Penyebab Boiler Meledak dan Hal-Hal yang Harus Diwaspadai

Penyebab boiler meledak sering menghiasi banyak headline berita sehingga tidak jarang banyak produsen pabrik atau malah para pegawainya merasa khawatir pada peralatan boiler. Bahkan pegawai yang sudah mumpuni dan tahu standar operasi saja masih bisa tersandung risiko kecelakaan ini, sehingga menimbulkan pertanyaan kenapa sebuah boiler bisa meledak dan berisiko melukai banyak orang? Meski banyak kemungkinan dan sebab yang tidak diketahui, kemungkinan besar adalah penipisan pipa akibat korosi yang memungkinkan adanya tekanan bertendensi untuk meledak, selain itu kondisi yang sudah tidak layak seperti katup, manometer ataupun bagian dalam boiler bisa menjadi penyebab ledakan sehingga bila memang kondisi sudah lama lebih baik diganti dengan boiler yang baru. Yang pasti, karena boiler memang rentan menghadapi kecelakaan dan ledakan, sangat perlu diwaspadai baik dalam segi standar operasi atau kondisi dari boiler itu sendiri. Kebanyakan orang masih menggunakan kondisi yang tidak layak karena masalah biaya ketika seharusnya boiler tersebut diganti. Juga ada yang memiliki masalah dengan ketidaktelitian sehingga pada saat pengoperasian ada sesuatu yang salah dan menyebabkan tekanan bertendensi ledakan.

Untuk mengetahui hal-hal yang harus diwaspadai, tentu baik produsen dan pegawai harus mengetahui jenis boiler (ketel uap) tersebut. Atau bagi yang ingin membeli boiler, ketahuilah jenis apa yang paling bagus untuk proses pengelolaan bahan di pabrik. Biasanya banyak orang memilih boiler takuma n 900 r sebagai produk boiler standar untuk digunakan, dimana boiler tipe ini bisa memberikan kecepatan maksimum dengan daya guna yang juga cocok untuk proses cepat sesuai perkiraan. Persoalan tentang bahan bakar pun harus dianalisa agar sesuai kebutuhan dan bukannya kekurangan sehingga menghambat proses boiler beroperasi. Bahan bakar juga hal penting dan tidak boleh sembarangan karena ini juga poin besar yang dapat memicu ledakan terjadi, sehingga harus diteliti dan diusahakan dengan baik.

Cara menghitung kebutuhan bahan bakar boiler sendiri bisa lewat dua cara yaitu metode langsung dan metode tidak langsung. Pada metode langsung mungkin lebih bersifat matematis sehingga diperlukan seseorang yang mengerti benar perjumlahan dan perhitungan secara mumpuni. Sementara metode tidak langsung bertumpu pada angka kerugian-kerugian (loses) dan kredit energi meski tetap memakai perhitungan yang rinci. Keduanya sama-sama memerlukan kedetilan namun bila metode langsung lebih matematis dan menyeluruh (secara teori juga bisa dilakukan oleh orang yang menguasai persoalan menyangkut energi dan bahan bakar) maka metode tidak langsung lebih otomatis karena melibatkan peralatan-peralatan pendukung yang dibandrol biaya besar. Keduanya bisa menjadi pilihan, namun kebanyakan yang memakai metode tak langsung adalah produsen dengan boiler besar sementara metode langsung untuk boiler yang berukuran kecil. Oh ya, tak hanya tentang kebutuhan bahan bakar yang harus diperhatikan dan diwaspadai, harus diingat pula bagian lain yaitu boiler takuma water tube. Bagian pipa dalam air ini adalah penggerak yang penting seperti yang kami jelaskan di atas, bisa memicu korosi sehingga harus rajin diteliti bila ada kerusakan atau risiko pada pipanya.

Lalu bagaimana dengan cara menjalankan boiler sesuai standar pengoperasian yang tepat? Tentu ada banyak bagian yang harus diketahui agar sistem pengoperasian selalu aman terkendali namun sangat penting adanya komunikasi dan ketelitian pada pegawai yang mengoperasikan boiler tersebut biasanya terdiri dari asisten sampai boiler attendant. Mereka inilah yang harus tahu dengan pasti proses boiler berjalan lancar juga cara menghidup dan mematikan dengan baik. Terakhir, boiler yang dibeli juga harus diperhatikan jenis dan dari distribusi mana datangnya. Untuk rekomendasi alat boiler terbaik, boilermech boiler bisa menjadi pilihan dimana banyak pilihan boiler bertenaga uap yang bukan hanya baik dari segi kapasitas dan jenis tapi juga kualitas dan harga. Pada akhirnya, cara terbaik untuk mengantisipasi kecelakaan harus datang dari para pelakunya yang siap siaga dan selalu teliti saat mengemban tugas. Apapun yang bisa menjadi risiko harus bisa diketahui sejak awal dan dicegah sehingga kasus-kasus meledaknya boiler tidak lagi terjadi di banyak pabrik di Indonesia. Kalau menurutmu sendiri, bagaimana? Sudah baguskah standar pengoperasian boiler di banyak pabrik atau kamu memiliki kiat tersendiri agar pengoperasian boiler selalu aman?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *