Pengolahan Buah Kelapa Sawit

Kelapa sawit menjadi salah satu aset yang dimiliki oleh Indonesia sebagai penghasil yang menjanjikan keuntungan, namun tentunya buah dari kelapa sawit tersebut harus melalui proses pengolahan sehingga membutuhkan mesin di pabrik kelapa sawit. Proses dari pengolahan tersebut juga umumnya memiliki langkah-langkah yang cukup panjang. Selain itu juga, setiap langkah untuk menghasilkan minyak dari kelapa sawit membutuhkan beragam jenis mesin yang bekerja sesuai dengan fungsi dan tahapan dari proses pengolahan kelapa sawit tersebut.

Indonesia sendiri memiliki perkebunan kelapa sawit yang cukup luas. Sehingga menjadi salah satu bahan industri yang memiliki hasil olahan yang diperlukan untuk kehidupan manusia sehari-hari. Mulai dari minyak kelapa sawit yang dibutuhkan untuk memasak makanan hingga sebagai biodiesel untuk kendaraan bermotor misalnya. Sehingga kelapa sawit memiliki industri yang cukup berkembang khususnya di Indonesia sendiri.

Mengolah kelapa sawit dengan mesin pengolah

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, untuk memproduksi kelapa sawit menjadi bahan yang dibutuhkan untuk sehari-hari maka buahnya membutuhkan proses pengolahan. tentunya, proses pengolahan tersebut tidak akan terlepas dari mesin yang digunakan karena memang membutuhkan mesin industri kelapa sawit untuk memiliki hasilnya. Adapun langkah-langkah atau tahapan untuk memproses kelapa sawit misalnya menjadi minyak kelapa sawit dengan menggunakan mesin di pabrik sawit secara singkatnya yaitu sebagai berikut;

  1. Menerima buah; yang biasanya melalui jembatan timbang dengan ukuran besar. Jembatan timbang ini juga memiliki sebuah alat yang berguna untuk mencatat timbangan. Selain itu juga membutuhkan alat penimbun dari tandan yang memiliki sekat sebanyak dua belas kamar dan dapat menampung sepuluh ton tiap kamarnya. Adapun keranjang buah dan juga alat lainnya yang dapat menarik buah kelapa dengan mencapai satu setengah ton.

  2. Memasuki stasiun rebusan; yang memiliki dua bagian yaitu ketel rebusan dan blowd off slincer. Ketel rebusan tentunya berfungsi untuk merebus buah kelapa sawit sedangkan blowd off sendiri merupakan bagian pengurasan atau pembuangan udara saat proses tersebut berlangsung.

  3. Memasuki stasiun bantingan; di mana terdapat hoisting crane di mana keranjang yang telah di isi dari tandan yang telah direbus tersebut kemudian memasuki ke mesin bantingan. Di sinilah buah kelapa sawit yang telah direbus melewati proses bantingan di mana terdapat pemisahan dengan tandan atau bagian yang harus dibuang dan juga diambil melalui proses atau mesin ini.

  4. Stasiun presan; ada bagian mesin yang harus dilewati selanjutnya oleh kelapa sawo. Biasanya terdapat pembagian dari buah kelapa sawit di dalam ketel aduk. Di bagian mesin ini juga hasil olahan dari kelapa sawit yang berupa minyak dipisahkan antara minyak kotor dan juga minyak murni. Sehingga di mesin inilah dilakukan penyaringan dari minyak kelapa sawit tersebut.

  5. Stasiun klarifikasi; di mana terdapat dua buah tangka yang menampung hasil olahan dari kelapa sawit. Selain itu juga terdapat perlengkapan lainnya yang mendukung proses pengolahan tersebut.

Mesin mesin pabrik kelapa sawit sebenarnya masih banyak lagi dan juga beragam. Selain itu juga, setiap mesin tentunya memiliki nilai masing-masing yang sesuai fungsinya. Dan meskipun seperti mesin-mesin yang berbeda satu sama lain, namun tentunya setiap mesin tersebut saling berhubungan satu sama lain. Hal ini dikarenakan setiap melewati satu mesin olahan maka harus melewati mesin olahan lainnya agar menghasilkan kualitas yang baik dari olahan kelapa sawit tersebut. Itulah sekilas dari beragam jenis mesin pengolah hingga mesin digester pabrik kelapa sawit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *