Seluk-Beluk Pembuatan Minyak Kelapa Sawit

Sebagai salah satu lahan bisnis yang menjanjikan, proses pengolahan kelapa sawit menjadi cpo perlu diketahui karena usaha kelapa sawit semakin pesat selama beberapa tahun terakhir. Salah satu pemicunya adalah karena meningkatnya permintaan kelapa sawit untuk kebutuhan biofuel. CPO atau yang disebut juga sebagai Crude Palm Oil adalah minyak nabati dari berasal dari kelapa sawit yang sangat dibutuhkan untuk pembuatan biofuel. Potensi tanaman yang menghasilkan kelapa sawit cukup besar karena minyak yang dihasilkan dari kelapa sawit bisa mencapai 7 ton per hektarnya. Ini jauh lebih tinggi dari kedelai yang hanya bisa menghasilkan 3 ton/hektar.

Mesin pengolah

Untuk menghasilkan minyak yang berkualitas, maka dibutuhkan mesin pengolah kelapa sawit terbaru yang memiliki kualitas mumpuni. Salah satunya adalah vacum dryer. Alat ini adalah alat yang memiliki fungsi untuk memisahkan air dari minyak yang melalui proses penguapan yang berada didalam kondisi hampa udara. Melalui proses penguapan seperti ini, minyak yang dihasilkan adalah minyak yang memiliki kadar air sebanyak 0,1 sampai dengan  0,15%, sedangkan untuk kadar kotoran yang dihasilkan adalah 0,013 sampai dengan 0,015 persen.

Proses pembuatan

Proses pembuatan minyak melalui vacuum dryer adalah sebagai berikut. Pertama-tama jumlah minyak diatur kedalam tangki apung atau float tank. Dengan begitu minyak bisa dihisap dsampai kedalam tabung karena hampa udara dan juga membuat minyak terpencar didalamnya. Air yang berasal dari tabung hampa akan dihisap oleh ejector 1 dan masuk kedalam kondensor 1. Sisa uap yang berasal dari kondensor 1 akan terhisap oleh ejector 2. Setelah masuk kedalam kondensor 2, sisa uap yang masih ada akan dihisap oleh ejector 3. Ketika sudah di ejektor 3, sisa uap yang ada sudah dibuang ke udara, bahkan air yang sudah terbentuk didalam kondensor 1 dan kondensor 2 bisa langsung dibuang. Minyak yang sudah ada akan ditampung didalam tangki yang menampung hasil dari minyak produksi dan siap dipompa kedalam tangki timbun.

Vibrating screen

Didalam setiap proses pembuat minyak kelapa sawit selalu ada proses yang dinamakan dengan vibrating screen. Pengertian vibrating screen adalah proses untuk memisahkan padatan yang ada didalam minyak kasar (dirt crude oil). Cara memisahkan padatan dilakukan dengan cara mengayak atau menggetarkan minyak pada media saringan. Media saringan memiliki ukuran tertentu yang disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Cara penggunaan vibrating screen adalah dengan meletakkannya sebelum CST dan dilakukan sebelum COT masuk. Pada saat CST masuk kedalam sludge tank, maka proses penyaringan dapat dilakukan dengan cara memberikan air panas yang berfungsi sebagai pencuci dengan suhu 80 sampai dengan 90 derajat Celcius.

Fungsi dari penggunaan vibrating screen adalah untuk memisahkan zat non minyak seperti sampah, serat fiber berukuran besar, dan juga pasir. Pasir ini biasanya muncul akibat tidak terendapkan pada saat berada di bagian sand trap tank. Untuk memisahkan partikel seperti itu, maka diperlukan air panas yang berfungsi untuk memisahkan partikel-partikel pasir dengan baik dan juga untuk mengurangi adanya penyumbatan pada screen. Fungsi lainnya juga dapat berfungsi untuk menjaga agar nozzle tidak mengalami penyumbatan. Pemilihan ukuran mess dapat menentukan proses pemisahan yang terjadi di vibrating screen.

Untuk menambah ketahanan dan juga masa pakai vibrating screen yang lebih lama, maka penambahan alat sand trap tank diperlukan. Caranya adalah dengan memasang sand trap tank yang diletakkan diantara talang kempa ulir. Adanya pasir dalam minyak mengakibatkan daya gesek tinggi yang menyebabkan screen cepat aus. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *