yang mana memiliki fungsi untuk memecah buah sawit tersebut sehingga nantinya penetrasi dari uap akan lebih maksimal dan jumlah udara yang mana terjebak di dalam alat ini akan lebih kecil jika dibandingkan dengan horizontal sterilizer.

Olahan Buah Kelapa Sawit, Mulai dari Mesin hingga Hasilnya

Beragam jenis dari mesin yang digunakan untuk mengolah kelapa sawit memiliki fungsi-fungsinya yang mendukung tahapan untuk mendapatkan hasil dari buah tersebut, sehingga perawatan mesin pabrik sawit benar-benar harus dilakukan. Banyak juga pertimbangan untuk menentukan penggunaan dari mesin untuk mengolah kelapa sawit tersebut. Mulai dari merek mesin tersebut hingga tentunya harga dari mesin yang nantinya akan membantu dalam proses pengolahan minyak kelapa sawit.

Selain itu juga, khususnya bagi pihak produsen, mengetahui beragam jenis mesin untuk pengolah kelapa sawit adalah cara untuk menganalis segala kebutuhan yang diperlukan demi mendukung pengolahan dari buah kelapa sawit tersebut. Menggunakan mesin sendiri bukan hanya sekedar karena perkembangan dari teknologi yang semakin meningkat hingga sekarang ini, tetapi juga agar memiliki waktu yang lebih efektif dalam memperoleh hasil yang didapatkan.

Melakukan pengolahan dengan bantuan mesin tentunya akan lebih cepat dibandingkan dengan mengolah secara manual. Bukan hanya hemat waktu, akan tetapi juga hemat energi. Selebihnya yaitu untuk hasil yang lebih optimal dalam soal kualitas minyak yang pada umumnya dihasilkan oleh buah kelapa sawit tersebut. Tentunya, kualitas dari hasil olahan buah kelapa sawit merupakan hal yang paling penting dalam dunia industri khususnya yang berkaitan dengan konsumsi untuk masyarakat.

Mengoptimalkan pengolahan buah kelapa sawit dengan mesin

menggunakan mesin juga tidak terlepas dari bagian-bagian yang menyertainya. Tak jarang, mesin juga akan mengalami kerusakan jika digunakan dalam jangka waktu yang sangat lama, terlebih lagi jika perawatan tidak dilakukan secara maksimal. Sehingga bukan hanya mengetahui berbagai jenis mesin yang harus dimiliki untuk mengolah buah kelapa sawit, akan tetapi juga harus mengenal sparepart mesin pabrik kelapa sawit dengan baik. Sehingga jika mengalami kerusakan pada bagian tertentu, akan lebih mudah untuk mengganti bagian yang rusak tanpa harus membeli keseluruhan dari mesinnya.

Mulai dari harga yang senilai puluhan hingga ratusan juta bisa jadi menjadi harga untuk mesin pengolah kelapa sawit. Tentunya harga yang tinggi tersebut juga akan sebanding dengan hasil olahan dari buah kelapa sawit yang memberikan keuntungan yang besar bagi pihak produsen. Beberapa di antaranya mesin yang digunakan untuk mengolah kelapa sawit berikut dengan fungsinya yaitu sebagai berikut ini;

Pertama mesin untuk mengangkut kelapa sawit yang berbentuk seperti jembatan timbang. Mesin ini juga dilengkapi dengan alat untuk menimbang berat buah kelapa sawit. Saat melewati mesin ini, buah kelapa sawit akan diseleksi juga.

Kemudian mesin yang digunakan sebagai perebusan di mana dilakukan untuk melepaskan dari tandannya. Setelah itu juga terdapat mesin berupa bantingan yang dilakukan pada tandan kosongnya. Bantingan ini juga berlanjut kemudian menuju mesin presan di mana minyak dari buah kelapa sawit mulai dikeluarkan. Selanjutnya mesin yang dapat menampung dan juga memisahkan antara minyak murni dan juga minyak yang kotor. Seleksi ini tentunya agar mendapatkan kualitas minyak yang baik untuk nantinya dijual. Biasanya alat untuk menampung tersebut berjumlah dua dengan kapasitas yang berbeda satu sama lain, sesuai dengan kebutuhannya.

Sebelum memutuskan yang mana mesin pengolah kelapa sawit yang akan digunakan, tentunya menentukan dari kualitas mesin juga dibutuhkan. Bisa dari mereknya hingga dari penyediaan sparepartnya. Selain itu juga dari spesifikasi mesin pabrik kelapa sawit mulai dari dimensi, atau ukuran maupun juga kapasitasnya, penggerak hingga tipe dan juga bahan yang dapat menggerakannya.

​​